Claim Missing Document
Check
Articles

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS KEPADATAN TANAH BERDASARKAN NILAI TAHANAN UJUNG KONUS (qc)DI KABUPATEN SUKOHARJO Ardli Surakhmad; Niken Silmi Surjandari; Agus P. Saido
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v6i1.36606

Abstract

Penggunaan sistem informasi geografis (SIG) dalam bidang geoteknik menjadi semakin populer saat ini. Makalah ini menjelaskan penggunaan SIG dalam pemetaan dan anlisis kepadatan tanah di Kabupaten Sukoharjo menggunakan data CPT berdasarkan nilai tahanan ujung konus (qc). Data CPT yang digunakan bersumber dari Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Sebelas Maret tahun 2004 - 2016 yang dipetakan pada Peta Digital Rupa Bumi Indonesia skala 1:25.000 dari Badan Informasi Geospasial dan diolah dengan bantuan perangkat lunak SIG. Hasilnya menunjukkan kepadatan tanah yang cukup baik di Kecamatan Kartasura, Kecamatan Mojolaban, dan Kecamatan Grogol bagian utara dengan kedalaman tanah sangat kompak pada qc 250 kg/cm2 rata-rata 4-5 meter dari permukaan tanah. Sementara kepadatan tanah yang kurang baik ditemukan di Kecamatan Sukoharjo, Kecamatan Grogol bagian selatan dan Kecamatan Bendosari bagian barat dengan kedalaman tanah sangat kompak pada qc 250 kg/cm2 rata-rata 15-17 meter dari permukaan tanah.
PENGARUH CURAH HUJAN HARIAN MAKSIMUM BULANAN TERHADAP STABILITAS LERENG (Studi Kasus : Desa Mangunharjo, Jatipurno, Wonogiri) M Zikry Tawakkal; Niken Silmi Surjandari; Raden Harya Dananjaya
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.36997

Abstract

Wonogiri merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang sebagian besar wilayahnya berupa lereng atau perbukitan. Di banyak daerah perbukitan seperti Wonogiri bencana tanah longsor sering terjadi. Salah satu penyebab terjadinya tanah longsor adalah hujan lebat/hujan berkepanjangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hujan dan kemiringan lereng terhadap stabilitas lereng. Penelitian ini menggunakan data hujan selama 10 tahun antara tahun 2004 - 2013 dan data tanah yang diperoleh dari uji sampel tanah yang diambil dilokasi penelitian. Metode Green-Ampt digunakan untuk menghitung besar tanah jenuh yang terjadi akibat adanya infiltrasi air hujan (Hsat). Tebal tanah jenuh ini berperan sebagai beban tambahan pada lereng. Stabilitas lereng dihitung dengan menggunakan metode Lereng Tak Hingga (infinite slope) untuk memperoleh nilai faktor keamanan (SF) lereng. Model lereng menggunakan variasi kemiringan 30o, 42o, 45o, dan 60o. Dari hasil penelitian diketahui bahwa infiltrasi air akibat hujan berpengaruh terhadap stabilitas lereng. Untuk semua model lereng, nilai SF menurun setelah hujan terjadi. Penurunan nilai SF ini disebabkan oleh bertambahnya beban pada lereng karena infiltrasi air hujan ke dalam tanah. Kemiringan lereng juga berpengaruh terhadap stabilitas lereng. Semakin besar kemiringan suatu lereng semakin kecil nilai SF yang diperoleh. Model lereng dengan kemiringan 60o mempunyai nilai SF < 1 yang menunjukkan bahwa lereng tidak stabil.
SIMULASI PERILAKU PONDASI GABUNGAN TELAPAK DAN SUMURAN DENGAN VARIASI DIMENSI TELAPAK DAN DIAMETER SUMURAN PADA TANAH LEMPUNG BERLAPIS DITINJAU DARI NILAI PENURUNAN Habib Abduljabar Waskito; Niken Silmi Surjandari; Yusep Muslih Purwana
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37125

