Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Remaja dalam Pencegahan Penyakit Menular Seksual (HIV) di SMK Bhakti Kencana Cimahi dan Soreang Patonah, Patonah; Lisni, Ida; Astuti, Yuli; Wahyudi, Fikri Mourly; Sumbara, Sumbara; Mulyana, Hilman; Sodik, Jajang Japar; Irfani, Abdul Mulki
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 5 No 3 (2024): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v5i3.450

Abstract

Penyakit HIV/AIDS telah menjadi pandemi global yang mengkhawatirkan, termasuk di Indonesia. Salah satu cara utama penularannya adalah melalui penggunaan jarum suntik pada pengguna narkoba, perilaku yang umum terjadi di kalangan remaja. Kurangnya pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS menjadi pemicu utama perilaku berisiko terhadap penyakit ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di SMK Bhakti Kencana Soreang dan Cimahi dengan tujuan memberikan edukasi tentang pencegahan HIV/AIDS kepada siswa. Kegiatan ini dilaksanakan secara hibrid di dua lokasi sekolah. Kepala sekolah turut serta sebagai mitra, memberikan informasi awal untuk persiapan program edukasi sesuai kebutuhan mitra. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan melalui pretest dan post-test terkait pengetahuan dan sikap siswa terhadap HIV/AIDS. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa sebesar 18,7%, mengindikasikan dampak positif dari kegiatan ini dalam meningkatkan pemahaman dan sikap siswa terhadap pencegahan HIV/AIDS.Hasil kegiatan ini dipublikasikan melalui media massa, video YouTube, dan buku saku remaja bebas HIV/AIDS, dengan harapan memberikan dampak yang signifikan dalam pencegahan penularan HIV/AIDS di kalangan remaja.
ANALISIS PENGETAHUAN, PERILAKU, DAN KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT ANALGESIK DALAM SWAMEDIKASI DI SALAH SATU APOTEK DI KOTA BANDUNG Anggriani, Ani; Fitriani, Dinda Amelia; Lisni, Ida
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v15i2.1376

Abstract

Swamedikasi merupakan upaya masyarakat untuk mengobati dan memelihara kesehatan diri sendiri tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis. Salah satu obat yang paling banyak digunakan dalam swamedikasi yaitu analgesik untuk mengatasi nyeri. Tingkat pengetahuan mengenai obat analgesik diperlukan dalam kegiatan swamedikasi untuk menghindari penggunaan obat yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku pasien serta ketepatan penggunaan obat pada swamedikasi analgesik di salah satu apotek di Kota Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional analitik dengan metode cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memiliki tingkat pengetahuan kurang sebanyak 30% responden, pengetahuan cukup 46%, dan pengetahuan baik 24%, untuk perilaku responden terdapat  86%  baik dan 14% tergolong cukup. Analisis statistik korelasi menggunakan rank spearman didapat nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien korelasi 0,703 yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan arah yang positif antara tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi obat analgesik. Sebanyak 100% responden sudah tepat dalam pemilihan obat analgesik dan 96% responden sudah tepat dosis.
POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PERESEPAN ANTIBIOTIK PASIEN RAWAT JALAN DI SUATU RUMAH SAKIT DI KOTA BANDUNG Lisni, Ida; Hani Latifah, Shofia
Journals of Ners Community Vol 14 No 1 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i1.2536

Abstract

Antibiotik adalah obat yang paling umum digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan, dan harus digunakan secara rasional untuk memberikan efek yang optimal. Penggunaan antibiotik yang berlebihan meningkatkan kemungkinan penggunaan yang tidak rasional dan mempengaruhi mortalitas, biaya, timbulnya efek samping obat, resistensi obat, dan interaksi obat. Interaksi obat adalah perubahan efek obat yang disebabkan oleh dosis atau pemberian bersama obat yang dapat menyebabkan perubahan kerja obat atau toksisitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi obat dalam peresepan antibiotik, klasifikasi interaksi obat, dan tingkat keparahan interaksi obat. Metodologi pada penelitian ini yaitu observasional deskriptif noneksperimental, pengambilan data resep pasien. Kriteria obat yang digunakan pada penelitian ini adalah obat golongan antibiotik yang diresepkan untuk pasien rawat jalan di Rumah Sakit periode Januari-Maret 2022. Pengolahan data menggunakan software microsoft exel, untuk analisis interaksi menggunakan Drugbank dan Drugs.com. Hasil dari penelitian sebanyak 277 resep, resep yang berpotensi interaksi obat-obat (7,57%). Interaksi obat yang terjadi yaitu interaksi dengan tingkat minor (1,80%), tingkat keparahan moderat (5,05%), dan tingkat keparahan mayor(0,72%), mekanisme interaksi yang terjadi farmakodinamik (6,49%) sedangkan farmakokinetik (1,09%). Perlu peningkatan peran apoteker dalam pengkajian resep untuk mencegah risiko interaksi obat..
POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PERESEPAN ANTIBIOTIK PASIEN RAWAT JALAN DI SUATU RUMAH SAKIT DI KOTA BANDUNG Lisni, Ida; Hani Latifah, Shofia
Journals of Ners Community Vol 14 No 1 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i1.2536

