Articles
Studi Fenomenologi Akuntabilitas Non Governmental Organization
Fikri, Ali;
Sudarma, Made;
Sukoharsono, Eko Ganis;
Purnomosidhi, Bambang
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 3 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (639.192 KB)
The purpose of this study is to investigate the phenomenon of accountability in non-governmental organizations (NGOs). It seeks to understand accountability practices in NGOs and the conditions that sustain those processes and practices. NGOs have become important institutions in world affairs because many criticisms and problems associated with this sector. The research executes phenomenology as the methodology for the inquiry. Fieldwork was undertaken in WWF organization. The results indicate that public requires behavioral accountability, rather than reporting.
Studi Etnografi Akuntabilitas Spiritual pada Organisasi Gereja Katolik yang Terinkulturasi Budaya Lokal
Randa, Fransiskus;
Triyuwono, Iwan;
Ludigdo, Unti;
Sukoharsono, Eko Ganis
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (536.34 KB)
Etnographic Study of Spiritual Accountability on Catholic Church Inculturated by Local Value. This research aims to disclose spiritual acountability practice and reconstruct spiritual accountability concept from local value in a Catholic church community. Etnographic study is employed in this research. The interpretation of spiritual accountability understood by the community reflect individual relation to God (vertical relation) and is stated in the loyalty of community member to conduct religius activities, willingness to sacrifice for the continuing existence of the church, involvement to serve without reserve. Meanwhile, spiriual accountability concept is carried out by placing the church as tonkonan that conduct ritual activities as materialization of spiritual accountability. Studi Etnografi Akuntabilitas Spiritul pada Organisasi Gereja Katolik yang Ternkulturasi Budaya Lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap praktik akuntabilitas spiritual dan merekonstruksi konsep akuntabiltas spiritual dari nilai budaya lokal melalui pendekatan interpretif dan metode etnografi pada sebuah komunitas organisasi Gereja Katolik. Studi etnografi digunakan dalam penelitian ini. Hasil pemaknaan akuntabilitas spiritual yang dipahami komunitas tersebut mencerminkan hubungan individu dengan yang Maha Kuasa (hubungan vertikal) dan dinyatakan dalam kesetiaan setiap anggota untuk menjalankan aktivitas religius, kerelaan berkorban demi keberlangsungan organisasi Gereja, ketertarikan untuk menjalani hidup bakti dan memberikan pelayanan dengan sepenuh hati. Sedang rekonstruksi konsep akuntabilitas spiritual dilakukan dengan menempatkan Gereja sebagai tongkonan yang menjalankan aktivitas ritus sebagai perwujudan akuntabilitas spiritual.
Wujud, Makna dan Akuntabilitas âAmal Usahaâ Sebagai Aset Ekonomi Organisasi Religius Feminis
Widati, Suryan;
Triyuwono, Iwan;
Sukoharsono, Eko Ganis
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 3 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (309.572 KB)
Abstract: Form, Meaning and Accountability âAmal Usahaâ as Economic Asset for Feminist Religius Organization. This research explores the form, meaning and accountability of âamal Usahaâ as economic assets in âPersyarikatan Aisyiyahâ as religious organization. By using phenomenological approach, the results of the research shows that Aisyiyah as religious organization exerts efforts to gain profit to fulfill the organization need. Further findings show that, first, âamal usahaâ as media to do Godâs will in the form of âamal (worship)â and second âusaha (effort)â as an economic effort to gain fund. The economic effort needs accounting as accountability tools objective. This asset is expected to be appears in the syariâah accounting study. Abstrak: Wujud, Makna dan Akuntabilitas âAmal Usahaâ Sebagai Aset Ekonomi Organisasi Religius Feminis. Riset ini mengeksplorasi wujud, makna dan akuntabilitas dari âAmal Usahaâ sebagai aset ekonomi di âPersyarikatan Aisyiyahâ sebagai suatu organisasi religius. Dengan menggunakan pendekatan fenomenelogi, hasil riset ini menunjukkan bahwa Aisyiyah melakukan usaha mendapatkan laba untuk kepentingan organisasi. Temuan lebih lanjut menunjukkan bahwa, pertama, âamal usahaâ merupakan media beribadah kepada Tuhan, dan kedua, ia merupakan usaha utuk mendapatkan dana. Usaha ekonomi ini membutuhkan akuntansi sebagai alat akuntabilitas. Aset ini diharapkan dapat muncul di studi akuntansi syariah.
