Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

TANTANGAN EKSISTENSI PEMIMPIN DALAM MENGELOLA SDM DI ERA DIGITAL Novia Purnamasari; Martin Agusta; Isniar Budiarti; Dedi Sulistiyo; Siti Kurnia Rahayu
Jurnal Entrepreneur dan Manajemen Sains (JEMS) Vol. 7 No. 2 (2026): Juli
Publisher : UM. Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital transformation in healthcare services demands leadership that is not only adaptive to technological change but also capable of integrating knowledge, ethical values, and humanistic dimensions in human resource management. This study aims to analyze the existence of digital leadership at MAS Clinic from the perspective of the philosophy of science, particularly through the ontological, epistemological, and axiological dimensions. The research employs a qualitative approach with a reflective case study design within an interpretive paradigm that views social reality as a construction of meaning shaped through interpersonal interactions. Data were collected through in-depth interviews with leaders and staff, participatory observation of work processes, and digital documentation capturing managerial dynamics and clinical service practices. The findings reveal that leadership at MAS Clinic, ontologically, perceives staff as meaningful subjects embedded within a collectivist socio-cultural context, thereby manifesting leadership presence in an authentic and participatory manner. Epistemologically, leaders facilitate the creation of collective knowledge through digital-based mentoring and the SECI process by integrating tacit knowledge, explicit knowledge, and real-time digital data. Axiologically, digital leadership is oriented toward strengthening ethical values, humanism, and patient safety as primary priorities, while fostering an innovation culture grounded in moral values. These findings affirm that effective digital leadership in local healthcare service contexts is inherently humanistic and contextual rather than purely technocratic. Theoretically, this study contributes to the discourse on digital leadership grounded in the philosophy of science, while practically offering strategic references for clinic managers in implementing ethical and human-centered digital transformation.  Keywords: Digital Era, Leadership Existence, Healthcare Clinic, Human Resource Management, Leadership Challenges.
Peran Epistemologi Pengetahuan dalam Pembentukan Kompetensi untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan Rumah Sakit Randy Hermawan; Aditya Rifandi Zaenudin; Isniar Budiarti; Siti Kurnia Rahayu; Dedi Sulistiyo Soegoto
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i1.7415

Abstract

Kinerja tenaga kesehatan di rumah sakit sangat dipengaruhi oleh kemampuan mereka dalam memperoleh, mengolah, dan menerapkan pengetahuan secara tepat dalam praktik klinis. Namun, berbagai penelitian sebelumnya lebih banyak menyoroti pelatihan teknis dan manajemen pengetahuan tanpa mengulas bagaimana epistemologi pengetahuan membentuk kompetensi yang pada akhirnya meningkatkan kinerja. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh epistemologi pengetahuan terhadap kompetensi serta implikasinya bagi kinerja karyawan rumah sakit. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori melalui survei pada tenaga kesehatan yang terlibat dalam pelayanan langsung. Analisis data dilakukan menggunakan SEM–PLS dengan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap kompetensi, dan kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Selain itu, epistemologi pengetahuan juga memengaruhi kinerja secara langsung maupun tidak langsung melalui kompetensi sebagai variabel mediasi. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja tenaga kesehatan tidak hanya bergantung pada pelatihan teknis, melainkan juga pada penguatan kompetensi yang dibangun melalui dasar epistemologis pengetahuan. Implikasi praktis penelitian ini meliputi pentingnya penguatan budaya pembelajaran, mekanisme transfer pengetahuan, serta pengembangan kompetensi berbasis pengetahuan dalam manajemen rumah sakit.
Tinjauan Aksiologi Kebijakan Zero ODOL: Konflik Nilai Antara Keselamatan Berkendara Dan Efisiensi Ekonomi Pada Distribusi Air Minum R Budi - Setiawan; Isniar Budiarti; Siti Kurnia Rahayu; Dedi Sulistyo
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12489

Abstract

Kebijakan Zero Over Dimension Over Loading (Zero ODOL) dirancang untuk memperkuat keselamatan lalu lintas, melindungi infrastruktur jalan, dan menegakkan kepatuhan muatan kendaraan. Namun, pada distribusi air minum dalam kemasan rute Bandung-Jakarta, pembatasan Jumlah Berat yang Diizinkan (JBI) menimbulkan konflik nilai karena kapasitas angkut turun sementara biaya perjalanan relatif tetap. Penelitian ini bertujuan menganalisis konflik aksiologis antara nilai keselamatan berkendara dan efisiensi ekonomi serta merumuskan arah kebijakan yang lebih proporsional. Penelitian menggunakan desain deskriptif-evaluatif dengan pendekatan studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi operasional transporter, sedangkan data sekunder berasal dari regulasi, spesifikasi kendaraan, dan literatur transportasi. Analisis dilakukan melalui perbandingan tiga skenario muatan dan matriks nilai pemangku kepentingan. Hasil menunjukkan bahwa kepatuhan pada JBI Jalan Kelas II menurunkan kapasitas dari 1.152 menjadi 718 galon dan meningkatkan biaya satuan sebesar 60,4%, sedangkan kepatuhan pada JBI Jalan Kelas I menurunkan kapasitas menjadi 876 galon dan meningkatkan biaya satuan sebesar 31,5%. Secara aksiologis, keselamatan merupakan nilai dasar yang tidak dapat dipertukarkan, tetapi implementasinya perlu disertai penyesuaian tarif, peningkatan kelas jalan, pengawasan berbasis risiko, dan pembagian biaya kepatuhan agar tidak memindahkan seluruh beban kepada transporter dan konsumen.
Development of a Machine Learning Model for Estimating GRDP at Constant Prices (PDRB ADHK) for Regencies and Cities in West Java Lukito Angga Prasakti; Isniar Budiarti
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 4 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i4.53015

Abstract

Gross Regional Domestic Product (GRDP) at constant prices (ADHK) is a key indicator for measuring real economic growth at the regional level. However, estimating GRDP at the regency/city level in Indonesia still faces challenges related to limited real-time data availability, publication delays, and reliance on conventional statistical methods that are often unable to capture complex and nonlinear relationships. This research aims to develop and compare several machine learning models in estimating ADHK GRDP for 27 regencies/cities in West Java Province using data from 2010–2024. The study employs a quantitative explanatory approach with panel data consisting of 405 observations obtained from the West Java Open Data portal. Feature engineering was conducted by incorporating historical growth rates, temporal variables, and regional encoding to capture temporal dynamics and spatial heterogeneity. Four predictive models were developed, namely linear regression, Random Forest, Gradient Boosting, and Support Vector Regression (SVR), and were evaluated using RMSE, MAE, MAPE, and R² metrics with cross-validation. The results indicate that ensemble-based models outperform traditional methods, with Gradient Boosting demonstrating the best performance by achieving the lowest error values and the highest explanatory power. Random Forest also shows strong predictive capability, while linear regression yields the lowest accuracy. These findings highlight the superiority of machine learning, particularly tree-based ensemble methods, in modeling complex regional economic data. The study contributes to the limited literature on regency/city-level GRDP estimation in Indonesia and suggests that machine learning can serve as a reliable tool for supporting data-driven policy formulation.