Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KADAR TANIN DENGAN PERBEDAAN SUMBER ADSORBEN PADA PEREBUSAN TERHADAP TEPUNG MANGROVE DARI BUAH LINDUR (Bruguiera gymnorrhiza) Nurafifah, Diyah Ayu; Sumardianto, Sumardianto; Anggo, Apri Dwi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.%v.%i.%Y.144-157

Abstract

Buah lindur (Bruguiera gymnorrhiza) adalah salah satu buah tumbuhan mangrove yang umumnya dikenal sebagai bakau daun besar. Buah lindur (Bruguiera gymnorrhiza) memiliki peluang untuk dieksplorasi menjadi bahan pangan alternatif karena mengandung karbohidrat yang tinggi sehingga dapat diolah menjadi tepung. Buah lindur mengandung zat antinutrisi, yaitu tanin sehingga kadarnya harus diturunkan terlebih dahulu sebelum diolah supaya aman untuk dikonsumsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan sumber adsorben pada perebusan terhadap tepung mangrove dan adsorben terbaik pada perebusan dalam mendapatkan kualitas tepung mangrove. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental laboratories dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 kali pengulangan yaitu perbedaan absorban: kontrol, abu gosok, arang dan abu sekam padi. Data dianalisis menggunakan software SPSS. Data nilai kadar tanin, kadar amilosa, kadar amilopektin, kadar serat kasar dan kadar air dianalisis dengan uji ANOVA dilanjutkan dengan uji BNJ sedangkan nilai hedonik menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji lanjut Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan sumber adsorben pada perebusan terhadap tepung mangrove berpengaruh nyata (P<5%) terhadap uji kadar tanin, kadar amilosa, kadar amilopektin, serat kasar dan kadar air. Perlakuan abu gosok merupakan perlakuan terbaik karena memberikan hasil kadar tanin rendah yaitu 1,10% atau jika dikonversikan kedalam syarat bahan pangan yang ditetapkan ADI (Acceptable Daily Intake) maka diperoleh 6,16 mg/kg berat badan/hari. Hasil yang diperoleh dari kadar amilosa yaitu 14,69%, kadar amilopektin 59,95%, serat kasar 13,62%, kadar air 7,03%, dan rata-rata hasil uji hedonik yaitu 6,71<µ< 7,33.
Analisis Sentimen Popularitas Capres dan Pilpres pada Media Sosial Twitter: Perbandingan Algoritma SVM, KNN, dan Naïve Bayes Rojakul, Rojakul; Sumardianto, Sumardianto; Wibowo, Arief
Techno.Com Vol. 23 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/tc.v23i2.10135

Abstract

Untuk memaham bagamana tokoh publk dpersepskan dan drespon oleh masyarakat d era meda sosial, analsis sentimen sangat berguna. Ini terutama berlaku karena popularitas tokoh publik meningkat di era meida sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatasi masalah tersebut dan memberikan pemahaman yang bermanfaat tentang bagiamana masyarakat bertindak terhadap pemlhan presiden dan capres yang saat ini sangat diperdebatkan di medai sosial, serta bagiamana hal tu berdampak pada opn publk secara keseluruhan, khususnya d Twtter. Stud n bertujuan untuk mengkategorkan tweet emosonal ke dalam kategor postf atau negatf dengan menggunakan algortma pembagan terstruktur sepert Support Vector Machnes (SVM), Nave Bayes (NB), dan K-Nearest Neghbor. Hasl pengujan menunjukkan bahwa algortma NB memlk tngkat akuras 94,62% dan press 100%, mengalahkan SVM dan K-NN dalam menyelesakan kasus kepercayaan.
Implementation of SAW and AHP in Decision-Making Models for Credit Provision in Cooperatives Rojakul, Rojakul; Sumardianto, Sumardianto; Triyono, Gandung
CogITo Smart Journal Vol. 10 No. 2 (2024): Cogito Smart Journal
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31154/cogito.v10i2.662.418-432

