Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PEMANFAATAN LAYANAN TELEMEDICINE PASCA PANDEMI COVID-19 DI JAWA TENGAH Santoso, Bagus Satrio; Budiyanti, Rani Tiyas; Nandini, Nurhasmadiar
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 12, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.12.2.2024.119-129

Abstract

Utilization of telemedicine services decreased after the pandemic conditions improved. Telemedicine utilization is closely related to the internet network. Central Java is the province with the lowest internet penetration rate in Java. The purpose of this study was to determine the factors related to the utilization of telemedicine services after the COVID-19 pandemic in Central Java. This type of research was quantitative research with a cross-sectional study design. This research was conducted in December 2023-March 2024. The sample in this study was 300 people in Central Java. The sampling technique used accidental sampling method. The analysis used was univariate analysis and bivariate analysis using the Chi Square test. This study showed that 50.3% of respondents utilized telemedicine services after the pandemic. Utilized telemedicine services after the pandemic related to education (p-value <0.001), knowledge (p-value <0.001), trust (p-value <0.001), family support (p-value <0.001), accessibility (p-value <0.001), and need (p-value <0.001). All independent variables in this study (education, knowledge, trust, family support, accessibility, needs) are associated with the utilization of telemedicine services after the COVID-19 pandemic.
Kinerja Bidan dalam Memberikan Pelayanan Antenatal Care: Suatu Kajian Pustaka: Performance of Midwives in Providing Antenatal Care Services: A Review Bella Octaviani Violinansa; Chriswardani Suryawati; Rani Tyas Budiyanti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.412

Abstract

Abstract In 2017, 106 Primary Health Care in Indonesia performed the Antenatal Care (ANC) component properly and correctly according to the 9T, 7T, 5T standards, respectively 18.8%, 23.2%, and 31.7%. Only 20.4% of the Primary Health Care had all the equipment, medicines, and media supporting 9T of ANC. Only one fifth of the midwives provided ANC services according to standards. This study to analyze the performance of midwives in providing Antenatal Care services and the factors that influence it seen from the studies that have been done. This study uses literature review method by analyzing 20 indexed journals, both national and international journals in the last 5 years. Review method with a systematic approach. The result are total of 13 journals stated that the performance of midwives in Antenatal Care services is good (>50%). 5 of 6 journals stated that there is a relationship between performance and age. 5 of 5 journals stated that there is a relationship between performance and facilities. 4 of 6 journals stated that there was a relationship between performance and training. 4 out of 4 journals stated that there is a relationship between performance and tenure. 10 out of 12 journals stated that there is a relationship between knowledge and performance. 8 of 11 journals stated that there is a relationship between motivation and performance. 3 of 5 journals stated that there is a relationship between leadership and performance. 3 out of 4 journals stated that there is a relationship between workload and midwife performance.The conclusion is the midwife's performance is good. Factors that influence performance are age, infrastructure, training, tenure, knowledge, motivation, leadership, and workload. The factor most researched is knowledge. The most influential factors are infrastructure and years of service. Abstrak Tahun 2017 sebanyak 106 puskesmas di Indonesia yang melakukan komponen Antenatal Care (ANC) secara baik dan benar menurut standar 9T, 7T, 5T berturut-turut sebesar 18,8%, 23,2%, dan 31,7%. Puskesmas yang memiliki seluruh peralatan, obat, dan media penunjang ANC 9T hanya sebesar 20,4% saja. Bidan yang melakukan pelayanan ANC sesuai standar hanya seperlimanya saja. Tujuan penelitian ini untuj menganalisis kinerja bidan dalam memberikan pelayanan Antenatal Care dan faktor-faktor yang mempengaruhi dilihat dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menganalisis 20 jurnal terindeks, baik jurnal nasional maupun internasional dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Metode review dengan pendekatan sistematis. Sebanyak 13 jurnal menyatakan kinerja bidan dalam pelayanan Antenatal Care sudah baik (>50%). 5 dari 6 jurnal menyatakan terdapat hubungan antara kinerja dengan usia. 5 dari 5 jurnal menyatakan terdapat hubungan antara kinerja dengan sarana prasana. 4 dari 6 jurnal menyatakan terdapat hubungan antara kinerja dengan pelatihan. 4 dari 4 jurnal menyatakan terdapat hubungan antara kinerja dengan masa kerja. 10 dari 12 jurnal menyatakan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kinerja. 8 dari 11 jurnal menyatakan terdapat hubungan antara motivasi dengan kinerja. 3 dari 5 jurnal menyatakan terdapat hubungan antara kepemimpinan dengan kinerja. 3 dari 4 jurnal menyatakan terdapat hubungan antara beban kerja dengan kinerja bidan. Dapat disimpulkan kinerja bidan sudah baik. Faktor yang mempengaruhi kinerja yaitu usia, sarana prasarana, pelatihan, masa kerja, pengetahuan, motivasi, kepemimpinan, dan beban kerja. Faktor yang paling banyak diteliti yaitu pengetahuan. Faktor yang paling berpengaruh yaitu sarana prasarana dan masa kerja.
Peningkatan Pemahaman Manajemen Terpadu Balita Sakit Berbasis Masyarakat Nurhasmadiar Nandini; Rani Tiyas Budiyanti; Septo Pawelas Arso; Wulan Kusumastuti; Sutopo Patria Jati
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 10 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v3i10.1617

