Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS STABILITAS LERENG AKIBAT BEBAN HUJAN HARIAN MAKSIMUM BULANAN DAN BEBAN LALU LINTAS (Studi Kasus : Desa Mangunharjo, Jatipurno, Wonogiri) Kalimanto, Demarda; Surjandari, Niken Silmi; Dananjaya, Raden Harya
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.468 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.36999

Abstract

Kabupaten Wonogiri jika ditinjau dari pemetaan tanah merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang memiliki potensi longsor tinggi dikarenakan memiliki kenampakan tanah berbentuk lereng dan perbukitan. Kemiringan tanah, curah hujan dan infrastruktur diatas tanah menyebabkan beban semakin berat sehingga meningkatkan potensi terjadi bencana tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hujan harian maksimum bulanan dan beban lalu lintas terhadap stabilitas lereng di Desa Mangunharjo, Jatipurno, Wonogiri. Data hujan yang dihitung sebagai beban lereng diamati pada bulan basah selama periode sepuluh tahun dari 2004 - 2013. Data beban lalu lintas didasarkan pada kriteria jalan. Variasi kemiringan lereng 30°, 45°, 60° dan kemiringan asli lereng yaitu 42°. Perhitungan infiltrasi air hujan yang masuk ke dalam tanah menggunakan metode Green-Ampt. Analisis stabilitas lereng menggunakan metode finite element. Hasil analisis stabilitas lereng dengan kondisi sebelum hujan dan setelah hujan terjadi penurunan. Penurunan nilai faktor keamanan diakibatkan adanya hujan, beban diatas lereng, dan kemiringan lereng. Pada kemiringan 60° menunjukkan nilai faktor keamanan (SF) dibawah SF kritis sebesar 1,25 sehingga lereng dengan kemiringan sudut 60° memiliki potensi untuk tanah longsor.
ANALISIS STABILITAS LERENG AKIBAT BEBAN HUJAN HARIAN MAKSIMUM BULANAN DAN BEBAN LALU LINTAS (Studi Kasus : Desa Tambakmerang, Girimarto, Wonogiri) Prabawa, Desta; Surjandari, Niken Silmi; Djarwanti, Noegroho
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.135 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.36994

Abstract

Wonogiri merupakan daerah di Indonesia yang kondisi geografisnya terdiri atas banyak bukit dan lereng. Infrastruktur diatas lereng dan musim penghujan menyebabkan beban semakin berat sehingga meningkatkan potensi terjadi bencana tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hujan harian maksimum bulanan dan beban lalu lintas terhadap stabilitas lereng di Desa Tambakmerang, Girimarto, Wonogiri. Data hujan yang dihitung sebagai beban lereng diamati pada bulan basah selama periode sepuluh tahun dari 2004 - 2013. Data beban lalu lintas didasarkan pada kriteria jalan. Variasi kemiringan lereng 30°, 45°, 60° dan kemiringan eksisting lereng dengan pengamatan visual 48°. Perhitungan infiltrasi air hujan yang masuk ke dalam tanah menggunakan metode Green-Ampt. Analisa stabilitas lereng menggunakan metode Morgenstern-Price dengan bantuan program Slope/W. Hasil analisa stabilitas lereng dengan kondisi sebelum hujan pada sudut 30°, 45°, 48°, dan 60° menghasilkan angka keamanan (SF) berturut-turut yaitu 2.241, 1.67, 1.59, dan 1.351. Pada kondisi setelah hujan dengan pembebanan paling besar menunjukan angka keamanan (SF) pada sudut 30° adalah 2.215, pada sudut 45° adalah 1.646, pada sudut 48° adalah 1.563, dan pada sudut 60°adalah 1.317. Hubungan angka keamanan dengan tahun analisis menunjukan bahwa bulan yang paling kritis nilai SF terjadi pada bulan Desember 2007, sedangkan rerata bulan selama kurun waktu 10 tahun bulan paling kritis terjadi di bulan Februari. Kedua kondisi tersebut menunjukan angka keamanan (SF) diatas SF kritis sebesar 1.07 sehingga lereng masih aman terhadap bahaya tanah longsor. Hasil analisa menunjukan bahwa hujan, beban diatas lereng, dan kemiringan lereng berpengaruh terhadap penurunan angka keamanan (SF).
ANALISIS STABILITAS LERENG BERDASARKAN HUJAN 3 HARI BERURUTAN DI DAS TIRTOMOYO (Studi kasus Desa Damon, Hargorejo, Wonogiri) Manurung, Ridho; Surjandari, Niken Silmi; Djarwati, Noegroho
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.322 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37115

