Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

ANALISIS PENGETAHUAN, PERILAKU, DAN KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT ANALGESIK DALAM SWAMEDIKASI DI SALAH SATU APOTEK DI KOTA BANDUNG Anggriani, Ani; Fitriani, Dinda Amelia; Lisni, Ida
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v15i2.1376

Abstract

Swamedikasi merupakan upaya masyarakat untuk mengobati dan memelihara kesehatan diri sendiri tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis. Salah satu obat yang paling banyak digunakan dalam swamedikasi yaitu analgesik untuk mengatasi nyeri. Tingkat pengetahuan mengenai obat analgesik diperlukan dalam kegiatan swamedikasi untuk menghindari penggunaan obat yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku pasien serta ketepatan penggunaan obat pada swamedikasi analgesik di salah satu apotek di Kota Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional analitik dengan metode cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memiliki tingkat pengetahuan kurang sebanyak 30% responden, pengetahuan cukup 46%, dan pengetahuan baik 24%, untuk perilaku responden terdapat  86%  baik dan 14% tergolong cukup. Analisis statistik korelasi menggunakan rank spearman didapat nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien korelasi 0,703 yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan arah yang positif antara tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi obat analgesik. Sebanyak 100% responden sudah tepat dalam pemilihan obat analgesik dan 96% responden sudah tepat dosis.
PELATIHAN PEMBUATAN TEH HERBAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KESEHATAN MASYARAKAT DI DESA CIBIRU WETAN Istiqomah, Aulia Nurfazri; Roni, Asep; Budiana, Wempi; Lisni, Ida; Zaelani, Diki; Sutrisno, Entris
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v5i1.1285

Abstract

The current condition of Indonesia can be said to be facing a triple burden. Based on research results from the Central Statistics Agency, the percentage of the population, especially the population of West Java, who had health complaints during the last month in 2022 showed an increase compared to the previous year (2021), this is of course related to the quality of public health. The problem currently faced by partners is the lack of information and education regarding the processing of nutritious plants. So far, the crops obtained have been used in simple ways, eaten directly as fresh vegetables or processed as food.This time the community service program was carried out in Cibiru Wetan Village, Cileunyi District, Bandung Regency. Activities include providing education regarding efficacious herbal plants and tutorials on making herbal tea as an effort to improve the quality of health.From the results of implementing this community service activity, the residents of Cibiru Wetan Village, Cileunyi District, Bandung Regency have understood the ingredients that can be used in an effort to improve the quality of health and one way of processing them
Kajian Potensi Interaksi Obat Pada Pasien Glaukoma di Salah Satu Rumah Sakit di Bandung Ani Anggriani; Pujani Utami; Ida Lisni
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i5.44

Abstract

Latar belakang: Glaucoma menempati urutan kedua (12,3%)setelah katarak (47,8%) sebagai penyebab kebutaan kedua diseluruh dunia.Interaksi Obat merupakan salah satu Drug Related Problems(DRPs) yang dapat mempengaruhi terapi pasien.Tujuan Penelitian adalah mengkaji potensi interaksi obat glaukoma pada pasien rawat jalan di salah satu rumah sakit di Bandung. Metode Penelitian:deskriptif,pengumpulan data secara retrospektif melalui data rekam medik pasien.Hasil: hasil analisis yang dapat diambil yaitu data kuantatif meliputi jumlah pasien glaukoma yang paling banyak yaitu berjenis kelamin perempuan sebanyak 46,90 %, jumlah pasien paling banyak yaitu berada pada kelompok umur > 65 (manula) sebesar 34.96 %, jumlah pasien berdasarkan diagnosis glaukoma yaitu glaukoma sudut tertutup sebesar 51,77%, jumlah pasien penggolongan obat yang paling banyak digunakan adalah golongan beta bloker sebanyak 42,70 %, jumlah pasien berdasarkan rute pemberian obat yang paling banyak digunakan dengan rute pemberian tetes mata sebanyak 68,14 %, kemudian data kualitatif meliputi jumlah Resep obat glaukoma berdasarkan kesesuaian dosis yaitu 100% sesuai, jumlah potensi interaksi obat anti glaukoma adalah sebesar 19,46%. Kesimpulan: Potensi interaksi obat anti glaukoma yaitu pada kombinasi obat timolol-brimodine dan betaxolol brimodine serta acetazolamide – glycerol dengan klasifikasi moderat : Cukup signifikan secara klinis. Biasanya menghindari kombinasi; menggunakannya hanya dalam keadaan khusus.
Potensi Medication error Pada Resep di Salah Satu Apotek di Kota Kadipaten: Potential Medication Error on Prescription at One Pharmacy in Kadipaten City Ida Lisni; Nurani Eka Gumilang; Eva Kusumahati
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.564