Abstract

Berdasarkan data Puskesmas Padangsari, diketahui bahwa cakupan pelayanan balita sudah mencapai 100% atau sebanyak 1.167 balita pada tahun 2023. Namun, kasus penyakit pada balita masih cukup tinggi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk upaya peningkatan pengetahuan dan kemampuan masyarakat, khususnya ibu balita untuk menerapkan MTBS berbasis masyarakat di lingkungan rumah untuk penurunan angka kesakitan pada bayi dan balita. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tahun 2024 dengan peserta kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu bayi dan balita, kader FKK, dan kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Padangsari. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu di Kelurahan Jabungan. Pada kegiatan tersebut disampaikan mengenai tanda bahaya pada balita, upaya perawatan di rumah untuk kasus diare, demam, dan batuk, perlindungan dari kekerasan dan kekerasan seksual bagi balita, dan lain sebagainya. Ibu balita di wilayah Puskesmas Padangsari khususnya di Kelurahan Jabungan menunjukkan partisipasi yang baik. Para ibu balita menunjukkan komitmen yang baik untuk melakukan pemantauan kesehatan balita mereka.
PROVISION OF LACTATION CLINIC IN COMPANIES IN SEMARANG CITY: A REVIEW OF POLICY IMPLEMENTATION Khalishah, Jihan Nurul Qamariah; Sriatmi, Ayun; Budiyanti, Rani Tiyas
Indonesian Journal of Health Administration (Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia) Vol. 12 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jaki.v12i1.2024.139-149

Abstract

Background: As of 2022, Semarang City has 4,083 companies. However, according to the Labor Office of Semarang City, only 109 out of 529 companies provide lactation clinics. In addition, based on previous research in Pedurungan, Semarang City, most of the women (83,3%) who work do not practice exclusive breastfeeding (EBF), one reason being the lack of lactation clinics in companies. Aims: This study examines the implementation of lactation clinic policies in companies in Semarang City. Methods: This study used a qualitative method with a descriptive approach. The research variables included effectiveness, consistency, relevance, organizational structure, resources, sociocultural environment, economic environment, organizational culture, geographic environment, knowledge and skills, communication, and political support. Informants were selected based on purposive criteria, involving eight key informants and 18 supporting informants from eight companies in Semarang City. Results: Lactation clinic policies were ineffective because companies were unaware of their contents and perceived them as recommendations only. On the contrary, working mothers who breastfed recognized the benefits of the policies and considered them relevant. Three out of eight companies provided lactation clinics. The people in charge had yet to be appointed due to the different capacities of the companies. Due to a lack of support from the sociocultural environment, working mothers needed more awareness of the importance of breastfeeding. However, the companies' economic and geographic environments and organizational culture were relatively favorable. Meanwhile, adequate dissemination could have helped communication. In addition, most companies do not provide lactation clinics or recommend formula milk. Conclusion: The current policies have not adequately supported the provision of lactation clinics in companies in Semarang City. To address this issue, lactation clinics should be classified according to the companies' capacities. It is also necessary to develop a leading sector that is transparent and responsible for supervising the provision of lactation clinics. Keywords: exclusive breastfeeding in workplace, lactation clinic, policy implementation
Analisis Bibliometrik Medical Gaslighting dalam Layanan Kesehatan Budiyanti, Rani Tiyas; Herlambang, Penggalih Mahardika
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v15i01.1045