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh hujan 3 hari berurutan terhadap kestabilan lereng pada kemiringan yang berbeda. Hujan 3 hari berurutan yaitu hujan yang terjadi pada tiga hari berturut-turut meskipun dengan durasi singkat. Analisis stabilitas lereng di lakukan untuk mengetahui keamanan dari suatu lereng. Perubahan tata guna lahan, infiltrasi air hujan akan berpengaruh terhadap kondisi hidrologi lereng karena perubahan tingkat kejenuhan dan tekanan air pori. Perubahan aspek tersebut akan berpengaruh terhadap sifat tanah penutup lereng, misalnya nilai berat isi tanah, kohesi dan sudut gesek. Selain kondisi hidrologi aspek yang sangat berpengaruh terhadap kestabilan lereng adalah kemiringan lereng dimana keadaan lereng semakin curam maka stabilitas lereng nilai keamanannya semakin kecil. Lokasi penelitian terletak di Dusun Damon, Hargorejo, Wonogiri. Dari lokasi penelitian diambil sampel tanah untuk mengetahui data properties tanah (?, ?, dan c). Sampel tanah menunjukkan bahwa jenis tanah berupa pasir berlempung, campuran pasir-lempung. Stabilitas lereng dimodelkan dengan variasi kemiringan 30°, 40°, 45°, 50°, 60° dan 65°. Analisis stabilitas lereng menggunakan limit equilibrium method. Data hujan yang digunakan antara tahun 2004 sampai 2013 dengan menganalisis infiltrasi setiap bulan basah yaitu pada Bulan November, Desember, Januari, Februari, Maret dan April. Metode SCS CN digunakan untuk mengubah hujan menjadi beban lereng dengan menghitung infiltrasi yang terjadi sesuai tutupan lahan. Infiltrasi air hujan akan menyebabkan tanah menjadi jenuh dengan ketebalan tertentu. Hasil analisis menunjukkan kondisi sebelum terjadi hujan di kemiringan 30°, 40°, 45° dan 50° safety factor aman, kemiringan 60° dan 65° safety factor kritis. Infiltrasi hujan tertingggi terjadi pada Bulan Maret Tahun 2010 dan 2012 dengan intensitas hujan sebesar 195,6 mm dan 189,9 mm. Adanya infiltrasi menyatakan sudut 30°, 40°, 45° dan 50° nilai safety factor tidak dalam keadaan kritis, sudut 60° dan 65° menyatakan nilai safety factor dalam keadaan kritis. Hal ini mengindikasikan bahwa hujan dan kemiringan lereng sangat mempengaruhi nilai stabilitas lereng.
PENGARUH PENGGUNAAN ELEKTROOSMOSIS TERHADAP TEKANAN AIR PORI PADA TANAH LEMPUNG Majid, Abdul; Surjandari, Niken Silmi; As'ad, Sholihin
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.724 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37489

Abstract

Tanah lempung dengan kadar air tinggi kurang memenuhi syarat sebagai tempat mendirikan suatu bangunan Elektroosmosis adalah salah satu metode perbaikan tanah lempung dengan pengaturan drainase menggunakan arus searah (DC) secara langsung. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan elektroosmosis terhadap tekanan air pori tanah lempung. Metode elektroosmosis dibuat model fisik di laboratorium. Bahan elektroda adalah tembaga dengan konduktivitas listrik yang tinggi, yaitu sebesar 6 x 107 ?m. Model elektroosmosis dalam bentuk box ukuran 30x30x15 cm dengan variasi beda potensial 0, 3, 6, 9 dan 12 volt. Uji elektroosmosis diberi perlakuan tanpa preloading dan dengan preloading. Pengamatan yang dilakukan adalah ketinggian muka air tanah untuk mendapatkan nilai tekanan air pori dengan pengamatan setiap 24 jam selama 3 hari pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi beda potensial yang diberikan pada uji model elektroosmosis kondisi tanpa preloading dan dengan preloading semakin besar dan semakin cepat penurunan tekanan air pori dengan penurunan terbesar terjadi pada beda potensial 12 Volt. Pada kondisi tanpa preloading dan dengan preloading. penurunan tekanan air pori terbesar dan tercepat terjadi di daerah anoda. Uji model elektroosmosis pada kondisi preloading mengalami penurunan tekanan air pori yang lebih besar dan lebih cepat daripada kondisi tanpa preloading.
KORELASI INDEKS KOMPRESI (Cc) DENGAN PARAMETER KADAR AIR ALAMIAH (wn) DAN INDEKS PLASTISITAS (IP) Rostikasari, Astri; Surjandari, Niken Silmi; Djarwanti, Noegroho
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.835 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.37014

