Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH VARIASI DIAMETER SOIL CEMENT COLUMN SKALA LABORATORIUM UNTUK STABILISASI TANAH LEMPUNG PLASTISITAS TINGGI PADA INDEKS LIKUIDITAS 1 DAN 1.25 Duta Cahaya Marga Utama; Niken Silmi Surjandari; Bambang Setiawan
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36849

Abstract

Stabilisasi tanah merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki karakteristik pada tanah bermasalah. Tanah lempung plastisitas tinggi termasuk dalam tanah bermasalah karena mempunyai daya dukung rendah. Salah satu metode untuk meningkatkan daya dukung adalah stabilisasi tanah lempung menggunakan semen. Penelitian ini menggunakan tanah lempung plastisitas tinggi dari daerah Grogol, Sukoharjo yang dikondisikan kadar airnya pada indeks likuiditas (LI) 1 dan 1.25. Stabilisasi tanah ini berfokus pada pengurangan penurunan dengan variasi kolom ( 8 cm, 11 cm, dan 13 cm) pada perbandingan semen : tanah 25% dan faktor air semen 35%. Uji beban pelat dilakukan setelah masa perawatan 7 hari. Hasil uji beban pelat pada tanah dengan indeks likuiditas 1 dan 1.25, penurunan terendah terdapat pada kolom diameter 8 cm yaitu 6 cm dan 6.5 cm sedangkan penurunan tertinggi pada kolom 13 cm yaitu 7.1 cm dan 7.8 cm.
PREDIKSI STABILITAS LERENG MENGGUNAKAN ADAPTIVE NEURO-FUZZY METODE HYBRID Riksa Faisal; Niken Silmi Surjandari; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v6i3.36549

Abstract

Permasalahan yang terjadi di alam, didominasi hampir 80% permasalahan non linier atau mungkin lebih. Permasalahan ini sering ditemui pada bencana alam seperti tanah longsor. Terkadang dalam pengaplikasian suatu metode, tidak sesuai dengan yang direncanakan. Faktor-faktor luar yang tidak diperhitungkan dalam perencanaan, menjadi penyumbang utama permasalahan. Berbagai metode pendekatan digunakan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Penelitian ini akan menganalisis stabilitas lereng dengan menggunakan salah satu metode pendekatan dari Neuro-Fuzzy yaitu ANFIS.Sumber data yang digunakan merupakan lereng alami yang didapatkan dari beberapa penelitian sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metode hybrid ANFIS untuk mendapatkan prediksi SF. Fine tuning dilakukan pada rule maupun membership function untuk mendapatkan nilai keluaran yang tepat. Digunakan sejumah data yaitu: 60 Data, 50 Data, 40 Data, 30 Data, 20 Data yang divariasikan dalam bentuk Ganjil, Genap, Kelipatan, SF, Beda Tinggi, Beda Kohesi. Pengecekan hasil menggunakan pengujian RMSE dan Matrix Confusion.Hasil penelitian memperlihatkan bahwa predkisi antara SF ANFIS dan SF asli dipengaruhi oleh membership function, rule, jumlah data, pengacakan data, hasil output serta nilai jarak dari input. Prediksi ANFIS paling optimal terjadi pada 20 Data Varian SF yang menghasilkan nilai Recall sebesar 1, Precision sebesar 1, Accuracy sebesar 1, serta Error Rate sebesar 0.
PENGARUH PENGGUNAAN ELEKTROOSMOSIS TERHADAP PARAMETER KUAT GESER TANAH LEMPUNG Yusup Resha Atmaja; Niken Silmi Surjandari; Sholihin As'ad
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37488