Abstract

Pondasi gabungan telapak dan sumuran merupakan salah satu alternatif modifikasi pondasi untuk bangunan tingkat menengah. Penggunaan gabungan pondasi telapak dan sumuran ini diharapkan dapat mengurangi besar penurunan dibandingkan pondasi telapak atau sumuran saja. Penelitian ini memodelkan pondasi gabungan telapak dan sumuran (Pondasi Telasur) dengan variasi dimensi telapak dan diameter sumuran pada tanah lempung berlapis. Sebagai alat bantu penelitian digunakan bantuan Program Plaxis 3D Foundation untuk membantu analisis Pondasi Telasur ini. Hasil penelitian menunjukkan perilaku grafik penurunan terhadap beban untuk pondasi telapak, pondasi sumuran, serta pondasi gabungan telapak dan sumuran mempunyai perilaku yang sama dengan grafik penurunan terhadap beban pada tanah lempung. Adanya gabungan telapak dan sumuran membuat nilai penurunan pondasi menjadi semakin kecil dibandingkan pondasi telapak atau sumuran saja. Semakin besar dimensi telapak dan diameter sumuran, memberikan nilai penurunan yang semakin kecil. Setiap kenaikan 0,1 m dari dimensi telapak mengurangi nilai penurunan rata-rata sebesar 2,215% sedangkan setiap kenaikan 0,1 m dari diameter sumuran mengurangi nilai penurunan rata-rata sebesar 3,722%.
STUDI PERBANDINGAN BEBERAPA RUMUS EMPIRIS INDEKS KOMPRESI (Cc) Terta Nugrahanto; Niken Silmi Surjandari; Amirotul Musthofiah Mahmudah
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37424

Abstract

Pada saat parameter tanah untuk keperluan desain tidak diperoleh secara langsung, maka digunakan korelasi antar parameter tanah. Salah satu korelasi parameter tanah adalah mencari indeks kompresi. Terdapat rumus-rumus empiris yang dapat digunakan untuk memudahkan dalam mencari nilai indeks kompresi (Cc) yang telah dibuat oleh para peneliti dahulu antara lain Terzaghi dan Peck (1967) Cc = 0,009 (LL -10), Naccl et al. (1975) Cc = 0,02 IP + 0,014 dan Bowles (1989) Cc = 0,54(e0-0,35). Dalam penelitian yang mereka lakukan menggunakan tanah dari daerah eropa yang mungkin mempunyai sifat, jenis dan perilaku yang berbeda dari tanah di Indonesia. Penelitian bertujuan untuk mencari persamaan indeks kompresi (Cc) dengan batas cair (LL), angka pori (e0), dan indeks plastisitas (IP) dengan menggunakan tanah dari pulau Jawa dan Kalimantan dan dibandingkan dengan rumus yang sudah ada. Penelitian ini menggunakan metode statistika, yaitu dengan mencari persamaan regresi linier indeks kompresi (Cc) dan pengujian statistik meliputi uji R2 , uji variansi (uji F), uji signifikansi (uji t), dan uji validalitas. Sampel tanah dibatasi untuk nilai indeks plastisitas lebih dari 17 dengan kata lain tanah yang mempunyai sifat plastisitas yang tinggi, berjenis tanah lempung dan juga kohesif. Hasil analisis regresi linier sederhana menghasilkan persamaan Cc = 0,2706(LL) + 0,1311, Cc = 0,02564(IP) - 0,200 and Cc = 0,1899( (e0) + 0,1191. Pengujian validitas menunjukan R2 yang sama antara persamaan model dengan persamaan milik Terzaghi dan Peck, Naccl et al. dan Bowles dengan nilai R2 berturut-turut 0,9158, 0,9348 dan 0,9154. Komparasi menunjukan perpotongan pada model dan rumus empiris terletak pada nilai 47 untuk LL, 38 untuk IP dan 0,9 untuk e0. Nilai Cc pada model lebih besar dibandingkan dengan rumus empiris pada LL kurang dari 47, IP lebih dari 38 dan e0 kurang dari 0,9 sebaliknya nilai Cc pada model lebih kecil dibandingkan dengan rumus pada LL lebih dari 47, IP kurang dari 38 dan e0 lebih 0,9.
ANALISIS STABILITAS LERENG DI DAS TIRTOMOYO WONOGIRI DENGAN METODE SIMPLIFIED BISHOP AKIBAT HUJAN PERIODE ULANG Febrian Rizal Trisatya; Niken Silmi Surjandari; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37208

