Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Exploration of Dragonfly Diversity in Sendang Gile Waterfall and its Development as Local Potential-Based Biology Learning Nur Susilawati; Mohammad Liwa Ilhamdi; I Putu Artayasa
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i3.12704

Abstract

This study aimed to inventory the dragonfly species inhabiting the Sendang Gile Waterfall area, evaluate their diversity, and develop the findings into a local biodiversity-based biology learning resource for senior high school students. A descriptive exploratory approach was employed using a sweep net sampling method along three observation transects. Species diversity was analyzed using the Shannon–Wiener diversity index (H′), evenness index (E), and dominance index (C). The research findings were subsequently developed into a biology booklet and evaluated through expert validation involving material and media specialists. A total of 364 dragonfly individuals representing 12 species from five families were recorded. Euphaea lara lombokensis was the most abundant species, accounting for 119 individuals. The overall Shannon–Wiener diversity index (H′ = 1.81) indicated a moderate level of species diversity, accompanied by a relatively balanced species distribution and low dominance. The developed booklet obtained an average validation score of 90.09%, indicating that it was highly valid and suitable for educational use. These findings demonstrate that the Sendang Gile Waterfall area supports a moderately diverse dragonfly community and that the developed booklet can serve as an effective local biodiversity-based learning resource for biology education in senior high schools.  
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SD Negeri Kerato Sumbawa Cafrie Hakim; Mohammad Liwa Ilhamdi; Ilham Handika
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1179

Abstract

Pembelajaran di sekolah dasar perlu memberikan pengalaman belajar yang bermakna sehingga siswa dapat membangun pengetahuan secara aktif dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Problem Based Learning (PBL) menempatkan masalah sebagai pusat pembelajaran dan siswa sebagai pembelajar aktif melalui kegiatan penyelidikan, kolaborasi, dan penyusunan solusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Negeri Kerato Sumbawa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain nonequivalent control group. Populasi penelitian berjumlah 40 siswa, dengan kelas V-A sebanyak 20 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas V-B sebanyak 20 siswa sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda dan lembar observasi keterlaksanaan PBL. Instrumen diuji validitas dan reliabilitasnya; dari 30 butir yang diuji, 25 butir dinyatakan valid dan koefisien reliabilitas sebesar 0,952. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitas Levene, uji Mann–Whitney, dan N-Gain. Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,035 (<0,05). Rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 79,50, sedangkan kelas kontrol sebesar 67,00. Nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,683 dan kelas kontrol sebesar 0,406, keduanya berada pada kategori sedang. Keterlaksanaan PBL meningkat dari 70% pada pertemuan pertama menjadi 100% pada pertemuan ketiga dengan rata-rata 83,33%. Temuan menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok, dengan peningkatan yang lebih besar pada kelompok eksperimen. Temuan perlu dipahami dengan mempertimbangkan keterbatasan desain quasi-eksperimen, durasi perlakuan tiga pertemuan, dan sampel yang berasal dari satu sekolah.