Abstract

Tanah lempung dengan kadar air tinggi mempunyai kuat geser yang rendah, sehingga memerlukan perbaikan untuk meningkatkan kuat gesernya. Perbaikan pada tanah ini dapat dilakukan dengan mengurangi kandungan airnya, sehingga akan mempengaruhi kuat gesernya. Salah satu upaya untuk meningkatkan kuat geser tanah dengan metode elektroosmosis. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh penggunaan elektroosmosis terhadap parameter kuat geser tanah lempung. Penelitian ini menggunakan model fisik skala kecil di laboratorium dengan uji elektroosmosis tanpa dan dengan preloading. Pengujian ini menggunakan arus listrik searah (DC) dengan variasi beda potensial 3, 6, 9, dan 12 volt. Berdasarkan pengujian model laboratorium diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan elektroosmosis pada tanah lempung mampu menaikkan kohesi (c) dan sudut geser dalam (ø) tanah lempung. Kohesi mengalami kenaikan sebesar 9,52-118,75% dan sudut geser dalam naik sebesar 4,98-8,85% setelah pemberian beda potensial 3 volt. Semakin besar variasi beda potensial yang diberikan, kohesi dan sudut geser dalam juga semakin besar. Penggunaan preloading memberikan dampak kenaikan parameter kuat geser tanah yang cukup signifikan dari pada tanpa preloading. Semakin besar beda potensial, semakin optimal pula penggunaan preloading.
PERBANDINGAN DAYA DUKUNG PONDASI MINIPILE DAN SUMURAN MENGGUNAKAN METODE MEYERHOF, LCPC, DAN AOKI dan DE ALENCER Titin Ferryana Sugesti; Niken Silmi Surjandari; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.217 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36911

Abstract

Penyelidikan di lapangan untuk menentukan kapasitas dukung tiang sangat beragam dan masing-masing metode penyelidikan memiliki beberapa formula dalam menentukan kapasitas tiang. Hal ini tergantung parameter yang didapatkan oleh pengujian tersebut, jika pengujian tersebut dilakukan sebelum pelaksanaan konstruksi dan data yang didapatkannya adalah karakteristik tanah maka pengujian ini disebut rumus statis, sedangkan pengujian yang dilakukan pada saat pelaksanaan konstruksi dan data yang didapatkan oleh pengujian tersebut berupa parameter pemancangan maka pengujian ini digolongkan pengujian beban skala penuh. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Membandingkan aplikasi Metode Meyerhof dengan Metode LCPC apabila digunakan pada jenis pondasi minipile, (2) Membandingkan aplikasi Metode Meyerhof dengan Metode Aoki dan De Alencar apabila digunakan pada jenis pondasi sumuran, (3) Membandingkan aplikasi Metode Meyerhof apabila digunakan pada jenis pondasi minipile dan sumuran. Data yang digunakan untuk penelitian ini adalah data sekunder berupa data CPT sebanyak 15 titik data diperoleh dari beberapa proyek di daerah Surakarta. Jenis pondasi yang digunakan adalah pondasi minipile dan sumuran dan jenis tanah di lapangan diasumsikan lempung. Spesifikasi tiang yang digunakan diameter pondasi minipile & sumuran yaitu : Ø25 cm, Ø30 cm dan Ø35 cm. Berdasarkan hasil analisis kapasitas daya dukung Tanah dengan menggunakan beberapa metode yaitu Meyerhof, LCPC, dan Aoki dan De Alencar pada pondasi minipile dan sumuran didapat: (1) Perbandingan antara Metode Meyerhof dan Metode LCPC, setelah kedalaman 4 meter, ada perbedaan perilaku anatara metode Meyerhof dan metode LCPC, yaitu metode LCPC Ø25 cm menunjukkan hasil 125,07 ton, sedangkan Meyerhof Ø25 cm menunjukkan hasil 96,21 ton. (2) Perbandingan munjukkan bahwa hasil Qu (daya dukung) dari metode Meyerhof dan metode Aoki dan De Alencar menujukkan perbedaan yang signifikan, yaitu metode Aoki dan De Alencar Ø25 cm pada kedalaman 5 meter menunjukkan hasil 638,60 ton, sedangkan Meyerhof Ø25 cm menunjukkan hasil 256,73 ton. Hal ini terjadi karena banyak menggunakan faktor empirik yaitu Fb, Fs, qc(base), qc(side). (3) Perbandingan antar pondasi minipile dan sumuran menggunakan Metode Meyerhof, setelah kedalaman 4 meter, ada perbedaan perilaku antara pondasi minipile dan sumuran, yaitu pondasi sumuran Ø25 cm menunjukkan hasil 161,01 ton menunjukkan kenaikan, sedangkan minipile Ø25 cm menunjukkan hasil 96,21 ton.
ANALISIS STABILITAS LERENG MENGGUNAKAN SOFWARE GEO STUDIO 2007 DENGAN VARIASI KEMIRINGAN (STUDI KASUS: BUKIT GANOMAN KAB KARANGANYAR) Meilani Adriyati; Raden Harya Dananjaya; Niken Silmi Surjandari
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36943