Abstract

Antibiotik adalah obat yang paling umum digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan, dan harus digunakan secara rasional untuk memberikan efek yang optimal. Penggunaan antibiotik yang berlebihan meningkatkan kemungkinan penggunaan yang tidak rasional dan mempengaruhi mortalitas, biaya, timbulnya efek samping obat, resistensi obat, dan interaksi obat. Interaksi obat adalah perubahan efek obat yang disebabkan oleh dosis atau pemberian bersama obat yang dapat menyebabkan perubahan kerja obat atau toksisitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi obat dalam peresepan antibiotik, klasifikasi interaksi obat, dan tingkat keparahan interaksi obat. Metodologi pada penelitian ini yaitu observasional deskriptif noneksperimental, pengambilan data resep pasien. Kriteria obat yang digunakan pada penelitian ini adalah obat golongan antibiotik yang diresepkan untuk pasien rawat jalan di Rumah Sakit periode Januari-Maret 2022. Pengolahan data menggunakan software microsoft exel, untuk analisis interaksi menggunakan Drugbank dan Drugs.com. Hasil dari penelitian sebanyak 277 resep, resep yang berpotensi interaksi obat-obat (7,57%). Interaksi obat yang terjadi yaitu interaksi dengan tingkat minor (1,80%), tingkat keparahan moderat (5,05%), dan tingkat keparahan mayor(0,72%), mekanisme interaksi yang terjadi farmakodinamik (6,49%) sedangkan farmakokinetik (1,09%). Perlu peningkatan peran apoteker dalam pengkajian resep untuk mencegah risiko interaksi obat..
KENALI DAN SADARI DIABETES SEJAK DINI: PROGRAM EDUKASI DAN SKRINING KESEHATAN MASYARAKAT DESA MANDALAWANGI, KECAMATAN NAGREG, KABUPATEN BANDUNG Sri Mas Hartini, Ni Nyoman; Susilawati, Elis; Supriadi, Dadih; Sutoro, Meylani; Lisni, Ida; Priyadi, Akhmad
Batara Wisnu : Indonesian Journal of Community Services Vol. 5 No. 3 (2025): Batara Wisnu | September - Desember 2025
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bw.v5i3.435

Abstract

Diabetes mellitus is one of the growing public health problems, particularly in rural areas such as Mandalawangi Village, Nagreg Subdistrict, Bandung Regency. Low public awareness of early detection and healthy lifestyle practices has contributed to the increasing prevalence of diabetes. This community service program was carried out using a participatory approach, which included interactive health education, random blood glucose screening, and lifestyle counseling. A total of 78 participants were involved and underwent pre-test and post-test assessments. The results showed that education significantly improved participants’ knowledge, as indicated by a statistically significant difference between pre-test and post-test scores (8.33 vs 8.94; p=0.0058). Screening results revealed that 15.4% of participants were categorized as pre-diabetic and 6.4% as diabetic. The establishment of the *Mandalawangi Healthy Community* serves as a follow-up initiative to ensure the sustainability of the program. Overall, the education and screening activities successfully enhanced community knowledge and awareness about diabetes and provided an important foundation for managing healthy lifestyles and preventing further complications.
Pemanfaatan Minyak Jelantah untuk Sabun Colek dan Edukasi Peningkatan Kesadaran Gaya Hidup Sehat dalam Pencegahan Penyakit Degeneratif di Kelurahan Cipadung Kota Bandung Supriadi, Dadih; Susilawati, Elis; Hartini, Ni Nyoman Sri Mas; Sutoro, Meylani; Lisni, Ida; Salsabilla, Syifa
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1236