Abstract

The research aims to overcome the difficulties in selecting the best members of the Al-Amin Independent Corporation, focusing on the challenges faced in determining the best members in the process of giving credit and payments on time. However, many members fail to meet their obligations or fail to pay their contributions smoothly, leading to credit freezes and decreased cooperative income. The cause of a member's failure to pay quotas has not been identified by the current candidate admission selection system. The methods used are Simple Additive Weighting (SAW) and Analytical Hierarchy Process (AHP) applied in the Decision Support System (DSS) model. The results of the research showed the effectiveness of the SAW method in identifying the best and optimal alternative with the highest value on V2 of 4. The AHP method has successfully determined the priority weight and the level of importance for member selection criteria including Activity (0.50), Savings (0.13), Guarantee (0.09), Loan (0.10), Disbursement (0.10), Time Period (0.07). The research provides insight to decision-makers in cooperatives makes important contributions, especially in the granting of credit, and affirms the importance of objective methods in the selection of members.
KARAKTERISTIK IKAN TERI NASI (Stolephorus spp) ASIN GORENG SIAP MAKAN DENGAN PERLAKUAN PERENDAMAN DALAM AIR PANAS SEBELUM PENGGORENGAN Fahmi, A Suhaeli; Susanto, Eko; Sumardianto, Sumardianto
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 19, No 1 (2023): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.19.1.47-53

Abstract

Ikan teri nasi asin selain menjadi bagian dari lauk dalam makanan utama juga dapat menjadi makanan ringan siap makan dalam bentuk ikan teri nasi asin goreng. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik produk ikan teri nasi asin goreng yang sebelum proses penggorengan melalui perlakuan perendaman dalam air panas. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua perlakuan percobaan yaitu perlakuan perendaman dalam air panas dan perlakuan tanpa perendaman dalam air panas. Ikan teri nasi asin yang digunakan adalah ikan teri nasi asin setengah kering yang dibeli di pasar. Perendaman dalam air panas dilakukan selama 3 menit kemudian ikan teri nasi ditiriskan dan digoreng dengan minyak goreng kelapa sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman dalam air panas menghasilkan karakteristik produk yang berbeda. Secara sensori panelis lebih menyukai produk ikan teri nasi asin goreng yang diberi perlakuan perendaman dalam air panas karena rasa produk yang tidak terlalu asin. Hasil tersebut juga didukung hasil uji kadar garam yang menunjukkan bahwa kadar garam ikan teri nasi goreng dengan perlakuan perendaman adalah 10,33% sementara ikan teri nasi tanpa perlakuan perendaman 22,71%. Sejalan dengan hasil uji kadar garam, uji kadar abu juga menunjukkan bahwa kadar abu ikan teri nasi asin goreng dengan perlakuan perendaman lebih rendah yaitu 14,56%, sedangkan tanpa perlakuan perendaman kadar abu ikan teri asin goreng adalah 28,98%. Kadar air, kadar protein, kadar lemak, dan nilai Aw ikan teri nasi asin goreng dengan perlakuan perendaman yaitu 2,42%, 36,70%, 41,84%, dan 0,54, sementara ikan teri nasi asin goreng tanpa perlakuan perendaman yaitu 2,08%, 27,13%, 40,88%, dan 0,50. Dried salted anchovy ussually served as a part of main meal or as ready-to-eat snack in the form of fried salted anchovy. This study aims to determine the effects of soaking in hot water before the frying to the characteristics of fried anchovy. This experimental research was carried out with two experimental treatments, namely soaking3 minutes in hot water and without soaking in hot water. Each experiment was tested in three replications. Frying process of salted anchovy wass carried out using palm cooking oil. The characteristics of the product were assessed by sensory test, proximate test, salt content test and lisin level test. The results showed that the soaking treatment in hot water gave different characteristics to the resulting fried anchovy product where panelists preferred the fried salted anchovy product which was soaked in hot water before being fried because of the taste of the fried anchovy was not too salty. This result was related with the salt content test. The salt content of dried salted anchovy with soaking treatment was 10.33% while without soaking treatment reached 22.71%. The ash content test results also showed that the ash content of the fried  salted anchovy through the soaking treatment was lower, 14.56%, while without the soaking treatment, the ash content of the anchovies was 28.98%. Water content, protein content, fat content and water activity of fried anchovy with soaking treatment were 2.42%, 36.70%, 41.84%, and 0,54, while fried anchovy without soaking treatment were 2.08 %, 27.13%, 40.88%, and 0,50
Kualitas Kerupuk Kulit Ikan Nila Selama Penyimpanan Purnamayati, Lukita; Dewi, Eko Nurcahya; Sumardianto, Sumardianto; Rianingsih, Laras; Anggo, Apri Dwi
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v2i2.3216