Abstract

Setiap daerah memiliki keadaan tanah yang beragam, baik dari segi jenis tanah, daya dukung, maupun parameter lainnya dari tanah. Tentu saja hal tersebut dapat mengakibatkan daya dukung dan parameter tanah selalu berubah. Parameter tanah tersebut mencakup sudut geser tanah dan kohesi tanah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis stabilitas lereng dengan data primer yaitu uji properties dan pengujian geser langsung, Untuk analisis statistik, dilakukan perhitungan presentase tingkat kepercayaan 95%, 90%, 85%, dan 80% atau tingkat keyakinan dari nilai Safety Factor (SF) dengan menggunakan interval (n<30). Nilai tingkat kepercayaan 95%, 90%, 85%, dan 80% menghasilkan grafik hubungan Safety Factor dengan kemiringan 36,69°, 36,87°, dan 42,51° dengan kondisi lereng yang sangat labil, dibuktikan dengan nilai rata-rata mendekati SF 1,07 yang hampir mendekati batas longsor. Nilai 95% adalah nilai tingkat keyakinan yang paling mendekati terjadinya kejadian keruntuhan lereng wilayah Bukit Gonaman, pada nilai 5% adalah presentase data yang meleset dari analisis. Kesimpulan bahwa lereng dengan kemiringan > 55° merupakan lereng dengan kondisi kritis.
ANALISIS PENURUNAN DAN DAYA DUKUNG FONDASI KONSTRUKSI SARANG LABA-LABA PADA TANAH LUNAK Tita Maya Bella; Niken Silmi Surjandari; Bambang Setiawan
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.925 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36959

Abstract

Penurunan tanah merupakan fenomena yang sering terjadi di Indonesia akhir-akhir ini, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan lain-lain. Salah satu gedung yang berada di kota Semarang akan menjadi topik dalam penelitian ini. Tanah dasar dari lokasi bangunan berupa lapisan tanah lempung lunak dan fungsi bangunan sebagai gedung perkantoran. Gedung tersebut menggunakan fondasi konstruksi sarang laba-laba (KSLL). Tujuan dari skripsi ini untuk menghitung daya dukung fondasi dan penurunan menggunakan metode empiris. Metode empiris untuk menghitung daya dukung menggunakan persamaan Meyerhof (1963), penurunan segera dihitung menggunakan persamaan Janbu et al. (1956) dan penurunan konsolidasi primer dihitung pada kondisi lempung terkonsolidasi normal. Tambahan tegangan tanah dihitung menggunakan persamaan Boussinesq. Hasil analisis daya dukung ultimit menggunakan metode empiris sebesar 422,173 kN/m2 dan penurunan sebesar 44,846 cm. Fondasi KSLL saja kurang cocok diterapkan pada tanah lunak karena penurunan masih jauh dari batas penurunan maksimum sebesar 65-100 mm.
STABILISASI TANAH GAMBUT MENGGUNAKAN CAMPURAN SERBUK BATA MERAH DITINJAU DARI PENGUJIAN CBR Deki Tecnikal; Niken Silmi Surjandari; Raden Harya Dananjaya
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.447 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37088