Abstract

Medication errors can occur in each process, at prescribing, transcribing, dispensing, and administration processes. This study is to find out that the prescribing stages have met the legality principle by the RI Minister of Health Regulation Number 73 of 2016 and continued with the determination of the Medication Error Index (NCC MERP). This research method is non-experimental observational. The research was conducted by collecting prescriptions for the period July - December 2019 retrospectively. The sample size in the study was determined by a systematic random sampling technique based on the Slovin formula. 1,581 prescriptions were obtained and the results of the samples taken were 352 prescriptions. The results showed that there were prescriptions that did not meet the administrative requirements were 17.9%, did not meet the pharmaceutical requirements of 44.9%, and those that did not meet the clinical requirements were 7.5%. The results of the analysis of the characteristics of the Medication Error Index for category C were 68%, category D was 0.5%, and category E was 1.8%. Keywords : Pharmacy; Prescription; Medication Error
PEMANFAATAN TONG SAMPAH ORGANIK MENGATASI SAMPAH DI CIBIRU ASRI CIBIRU WETAN BANDUNG Susilawati, Elis; Hartini, Ni Nyoman Sri Mas; Supriadi, Dadih; Sutoro, Meylani; Priyadi, Akhmad; Lisni, Ida; Sya’bani, Oktaviani; Amanda, Ruli; Rahmanda, Erin; Wijaya, Youland Friccilia
Batara Wisnu : Indonesian Journal of Community Services Vol. 4 No. 3 (2024): Batara Wisnu | September - Desember 2024
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bw.v4i3.288

