p-Index From 2021 - 2026
9.227
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Perlindungan Hukum Pasien dalam Layanan Kesehatan Tradisional Empiris di Indonesia Budiyanti, Rani Tiyas; Herlambang, Penggalih Mahardika
CREPIDO Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Crepido November 2023
Publisher : Bagian Dasar-Dasar Ilmu Hukum & Hukum dan Masyarakat Fakultas Hukum Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/crepido.5.2.174-183

Abstract

Layanan kesehatan tradisional empiris baik keterampilan maupun ramuan mengalami peningkatan yang signifikan di Indonesia. Regulasi mengenai layanan tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 61 tahun 2016 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris. Dalam implementasinya, terdapat berbagai permasalahan yang terjadi, di antaranya adalah terdapat penyehat tradisional yang tidak memiliki izin praktik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perlindungan hukum pasien dalam layanan kesehatan tradisional empiris di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statue approach). Hasil penelitian menyebutkan bahwa sarana perlindungan hukum pasien terkait penyelenggaraan layanan kesehatan tradisional di Indonesia baik secara preventif maupun represif tidak terimplementasikan dengan baik. Terdapat penyehat tradisional yang tidak berizin, mengiklankan praktik pelayanannya dan menjanjikan hasil pengobatan. Selain itu, terdapat kekosongan regulasi terkait sanksi pelanggaran perizinan maupun penyelenggaraan, serta publikasi layanan. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan diharapkan dapat memberikan sosialisasi kepada penyehat tradisional terkait kewajiban perizinan dan standarisasi keamanan layanan kesehatan tradisional empiris. Selain itu, diperlukan pengembangan regulasi terkait sanksi pelanggaran perizinan dan penyelenggaraan layanan, edukasi kepada masyarakat terkait pemilahan layanan kesehatan tradisional empiris yang aman, serta pembinaan dan pengawasan praktik layanan kesehatan tradisional empiris secara berkala.
Pengembangan EduQuiz-AR Wolbachia Aedes: Filter Edukasi Kebijakan Wolbachia-Aedes Berbasis Augmented Reality Budiyanti, Rani Tiyas; Kusariana, Nissa
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 03 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/e034t983

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu penyakit yang menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia. Inovasi kebijakan nyamuk Aedes ber-Wolbachia mulai diterapkan di berbagai wilayah untuk mengatasi permasalahan tersebut. Meskipun demikian, diperlukan peran serta masyarakat dalam penerapan kebijakan tersebut. Salah satu faktor yang berkaitan dengan partisipasi dan sentimen masyarakat terhadap kebijakan ini adalah informasi dan pengetahuan. EduQuiz-AR Wolbachia-Aedes merupakan filter TikTok berbasis Augmented reality yang dikembangkan untuk meningkatkan informasi dan edukasi masyarakat. Filter ini terdiri dari 5 pertanyaan untuk menilai pengetahuan masyarakat atau pengguna terhadap kebijakan Wolbachia-Aedes. Filter ini diupload dalam aplikasi TikTok sehingga dapat digunakan secara bebas. Ke depannya diperlukan promosi dan sosialisasi terkait pemanfaatan filter ini sehingga dapat lebih banyak digunakan oleh masyarakat.
Motivasi Tenaga Kesehatan di Kota Bogor dalam Kenaikan Jabatan Berdasarkan Model Herzberg Nadira Hafizatin Izza; Ayun Sriatmi; Rani Tiyas Budiyanti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14211