Abstract

Tahan gambut merupakan tanah yang tidak baik untuk kontruksi,dimana memeiliki daya dukung yang kurang baik dan memiliki nilai CBR rendah. Banyak cara untuk menstabilisasikan tanah salah satunya yaitu dengan cara stabilisasi kimia dengan stabilisasi yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan daya dukung yang standar untuk sebuah kontruksidan mengurangi sifat yang kurang baik dari tanah tersebut. Campuran serbuk bata merah dapat menutupi rongga pori tanah sehingga bisa meningkatkan daya dukung tanah. Penelitian ini dilakukan untuk mencari pengaruh dari penamabahan serbuk bata merah dengan beberapa varian prosentase , dengan pengujian CBR laboratorium terendam dan tidak terendam dengan mengacu pada standar ASTM 2002. (Annual Book of ASTM Standards).. Dari hasil penngujian penambahan serbuk bata merah terhadap tanah gambut dapat menaikkan nilai CBR baik terendam dan tidak terendam , dimana nilai CBR terendam bisa mencapai titik optimumpada nilai 4,97% dan untuk CBR tidak terendam pada nilai 5,47%. Dimana nilai tersebut didapatkan pada varian campuran 11% serbuk bata merah.
PERUBAHAN PARAMETER KONSOLIDASI TANAH LEMPUNG TANON YANG DICAMPUR ABU AMPAS TEBU Adib Syarifudin; Noegroho Djarwanti; Niken Silmi Surjandari
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.293 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37487

Abstract

Tanah tidak hanya sebagai bahan bangunan, tetapi juga berfungsi sebagai pendukung kekuatan konstruksi dasar bangunan. Saat menerima beban akan terjadi penurunan pada tanah, untuk tanah lempung penurunan dapat berlangsung dalam waktu lama. Permasalahan yang diakibatkan penurunan tanah seperti terlihat didaerah Tanon, Sragen, antara lain pada musim hujan tanah bersifat lembek dan daya dukung menjadi rendah, retak-retak pada dinding rumah, jalan bergelombang serta penurunan badan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter indeks pemampatan (Cc), koefisien konsolidasi (Cv), penurunan konsolidasi (Sc) dan waktu penurunan (t)akibat dicampur abu ampas tebu. Abu ampas tebu digunakan sebagai bahan stabilisasi tanah dengan variasi campuran 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% dari berat kering tanah. Uji konsolidasi satu dimensi dilakukan untuk mendapatkan nilai indeks pemampatan (Cc), koefisien konsolidasi (Cv). Teori penurunan konsolidasi satu dimensi Terzaghi digunakan untuk menghitung penurunan konsolidasi (Sc) dan waktu penurunan (t). Sampel uji konsolidasi menggunakan kadar air optimum dari hasil pengujian pemadatan standard Proctor. Analisis data yang diperoleh untuk mengetahui pengaruh abu ampas tebu terhadap tanah lempung Tanon. Hasil pengujian konsolidasi tanah asli menunjukkan bahwa indeks pemampatan (Cc) laboratoriumdan lapangan masing-masing sebesar 0,322 dan 0,365 serta koefisien konsolidasi (Cv)sebesar 0,0224 cm2/det. Penurunan rata-rata nilai Cclaboratoriumsebesar 16,07% dan Cclapangansebesar 19,87% serta kenaikan rata-rata Cv sebesar 9,79% pada penambahan abu ampas tebu variasi 20%. Penurunan konsolidasi (Sc) semakin berkurang dan waktu penurunan (t) akan semakin cepat seiring penambahan abu ampas tebu. Perubahan parameter konsolidasi terbesar dicapai pada campuran 20% abu ampas tebu.
PENGARUH PENAMBAHAN ABU AMPAS TEBU TERHADAP UJI KUAT GESER TANAH LEMPUNG TANON Mochamad Syarifudin; Noegroho Djarwanti; Niken Silmi Surjandari
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i4.37375

