Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Intuisi

ANALISIS PERILAKU “STRIVING FOR SUPERIORITY” PADA SISWA YANG TIDAK LULUS UJIAN NASIONAL Sujoko, Sujoko; Yuniati, Rosita
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 8, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Striving for superiority adalah suatu bentuk usaha yang digunakan untuk mengatasi perasaan rendah diri pada diri seseorang yang selanjutnya akan menghasilkan perasaan aman dan nyaman tanpa kekhawatiran dan kecemasan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep striving for superiority pada siswa yang tidak lulus ujian dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi striving for superiority tersebut. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan eksploratif maka analisis data yang digunakan adalah analisis data induktif deskriptif. Adapau metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara langsung. Berdasarkan hasil wawancara maka dapat disimpulkan bahwa striving for superiority yang dilakukan oleh siswa yang tidak lulus ujian nasional lebih mengarah kepada strategi koping. Adapun strategi koping yang dilakukan oleh siswa yang tidak lulus ujian nasional tersebut dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:  emotion focused copying dan problem focused copying. Ada 2 (dua) faktor yang mempengaruhi strategi koping ini, yaitu; 1) faktor internal; keinginan dari dalam diri sendiri, 2) faktor eksternal; dorongan yang didapatkan dari lingkungan sekitar subjek; teman, guru, orang tua dan masyarakat yang ada disekitar subjek.Striving for superiority is an effort to cope with someone’s low self-reliance. This effort will then deliver safe and pleasant feeling for the person without feeling anxious and worry. This research is aimed to analyze striving for superiority concept of the students who didn’t pass the National Examination and also to find the factors affecting the concept.  This is a qualitative research using explorative approach, so, inductive descriptive analysis is applied for analyzing the data. Meanwhile, the method applied in this research is direct interview. The interview conducted by the researcher found that striving for superiority done by the student who didn’t pass the National Examination tended to use copying strategy. Furthermore, there are two kinds of copying strategy used by the student who didn’t pass the National Examination:  emotion focused copying and problem focused copying. The researcher then found that there are two factors affecting the strategy: 1) internal factor; self desire and 2) external factor; motivation from the environment; friends, teacher, parent, and society.
Gambaran Striving For Superiority Pada Keluarga Teroris Sujoko, Sujoko; Mukti, Patria
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 10, No 3 (2018): November 2018
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v10i3.18865

Abstract

Abstrak. Terorisme di Indonesia dianggap sebagai kejahatan luar biasa (Extraordinary Crime) dan juga sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan (Crime Against Humanity). Oleh sebab itu, masyarakat di Indonesia sangat antipati dengan terorisme dan tidak akan memberikan ruang gerak sedikitpun terhadap kegiatan terorisme di Indonesia. Stigma negatif yang diberikan oleh masyarakat Indonesia terhadap terorisme ini, secara langsung ataupun tidak akan mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap keluarga teroris. Persepsi negatif masyarakat terhadap teroris dan keluarganya akan membuat teroris dan keluarganya merasa terkucilkan dari lingkungan sekitarnya. Termasuk juga anak-anak mereka di lingkungan sekolah. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana striving for superiority yang dilakukan oleh keluarga teroris dan bagaimana mereka berjuang untuk keluar dari stigma negatif tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Analisis data yang digunakan adalah analisis data induktif deskriptif yaitu melakukan abstraksi setelah rekaman fenomena-fenomena khusus dikelompokkan menjadi satu. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara langsung, yaitu peneliti melakukan wawancara secara langsung kepada keluarga teroris. Berdasarkan  pada hasil penelitian dapat diketahui bahwa perilaku striving for superiority yang dilakukan oleh keluarga teroris adalah : sabar, berdo’a, tawakal (pasrah), tidak mempermasalahkan segala bentuk stigma negatif masyarakat, membuka diri, menjaga interaksi sosial dengan tetangga, dan melakukan kegiatan-kegiatan sosial. Selain itu, kuat dan lemahnya kondisi psikis (mental) keluarga almarhum dipengaruhi oleh banyak atau sedikitnya dukungan sosial (social support) yang mereka dapatkan baik dari keluarga, tetangga dekat maupun masyarakat pada umumnya. Kata Kunci : Berjuang untuk superioritas, keluarga, teroris  Abstract. Terrorism in Indonesia is considered as an extraordinary crime and crimes against humanity. Therefore, Indonesian people are very antipathy with terrorism and will not confer any chance to terrorism activities. The negative stigma given by Indonesians, whether it is directly or indirectly, will not affect people's perception to terrorist family. Negative society perceptions against terrorists and their families will make them feel isolated from their environment including non-acceptance to their children in the school environment. The purposes of this study were to find out how striving for superiority could be conducted by the terrorist families and how they strived to release from negative stigma. The research method used in this study was the qualitative method with exploratory approaching. Data analysis utilized was descriptive inductive technique which collated after recording process of special phenomena merged. Collecting the data used interviews which were held directly by the researchers in the family of terrorists. Based on this study, striving for superiority performed by terrorist family  is patiently, to accept what they are, and to disregard toward negative society stigma, the later asks them to open up themselves, to take care of social interaction with their neighborhood, and to commit social activities. Moreover, mental condition of the family deceased was affected by the amount of social support acquired from family or their surroundings.
ANALISIS PERILAKU “STRIVING FOR SUPERIORITY” PADA SISWA YANG TIDAK LULUS UJIAN NASIONAL Sujoko, Sujoko; Yuniati, Rosita
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 8, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v8i2.8606

Abstract

Striving for superiority adalah suatu bentuk usaha yang digunakan untuk mengatasi perasaan rendah diri pada diri seseorang yang selanjutnya akan menghasilkan perasaan aman dan nyaman tanpa kekhawatiran dan kecemasan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep striving for superiority pada siswa yang tidak lulus ujian dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi striving for superiority tersebut. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan eksploratif maka analisis data yang digunakan adalah analisis data induktif deskriptif. Adapau metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara langsung. Berdasarkan hasil wawancara maka dapat disimpulkan bahwa striving for superiority yang dilakukan oleh siswa yang tidak lulus ujian nasional lebih mengarah kepada strategi koping. Adapun strategi koping yang dilakukan oleh siswa yang tidak lulus ujian nasional tersebut dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:  emotion focused copying dan problem focused copying. Ada 2 (dua) faktor yang mempengaruhi strategi koping ini, yaitu; 1) faktor internal; keinginan dari dalam diri sendiri, 2) faktor eksternal; dorongan yang didapatkan dari lingkungan sekitar subjek; teman, guru, orang tua dan masyarakat yang ada disekitar subjek.Striving for superiority is an effort to cope with someone’s low self-reliance. This effort will then deliver safe and pleasant feeling for the person without feeling anxious and worry. This research is aimed to analyze striving for superiority concept of the students who didn’t pass the National Examination and also to find the factors affecting the concept.  This is a qualitative research using explorative approach, so, inductive descriptive analysis is applied for analyzing the data. Meanwhile, the method applied in this research is direct interview. The interview conducted by the researcher found that striving for superiority done by the student who didn’t pass the National Examination tended to use copying strategy. Furthermore, there are two kinds of copying strategy used by the student who didn’t pass the National Examination:  emotion focused copying and problem focused copying. The researcher then found that there are two factors affecting the strategy: 1) internal factor; self desire and 2) external factor; motivation from the environment; friends, teacher, parent, and society.