Abstract

Latar Belakang: Dalam pelayanan kesehatan, kepercayaan, empati dan komunikasi yang baik diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan mengurangi konflik. Meski demikian, terdapat salah satu tantangan dalam penerapannya yaitu munculnya medical gaslighting yang merupakan ketidakpercayaan tenaga kesehatan terhadap pasien sehingga meragukan pengalaman maupun kondisi yang dirasakan pasien.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan analisis bibliometrik. Data yang diperoleh berasal dari database Scopus yang terbit pada tahun 2013-2023.Hasil: Berdasarkan analisis, terdapat  13 publikasi terkait medical gaslighting yang terindeks Scopus pada tahun 2013-2023, dimana artikel mengenai hal tersebut baru dipublish di tahun 2021. Terdapat 22 penulis yang membahas mengenai topik tersebut dan publikasi terbanyak didapatkan pada tahun 2023  dengan kontributor penulis terbanyak berasal dari Amerika Serikat.Kesimpulan: Perkembangan penelitian mengenai medical gaslighting mengalami pertumbuhan yang positif dari tahun ke tahun. Meski demikian belum ada penelitian mengenai hal tersebut di Indonesia. Hal ini menjadi peluang dalam mengembangkan riset dan kolaborasi terkait medical gaslighting.
Edukasi Teknologi Nyamuk Aedes Ber-Wolbachia dalam Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Rani Tiyas Budiyanti; Nissa Kusariana
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 09 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v3i09.1570

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi permasalahan di Indonesia. Inovasi Nyamuk Aedes Ber-Wolbachia mulai diterapkan dalam menaggulangi penyakit tersebut. Program tersebut telah diujicobakan pada beberapa tempat salah satunya di Kota Semarang. Meski demikian, masih terdapat penolakan dari masyarakat terkait teknologi tersebut. Oleh karena itu dilakukan edukasi terkait nyamuk Aedes Ber-Wolbachia yang dilakukan menggunakan e-booklet yang dibagikan kepada kader melalui grup whatsaap pada bulan Agustus 2024. Kegiatan ini mendapatkan respon yang baik dari kader dan diharapkan dapat menjadi media edukasi bagi kader dalam memberikan informasi kepada masyarakat.
Perlindungan Hukum Pasien dalam Layanan Kesehatan Tradisional Empiris di Indonesia Budiyanti, Rani Tiyas; Herlambang, Penggalih Mahardika
CREPIDO Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Crepido November 2023
Publisher : Bagian Dasar-Dasar Ilmu Hukum & Hukum dan Masyarakat Fakultas Hukum Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/crepido.5.2.174-183

Abstract

Layanan kesehatan tradisional empiris baik keterampilan maupun ramuan mengalami peningkatan yang signifikan di Indonesia. Regulasi mengenai layanan tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 61 tahun 2016 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris. Dalam implementasinya, terdapat berbagai permasalahan yang terjadi, di antaranya adalah terdapat penyehat tradisional yang tidak memiliki izin praktik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perlindungan hukum pasien dalam layanan kesehatan tradisional empiris di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statue approach). Hasil penelitian menyebutkan bahwa sarana perlindungan hukum pasien terkait penyelenggaraan layanan kesehatan tradisional di Indonesia baik secara preventif maupun represif tidak terimplementasikan dengan baik. Terdapat penyehat tradisional yang tidak berizin, mengiklankan praktik pelayanannya dan menjanjikan hasil pengobatan. Selain itu, terdapat kekosongan regulasi terkait sanksi pelanggaran perizinan maupun penyelenggaraan, serta publikasi layanan. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan diharapkan dapat memberikan sosialisasi kepada penyehat tradisional terkait kewajiban perizinan dan standarisasi keamanan layanan kesehatan tradisional empiris. Selain itu, diperlukan pengembangan regulasi terkait sanksi pelanggaran perizinan dan penyelenggaraan layanan, edukasi kepada masyarakat terkait pemilahan layanan kesehatan tradisional empiris yang aman, serta pembinaan dan pengawasan praktik layanan kesehatan tradisional empiris secara berkala.
Pengembangan EduQuiz-AR Wolbachia Aedes: Filter Edukasi Kebijakan Wolbachia-Aedes Berbasis Augmented Reality Budiyanti, Rani Tiyas; Kusariana, Nissa
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 03 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/e034t983