Abstract

Achieving the successful implementation of development in the health sector in Indonesia requires the availability and readiness of professional health workers. To fulfill this, the government took steps with a competency-based health functional position development program. The Bogor City Health Office has implemented the program, but in its implementation, the participation of health workers is still very low. The purpose of this research was to find out the factors related to the motivation of health workers in applying for functional positions in the work area of the Bogor City Health Service, based on the Herzberg Model. This research was a survey research with a cross-sectional design. Data on all variables were collected by filling out a questionnaire, then analyzed using the Chi-square test. The results of the analysis showed that the p-value for each of the factors studied was correlated with the motivation to apply for a functional position: company policy = 0.000, quality of supervision = 0.000, incentives/salary = 0.005, responsibility = 0.000, work = 0.000), progress = 0.000, interpersonal relations = 0.302, and recognition = 0.432. From the results of the analysis it was concluded that the motivation of health workers to apply for functional positions is related to company policy, quality of supervision, incentives/salary, responsibility, work and progress.Keywords: health workers; submission of functional positions; motivation; the Herzberg model ABSTRAK Pencapaian keberhasilan pelaksanaan pembangunan pada sektor kesehatan di Indonesia membutuhkan ketersediaan dan kesiapan tenaga kesehatan yang professional. Untuk memenuhi hal tersebut, pemerintah mengambil langkah dengan program pengembangan jabatan fungsional kesehatan berbasis kompotensi. Dinas Kesehatan Kota Bogor telah menerapkan program tersebut, namun dalam pelaksanaannya, partisipasi tenaga kesehatan masih sangat rendah. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan motivasi tenaga kesehatan dalam pengajuan jabatan fungsional di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Bogor, berdasarkan Model Herzberg. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan desain cross-sectional. Data tentang semua variabel dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan nilai p untuk masing-masing faktor yang diteliti korelasinya dengan motivasi pengajuan jabatan fungsional adalah: kebijakan perusahaan =0,000, kualitas supervisi = 0,000, insentif/gaji = 0,005, tanggung jawab = 0,000, pekerjaan = 0,000), kemajuan = 0,000, hubungan interpersonal = 0,302, dan pengakuan = 0,432. Dari hasil analisis disimpulkan bahwa motivasi tenaga kesehatan untuk mengajukan jabatan fungsional berhubungan dengan kebijakan perusahaan, kualitas supervisi, insentif/gaji, tanggung jawab, pekerjaan dan kemajuan.Kata kunci: tenaga kesehatan; pengajuan jabatan fungsional; motivasi; model Herzberg
Evaluasi “ Sayang Ibu”: Aplikasi Kegawatdaruratan Ibu Hamil Antono Suryoputro; Rani Tiyas Budiyanti; Mela Notri
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47 No 7 (2020): Neurologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v47i7.596

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator derajat kesehatan. Di Indonesia, AKI masih cukup tinggi. Salah satu penyebabnya adalah keterlambatan rujukan dan kurangnya informasi mengenai tanda bahaya kehamilan, terutama pada kehamilan risiko tinggi. Sayang Ibu merupakan aplikasi kegawatdaruratan ibu hamil yang dikembangkan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. Penelitian ini mengevaluasi penggunaan aplikasi ‘Sayang Ibu’. Metode penelitian adalah survei dengan kuesioner System Usability Scale (SUS) dan User Experience Questionare (UEQ) terhadap 28 ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Rowosari, Semarang. Penelitian dilakukan pada bulan September 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Sayang Ibu dapat diterima dan berguna dengan nilai rata-rata 70,18. Nilai ketertarikan pengguna, kemudahan, efisiensi, ketergantungan, dan stimulasi penggunaan di atas rata-rata, sedangkan tingkat keterbaruan aplikasi dianggap kurang. Penggunaan aplikasi ‘Sayang Ibu’ memerlukan dukungan literasi digital ibu hamil. Maternal Mortality Rate (MMR) is one of indicator in healthcare. In Indonesia, MMR still high. Among other causes are delayed referral and lack of education on danger sign in pregnancy, especially in high risk pregnancy. Sayang Ibu is emergency call application developed by Public Health Faculty Diponegoro University. This research aims to evaluate Sayang Ibu application. The survey applied System Usability Scale (SUS) and User Experience Questionare (UEQ) to 28 pregnant mothers in Rowosari Primary Health Care area in Semarang City. This research was done in September 2019. The rate of usability was 70,18 showed that this application was useful. Based on user experience, Sayang Ibu application had attractiveness, perspicuity, efficiency, dependability, and stimulation, but no novelty. Sayang Ibu Application needs digital literacy
Rekam Medis Elektronik Berbasis Cloud dalam Perspektif Etika dan Hukum di Indonesia Rani Tiyas Budiyanti; Septo Pawelas Arso; Penggalih Mahardika Herlambang
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45 No 9 (2018): Infeksi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v50i9.728

