Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Penerapan Sistem Sanitasi dan Ventilasi dalam Desain Klinik di Mijen, Semarang untuk Menjamin Keamanan dan Kesehatan Pengguna Alief Cahyo Putra Amien; S Suharyani
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai bagian penelitian kesehatan, setiap klinik wajib untuk menerapkan standar teknis sistem sanitasi dan ventilasi, demi menjamin keselamatan pasien, tenaga medis dan lingkungan. Penelitian ini mengevaluasi penerapan sistem sanitasi dan ventilasi pada rancangan Klinik Rahma Medika di Mijen, Semarang, sebagai bagian dari layanan kesehatan primer untuk menjamin keselamatan pasien, melindungi tenaga medis, dan menjaga mutu lingkungan. Kajian dilakukan secara deskriptif-evaluatif dengan pendekatan kualitatif melalui telaah gambar kerja, wawancara perancang, dan studi pustaka. Acuan regulasi meliputi Permenkes No. 9/2014, Permenkes No. 7/2019, Pedoman PPI Fasyankes (2017), SNI 6572:2024, serta Peraturan LHK No. 11/2025. Hasil analisis menunjukkan seluruh ruang tindakan, pemeriksaan, dan sterilisasi 100% belum memiliki sistem exhaust fan, lebih dari 70% ruang pelayanan belum dilengkapi wastafel, dan sistem pengolahan limbah cair belum dirancang melalui IPAL mini sesuai standar teknis. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko infeksi silang, menurunkan mutu udara, dan mencemari lingkungan. Penelitian merekomendasikan penerapan ventilasi mekanis sesuai standar Air Changes per Hour (ACH), penambahan wastafel di setiap ruang pelayanan, serta perencanaan IPAL mini terintegrasi guna mewujudkan rancangan klinik berprinsip sehat, aman, dan berkelanjutan.
Optimalisasi Pencahayaan melalui Otomatisasi Sistem Tirai pada Kamar Deluxe Hotel Artotel Magelang Irbah Rakha Citra Tsani; S Suharyani
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada Kamar Deluxe Hotel Artotel Magelang yang masih berada dalam tahap pembangunan. Penelitian ini mengidentifikasi permasalahan distribusi cahaya yang tidak merata, khususnya pada area dekat jendela dengan intensitas cahaya berlebihan (850-925 lux) serta penggunaan pencahayaan buatan yang berlangsung secara terus-menerus akibat sistem pengendalian tirai yang masih bersifat manual. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kenyamanan visual dan efisiensi energi Kamar Deluxe. Penelitian ini bertujuan untuk mengotomatisasi sistem tirai manual menjadi sistem otomatis berbasis sensor cahaya menggunakan Arduino Uno R3 sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan simulasi DIALux Evo dimanfaatkan untuk menentukan batas iluminansi ideal (set-point) sesuai standar SNI 6197:2020. Nilai set-point ini digunakan sebagai parameter kendali dalam pemrograman Arduino, yang menentukan kondisi kapan tirai harus menutup atau terbuka secara otomatis berdasarkan intensitas cahaya yang terdeteksi sensor. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem otomatis tirai yang dirancang berpotensi mengurangi area yang memiliki cahaya berlebihan, menciptakan distribusi cahaya yang merata dengan iluminansi sesuai SNI 6197:2020. Respons sistem yang cepat (10 detik) dan implementasi dengan komponen ekonomis membuat teknologi ini praktis untuk diterapkan pada hotel modern. Sistem ini berpotensi meningkatkan kenyamanan visual pengguna serta mengoptimalkan pemanfaatan cahaya alami secara berkelanjutan.
Optimalisasi Pencahayaan Buatan pada Kamar Standar Hotel Artotel Magelang menggunakan DIALux Esti Septiana; S Suharyani
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan buatan berperan penting dalam menciptakan kenyamanan visual dan efisiensi energi pada kamar hotel. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan sistem pencahayaan buatan pada kamar standar Hotel Artotel Magelang berdasarkan SNI 6197:2011 menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan simulasi digital melalui perangkat lunak DIALux. Data diperoleh melalui observasi kondisi eksisting ruang yang meliputi dimensi ruang, spesifikasi lampu, material interior, dan tata letak furnitur. Hasil simulasi awal menunjukkan bahwa intensitas pencahayaan pada kamar standar Hotel Artotel Magelang melebihi standar SNI 6197:2011, khususnya pada area tidur dan kamar mandi yang mencapai sekitar 500 lux. Meskipun tingkat iluminasi tinggi, kualitas pencahayaan belum optimal akibat distribusi cahaya yang tidak merata, potensi silau, serta adanya area dengan pencahayaan berlebih sehingga kenyamanan visual ruang belum tercapai sesuai fungsi kamar hotel. Optimalisasi dilakukan melalui penyesuaian jumlah dan tata letak lampu, pemilihan lampu LED yang lebih efisien, serta pengendalian cahaya alami sehingga menghasilkan tingkat iluminasi sesuai standar dan distribusi cahaya yang lebih merata.