Abstract

The community service activity titled "The Use of Organic Waste Bins to Address Waste in RT 03 RW 17, Cibiru Wetan Village, Cileunyi, Bandung" was carried out as an effort to tackle the issue of organic waste in the area. Poorly managed organic waste has the potential to pollute the environment and disrupt public health. This program aims to raise awareness, knowledge, and the ability of the community to manage organic waste into beneficial compost. The implementation stages include planning, providing facilities in the form of organic waste bins, education, compost-making training, and evaluation. A total of 2 units of organic waste bins have been distributed in strategic locations. The socialization successfully reached representatives of the residents, and the compost-making training involved 30 participants who showed positive results and were able to produce simple compost. The results of the activity indicate an increase in awareness and changes in community behavior regarding waste management. Residents have started to separate organic waste in their homes and utilize compost for small-scale agricultural activities. This program has also successfully reduced the volume of waste sent to landfills. The sustainability of the program requires the formation of community working groups to monitor implementation in the field, provide ongoing education, and collaborate with relevant parties. This program is expected to serve as a model for community-based waste management that can be replicated in other areas. With this activity, the community of Cibiru Wetan Village is expected to create a cleaner, healthier, and more environmentally friendly environment
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN BEDAH DI SALAH SATU RUMAH SAKIT KOTA BANDUNG Ida Lisni
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 1 No 02 (2014): JURNAL FARMASI GALENIKA
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surgery is a treatment on a part of the body that can cause infections. One of the factor that can decrease the number of surgical infections by administering the antibiotic propylaxis. Antibiotic propylaxis that used must be safe,bacterisid and effective againts bacteria. this research aimd to know the appropriateness of antibiotics for surgical propylaxis that includesaccuracy of diagnose, accuracy of dosage and timeliness of administering of antibiotics. A method of this study using data retrospective include determinations criteria of drugs, patients and standars medical use. The data obtainedfrom the medical record was evaluated of medical record reliability according to criteria of the use of antibiotics that were made. Based on the result of the study the number of patients who underwent surgery with details 30 man and 54 woman and the propylaxys antibiotic that used was the third generations of cephalosporin (90,84%) having broad spectrum and effective againts gram positive and negative bacteria. From the data has been evaluated there was glaring discrepancy in provisions of prophylaxys antibiotics 4,77%. but for the accuracy of the diagnosis, dose and mode of administration of antibiotic prophylaxis is in compliance with the criteria of the use of prophylaxys antibiotics. We concluded that the use of antibiotics as a prophylactic surgery were in accordance with the criteria of the use of antibiotics as a prophylactic surgery. Keywords: , , Kata Kunci : , ,
Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Faringitis Di Suatu Rumah Sakit Di Kota Bandung Ida Lisni
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 2 No 01 (2015): JURNAL FARMASI GALENIKA
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acute respiratory infections (ARI) is a very serious health problem in the world or in Indonesia. Period prevalence of ARI in Indonesia according Riskesdas 2013 amounted to 25.0%. Respiratory tract infections such as pharyngitis represent the vast majority of cases. Pharyngitis is largely caused by the bacterium Streptococcus group A β-haemolytic. One of the main drug is an antibiotic to treat pharyngitis. Improper use of antibiotics in the treatment of pharyngitis can lead to resistance and side effects, it is necessary to drugs use evaluate as a form of quality assurance of drug use to assess the suitability of the use of antibiotics in the treatment of pharyngitis. Research conducted an observational study with descriptive data presentation and data collection retrospectively. Based on the results of research in the period January to April 2015 obtained 56 patients studied. Patients with pharyngitis is pediatric (53.57%) and 46.43% is adult patients. All patients studied using antibiotic therapy. Antibiotics are widely used cephalosporins (89.29%), with sefiksim (60.71%). Results of the qualittive analysis known that patients received appropriate indication of antibiotic is 100%, appropriate doses of 96.49%, duration of therapy appropriate for 87.72%, the use of antibiotic combination that has a synergistic effect in 1(one) patient. There is no duplication, but there are 14 cases that have the potential occur drug interactions.
RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ANAK DENGAN PENYAKIT PNEUMONIA DI PUSKESMAS KECAMATAN BATUJAJAR Ani Anggriani; Rivan Fajarudin Azhar; Ida Lisni