Abstract

Rekam medis elektronik (RME) berbasis cloud telah berkembang di Indonesia. Layanan tersebut memiliki berbagai keuntungan seperti biaya lebih rendah, fitur lebih mudah digunakan, potensi data sharing antar layanan kesehatan, serta mempermudah pengambilan keputusan klinis. Meskipun demikian, implementasi RME berbasis cloud berpotensi menimbulkan masalah etika dan hukum seperti masalah keamanan data dan jaringan, kepastian penyedia layanan cloud, prosedur data sharing, dan rahasia medis. Indonesia belum memiliki regulasi spesifik mengenai RME ataupun RME berbasis cloud. Regulasi diperlukan agar implementasinya tidak bertentangan dengan etika dan hukum yang berlaku di Indonesia. Cloud based-electronic medical record (cloud based-EMR) has been developing in Indonesia. These services have some benefits such as lower costs, more user-friendly features, potential for data sharing, and support to clinical decision-making. Nevertheless, the implementation has implicationsin ethical and legal issues such as data and network security, cloud service provider, data sharing procedures, and medical privacy. Indonesia has no specific regulation on EMR or cloud-based EMR. EMR and cloud based-EMR regulation are needed so that its implementation does not contradict with Indonesian ethics and laws.
From cyberspace to mindspace: A freudian psychoanalytic perspective on digital literacy Ganggi, Roro Isyawati Permata; Maftuh Dadang Setiana; Budiyanti, Rani Tiyas
Record and Library Journal Vol. 11 No. 1 (2025): June
Publisher : D3 Perpustakaan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/rlj.V11-I1.2025.83-98

Abstract

Background of the study: The response of members of the motorcycle community in Semarang to social media is in the spotlight because it triggers brawls. A person's ability to respond to digital information is interesting to study from two sides: the information science side, which focuses on digital literacy, and the psychology side, which uses the Freudian psychoanalytic approach. Purpose: A more profound investigation is required to ascertain the Freudian psychoanalytic perspective on digital literacy of the motorcycle community in Semarang. Method: Qualitative research with a phenomenological approach was selected to investigate the experiences of motorcycle community members in Semarang regarding digital literacy. Data were gathered through interviews, observations, and document analysis. This research involved six informants who are members of the motorcycle community in Semarang. Findings: The relationship between psychoanalysis and digital literacy can be utilized to gain insight into the Freudian psychoanalytic perspective on digital literacy within the motorcycle community in Semarang. One of the critical areas of study in Freudian psychoanalysis is the development of an individual's cognitive processes. As observed through psychoanalytic lenses, the digital literacy abilities of motorcycle community members in Semarang can be understood based on three fundamental elements: the id, ego, and superego. Conclusion: A complex array of internal and external factors shapes the digital literacy behavior of the motorcycle community in Semarang. The internal elements are primarily influenced by Freudian psychoanalysis, which posits the existence of three fundamental psychological drives: the id, ego, and superego. In contrast, external elements are shaped by mind space, which encompasses both cognitive processes and environmental factors. These two domains collectively influence an individual's behavior, thought patterns, and decision-making abilities.
STUDI KOMPARASI REGULASI TELEKONSULTASI ANTARA INDONESIA DENGAN SINGAPURA Budiyanti, Rani Tiyas; Suryoputro, Antono; Murni, Murni; Herlambang, Penggalih Mahardika
CREPIDO Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Crepido July 2022
Publisher : Bagian Dasar-Dasar Ilmu Hukum & Hukum dan Masyarakat Fakultas Hukum Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/crepido.4.1.1-11

Abstract

Telekonsultasi telah berkembang di Indonesia terlebih di masa pandemi Coronavirus Disease -19 (COVID-19). Teknologi ini merupakan layanan konsultasi kesehatan jarak jauh yang merupakan bagian dari telemedisin. Indonesia telah mengatur pelaksanaan telemedisin melalui Permenkes Nomor 20 tahun 2019 mengenai Penyelenggaraan Telemedisin. Meskipun demikian,  regulasi tersebut belum spesifik mengatur tentang telekonsultasi, terutama mengenai startup telekonsultasi yang saat ini banyak bermunculan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan regulasi mengenai telekonsultasi yang ada di Indonesia dengan negara lain yaitu Singapura. Penelitian ini merupakan penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan pendekatan komparatif (comparative approach). Bahan hukum primer diperoleh dari peraturan perundang-undangan maupun yurisprudensi. Sedangkan bahan hukum sekunder diperoleh dari jurnal, buku, maupun prosiding mengenai regulasi terkait konsultasi. Berdasarkan penelitian, telekonsultasi yang dilakukan di Indonesia hanya diperbolehkan jika terintegrasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan tertentu. Selain itu, regulasi mengenai monitoring, pertanggung jawaban dan keamanan data masih belum detail dan spesifik. Sanksi bagi startup yang menyelenggarakan layanan konsultasi kesehatan mandiri pun belum jelas dan tegas. Singapura memiliki regulasi telekonsultasi yang tercantum dalam regulatory sandbox sehingga dapat menjembatani layanan konsultasi kesehatan online yang diselenggarakan oleh startup yang ada dengan syarat tertentu. Regulasi mengenai telekonsultasi di Indonesia perlu disusun lebih detail, spesifik, dan jelas sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan konsultasi kesehatan yang aman dan dapat dipertanggungjawabkan.
DISCLOSURE OF CORONAVIRUS DISEASE-19 (COVID-19) PATIENT DATA: ETHICAL AND LEGAL PERSPECTIVES IN INDONESIA Budiyanti, Rani Tiyas; Herlambang, Penggalih Mahardika
CREPIDO Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Crepido July 2021
Publisher : Bagian Dasar-Dasar Ilmu Hukum & Hukum dan Masyarakat Fakultas Hukum Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/crepido.3.1.22-32