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu penyakit yang menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia. Inovasi kebijakan nyamuk Aedes ber-Wolbachia mulai diterapkan di berbagai wilayah untuk mengatasi permasalahan tersebut. Meskipun demikian, diperlukan peran serta masyarakat dalam penerapan kebijakan tersebut. Salah satu faktor yang berkaitan dengan partisipasi dan sentimen masyarakat terhadap kebijakan ini adalah informasi dan pengetahuan. EduQuiz-AR Wolbachia-Aedes merupakan filter TikTok berbasis Augmented reality yang dikembangkan untuk meningkatkan informasi dan edukasi masyarakat. Filter ini terdiri dari 5 pertanyaan untuk menilai pengetahuan masyarakat atau pengguna terhadap kebijakan Wolbachia-Aedes. Filter ini diupload dalam aplikasi TikTok sehingga dapat digunakan secara bebas. Ke depannya diperlukan promosi dan sosialisasi terkait pemanfaatan filter ini sehingga dapat lebih banyak digunakan oleh masyarakat.
Motivasi Tenaga Kesehatan di Kota Bogor dalam Kenaikan Jabatan Berdasarkan Model Herzberg Nadira Hafizatin Izza; Ayun Sriatmi; Rani Tiyas Budiyanti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14211

Abstract

Achieving the successful implementation of development in the health sector in Indonesia requires the availability and readiness of professional health workers. To fulfill this, the government took steps with a competency-based health functional position development program. The Bogor City Health Office has implemented the program, but in its implementation, the participation of health workers is still very low. The purpose of this research was to find out the factors related to the motivation of health workers in applying for functional positions in the work area of the Bogor City Health Service, based on the Herzberg Model. This research was a survey research with a cross-sectional design. Data on all variables were collected by filling out a questionnaire, then analyzed using the Chi-square test. The results of the analysis showed that the p-value for each of the factors studied was correlated with the motivation to apply for a functional position: company policy = 0.000, quality of supervision = 0.000, incentives/salary = 0.005, responsibility = 0.000, work = 0.000), progress = 0.000, interpersonal relations = 0.302, and recognition = 0.432. From the results of the analysis it was concluded that the motivation of health workers to apply for functional positions is related to company policy, quality of supervision, incentives/salary, responsibility, work and progress.Keywords: health workers; submission of functional positions; motivation; the Herzberg model ABSTRAK Pencapaian keberhasilan pelaksanaan pembangunan pada sektor kesehatan di Indonesia membutuhkan ketersediaan dan kesiapan tenaga kesehatan yang professional. Untuk memenuhi hal tersebut, pemerintah mengambil langkah dengan program pengembangan jabatan fungsional kesehatan berbasis kompotensi. Dinas Kesehatan Kota Bogor telah menerapkan program tersebut, namun dalam pelaksanaannya, partisipasi tenaga kesehatan masih sangat rendah. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan motivasi tenaga kesehatan dalam pengajuan jabatan fungsional di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Bogor, berdasarkan Model Herzberg. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan desain cross-sectional. Data tentang semua variabel dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan nilai p untuk masing-masing faktor yang diteliti korelasinya dengan motivasi pengajuan jabatan fungsional adalah: kebijakan perusahaan =0,000, kualitas supervisi = 0,000, insentif/gaji = 0,005, tanggung jawab = 0,000, pekerjaan = 0,000), kemajuan = 0,000, hubungan interpersonal = 0,302, dan pengakuan = 0,432. Dari hasil analisis disimpulkan bahwa motivasi tenaga kesehatan untuk mengajukan jabatan fungsional berhubungan dengan kebijakan perusahaan, kualitas supervisi, insentif/gaji, tanggung jawab, pekerjaan dan kemajuan.Kata kunci: tenaga kesehatan; pengajuan jabatan fungsional; motivasi; model Herzberg
Evaluasi “ Sayang Ibu”: Aplikasi Kegawatdaruratan Ibu Hamil Antono Suryoputro; Rani Tiyas Budiyanti; Mela Notri
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47 No 7 (2020): Neurologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v47i7.596