Peran Biophilic Design pada Laluna Café dalam Meningkatkan Kesehatan Mental Remaja pada Lingkungan Perkotaan Berlian Putri Salsabila; S Suharyani
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan angka stres dan gangguan kesehatan mental di kalangan remaja menjadi tantangan serius dalam lingkungan urban yang semakin padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Biophilic design pada café untuk meningkatkan kesehatan mental remaja. Penggunaan elemen alami dalam desain café diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan psikologis dan mengurangi stres. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasi melalui survei yang disebar kepada remaja yang mengunjungi café dengan desain biophilic untuk mengukur dampaknya terhadap Kesehatan mental mereka. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara integrasi elemen alam dengan kesejahteraan emosional remaja. Analisis data mengungkap bahwa kehadiran vegetasi dalam ruang dan pencahayaan alami memberikan kontribusi terbesar terhadap penurunan kecemasan. Temuan ini menegaskan bahwa desain ruang menjadi sarana pemulihan stres bagi remaja di perkotaan.
Implementasi Fasilitas Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) pada Ruang Tulip RSUD Dr. Soeroto Ngawi dengan Fokus Pencahayaan, Kebisingan, Suhu, dan Aksesibilitas untuk Meningkatkan Kenyamanan Pasien Rabbani, Haniifah Muthi; Suharyani, S
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kriteria fasilitas Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) pada Ruang Tulip RSUD Dr. Soeroto sebagai respons terhadap perubahan regulasi terbaru terkait standar kelayakan ruang rawat inap. Penelitian difokuskan pada pencahayaan, kebisingan, suhu, tata ruang, dan aksesibilitas. Pengukuran lapangan menunjukkan variasi nilai pencahayaan antara 18-1328 lux, tingkat kebisingan 50,64-57,7 dB, serta suhu 29,6-30,7°C. Pada aspek pencahayaan, beberapa titik pengukuran masih berada di bawah standar, khususnya pada titik 3, 5, dan 7, sementara titik lainnya menunjukkan intensitas cahaya yang berlebih. Pada parameter kebisingan, sebagian besar titik masih berada dalam batas aman, namun pada titik 6 tercatat tingkat kebisingan melebihi ambang 55 dB sehingga berpotensi mengganggu kenyamanan pasien. Sementara itu, pada aspek suhu ruangan, kondisi panas ditemukan pada titik 4, 5, dan 6 yang melampaui batas kenyamanan termal ruang rawat inap. Dari aspek aksesibilitas, kondisi ruang rawat inap tergolong memadai, ditunjukkan oleh bukaan pintu yang lebar serta ketersediaan ramp yang mendukung mobilitas pengguna. Namun, dari aspek tata ruang masih ditemukan ketidaksesuaian, khususnya terkait pengaturan jarak minimal antar tempat tidur yang belum sepenuhnya memenuhi ketentuan KRIS. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian fasilitas Ruang Tulip telah mendekati standar KRIS, namun masih terdapat beberapa ketidaksesuaian, terutama pada pencahayaan, kebisingan, suhu, dan tata ruang. Selain itu, keterbatasan anggaran, kondisi infrastruktur gedung lama, serta kurangnya optimalisasi sirkulasi udara menjadi kendala dalam penerapan KRIS secara menyeluruh. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan rekomendasi berupa optimasi pencahayaan, peningkatan kualitas akustik, serta perbaikan sistem penghawaan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pasien.
Optimalisasi Desain Fasad Rumah Tinggal dengan Biophilic Design dan Solusi Parkir di Kawasan Padat Zenith, Azriel Amani; Suharyani, S
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk di kawasan perkampungan padat Surabaya, khususnya Petemon Sawahan, menciptakan tantangan urgent akibat kepadatan lahan yang menandakan stres kronis masyarakat urban. Penelitian ini mengembangkan model rumah tinggal adaptif berbasis Biophilic Design untuk meningkatkan kualitas hidup melalui koneksi alam, sirkulasi udara optimal, pencahayaan pasif, serta material lokal ekonomis seperti kayu jati dan grass block. Analisis kualitaitif dikombinasikan simulasi daylighting (Dialux evo) dan CFD angin tropis, dengan prototyping menggunakan dinding semen expose dan warna beige. Perbandingan biaya dibedah terhadap rumah konvensional. Model mengurangi kebutuhan lampu 35%, hemat biaya 22% kapasitas parkir vertikal efisien di gang sempit. Penerapan Rumah Biophilic meningkatkan kenyamanan psikis 41% dan mempertahankan karakter kampung sambil memenuhi SNI ruang terbuka 30%. Juga Efisiensi penggunaan ketersediaan lahan sisa sebagai lahan parkir yang terintegrasi oleh RTH.