Abstract

The contact tracing policy strategy implemented during the COVID-19 pandemic requires data on COVID-19 patients to be accessible to the public so that people who have been in contact with the positive patient can do self-isolate. However, this is contrary to medical secrets and the confidentiality of COVID-19 patient data as a form of private law. This research is normative research with a statutory approach (statue approach) and conceptual (conceptual approach). Based on ethical and legal aspects, the confidentiality of COVID-19 patient data must be maintained. This data can be disclosed with the patient consent or disclosed to the Health Office to conduct epidemiological investigations. Suppose the contact investigation involves several parties: the neighborhood unit, the village head, Village Community Empowerment Service, police, and other parties. In that case, further regulation is needed to ensure the commitment of these parties in maintaining COVID-19 patient data. Disseminating patient data openly or publicly can make harm to the patient, especially in the not good environment with risk of stigmatization. There is also a need for harmony between existing regulations and the programs or policies implemented by the government.
Penguatan Kesehatan Mental Siswa Sekolah Dasar Melalui Literasi Digital yang Bijak dan Aman Jati, Sutopo Patria; Nandini, Nurhasmadiar; Kusumastuti, Wulan; Arso, Septo Pawelas; Budiyanti, Rani Tiyas
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 08 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i08.2562

Abstract

Perkembangan teknologi digital dapat memberikan keuntungan bagi penggunanya, meski demikian jika tidak digunakan dengan bijaksana maka dapat memberikan dampak negatif seperti kesehatan mental. Beberapa permasalahan yang dapat terjadi seperti gangguan kecemasan, depresi, gangguan tidur maupun rendahnya self esteem dapat terjadi terkait penggunaan teknologi digital seperti media sosial. Penggunaan media sosial yang bijak dan aman, literasi digital yang baik, dan peran dari orang tua maupun guru diperlukan dalam mendukung pemanfaatan media digital ini agar dapat memberikan dampak yang positif. Pelaksanaan edukasi terkait literasi digital yang bijak dan aman dilakukan di SD Islam Terpadu Bina Insani Kota Semarang dan mendapatkan umpan balik yang cukup baik dan antusiasme yang cukup tinggi. Pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan edukasi terkait literasi digital bagi anak usia sekolah dasar
Analisis Pelaksanaan Posyandu Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kayu Jao Kabupaten Solok dengan Model CIPP (Context, Input, Process, and Product) Radita, linggana; Suryawati, Chriswardani; Budiyanti, Rani Tiyas
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jrkm.2025.27327