Perilaku Kuasa Eksekutif dan Legislatif dalam Proses Penyusunan Anggaran Pemerintahan Daerah: Perspektif Interaksionisme Simbolik
Razak, Abdur;
Ludigdo, Unti;
Sukoharsono, Eko Ganis;
Thoyib, Armanu
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 3 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (340.522 KB)
Abstrak: Perilaku Kuasa Eksekutif dan Legislatif dalam Proses Penyusunan Anggaran Pemerintahan Daerah: Perspektif Interaksionisme Simbolik. Penelitian ini bertujuan memahami perilaku kuasa eksekutif dan legislatif dalam proses penyusunan anggaran Pemerintahan Daerah Kota Mayapada.Analisis dilakukan dengan menggunakan metode interaksionisme simbolik dalam paradigma interpretif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan informan bagian penyusunan perencanaan dan penganggaran, yang didukung dengan observasi dan dokumentasi.Musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) era reformasi diklaim menggunakan pendekatan partisipatif, tetapi masyarakat hanya dijadikan objek partisipasi.Telah terjadipengaburan yang disebut peneliti dengan âkatarakâ, dengan membangun  interaksi pencitraan yang manis di depan publik dengan bahasa-bahasa hipokrit. Fakta sosial yang tergambarkan merupakan perilaku kuasa eksekutif dan legislatif dalam proses penyusunan anggaran.Abstract: Power of the Executive and Legislative Behavior in the Local Government Budgetary Process: Symbolic Interactionism Perspective. This study aims to understand the behaviour of the executive and legislative powers in the budgeting process in the Mayapada Urban Governance. Analyses were performed using the method of symbolic interactionism in the interpretive paradigm. The data was collected through interviews with informants on the preparation of planning and budgeting, which is supported by the observation and documentation. Development Planning Meeting (musrenbang) is claimed in the reformation era to have used participatory approach, but people were in fact still placed as participation object. There has been a blurring of reality which is named as âcataractâ, by building a sweet imagery interaction in public with hypocritical languages . Social facts illustrated are the behaviour of the executive and legislative powers in the budgeting process.
LUCA PACIOLIâS RESPONSE TO ACCOUNTING WHEREABOUT: AN IMAGINARY SPIRITUAL DIALOGUE
Sukoharsono, Eko Ganis
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (450.111 KB)
Abstrak: Respon Luca Pacioli terhadap Keberadaan Akuntansi: SebuahDialog Spiritual Imajiner. Artikel ini merupakan dialog spiritual imajiner. Dialog dilakukan antara dua keberadaan spiritual yang disebut sebagai Luca Baru dan Luca Lama, keduanya mahasiswa akuntansi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Luca Pacioli, yang diklaim sebagai penemu akuntansi, baru saja mencoba mengeksplorasi apa yang dimaksud dengan akuntansi di tahun 1494. Luca Lama adalah mahasiswa doktor yang sedang mencari identitas baru akuntansi sedangkan Luca Baru baru saja mengetahui keberadaan akuntansi yang âbersinarâ. Spiritualitas digunakan untuk menurukan dialog imajiner atara keduanya. Tidak ada luka diantara keduanya.Abstract: Luca Pacioliâs Response to Accounting Whereabout: an Imaginary Spiritual Dialogue. The paper is an imaginary spiritual dialogue. The dialogue is between two spiritual persons indicated as Luca Baru and Luca Lama, both are accounting students at Economics and Business Faculty. Luca Pacioli claimed as the founding father of accounting was trying to explore what was meant by accounting in 1494, whereas Luca Lama is a doctoral student who is seeking a new identity what is the current accounting meant, whereas Luca Baru just started knowing a âglossyâ accounting. Spirituality is used to transcend the imaginary dialogue of the two. There is no hurt between the two.