Abstract

Indeks kompresi (Cc) merupakan salah satu parameter yang sangat berpengaruh pada penurunan yang terjadi akibat proses konsolidasi tanah pendukung, terutama pada lapisan tanah lunak. Untuk mendapatkan parameter indeks kompresi (Cc) dilakukan pengujian laboratorium dengan alat uji oedometer. Akan tetapi pengujian ini banyak memakan waktu serta diperlukan adanya pengawasan dan ketelitian, maka sering diinginkan untuk memperoleh nilai indeks kompresi (Cc) dengan menggunakan parameter tanah lainnya yang lebih mudah untuk ditentukan. Terdapat rumus-rumus empiris yang dapat digunakan untuk memudahkan dalam mencari nilai indeks kompresi (Cc) yang telah dibuat oleh para peneliti terdahulu antara lain Naccl et al. (1975) untuk lempung yang dibentuk kembali (remolded clays), Azzouuz (1976) untuk tanah lempung Chicago dan tanah organik, gambut dan Nugrahanto (2014) yang melakukan penelitian untuk mencari persamaan indeks kompresi (Cc) tanah dengan parameter batas cair (LL), angka pori (eo) dan indeks plastitas (IP) untuk tanah yang ada di Pulau Jawa dan Kalimantan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari persamaan indeks kompresi (Cc) dengan parameter kadar air alamiah (wn) dan indeks plastisitas (IP) dengan menggunakan tanah yang ada di beberapa wilayah di Pulau Sumatera dan dibandingkan dengan indeks kompresi (Cc) hasil penelitian sebelumnya. Penelitian ini menggunakan data dari lapangan yang berupa data sekunder, kemudian dipilih dengan batasan nilai indeks plastisitas >17% dan prosentase butiran halus >50%. Sebanyak 2/3 dari data sekunder dianalaisis dengan metode statistika untuk mendapatkan persamaan regresi linier. Dilanjutkan dengan uji signifikansi (uji t), uji normalitas, uji homogenitas, uji linieritas dan verifikasi dengan Cc penelitian sebelumnya. Hasil dari data yang dianalisis dengan metode statistika menghasilkan persamaan Cc = 0,0055(IP) dan Cc = 0,0049wn, korelasi terbaik didapatkan dari dari persamaan Cc = 0,0049wn dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,9243 atau 92,43%. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa persamaan indeks kompresi, Cc = 0,0055(IP) dan Cc = 0,0049wn menghasilkan nilai yang lebih kecil dibandingkan dengan indeks kompresi (Cc) hasil penelitian sebelumnya.
PENGARUH POLA SUSUNAN KOLOM PASIR SEBAGAI DRAINASE VERTIKAL DUA ARAH TERHADAP KECEPATAN PENURUNAN TANAH LUNAK Priambodo, Danang; Setiawan, Bambang; Surjandari, Niken Silmi
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.336 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i1.36529

Abstract

Tanah lunak merupakan jenis tanah bermasalah yang mempunyai karakteristik daya dukung rendah, tingkat kompresibilitas tinggi dan waktu konsolidasinya yang sangat lama. Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui pengaruh penambahan dan bentuk pola susunan kolom pasir yang difungsikan sebagai drainase vertikal dua arah pada tanah lunak. Pengujian dilakukan dengan memberikan beban seberat 40 kg yang diletakkan di atas pelat selama 21 hari yang dilanjutkan dengan proses unloading selama 7 hari pada model tanpa kolom pasir dan model dengan kolom pasir pola bujur sangkar serta segitiga. Selama kurun waktu tersebut diperhatikan parameter nilai Cc dan Cv, elevasi permukaan harian serta kadar air pasir dan tanah lunak tiga harian dari setiap model. Hasil uji konsolidasi menunjukkan bahwa model dengan kolom pasir pola segitiga memiliki nilai Ccdan Cv setelah pembebanan paling besar dibandingkan model lainnya dengan 0,852 dan 0,041 cm2/detik. Berdasarkan hasil pengukuran besar elevasi permukaan harian, model dengan kolom pasir pola segitiga juga memiliki penurunan permukaan tercepat, hal ini ditunjukkan dengan gradien grafiknya yang paling curam dibandingkan dengan model lainnya. Penurunan permukaan yang terjadi diiringi dengan meningkatnya kadar air pasir dan turunnya kadar air tanah lunak yang nilainya berbanding lurus dengan besarnya penurunan yang dialami.
ANALISIS DEFLEKSI LATERAL TIANG TUNGGAL FREE-END PILE PADA TANAH KOHESIF Kristianto, Angga; Surjandari, Niken Silmi; Djarwanti, Noegroho
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.045 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36877