Abstract

Latar belakang: Puskesmas Kayu Jao masih mengalami permasalahan gizi dengan prevalensi stunting 14,6%. Keberadaan posyandu dapat berupaya mencegah dan menanggulangi masalah gizi anak, namun pelaksanaan posyandu di wilayah kerja Puskesmas Kayu Jao belum optimal yang ditandai dengan rendahnya cakupan penimbangan balita dan tidak mencapai target 80%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan posyandu balita melalui pendekatan CIPP (Context, Input, Process, Product). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara mendalam, dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2024. Subjek penelitian ditentukan dengan teknik purposive. Informan utama meliputi kader posyandu, Kader Pembangunan Manusia, dan kepala seksi pelayanan desa. Informan triangulasi terdiri atas petugas gizi Puskesmas Kayu Jao, bidan dan orang tua balita. Hasil: Pada aspek konteks, penting untuk meningkatkan pemahaman orang tua balita terkait tujuan posyandu sebagai tindak lanjut terhadap permasahalan yang ada. Aspek input, dalam pelaksanaan kegiatan tidak terdapat SOP dan keterampilan kader kurang serta ketersediaan sarana prasarana dan pendanaan kurang memadai. Dalam aspek proses telah tersedia struktur organisasi kader, pada saat pelaksanaan posyandu kurangnya dukungan tokoh masyarakat, serta pelaksanaan belum optimal pada pelayanan meja tiga pengisian KMS dan meja empat penyuluhan kesehatan. Pada aspek produk ditemukan pada capaian SKDN, hanya capaian K/S yang memenuhi traget dan indikator lainnya masih rendah tidak mencapai target kinerja program gizi tahun 2023. Simpulan: Proses pelaksanaan posyandu balita di wilayah kerja Puskesmas Kayu Jao belum sesuai dengan panduan penyelenggaraan posyandu oleh Kementerian Kesehatan RI serta cakupan SKDN tidak mencapai target. Mengadakan pelatihan terkait terkait strategi komunikasi dan menyediakan media KIE untuk membantu dalam memberikan edukasi kepada sasaran serta meningkatkan monitoring dan dukungan dari tokoh masyarakat pada saat pelaksanaan posyandu balita.
Co-Authors Addela Sekar Pramesthi Artyasari Ahmad, Nurul Fauziah Alvira Putri Calista Amalia Ninggar Anis Fuad Annisa Rakhmaningtyas Annisa, Viona Antono Surjoputro Antono Surjoputro Antono Suryoputro Antono Suryoputro Arum Rohana Asti, Helwa Firdausa Astriyani, Sri Ayun Sriatmi Ayun Sriatmi Aziza, Nafra Bella Octaviani Violinansa Budiyono Budiyono Budiyono, Shabrina Putri Chriswardani Suryawati Dyah Ayu Oktavia Eka Yunila Fatmasari Eka Yunila Fatmasari, Eka Yunila Ervina Yuni Ariani Farah Fauziah Rahmasari Fathahidin, Ghaniya Afiifa Fitri Aviana Gunanto Gunanto Hendry Gunawan Indrawati, Chaterina Ria Wahyu Irvine Nahla Anggraini Jati, Sutop Patria Khalishah, Jihan Nurul Qamariah Lumbanraja, Anggita Doramia Mabrukah, Aina Maftuh Dadang Setiana Manullang, Jessika Putri Natasya Martini Martini Matsna Hanifah Matsna Hanifah Matsna Haniifah Maylin Djuana Siboro Mela Nofitri Mela Notri Melinda Novitasari Muhammad Junaedi Muhammad Junaedi Murni Murni Murni Murni Murni Murni Murni Murni Murni Murni Murni Murni Nadira Hafizatin Izza Nanang Wiyono Nandini, S.KM., M.Kes, Nurhasmadiar Ni Made Deviana Widiantari Nida Adyaningrum Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nissa Kusariana Nissa Kusariana Nofitri, Mela Nugrahaeni, Ardhina Nur Laili Agustin Nurhasmadiar Nandini Nurhasmadiar Nandini Patricia Lydia Honey Patricia Penggalih M Herlambang Penggalih Mahardika Herlambang Penggalih Mahardika Herlambang Penggalih Mahardika Herlambang Penggalih Mahardika Herlambang Pratiwi, Rachma Widya Pujiyono Pujiyono Pujiyono Putri Asmita Wigati Putri Asmita Wigati Putri, Farah Afanindya Jessedanta Radita, linggana Raditya Noriski Rahmadani, Annisa Nurindra Ramadhanisa Dwi Primastuti Rinna Dwi Lestari Rohmah, Virda Inzatur Roro Isyawati Permata Ganggi Roro Isyawati Permata Ganggi Roro Isyawati Permata Ganggi Roro Isyawati Permata Ganggi, Roro Isyawati Permata Santoso, Bagus Satrio Septo Pawelas Arso Septo Pawelas Arso Septo Pawelas Arso Septo Pawelas Arso Sofiyyah, Nailil Izza Surjoputro, Antono Sutopo Patria Jati Syamsulhuda BM Undayani Cita Sari Unzila, Erliana Wida Khoirunnisa Widyaputri, Anak Agung Ayu Wanda Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Yudhanto, Yoga