HISTORIOGRAFI AKUNTANSI INDONESIA MASA MATARAM KUNO (ABAD VII-XI MASEHI)
Lutfillah, Novrida Qudsi;
Sukoharsono, Eko Ganis
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (496.984 KB)
Abstract. Historiography of Indonesian Accounting in The Ancient Mataram Kingdom Era (VII-XI Century). Historiography or historical writing in the history of scienceis the culmination of the entire history of the research activities. Historiography accounting in Indonesia can be seen in the study of accounting history of the Singosari Kingdom (1222-1292) and the study of accounting history during the reign of King Udayana, Bali (989-1011). This study used social archeology method as an analytical tool to explore the accounting historiography in the Ancient Mataram Kingdom (8-11 centuryAD), focusing on Taxation Accounting. Recording and reporting activities of taxation as the royal income indicates that the activity occurs contains the value of âSepi ing Pamrih, Rame ing Gawe".Abstrak: Historiografi Akuntansi Indonesia pada Masa Mataram Kuno (Abad VII-XI Masehi). Historiografi atau penulisan sejarah dalam ilmu sejarah merupakan titik puncak seluruh kegiatan penelitian sejarah. Historiografi akuntansi di Indonesia dapat dilihat pada penelitian tentang sejarah akuntansi masa kejayaan Kerajaan Singosari (1222-1292) dan penelitian sejarah akuntansi pada masa pemerintahan Raja Udayana Bali (989-1011 Masehi). Penelitian ini menggunakan metode sosial arkeologi sebagai alat analisis dalam mengeksplorasi historiografi akuntansi di Jawa masa Kerajaan Mataram Kuno (abad 8-11 Masehi), dengan fokus pada Akuntansi Perpajakan. Pencatatan dan pelaporan aktivitas perpajakan sebagai pendapatan kerajaan mengindikasikan bahwa aktivitas yang terjadi mengandung nilai Sepi ing Pamrih, Rame ing Gawe.
KEARIFAN LOKAL SEBAGAI SIMBOL DALAM KEPUTUSAN KEBIJAKAN PENGANGGARAN DAERAH
Sity Utami Makalalag;
Eko Ganis Sukoharsono;
Ali Djamhuri
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2020 - Desember 2020)
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jamal.2020.11.2.21
Abstrak: Kearifan Lokal sebagai Simbol dalam Keputusan Kebijakan Penganggaran Daerah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kearifan lokal perjanjian dodandian i paloko bo kinalang sebagai simbol pemerintah dalam pengambilan keputusan kebijakan penganggaran daerah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melibatkan beberapa pemangku kepentingan terkait pemerintah Kota Kotamobagu sebagai informan. Penelitian ini menemukan bahwa perjanjian dodandian i paloko bo kinalang dipandang sebagai bentuk komitmen setiap pemangku kepentingan. Oleh karena itu, simbol Pemerintahan dipandang sebagai benteng komitmen yang telah disepakati bersama oleh masyarakat dan pemerintah agar terakomodasi pada peraturan daerah. Abstract: Local Wisdom as a Symbol in Regional Budgeting Policy Decision. This study aims to describe the local wisdom of the “dodandian i paloko bo kinalang” agreement as a symbol of the government in making local budgeting policy decisions. The method used is descriptive qualitative by involving several stakeholders related to the Kotamobagu City government as informants. This study found that the “dodandian i paloko bo kinalang” agreement is seen as a form of commitment of all stakeholders. Therefore, the symbol of government is seen as a bastion of commitment that has been mutually agreed upon by the community and government to accommodate local regulations.
PERILAKU KUASA EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF DALAM PROSES PENYUSUNAN ANGGARAN PEMERINTAHAN DAERAH: PERSPEKTIF INTERAKSIONISME SIMBOLIK
Abdur Razak;
Unti Ludigdo;
Eko Ganis Sukoharsono;
Armanu Thoyib
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 3 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (340.522 KB)
|
DOI: 10.18202/jamal.2011.12.7136
Abstrak: Perilaku Kuasa Eksekutif dan Legislatif dalam Proses Penyusunan Anggaran Pemerintahan Daerah: Perspektif Interaksionisme Simbolik. Penelitian ini bertujuan memahami perilaku kuasa eksekutif dan legislatif dalam proses penyusunan anggaran Pemerintahan Daerah Kota Mayapada.Analisis dilakukan dengan menggunakan metode interaksionisme simbolik dalam paradigma interpretif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan informan bagian penyusunan perencanaan dan penganggaran, yang didukung dengan observasi dan dokumentasi.Musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) era reformasi diklaim menggunakan pendekatan partisipatif, tetapi masyarakat hanya dijadikan objek partisipasi.Telah terjadipengaburan yang disebut peneliti dengan “katarak”, dengan membangun interaksi pencitraan yang manis di depan publik dengan bahasa-bahasa hipokrit. Fakta sosial yang tergambarkan merupakan perilaku kuasa eksekutif dan legislatif dalam proses penyusunan anggaran.Abstract: Power of the Executive and Legislative Behavior in the Local Government Budgetary Process: Symbolic Interactionism Perspective. This study aims to understand the behaviour of the executive and legislative powers in the budgeting process in the Mayapada Urban Governance. Analyses were performed using the method of symbolic interactionism in the interpretive paradigm. The data was collected through interviews with informants on the preparation of planning and budgeting, which is supported by the observation and documentation. Development Planning Meeting (musrenbang) is claimed in the reformation era to have used participatory approach, but people were in fact still placed as participation object. There has been a blurring of reality which is named as ”cataract”, by building a sweet imagery interaction in public with hypocritical languages . Social facts illustrated are the behaviour of the executive and legislative powers in the budgeting process.