Abstract

Pondasi tiang pancang didesain untuk mendukung beban aksial maupun beban lateral. Salah satu faktor penting dalam perencanaan struktur-struktur bangunan tinggi adalah beban lateral. Beban lateral yang bekerja pada tiang pancang mengakibatkan terjadinya defleksi atau pergeseran. Besarnya defleksi yang terjadi pada tiang dapat diketahui dengan melakukan pengujian lapangan atau yang sering disebut dengan lateral test. Selain melakukan pengujian lateral test, besarnya defleksi lateral tiang juga dapat dianalisis menggunakan metode Broms (1964), metode elemen hingga dan metode beda hingga (p-y curve). Penelitian ini akan mengamati analisis defleksi dan kapasitas lateral tiang tunggal free-end pile pada tanah kohesif. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil bahwa nilai defleksi maksimum tiang menurut metode Broms (1964), metode elemen hingga, metode beda hingga (p-y curve), dan hasil uji lateral test berturut-turut sebesar 116,6457 mm; 55,16 mm; 68,059 mm; 55,74 mm. Perbandingan defleksi lateral menunjukkan hasil analisa metode elemen hingga dan metode beda hingga (p-y curve) lebih mendekati hasil uji lateral test dibandingkan dengan metode Broms (1964), hal ini dikarenakan parameter tanah dan parameter tiang pada metode elemen hingga dan metode beda hingga (p-y curve) lebih detail dibandingkan dengan metode Broms (1964) yang hanya berdasarkan korelasi dalam analisisnya..
PERBANDINGAN DEFORMASI TANAH LEMPUNG PLASTISITAS TINGGI DENGAN PENAMBAHAN SAMPAH PLASTIK MENGGUNAKAN UJI LABORATORIUM DAN ANALISIS METODE ELEMEN HINGGA Mahmudah, Mahmudah; Dananjaya, Raden Harya; Surjandari, Niken Silmi
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.907 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36855

Abstract

Salah satu penyebab pencemaran lingkungan di Indonesia adalah banyaknya sampah plastik yang terbuang di alam. Maka dari itu, diperlukan suatu langkah yang tepat dalam menyelesaikan masalah sampah plastik ini. Salah satunya digunakan sebagai campuran bahan konstruksi sehingga diharapkan mampu memperbaiki kondisi tanah yang bermasalah, salah satunya tanah lempung plastisitas tinggi. Penelitian ini berupa usaha stabilisasi tanah lempung plastisitas tinggi dengan penambahan material lain berupa sampah plastik. Selain itu, digunakan metode elemen hingga untuk memperkirakan deformasi yang terjadi pada kadar plastik tertentu. Stabilisasi tanah ini menggunakan penambahan sampah plastik dengan variasi kadar dan ukuran plastik jenis Polyethylene Terephthalate (PET) seperti botol air mineral. Variasi kadar yang digunakan adalah 0.1%, 0.2%, 0.3%, 0.4%, dan 0.5% dari berat tanah kering. Sampah plastik dipotong dengan variasi ukuran 1cm x 1cm, 2cm x 1cm, 3cm x 1cm, 4cm x 1cm, dan 5cm x 1cm. Data hasil pengujian UCS digunakan sebagai input data pada analisis metode elemen hingga untuk memprediksi nilai deformasi pada kadar tertentu. Hasil penelitian ini adalah penambahan sampah plastik ke dalam tanah dapat meningkatkan kuat tekan tanah dan menurunkan deformasi yang terjadi. Analisis metode elemen hingga yang dilakukan cukup akurat karena perbandingan deformasi yang dihasilkan oleh pengujian dan analisis metode elemen hingga hanya terdapat sedikit perbedaan, dengan nilai rata-rata selisih antara keduanya sebesar 0.02 cm.
ANALISIS PONDASI GABUNGAN TELAPAK DAN SUMURAN (TELASUR) DENGAN VARIASI RASIO KEDALAMAN DAN LEBAR TELAPAK (B = 1,5 M) PADA TANAH LEMPUNG HOMOGEN Rifai, Rahman; Surjandari, Niken Silmi; Dananjaya, Raden Harya
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.802 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i3.36550