Strategi Revitalisasi Kepatihan Ngawi sebagai Upaya Pelestarian Cagar Budaya dan Penguatan Identitas Kota Nugroho, Widhi Saifullah; Suharyani, S
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan Kepatihan Ngawi merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang memiliki nilai historis dan arsitektural tinggi, namun mengalami penurunan fungsi dan kondisi fisik seiring perkembangan kota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi revitalisasi Bangunan Kepatihan Ngawi dengan mempertimbangkan prinsip konservasi, nilai arsitektural, serta potensi sosial dan ekonomi kawasan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi revitalisasi yang tepat dilakukan melalui pendekatan konservasi dengan penerapan konsep adaptive reuse, yang memungkinkan bangunan mempertahankan keaslian arsitektural sekaligus mengakomodasi fungsi baru sebagai Taman Budaya. Strategi ini diterjemahkan secara konkret melalui perbaikan struktural terbatas dan penggunaan material yang kompatibel dengan material asli bangunan, sehingga tidak menimbulkan kerusakan lanjutan. Implementasi revitalisasi Bangunan Kepatihan Ngawi diharapkan mampu memperkuat fungsi sosial dan budaya bangunan, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta berkontribusi terhadap pengembangan pariwisata budaya dan perekonomian lokal di Kota Ngawi.
Co-Authors Aini, Zohratul Alamsyah, Muhammad Luthfi Nur Alief Cahyo Putra Amien Amira, Sonia Tasyabaha Andriani, Silvia Apri Sulistianingsih, Apri Ardiana, Sintya Era Asep Sukohar Astuti, Tia Berlian Putri Salsabila Bernaldi, Herdiwan Bingar Wahyu Utomo Darusman, Erwin Dhani Mutiari Erfanto, Reski Esti Septiana Fadhilla Tri Nugrahaini Fathonah, Mutya Nor Febri Arsetyo Wibowo Febriana, Tyas Fitri, Rosmalia Florentina Kusmiyati Gunarti Dwi Lestari Gurindam, Hafiid Dirham Hardiansyah, Rila Harfitriana, Aulia Dwi Hariska, Baiq Maidy Haromain, Haromain Hasanah, Rabi’atun Hasanah, Rabi’atun Herlina Herlina Huda, Bagus Amirul Ida Nurhaida Irbah Rakha Citra Tsani Karno Karno Kurniawaty, Evi Laila, Nur Afifatun Lestari, Galih Dian Machroji, Alif Maharani, Jessica Festi Mahi, Benedictus Raksaka Maulansyah, Riza Andhika Mediansyah, Aulian Mellisa Jupitasari Muhamad Syahrul Mutya Nor Fathonah Ni Made Sulastri Nugroho, Widhi Saifullah Nunuk Hariyati Nuriah, Nuriah Oktadoni Saputra, Oktadoni Oktaviansyah, Almer Naufal Pamungkas, Dhieto Maulaya Hakim Patriantoro . Permana, Rendivan Akbar Pranesti, Widiya Pranoto, Haryo Hutomo Puspa, Egita Windrianatama Putri, Oktalia Kharisma Qinthar Tangkas Samudra Rabbani, Haniifah Muthi Rahman, Alifudin Aqilla Rahman, Muhammad Irfan Noer Rahmawati, Rizki Fitria Rahmawati, Sabilla Rebcha Ramadani, Fajri Ratna Dewi Puspita Sari Ridha, Aulia Ulfa Rila Hardiansyah Rizka, M Arif Rizka, Muhammad Arief Sahroni, Mizan Sari, Kinanti Fadhilah Setiawati, Lina Desi Sonny Qurniawan Pratama Suryawinata, Arli Susanto, Syifaun Nafiah Susilawati, Hety Sutarto Sutarto Syahrul, Muhamad Syazili Mustofa Takdir Ali Mukti, Takdir Ali Tamba, I Wayan Tamba, I Wayan Tamba Wayan Tamba, Wayan Toana, Rangga Dalu Aji Trijayanthi, Winda Urrahman, Auli Wardani, Viona Trisna Wibowo, Febri Arsetyo Widia Astuti Wijaya, Sofyan Musabiq Wisesa, Adhitiya Wulan, Anggraini Janar Yuliantina, Miranda Zahro, Tsabita Fiiki Kamilatun Zenith, Azriel Amani Zinnurain Zinnurain, Zinnurain