WUJUD, MAKNA DAN AKUNTABILITAS “AMAL USAHA” SEBAGAI ASET EKONOMI ORGANISASI RELIGIUS FEMINIS
Suryan Widati;
Iwan Triyuwono;
Eko Ganis Sukoharsono
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 3 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (309.572 KB)
|
DOI: 10.18202/jamal.2011.12.7139
Abstract: Form, Meaning and Accountability “Amal Usaha” as Economic Asset for Feminist Religius Organization. This research explores the form, meaning and accountability of “amal Usaha” as economic assets in “Persyarikatan Aisyiyah” as religious organization. By using phenomenological approach, the results of the research shows that Aisyiyah as religious organization exerts efforts to gain profit to fulfill the organization need. Further findings show that, first, “amal usaha” as media to do God’s will in the form of “amal (worship)” and second “usaha (effort)” as an economic effort to gain fund. The economic effort needs accounting as accountability tools objective. This asset is expected to be appears in the syari’ah accounting study. Abstrak: Wujud, Makna dan Akuntabilitas “Amal Usaha” Sebagai Aset Ekonomi Organisasi Religius Feminis. Riset ini mengeksplorasi wujud, makna dan akuntabilitas dari “Amal Usaha” sebagai aset ekonomi di “Persyarikatan Aisyiyah” sebagai suatu organisasi religius. Dengan menggunakan pendekatan fenomenelogi, hasil riset ini menunjukkan bahwa Aisyiyah melakukan usaha mendapatkan laba untuk kepentingan organisasi. Temuan lebih lanjut menunjukkan bahwa, pertama, “amal usaha” merupakan media beribadah kepada Tuhan, dan kedua, ia merupakan usaha utuk mendapatkan dana. Usaha ekonomi ini membutuhkan akuntansi sebagai alat akuntabilitas. Aset ini diharapkan dapat muncul di studi akuntansi syariah.
HISTORIOGRAFI AKUNTANSI INDONESIA MASA MATARAM KUNO (ABAD VII-XI MASEHI)
Novrida Qudsi Lutfillah;
Eko Ganis Sukoharsono
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (496.984 KB)
|
DOI: 10.18202/jamal.2013.04.7183
Abstract. Historiography of Indonesian Accounting in The Ancient Mataram Kingdom Era (VII-XI Century). Historiography or historical writing in the history of scienceis the culmination of the entire history of the research activities. Historiography accounting in Indonesia can be seen in the study of accounting history of the Singosari Kingdom (1222-1292) and the study of accounting history during the reign of King Udayana, Bali (989-1011). This study used social archeology method as an analytical tool to explore the accounting historiography in the Ancient Mataram Kingdom (8-11 centuryAD), focusing on Taxation Accounting. Recording and reporting activities of taxation as the royal income indicates that the activity occurs contains the value of “Sepi ing Pamrih, Rame ing Gawe". Abstrak: Historiografi Akuntansi Indonesia pada Masa Mataram Kuno (Abad VII-XI Masehi). Historiografi atau penulisan sejarah dalam ilmu sejarah merupakan titik puncak seluruh kegiatan penelitian sejarah. Historiografi akuntansi di Indonesia dapat dilihat pada penelitian tentang sejarah akuntansi masa kejayaan Kerajaan Singosari (1222-1292) dan penelitian sejarah akuntansi pada masa pemerintahan Raja Udayana Bali (989-1011 Masehi). Penelitian ini menggunakan metode sosial arkeologi sebagai alat analisis dalam mengeksplorasi historiografi akuntansi di Jawa masa Kerajaan Mataram Kuno (abad 8-11 Masehi), dengan fokus pada Akuntansi Perpajakan. Pencatatan dan pelaporan aktivitas perpajakan sebagai pendapatan kerajaan mengindikasikan bahwa aktivitas yang terjadi mengandung nilai Sepi ing Pamrih, Rame ing Gawe.