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 4 No Edisi Khus (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 Edisi Khusus SemNas Tanaman Obat Indone
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu masalah kesehatan dan penyumbang terbesar penyebab kematian anak usia dibawah lima tahun (anak-balita). Obat-obat antibiotik ditujukan untuk mencegah dan mengobati penyakit-penyakit infeksi. Ketidaktepatan diagnosis, cara pemberian, frekuensi dan lama pemberian menjadi penyebab tidak adekuatnya pemberian antibiotik untuk mengatasi infeksi, timbulnya masalah resistensi dan efek obat yang tidak dikehendaki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien anak dengan penyakit pneumonia di puskesmas kecamatan batujajar, berdasarkan ketepatan dosis, ketepatan indikasi, ketepatan frekuensi pemberian, ketepatan obat dan potensi interaksi obat. Penelitian ini bersifat observasional dilakukan secara retrospektif dengan menggunakan catatan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) dan Resep. Selama periode bulan Januari sampai maret 2016 terdapat 54 Pasien dengan rentang usia 0 sampai 5 tahun yang menderita penyakit pneumonia. 31 pasien (57,40%) diantaranya berjenis kelamin laki-laki, antibiotik yang sering digunakan adalah cotrimoksazole 92.73% dan Amoksisilin 5,45%. Semua pasien menerima obat sesuai indikasi dan tepat obat, 40,74% memenuhi kriteria tepat dosis, 90,74% memenuhi kriteria tepat frekuensi pemberian obat dan ditemukan potensi interaksi obat antara cotrimoksazole dengan salbutamol sebanyak satu kasus.
ANALISIS POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PENATALAKSANAAN PASIEN SKIZOFRENIA DEWASA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI JAWA BARAT Ida Lisni; Dharma Patti; Siti Saidah
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 4 No 3 (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 No. 3, 2017
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia merupakan salah satu penyakit gangguan jiwa berat. Gejala yang ditimbulkan seperti delusi atau halusinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi interaksi obat antipsikotik yang terjadi pada pasien skizofrenia dewasa di instalasi rawat inap Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat periode Oktober sampai Desember tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan analisis deskriptif dan pengambilan data secara retrospekstif. Penelitian dilakukan dengan menganalisis data rekam medik pasien. Sampel pasien skizofrenia dewasa rawat inap yang didapatkan kemudian diseleksi dengan kriteria inklusi sehingga didapatkan 118 sampel pasien yang memenuhi kriteria dan terdapat 391 potensi interaksi obat. Obat antipsikotik yang banyak digunakan adalah haloperidol sebanyak 77 pasien (65,25%), klorpromazin 67 pasien (56,78%) dan risperidon sebanyak 65 pasien (55,08%). Berdasarkan mekanismenya, terdapat interaksi farmakodinamik sebanyak 288 kasus (73,66%), interaksi farmakokinetik sebanyak 29 kasus (7,42%) dan tidak diketahui sebanyak 74 kasus (18,92%). Berdasarkan tingkat keparahannya didapatkan kategori mayor sebanyak 111 kasus (28,39%), moderat 275 kasus (70,33%) dan minor sebanyak 5 kasus (1,28%). Selain itu berdasarkan tingkat signifikansinya diperoleh tingkat signifikansi empat merupakan terbanyak yaitu 233 kasus (59,59%).
Profil Penggunaan Obat Kortikosteroid Pada Pasien Rawat Jalan Di Salah Satu Rumah Sakit Kota Bandung Ida Lisni; Nenden Ufiyani; Entris Sutrisno
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 2
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kortikosteroid mempunyai spektrum indikasi yang luas dapat digunakan sebagai terapi pengganti, menekan peradangan dalam berbagai penyakit inflamasi dan juga untuk autoimun. Namun dengan spektrum indikasi yang luas dan penggunaanya yang berpekepanjangan dapat menyebabkan berbagai efek samping seperti chusing sindrom, hiperglikemia, hipertensi, dll . Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat kortikosteroid pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit dan untuk menilai ketepatan pemberian obat kortikosteroid berdasarkan dosis dan potensi interaksi obat. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan metode deskriptif yang dilakukan secara retrospektif. Metode penelitian ini meliputi penetapan kriteria pasien yang akan dikaji, penetapan kriteria obat dan menetapkan kriteria penggunaan obat, kemudian dilakukan pengumpulan atau pengorganisasian data, pengkajian data secara kuantitatif dan kualitatif lalu dilakukan pengambilan keputusan serta saran. Jumlah resep pasien rawat jalan yang menggunakan obat kortikosteroid selama bulan Februari 2018 sebanyak 290 resep. Pasien yang paling banyak menerima obat kortikosteroid adalah pasien perempuan (59,40%) pada usia dewasa (68,63%) dengan obat yang paling banyak diresepkan adalah metilprednisolon 4 mg (28,97%). Dosis yang diberikan terdapat dosis lebih (1,14%), dosis kurang (1,90% ) dan dosis tepat (96,96%). Sedangkan potensi interaksi obat yang terjadi yaitu pada tingkat mayor (40,38%) dan moderat (69,23%) dengan mekanisme secara farmakokinetik (42,11%) dan interaksi secara farmakodinamik (57.89%).