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator derajat kesehatan. Di Indonesia, AKI masih cukup tinggi. Salah satu penyebabnya adalah keterlambatan rujukan dan kurangnya informasi mengenai tanda bahaya kehamilan, terutama pada kehamilan risiko tinggi. Sayang Ibu merupakan aplikasi kegawatdaruratan ibu hamil yang dikembangkan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. Penelitian ini mengevaluasi penggunaan aplikasi ‘Sayang Ibu’. Metode penelitian adalah survei dengan kuesioner System Usability Scale (SUS) dan User Experience Questionare (UEQ) terhadap 28 ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Rowosari, Semarang. Penelitian dilakukan pada bulan September 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Sayang Ibu dapat diterima dan berguna dengan nilai rata-rata 70,18. Nilai ketertarikan pengguna, kemudahan, efisiensi, ketergantungan, dan stimulasi penggunaan di atas rata-rata, sedangkan tingkat keterbaruan aplikasi dianggap kurang. Penggunaan aplikasi ‘Sayang Ibu’ memerlukan dukungan literasi digital ibu hamil. Maternal Mortality Rate (MMR) is one of indicator in healthcare. In Indonesia, MMR still high. Among other causes are delayed referral and lack of education on danger sign in pregnancy, especially in high risk pregnancy. Sayang Ibu is emergency call application developed by Public Health Faculty Diponegoro University. This research aims to evaluate Sayang Ibu application. The survey applied System Usability Scale (SUS) and User Experience Questionare (UEQ) to 28 pregnant mothers in Rowosari Primary Health Care area in Semarang City. This research was done in September 2019. The rate of usability was 70,18 showed that this application was useful. Based on user experience, Sayang Ibu application had attractiveness, perspicuity, efficiency, dependability, and stimulation, but no novelty. Sayang Ibu Application needs digital literacy
Co-Authors Addela Sekar Pramesthi Artyasari Ahmad, Nurul Fauziah Alvira Putri Calista Amalia Ninggar Anis Fuad Annisa Rakhmaningtyas Annisa, Viona Antono Surjoputro Antono Surjoputro Antono Suryoputro Antono Suryoputro Arum Rohana Asti, Helwa Firdausa Astriyani, Sri Ayun Sriatmi Ayun Sriatmi Aziza, Nafra Bella Octaviani Violinansa Budiyono Budiyono Budiyono, Shabrina Putri Chriswardani Suryawati Dyah Ayu Oktavia Eka Yunila Fatmasari Eka Yunila Fatmasari, Eka Yunila Ervina Yuni Ariani Farah Fauziah Rahmasari Fathahidin, Ghaniya Afiifa Fatma, Widi Fitri Aviana Gunanto Gunanto Hendry Gunawan Indrawati, Chaterina Ria Wahyu Irvine Nahla Anggraini Jati, Sutop Patria Khalishah, Jihan Nurul Qamariah Lumbanraja, Anggita Doramia Mabrukah, Aina Maftuh Dadang Setiana Manullang, Jessika Putri Natasya Martini Martini Matsna Hanifah Matsna Hanifah Matsna Haniifah Maylin Djuana Siboro Mela Nofitri Mela Notri Melinda Novitasari Muhammad Junaedi Muhammad Junaedi Murni Murni Murni Murni Murni Murni Murni Murni Murni Murni Murni Murni Nadira Hafizatin Izza Nanang Wiyono Nandini, S.KM., M.Kes, Nurhasmadiar Ni Made Deviana Widiantari Nida Adyaningrum Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nissa Kusariana Nissa Kusariana Nofitri, Mela Nugrahaeni, Ardhina Nur Laili Agustin Nurhasmadiar Nandini Nurhasmadiar Nandini Patricia, Patricia Lydia Honey Penggalih M Herlambang Penggalih Mahardika Herlambang Penggalih Mahardika Herlambang Penggalih Mahardika Herlambang Penggalih Mahardika Herlambang Pratiwi, Rachma Widya Pujiyono Pujiyono Pujiyono Putri Asmita Wigati Putri Asmita Wigati Putri, Farah Afanindya Jessedanta Radita, linggana Raditya Noriski Rahmadani, Annisa Nurindra Ramadhanisa Dwi Primastuti Rinna Dwi Lestari Rohmah, Virda Inzatur Roro Isyawati Permata Ganggi Roro Isyawati Permata Ganggi Roro Isyawati Permata Ganggi Roro Isyawati Permata Ganggi, Roro Isyawati Permata Santoso, Bagus Satrio Septo Pawelas Arso Septo Pawelas Arso Septo Pawelas Arso Septo Pawelas Arso Sofiyyah, Nailil Izza Surjoputro, Antono Sutopo Patria Jati Syamsulhuda BM Undayani Cita Sari Unzila, Erliana Wida Khoirunnisa Widyaputri, Anak Agung Ayu Wanda Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Yudhanto, Yoga