Abstract

Tanah Tanon di desa Jono kecamatan Tanon merupakan tanah yang bermasalah.Hal ini dapat dilihat pada tanah, antara lain retak-retak dan keras pada musim kemarau sedangkan pada musim hujan tanah bersifat lembek, lengket, sehingga daya dukungnya menjadi rendah.Daya dukung tanah dipengaruhi oleh parameter kohesi (c) dan sudut gesek dalam (?).Stabilisasi tanah bertujuan untuk meningkatkan sifat teknis tanah.Pemanfaatan abu ampas tebu (AAT) sebagai bahan stabilisasi diharapkan dapat mengurangi limbah pabrik gula, meningkatkan nilai ekonomis AAT dan memperbaiki sifat teknis tanah.Penelitian ini menggunakan AAT sebagai bahan stabilisasi dengan variasi campuran 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% dari berat kering tanah. Selanjutnya dilakukan pengujian Triaxialunconsolidated undrained (UU) untuk mencari nilai c dan ? dan persamaan empiris Terzaghi untuk mencari nilai daya dukung ultimate pada tanah lempung.Hasil penelitian Triaxial UU menunjukan bahwa nilai kohesi (c) akan semakin menurun seiring bertambahnya AAT dari 123,303 kN/m2 pada tanah asli menjadi 42,565 kN/m2 pada penambahan AAT 20%. Nilai sudut gesek dalam mengalami peningkatan pada penambahan AAT 5% yaitu dari 28,3580 pada tanah asli menjadi 35,5870 pada penambahan AAT 5%. Nilai daya dukung ultimate (qu) mengalami peningkatan pada penambahan AAT 5% yaitu dari 4515,744 kN/m2 pada tanah asli menjadi 4951,622 kN/m2 pada penambahan AAT 5%.Nilai qu maksimum diperoleh pada penambahan AAT 5%.
PEMETAAN ZONA KERENTANAN PADA LERENG SUSCEPTIBILITY LANDSLIDES ZONE MAPPING ON THE SLOPES Asri Pangesthi Nugrahanti Putri; Raden Harya Dananjaya; Niken Silmi Surjandari
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36906