Abstract

Pondasi gabungan telapak dan sumuran (telasur) merupakan salah satu alternatif modifikasi pondasi untuk bangunan kategori beban menengah. Penggunaan gabungan pondasi ini diharapkan dapat mengurangi besarnya penurunan dan meningkatkan daya dukung dibandingkan dengan hanya menggunakan pondasi telapak atau sumuran saja. Penelitian ini memodelkan pondasi gabungan telapak dan sumuran (Pondasi Telasur) dengan variasi rasio kedalaman dan lebar telapak (Df/B) pada tanah lempung homogen dengan nilai B=1,5 m. Analisis perilaku pondasi telasur menggunakan pemodelan dengan metode elemen hingga. Hasil penelitian menunjukkan perilaku grafik penurunan terhadap beban untuk pondasi telapak, sumuran, serta pondasi gabungan memiliki perilaku yang sama dengan grafik penurunan terhadap beban pada tanah lempung. Adanya pengurangan nilai penurunan yang terjadi akibat beban pada pondasi gabungan dibandingkan dengan menggunakan pondasi telapak atau sumuran saja. Semakin besar nilai rasio, memberikan nilai penurunan yang semakin kecil.
PENGARUH ELEKTROOSMOSIS PADA TANAH LEMPUNG DITINJAU DARI PARAMETER KONSOLIDASI TANAH Herfin Ardita Prastiwi; Niken Silmi Surjandari; Yuseph Muslih Purwana
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.644 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37097