Abstract

Kulit ikan nila merupakan hasil samping dari produk filet ikan nila yang kurang dimanfaatkan, sedangkan apabila tidak segera diproses, kulit ikan nila akan mengalami kebusukan. Salah satu pemanfaatan kulit ikan nila adalah diolah menjadi kerupuk kulit. Kualitas kerupuk kulit ikan nila dipengaruhi oleh kandungan minyak setelah penggorengan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas kerupuk kulit ikan nila yang diproses dengan perlakuan spinner maupun tanpa spinner selama penyimpanan. Kerupuk kulit ikan nila dilakukan pengamatan kadar air, angka TBA dan analisis sensoris selama penyimpanan. Pengamatan dilakukan pada hari ke 0, 5, 10, dan 15. Hasil menunjukkan bahwa selama penyimpanan, kerupuk kulit ikan nila baik dengan perlakuan spinner maupun tanpa spinner mengalami peningkatan kadar air dan angka TBA tetapi masih memenuhi standar sampai pada penyimpanan hari ke 15, yaitu kadar air 5,43% dan angka TBA 0,36 mg malonaldehid/kg untuk kerupuk kulit ikan nila dengan perlakuan spinner sedangkan kerupuk kulit ikan nila tanpa perlakuan spinner memiliki kadar air 6,53% dan angka TBA 0,40 mg malonaldehid/kg. Secara keseluruhan, kerupuk kulit ikan nila dengan perlakuan spinner masih diterima panelis sampai pada penyimpanan hari ke 15 sedangkan kerupuk kulit ikan nila tanpa perlakuan spinner masih diterima panelis pada penyimpanan hari ke 10.
EFFECT OF DIFFERENT CONCENTRATIONS OF LIQUID PALM SUGAR ON THE QUALITY CHARACTERISTICS AND GLUTAMIC ACID CONTAINMENT OF SQUID RUSIP (Loligo chinensis) Elistia, Elistia; Sumardianto, Sumardianto; Romadhon, Romadhon
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 11 No. 4: October 2023
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2023.011.04.3

Abstract

Squid has amino acids that are good for eating and are processed into rusip. Rusip is a Bangka Belitung chilli sauce made from anchovies. This study aims to determine the effect of different concentrations of liquid palm sugar on the quality and glutamic acid content. The research used experimental laboratories with Completely Randomized Design. Parametric tests were analyzed using ANOVA and BNJ, non-parametric tests using Kruskal Wallis and Mann Whitney with a test level of 5%. In the Rusip study, liquid palm sugar concentrations of 10%, 12.5% and 15% were used, with 3 replications. Glutamic acid, pH, protein and hedonic parameters showed significant differences (P<5%). The parameters of total LAB, total sugar and water content had no significant difference (P>5%). The values of protein content were 17.25%-19.66%, moisture content 33.94%-38.39%, total sugar 5.16%-7.71%, glutamic acid 2.25%-3.30%, pH 5.87-5.90 and total LAB 1.1x104-5.3 x 104 cfu/g. Hedonic parameters for appearance were 3.24-3.76, flavour 3.41-4.00, aroma 3.14-4.00, texture 3.31-4.10. The best treatment was 15% liquid palm sugar with characteristics of brown colour, chewiness, fermentation smell and savour.
EVALUASI KURIKULUM PENDIDIKAN BAHASA ARAB DI PERGURUAN TINGGI: ANALISIS KEBUTUHAN DAN TANTANGAN Sumardianto, Sumardianto
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.39739

Abstract

Kurikulum pendidikan Bahasa Arab di perguruan tinggi masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kurikulum yang tidak selalu relevan dengan kebutuhan pasar kerja, kurangnya fasilitas pembelajaran yang memadai, serta ketidakselarasan antara kemampuan mahasiswa dan harapan kurikulum. Penelitian ini termasuk dalam jenis library research, di mana data utama diperoleh dari kajian literatur yang sudah ada. Sumber data utama dalam penelitian ini berasal dari artikel jurnal ilmiah yang dipublikasikan di berbagai jurnal akademik serta laporan hasil penelitian. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa 1). Kebutuhan kurikulum pendidikan Bahasa Arab di Perguruan Tinggi adalah bahwa kurikulum pendidikan Bahasa Arab di perguruan tinggi perlu fokus pada penguasaan kompetensi linguistik yang komprehensif (berbicara, menulis, membaca, dan mendengarkan), pemahaman keilmuan dan budaya Arab, serta pengembangan keterampilan profesional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. 2). Tantangan kurikulum pendidikan Bahasa Arab di Perguruan Tinggi adalah bahwa tantangan utama dalam kurikulum pendidikan Bahasa Arab adalah kurangnya pembaruan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan zaman, keterbatasan pengajar yang berkualitas, kurangnya fasilitas pendukung pembelajaran, serta ketidaksesuaian antara kurikulum dan kebutuhan dunia kerja. 3). Upaya dalam mengoptimalkan kurikulum pendidikan Bahasa Arab di Perguruan Tinggi adalah bahwa upaya untuk mengoptimalkan kurikulum termasuk pembaruan kurikulum secara berkala, pengembangan profesionalisme pengajar, peningkatan fasilitas pembelajaran, dan kolaborasi dengan dunia industri untuk memastikan keselarasan antara kurikulum dan kebutuhan pasar.
Karakteristik mutu dan kandungan senyawa volatil bekasam cumi-cumi dengan lama fermentasi yang berbeda: Quality and volatile compound content characteristics of fermented squid bekasam with different fermentation durations Ramadhanti, Bella Widya; Sumardianto, Sumardianto; Romadhon, Romadhon
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 3 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i3.48451