Abstract

Tanah longsor adalah bencana alam yang disebabkan banyak faktor. Salah satu faktor penting yang menyebabkan terjadinya tanah longsor adalah infiltrasi air hujan. Air hujan dapat mengubah ?b menjadi ?sat sehingga menurunkan kualitas tanah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis besarnya potensi longsor di Dusun Simpangan, Desa Hargantoro, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri akibat hujan periode ulang. Penelitian ini menggunakan data hujan dari tahun 2011 sampai 2012 dan berasal dari 3 stasiun hujan, yaitu Balong, Ngancar dan Watugede, hujan periode ulang menggunakan analisis frekuensi Log Pearson III. Hujan periode ulang yang didapat kemudian dikonversi menjadi tebal lapisa tanah jenuh menggunakan metode SCS-CN sesuai dengan tutupan lahan yang ada. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara mengambil sampel tanah di dusun Simpangan dengan metode bor dangkal, kemudian diuji di laboratorium untuk mendapatkan data parameter tanah yang dibutuhkan. Metode analisa stabilitas lereng yang digunakan adalah Bishop yang Disederhanakan (Simplified Bishop Method). Lereng dimodelkan ke dalam 3 sudut yaitu 30?, 45? dan 60?. Hasil analisa stabilitas lereng tanpa pengaruh infiltrasi hujan pada sudut 30?, 45? dan 60? menghasilkan angka keamanan (SF) berturut-turut adalah 3,46, 2,05 dan 1,59. Hasil analisa menunjukan bahwa lereng di lokasi penelitian cukup aman karena tingginya angka keamanan. Hasil analisa stabilitas lereng akibat beban hujan, yaitu dengan pengaruh hujan periode ulang menggunakan metode Bishop yang Disederhanakan menghasilkan angka keamanan (SF) yang kurang lebih sama pada masing-masing sudut kemiringan yaitu pada sudut 30? adalah 3,19 ,pada sudut 45? adalah 1,89, dan pada sudut 60? adalah 1,47. Hasil tersebut menunjukan bahwa beban hujan periode ulang menyebabkan penurunan angka keamanan lereng meskipun tidak menyebabkan terjadinya longsor di lokasi penelitian.
PERBANDINGAN KAPASITAS DUKUNG PONDASI MINIPILE DENGAN RUMUS STATIS, HASIL UJI SPT, DAN HASIL UJI PDA Shita Rosita Lailaningrum; Niken Silmi Surjandari; Yusep Muslih Purwana
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.284 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37404

Abstract

Salah satu hal penting dalam perencanaan pondasi adalah kapasitas dukung dan penurunan. Apabila kapasitas dukung tanah tidak mampu memikul beban pondasi, maka penurunan yang berlebihan atau keruntuhan dari tanah akan terjadi, kedua hal tersebut akan menyebabkan kerusakan konstruksi yang berada di atas pondasi. Banyak faktor yang mempengaruhi perhitungan kapasitas dukung pondasi, di antaranya metode perhitungan dan penyelidikan tanah yang digunakan. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi hasil perhitungan kapasitas dukung pondasi minipile dengan membandingkan kapasitas dukung pondasi menggunakan rumus statis, hasil uji SPT, dan hasil uji PDA. Penelitian ini akan menentukan kapasitas dukung pondasi minipile dengan analisis perhitungan menggunakan analisis kapasitas dukung berdasarkan rumus statis dan data SPT yang dihitung dengan beberapa metode, antara lain; Metode Meyerhof dan metode l. Data yang digunakan untuk penelitian adalah data penyelidikan tanah dengan uji SPT, dan uji PDA. Hasil dari perbandingan kapasitas dukung pondasi minipile dengan rumus statis, hasil uji SPT, dan hasil uji PDA mengalami perbedaan yang satu dengan lainnya. Dilihat dari nilai rasio kapasitas dukung menunjukkan Qulab, dan QuSPT, adalah kurang dari 1. Hasil yang lebih mendekati dengan kapasitas dukung pondasi minipile yang sudah terpasang adalah berdasarkan hasil uji SPT. Jumlah pukulan N-SPT mencapai kedalaman tanah keras sangat mempengaruhi nilai kapasitas dukung pondasi.
ANALISIS DEFLEKSI LATERAL TIANG TUNGGAL PADA TANAH KOHESIF Nasrulloh Nasrulloh; Yusep Muslih Purwana; Niken Silmi Surjandari
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.364 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36935