Abstract

Tanah lempung dengan kadar air yang tinggi memiliki daya dukung tanah yang rendah, plastisitas yang tinggi, kembang susut yang relatif besar, kuat geser yang rendah dan permeabilitas yang rendah mengakibatkan penurunan yang besar. Perbaikan tanah diperlukan guna memperbaiki sifat fisik dari tanah lempung. Metode elektroosmosis merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengurangi kadar air pada tanah lempung dengan mengaliri arus listrik searah (DC). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh elektroosmosis pada tanah lempung ditinjau dari parameter konsolidasi tanah sehingga mendapatkan nilai indeks pemampatan (Cc), koefisien konsolidasi (Cv), penurunan (Sc) dan lama penurunan (t). Penelitian ini dilakukan percobaan uji model fisik ditinjau dari parameter konsolidasi tanah lempung dibawah pengaruh elektroosmosis tanpa preloading dan dengan preloading di laboratorium. Model elektroosmosis berbentuk box berukuran 30 x 30 x 15 cm dengan pemberian beda potensial 0, 4.5, 9, 12 V. Hasil konsolidasi tanah parameter nilai Cc semakin tinggi beda potensial dan preloading yang diberikan maka semakin kecil nilai Cc. Tanpa preloading pada anoda Cc = 0,476 dan dengan preloading Cc = 0,453. Parameter nilai Cv terjadi titik balik voltase pada posisi anoda Cv = 0,070 cm²/det beda potesial 10 V dan pada posisi katoda nilai Cv = 0,054 cm²/det beda potensial 11 V. Nilai Sc yang diberi elektroosmosis dengan preloading pada beda potensial 12 V posisi anoda Sc = 0,946 g/cm2 lebih kecil dibanding nilai Sc yang diberi elektroosmosis tanpa preloading pada beda potensial 12 V posisi anoda Sc = 1,030 g/cm2. Semakin besar beda potensial dan preloading yang diberikan semakin cepat waktu penurunan yang terjadi, tanpa preloading posisi anoda beda potensial 12 V nilai t = 1,161 hari dan dengan preloading t = 1,389 hari. Volume air yang keluar pada beda potensial 12 V tanpa preloading 180 ml lebih sedikit dibanding volume air yang keluar dengan preloading 343 ml.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Majid Ade Kurnia Adib Syarifudin Adriyati, Meilani Afandi, Heri Agus P. Saido Agus P. Saido Alif Muzakki Amirotul Musthofiah Mahmudah Amirotul Musthofiah Mufidah Andi Tri Utomo Ardli Surakhmad Ari Purnomo Arrozi, Muh. Fachrudin Ary Setyawan As'ad, Sholihin Asri Pangesthi Nugrahanti Putri Atmaja, Yusup Resha Bahtiar, Muhammad Agus Bambang Setiawan Bella, Tita Maya Budhi Sulistyanto Budi Yulianto Chris Andre Immanuel Berutu Chrismaningwang, Galuh Deki Tecnikal Diliaristianto, Kurniawan Diyah Naili Fauziyah Djarwanti, Noegroho Djarwanti, Noegroho Djarwati, Noegroho Djarwati, Noegroho Duta Cahaya Marga Utama Elok Fajar Sagita Emha, Fieza Abraham Etika Cahyaning Utami Faisal, Riksa Fauziyah, Diyah Naili Febrian Rizal Trisatya Fieza Abraham Emha Firman Nugraha Freddy, Zefania Iqnes Galuh Chrismaningwang Habib Abduljabar Waskito Hakim, Naufal Herfin Ardita Prastiwi Heri Afandi Hermawan, Reza Bagus Hernowo, Lugut Tri Heru Pujianto Hesti Indrabaskara, Raden Harya Dananjaya Hilyanto, Rizal Raissa Hosiana, Nikita Immanuel Berutu, Chris Andre Insan Prasasti, Insan Kalimanto, Demarda Kalimanto, Demarda Kristianto, Angga Kristianto, Angga Kurniawan Diliaristianto Kusriyanto, Nur Sahid Lailaningrum, Shita Rosita Lugut Tri Hernowo M Zikry Tawakkal Mahfuzh, Andika Syahal Mahmudah Mahmudah Mahmudah, Amirotul Musthofiah Majid, Rensia Erlyana Mamok Suprapto Manurung, Ridho Manurung, Ridho Marga Utama, Duta Cahaya Masanggun Velentina Meilani Adriyati Mochamad Syarifudin Mohammad Shofiyyulloh Mufidah, Amirotul Musthofiah Muh. Fachrudin Arrozi Muhammad Agus Bahtiar Muhammad Bithriq Yusyfa Mustofa Agung Santoso Muzakki, Alif Nafisah Umri Ukroi Nasrulloh Nasrulloh Nasrulloh Nasrulloh Naufal Hakim Neura Citra Utami Noegroho Djarwanti Noegroho Djarwati nugraha, firman Nugrahanti Putri, Asri Pangesthi Nugrahanto, Terta Nur Sahid Kusriyanto Nurfauziyah, Imtinan Nurrohman, Irvan Nurrosied, Imam Nyco Maulana Wicaksono Prabawa, Desta Prabawa, Desta Pramitasari, Agnes Prastiwi, Herfin Ardita Priambodo, Danang Pujianto, Heru Purnomo, Ari Purnomo, M Toni Agus Putra, Try Darma Putri, Nada Hanifah R. Harya Dananjaya Hesti I Raden Harya Dananjaya Raden Harya Dananjaya, Raden Harya Rahayu Kusumawati, Rahayu Rahma, Rafinda Ramdhani, Martha Rensia Erlyana Majid Rifai, Rahman Riksa Faisal Rizal Raissa Hilyanto Rizki, Dwi Rostikasari, Astri Rostikasari, Astri Sagita, Elok Fajar Salwa, Atilla Santoso, Mustofa Agung Sawato Gea, Jermy Iwada Setiono Setiono Setiono Setiono Shita Rosita Lailaningrum Sholihin As'ad Sholihin As’ad Sugesti, Titin Ferryana Suhaemi, Muhammad Sulistyanto, Budhi Sumiyati Gunawan, Sumiyati Surakhmad, Ardli Suryo Pangeran Wenang Syarifudin, Adib Syarifudin, Mochamad Tawakkal, M Zikry Tecnikal, Deki Terta Nugrahanto Tita Maya Bella Titin Ferryana Sugesti Trisatya, Febrian Rizal Try Darma Putra Ukroi, Nafisah Umri Utami, Etika Cahyaning Utami, Neura Citra Utomo, Andi Tri Utomo, Vian Prasetya Velentina, Masanggun Wafda Salsabila Wahyudianto, Kurniadi Waskito, Habib Abduljabar Weninggar Galih Prastiti Wennya Ajeng Mardi Gracia Rah Sheen Wicaksono, Nyco Maulana Widia Nur Arini Widya Okta Hidayani Windy Dwi Noviyanti Winner Wibisono Witya Marta Qomariyah Yasir, Farid Yusep Purwana Muslih Yusup Resha Atmaja Yusyfa, Muhammad Bithriq Zefania Iqnes Freddy