Abstract

Cumi-cumi (Uroteuthis chinensis) digemari masyarakat Indonesia karena memiliki rasa enak dan tekstur yang unik. Pengolahannya menjadi produk bekasam dapat membuat cumi-cumi bertahan lama dan meningkatkan nilai gizi. Tujuan penelitian ini untuk menentukan lama waktu fermentasi terbaik bekasam cumi-cumi melalui karakteristik mutu kimia, bakteri asam laktat, sensori dan kandungan senyawa volatil. Pembuatan bekasam cumi-cumi dengan perendaman larutan garam 15% dan pemberian karbohidrat nasi 40% (b/b), selanjutnya dilakukan proses fermentasi. Lama fermentasi yang digunakan untuk membuat bekasam perlu diperhatikan karena berpengaruh terhadap mutu bekasam. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental laboratories menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan lama fermentasi yang berbeda, yaitu 3, 5, dan 7 hari dengan 3 kali ulangan. Data parametrik dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Tukey HSD. Data nonparametik dianalisis menggunakan Kruskal Wallis dan uji lanjut Mann Whitney. Parameter yang diuji adalah kadar air, pH, total BAL, sensori, dan kandungan senyawa volatil. Bekasam cumi-cumi dengan lama fermentasi 3 hari memberikan hasil yang terbaik dengan kadar air 62,11%; pH 4,07; total bakteri asam laktat 9,05 log cfu/g dan uji hedonik dengan nilai selang kepercayaan sebesar 3,75 ˂µ< 4,05. Senyawa volatil yang dominan, yaitu golongan ester, alkohol dan amin. Senyawa lainnya yang teridentifikasi yaitu golongan asam, aldehid, keton, terpenoid, karotenoid, seskuiterpenoid, fenilpropanoid, hidrokarbon aromatik, dan karbonil. Pengolahan cumi-cumi menjadi produk bekasam memerlukan waktu fermentasi selama 3 hari untuk menghasilkan produk bekasam cumi-cumi yang baik.
Karakteristik fisikokimia petis bubuk dari rebusan udang dengan jenis bahan pengisi yang berbeda: Physicochemical characteristics of petis powder from boiled shrimp with different types of filling ingredients Sumardianto, Sumardianto; Romadhon, Romadhon; Hauzan Arifin, Muhammad; Dinaryadi, Rico; Muryaning Charimah, Intan
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 5 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(5)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i5.50820

Abstract

Petis bubuk merupakan petis pasta yang dikeringkan dan dihaluskan. Petis ditambahkan bahan pengisi untuk mempercepat proses pemasakan dan menambah kuantitas petis, sehingga diperlukan jenis bahan pengisi yang tepat agar petis memiliki kualitas yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan bahan pengisi terbaik terhadap karakteristik kimia dan fisik petis bubuk. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang dilakukan menggunakan bahan pengisi tepung terigu, tepung beras, dan tepung ubi jalar ungu. Parameter yang diuji yaitu uji hedonik, kadar air, protein, abu, lemak, aw, pH, waktu alir, sudut diam, daya serap air, warna, dan ketampakan pada scanning electron mcroscope (SEM). Bahan pengisi yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda nyata (p<0,05) terhadap parameter penentuan kualitas yang telah diujikan. Jenis bahan pengisi terbaik adalah tepung terigu karena memliki tingkat rehidrasi paling tinggi (81%). Pembubukan dan pengeringan petis dapat menjadi alternatif untuk memperpanjang umur simpan produk dengan mempertahankan mutu petis.
Pengaruh konsentrasi larutan kitosan dan lama penyimpanan terhadap karakteristik mikrob dan fisik ikan pindang layang: The effect of concentrations of chitosan solution and storage periods on the microbial and physical characteristics of mackerel scad boiled salt fish Arifin, Muhammad Hauzan; Nurparidah, Opi; Suharto, Slamet; Sumardianto, Sumardianto
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 2 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i2.59736