Abstract

Pondasi tiang pancang merupakan salah satu jenis dari pondasi dalam. Pondasi tiang pancang selain dirancang untuk menahan beban-beban aksial, juga dirancang untuk memperhitungkan beban lateral. Akibat adanya beban lateral yang bekerja pada tiang pancang mengakibatkan terjadinya defleksi atau pergeseran. untuk mengetahui besarnya defleksi yang terjadi pada tiang dapat dilakukan dengan pengujian lapangan atau yang sering disebut dengan lateral test. Selain melakukan pengujian lateral test, besarnya defleksi juga dapat dianalisis menggunakan metode Reese & Matlock (1960) dan metode p-y curve. Penelitian ini akan mengamati defleksi lateral tiang tunggal pada tanah kohesif. Berdasarkan hasil uji lateral test didapatkan defleksi maksimum pada P.1 sebesar 55,74 mm. Setelah dilakukan analisis menggunakan metode p-y curve, metode Reese & Matlock (1960) didapatkan hasil bahwa nilai defleksi lateral tiang tunggal hasil analisis metode p-y curve lebih mendekati hasil uji lateral test dibandingkan dengan metode Reese & Matlock (1960), hal tersebut dikarenakan paremeter tanah dan spesifikasi tiang lebih diperhatikan pada metode p-y curve, sedangkan Metode Reese & Matlock (1960) menggunakan korelasi dalam analisisnya.
STUDI PERBANDINGAN BEBERAPA RUMUS EMPIRIS PARAMETER KUAT GESER (Cu Dan ?) DARI NILAI N-SPT Firman Nugraha; Niken Silmi Surjandari; Amirotul Musthofiah Mufidah
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.29 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37421

Abstract

Data tanah sangat diperlukan dalam perencanaannamun adakalanya data tidak cukup, untuk itu diperlukan interpretasi parameter tanah yang diperoleh dari upaya korelasi melalui grafik yang ada sehingga menghasilkan rumus korelasi. Tetapi rumus empiris yang biasa dipakai selama ini dibuat oleh para ahli tanah yang sebagian besar berasal dari luar Indonesia.Penelitian ini menggunakan data sekunder dari tanah di wilayah Surakarta dan sekitarnya dengan memanfaatkan data tanahdari laboratorium mekanika tanah Universitas Sebelas Maret dan intansi yang terkait. Penelitian ini akan menganalisa data tanah dengan menggunakan persamaan regresi antara parameter kuatgeser tanah yang terdiri dari nilai Cu dan nilai ? dengan nilai N-SPT. Adapun rumus pembanding antara Cu dengan N-SPT oleh Terzaghi & Peck (1967), serta persamaan antara ?dengan N-SPT dari persamaan Hanson dan Thornburn (1989). Persamaan regresi linier sederhana yang didapat untuk nilai kohesi Cu = 10.76 N-SPT dan persamaan regresi polynomial yang didapat untuk nilai sudut geser ? = 4.219 + 1.331N-SPTcor - 0.0059N-SPT2cor. Dalam uji validitas persamaan regresi linier sederhana dan Persamaan Terzhagi & Peck (1967) dengan data Culab keduanya menunjukan hasil R2= 0.808. Sedangkan Persamaan regresi non linier polynomial dengan data ?lab menunjukan hasil R2 = 0.845 dan Persamaan Hanson dan Thornburn (1989) dengan data ?lab menunjukan hasil R2 = 0.923, untuk komparasiantarapersamaanregresilinier sederhana dengan persamaan Terzaghi & Peck (1967) kedua persamaan sejajar serta mengalami kenaikan tetapi dengan kelandaian berbeda akan tetapiberperpotongan, sedangkan persamaanregresi non linier polynomial dengan persamaan Hanson &Thornburn (1989) menunjukan keduapersamaanberpotonganpadasaatnilai N-SPT 22.5 . Pada saat nilai N-SPT 5 sampai 22.5 garis polynomial persamaan regresi berada dibawah persamaan Hanson dan Thornburn (1989) akan tetapi setelah nilai N-SPT 22.5 persamaan Hanson dan Thornburn (1989) mengalami penurunan sehingga garis polynomial persamaan Hanson dan Thornburn (1989)berada berada dibawah garis persamaan regresi.
PENGARUH ABU AMPAS TEBU PADA PERUBAHAN PERSENTASE PENGEMBANGAN TANAH LEMPUNG TANON Nafisah Umri Ukroi; Noegroho Djarwanti; Niken Silmi Surjandari
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.952 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37486