Abstract

Tanah longsor atau gerakan massa tanah merupakan salah satu bencana alam yang sering melanda daerah perbukitan. Penelitian ini melakukan analisis terhadap lereng yang berada di Jl. Cijeungjing - Situraja lama Kabupaten Sumedang. Analisis ini untuk mengetahui hasil pemetaan longsor berdasar lebar klaster, pengaruh lebar klaster peta safety factor (SF) dan lapisan tanah pada analisis SF. Metode Morgenstern-Price untuk perhitungan nilai SF dengan bantuan software Geoteknik dan software Geographic Information System (GIS). Data untuk analisis ini berupa data parameter tanah hasil tespit, borlog dan data kontur tanah sebelum pembangunan bendung. Hasil akhir yang didapat dari analisis tersebut adalah peta elevasi berdasarkan lapisan tanah, sudut kemiringan lereng, dan peta SF bedasarkan lebar klaster. Peta lokasi penelitian didominasi dengan daerah lereng stabil. Perbedaan analisis pada klaster dengan lebar 15 dan 30 meter mempengaruhi ketelitian penyajian peta dan analisis perhitungan. Kondisi lereng dengan tanah yang berlapis lapis menghasilkan lereng dengan perbedaan nilai parameter lapisan tanah. Kedalaman lapisan tanah yang bervariasi menyebabkan letak pertemuan antar lapisan tanah yang beragam dan akan menghasilkan perbedaan nilai SF.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Majid Ade Kurnia Adib Syarifudin Adriyati, Meilani Afandi, Heri Agus P. Saido Agus P. Saido Alif Muzakki Amirotul Musthofiah Mahmudah Amirotul Musthofiah Mufidah Andi Tri Utomo Ardli Surakhmad Ari Purnomo Arrozi, Muh. Fachrudin Ary Setyawan As'ad, Sholihin Asri Pangesthi Nugrahanti Putri Atmaja, Yusup Resha Bahtiar, Muhammad Agus Bambang Setiawan Bella, Tita Maya Budhi Sulistyanto Budi Yulianto Chris Andre Immanuel Berutu Chrismaningwang, Galuh Deki Tecnikal Diliaristianto, Kurniawan Diyah Naili Fauziyah Djarwanti, Noegroho Djarwanti, Noegroho Djarwati, Noegroho Djarwati, Noegroho Duta Cahaya Marga Utama Elok Fajar Sagita Emha, Fieza Abraham Etika Cahyaning Utami Faisal, Riksa Fauziyah, Diyah Naili Febrian Rizal Trisatya Fieza Abraham Emha Firman Nugraha Freddy, Zefania Iqnes Galuh Chrismaningwang Habib Abduljabar Waskito Hakim, Naufal Herfin Ardita Prastiwi Heri Afandi Hermawan, Reza Bagus Hernowo, Lugut Tri Heru Pujianto Hesti Indrabaskara, Raden Harya Dananjaya Hilyanto, Rizal Raissa Hosiana, Nikita Immanuel Berutu, Chris Andre Insan Prasasti, Insan Kalimanto, Demarda Kalimanto, Demarda Kristianto, Angga Kristianto, Angga Kurniawan Diliaristianto Kusriyanto, Nur Sahid Lailaningrum, Shita Rosita Lugut Tri Hernowo M Zikry Tawakkal Mahfuzh, Andika Syahal Mahmudah Mahmudah Mahmudah, Amirotul Musthofiah Majid, Rensia Erlyana Mamok Suprapto Manurung, Ridho Manurung, Ridho Marga Utama, Duta Cahaya Masanggun Velentina Meilani Adriyati Mochamad Syarifudin Mohammad Shofiyyulloh Mufidah, Amirotul Musthofiah Muh. Fachrudin Arrozi Muhammad Agus Bahtiar Muhammad Bithriq Yusyfa Mustofa Agung Santoso Muzakki, Alif Nafisah Umri Ukroi Nasrulloh Nasrulloh Nasrulloh Nasrulloh Naufal Hakim Neura Citra Utami Noegroho Djarwanti Noegroho Djarwati nugraha, firman Nugrahanti Putri, Asri Pangesthi Nugrahanto, Terta Nur Sahid Kusriyanto Nurfauziyah, Imtinan Nurrohman, Irvan Nurrosied, Imam Nyco Maulana Wicaksono Prabawa, Desta Prabawa, Desta Pramitasari, Agnes Prastiwi, Herfin Ardita Priambodo, Danang Pujianto, Heru Purnomo, Ari Purnomo, M Toni Agus Putra, Try Darma Putri, Nada Hanifah R. Harya Dananjaya Hesti I Raden Harya Dananjaya Raden Harya Dananjaya, Raden Harya Rahayu Kusumawati, Rahayu Rahma, Rafinda Ramdhani, Martha Rensia Erlyana Majid Rifai, Rahman Riksa Faisal Rizal Raissa Hilyanto Rizki, Dwi Rostikasari, Astri Rostikasari, Astri Sagita, Elok Fajar Salwa, Atilla Santoso, Mustofa Agung Sawato Gea, Jermy Iwada Setiono Setiono Setiono Setiono Shita Rosita Lailaningrum Sholihin As&#039;ad Sholihin As’ad Sugesti, Titin Ferryana Suhaemi, Muhammad Sulistyanto, Budhi Sumiyati Gunawan, Sumiyati Surakhmad, Ardli Suryo Pangeran Wenang Syarifudin, Adib Syarifudin, Mochamad Tawakkal, M Zikry Tecnikal, Deki Terta Nugrahanto Tita Maya Bella Titin Ferryana Sugesti Trisatya, Febrian Rizal Try Darma Putra Ukroi, Nafisah Umri Utami, Etika Cahyaning Utami, Neura Citra Utomo, Andi Tri Utomo, Vian Prasetya Velentina, Masanggun Wafda Salsabila Wahyudianto, Kurniadi Waskito, Habib Abduljabar Weninggar Galih Prastiti Wennya Ajeng Mardi Gracia Rah Sheen Wicaksono, Nyco Maulana Widia Nur Arini Widya Okta Hidayani Windy Dwi Noviyanti Winner Wibisono Witya Marta Qomariyah Yasir, Farid Yusep Purwana Muslih Yusup Resha Atmaja Yusyfa, Muhammad Bithriq Zefania Iqnes Freddy