Abstract

Ikan pindang layang merupakan salah satu produk yang diolah secara tradisional dan dipasarkan dalam keadaaan tidak dikemas. Pengemasan vakum merupakan salah satu teknik pengemasan yang dapat menjaga kualitas produk perikanan dengan baik dan aman. Ikan pindang yang dikemas vakum biasanya tidak dapat bertahan <7 hari, maka diperlukan adanya bahan pengawet salah satunya adalah pelapis kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi terbaik pelapis dari larutan kitosan pada ikan pindang layang yang dikemas vakum selama penyimpanan suhu ruang berdasarkan parameter angka lempeng total, kadar air, pH dan susut bobot. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF), yaitu 4 perlakuan konsentrasi larutan kitosan (0; 0,5; 0,75; 1%) dan 4 perlakuan lama waktu penyimpanan (Hari ke-1, 4, 8 dan 12). Ikan pindang layang yang sudah direndam larutan kitosan dikemas vakum dengan plastik polietilen dan disimpan pada suhu ruang. Parameter yang dianalisis meliputi angka lempeng total, kadar air, pH, susut bobot, warna, dan sensori. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi pelapis larutan kitosan dan lama waktu penyimpanan dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap parameter angka lempeng total, kadar air, pH, warna, dan sensori. Terdapat interaksi antara faktor konsentrasi kitosan dan lama waktu penyimpanan pada angka lempeng total dan nilai b* pada uji warna. Perlakuan terbaik ikan pindang layang dengan pelapis larutan kitosan 1% selama penyimpanan dengan rata-rata nilai angka lempeng total 5,04 Log CFU/g, kadar air 58,42%, pH 5,83 dan susut bobot 12,98%. Aplikasi pelapis kitosan terbukti mampu mempertahankan karakteristik mikrob dan fisik ikan pindang layang yang dikemas vakum dan disimpan pada suhu ruang.
Co-Authors - Khamidah, - A Suhaeli Fahmi Aditya Wafa Kuncoro Agung Purnama Ahmad Niam Salim Aisyah Ayu Hidayati, Aisyah Ayu Anwar, Shabrina apri dwi anggo Aprilia Hudayati Arief Wibowo Arifin, Muhammad Hauzan Barodah, Luk Luul Bayu Fajar Nugraha Boy, Firts Cahyo, Septian Dwi Candra Santoso, Candra Dhita Ulfi Lestari Dinaryadi, Rico Dwi Anggo, Apri Dwicahyani, Tiara Dyah Nur Safitri Eko Nurcahya Dewi Eko Susanto Elistia, Elistia EVI MAYA SARI Fahmi, A. Suhaeli Fatoni, Muhammad Ali Fina Aprelya Nur Fajri Frisilia Nadhira Rimadhini Fronthea Swastawati Gerda Vernia Bali Ulina, Gerda Vernia Bali Gisella Valentine Haqqy Sahri Syadeto Hauzan Arifin, Muhammad Ima Wijayanti Indri Febriana Pakpahan Indria Eka Pangestuti Laras Rianingsih Lukita Purnamayati Ma'ruf, Widodo Farid Maharani Primawestri Meilinda Hardianti, Meilinda Muhamad Iqbal Muhammad Luthfi Fadhli Muhammad Qowiyyul Azizi Mulyanto, Sepka Muryaning Charimah, Intan Naili Rohmah Nashita, Nadia Yasmin Natasha Rizky Maharani Novania, Anita Novita Dinny Pratiwi, Novita Dinny Nurafifah, Diyah Ayu Nurparidah, Opi Otto Andi Wijaya, Otto Andi Permatasari, Amelia Ayu Purnamayati, Lukita Putri Islami Putut Har Riyadi Rahussidi, Muhamad Akbar Ramadhanti, Bella Widya Retno Ayu Kurniasih Retno Viyanti Rika Amelia Rina Indiarti Rissinta Mahdalena Rizki Wisnu Murti Rizki, Dinda Rojakul, Rojakul Romadhon Romadhon Sanjaya, Yulian Dani Selamet Suharto Siswanto, Arik SITI RACHMAWATI Slamet Seharto Slamet Suharto, Slamet Syah, Dio Rachman Titi Surti Tri Winarni Agustini Triyono, Gandung Ulfah Amalia Yudhomenggolo Sastro Darmanto