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah minyak jelantah rumah tangga sebagai bahan baku pembuatan sabun colek sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai gaya hidup sehat dalam pencegahan penyakit degeneratif. Permasalahan mitra di RW 17 Kelurahan Cipadung Kota Bandung meliputi kebiasaan penggunaan minyak goreng berulang, pembuangan minyak jelantah secara sembarangan, rendahnya literasi kesehatan, serta belum adanya pemanfaatan limbah bernilai ekonomi. Metode pengabdian yang digunakan adalah community-based research dengan pendekatan edukatif, pelatihan praktik langsung, dan pendampingan kelompok. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan survei awal, penyuluhan bahaya minyak jelantah dan gaya hidup sehat, praktik pembuatan sabun colek berbahan minyak jelantah, pendampingan produksi, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan peserta, ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata pre-test 88,10 menjadi post-test 99,29 (p < 0,001). Peserta mampu memproduksi sabun colek dengan mutu fisik yang layak dan aman digunakan, serta mulai membentuk kelompok produksi mandiri. Program ini memberikan dampak positif pada aspek lingkungan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat serta berpotensi berkelanjutan sebagai model pengelolaan limbah berbasis komunitas.
POLA PENGGUNAAN OBAT ANTIRETROVIRAL (ARV) PADA RESEP PASIEN RAWAT JALAN DARI KLINIK HIV/AIDS SALAH SATU RUMAH SAKIT SWASTA DI KOTA BANDUNG Anggriani, Ani; Lisni, Ida; Liku, Olga Susana
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v1i1.10

Abstract

ABSTRACT The Human Immunodeficiency Virus (HIV) continues to be a major global public health issue, which targets the human immune system. The using of ARVs in the treatment of HIV / AIDS increased life expectancy for PLHIV (People With HIV / AIDS). This study aims to determine the description of the using of ARV drugs in outpatients of the HIV / AIDS Clinic and assessed their suitability with established treatment standards. This research was carried out in a descriptive non-experimental manner, with data collection carried out retrospectively, used patient prescription data from April to December 2017. The results of quantitative studies showed 87% were male patients, and the largest age group was 20-29 years (39%) . Class of antiretroviral drugs used were Nucleoside / Nucleotide Reverse Transcriptase Inhibitors (NRTIs), Non-Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitors (NNRTIs), and Protease Inhibitors (PI), with a combination of antiretroviral drugs most was the combination of first-line tenofovir + lamivudine + efavirenz (69%) while the second-line drug zidovudine + lamivudine + lopinavir / ritonavir was 1%. The most commonly used comorbid drug was cotrimoxazole. For qualitative data, the accuracy of combination and dose of ARV drugs was 100% in accordance with Permenkes No. 87/ 2014, with 79% of patients adhered to antiretroviral treatment every month. The potential for most ARV drug interactions with other drugs for the moderate category was zidovudin + cotrimoxazole (11%) which occured pharmacokinetically by decreasing renal clearance of zidovudine and glucuronide metabolites. In conclusion, the pattern of used of ARV drugs had met the standard of Permenkes No.87/2014, with the most used were the first line combination of tenofovir + lamivudine + efavirenz.
KAJIAN PERESEPAN OBAT ANTIHISTAMIN PADA PASIEN RAWAT JALAN DI SALAH SATU RUMAH SAKIT DI BANDUNG Lisni, Ida; Anggriani, Ani; Puspitasari, Regina
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v2i2.77

Abstract

Histamine is one of the factors that cause acute and chronic disorders, so it is necessary to investigate further the mechanism of antihistamines in the treatment of allergic diseases. Antihistamines are substances that can reduce or block the effects of histamine on the body by blocking histamine receptors. Antihistamines are one of the drugs that are often prescribed to children to the elderly. Thus the application of therapy in medicine is needed to ensure the use of appropriate drugs to prevent the occurrence of medication errors so that the goal of therapeutic effectiveness can be achieved. The purpose of this study was to determine the prescribing pattern of antihistamine drugs and assess the accuracy of the administration of antihistamines based on dose accuracy and potential drug interactions. Prescribing studies of this drug are descriptive quantitative and qualitative by using data sources in the form of patient prescription sheets taken retrospectively. The results of quantitative research data show that patients 57.23% were female, the highest age was 55-59 years old 12.26%, the most widely used drug was setirizine 72.48%, dose accuracy 89.60% and more doses 10.40%, the potential for drug interactions occurred in 27.83%, The drug that has the most potential for interaction is setirizine with theophylline.
PENGENDALIAN PENGELOLAAN OBAT DI INSTALASI FARMASI SUATU RUMAH SAKIT SWASTA KOTA BANDUNG Lisni, Ida; Samosir, Herman; Mandalas, Ester
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v3i2.134

Abstract

Drug management is a series of planning, procurement, storage, distribution, and control activities carried out by a hospital pharmacy so that drug availability can be guaranteed in sufficient quantities, in its implementation requires a large number of funds. The study was conducted to evaluate drug management in private hospital pharmacies in the city of Bandung using predetermined standard indicators. This study used a retrospective non-experimental observational method. The data collected is in the form of planning data and drug procurement, drug use, drug stock cards, stock-taking reports. The results showed that the achievement of drug planning (107.53%), the frequency of purchase for the low category (34.70%), the medium category was 41.08% and the high category (24.22%), expired drugs (0.085%) and the dead stock (3.81%).