Abstract

Penelitian ini menggunakan abu ampas tebu sebagai bahan stabilisasi tanah. Pemanfaatan abu ampas tebu diharapkan dapat mengurangi sifat kembang susut tanah, mengurangi limbah pabrik gula dan meningkatkan nilai ekonomis abu ampas tebu. Pengujian persentase pengembangan mengggunakan oedometer pada tekanan penyeimbang sebesar 1-2 kPa dengan variasi campuran 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% dari berat kering tanah. Hasil pengujian persentase pengembangan didapatkan bahwa penambahan abu ampas tebu optimum sebesar 15%. Dilihat dari grafik hubungan persentase penambahan abu ampas tebu dengan persentase pengembangan, pola grafik mendekati model Muntohar serta Nayak dan Christensen.
PENGGUNAAN SHEET PILE UNTUK PERKUATAN LERENG DI DESA TAMBAKMERANG KECAMATAN GIRIMARTO KABUPATEN WONOGIRI Kurniawan Diliaristianto; Niken Silmi Surjandari; Raden Harya Dananjaya
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36874

Abstract

Kabupaten Wonogiri terletak pada 7° 32' - 8° 15' Lintang Selatan dan 110° 41' - 111° 18' Bujur Timur, posisi Kabupaten Wonogiri sangat strategis karena terletak di ujung selatan Provinsi Jawa Tengah dan diapit oleh Provinsi Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kondisi alamnya sebagian besar berupa pegunungan berbatu gamping, terutama di bagian selatan yang termasuk jajaran Pegunungan Seribu, kondisi ini sangat rawan terjadi bencana tanah longsor terutama pada daerah di lereng pegunungan. Oleh karena itu dilakukan analisis perkuatan lereng menggunakan sheet pile untuk menanggulangi longsor. Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan analisis stabilitas lereng berdasarkan kondisi eksisting di Desa Tambakmerang, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, dengan ketinggian 14 m dan kemiringan sebesar 60°. Analisis stabilitas lereng menggunakan bantuan program komputer. Perencanaan perkuatan menggunakan sheet pile dengan variasi ketinggian 1/2H, 1/3H, dan 1/4H dari ketinggian lereng. Berdasarkan hasil analisis stabilitas lereng sebelum diberi perkuatan nilai keamanan lereng <1,25 menunjukan bahwa kondisi lereng tersebut kritis (longsor). Perencanaan sheet pile menggunakan variasi ketinggian 1/2H, 1/3H, 1/4H untuk stabilitas lereng memiliki angka keamanan >1,25 berarti lereng tersebut relatif stabil.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Majid Ade Kurnia Adib Syarifudin Adriyati, Meilani Afandi, Heri Agus P. Saido Agus P. Saido Alif Muzakki Amirotul Musthofiah Mahmudah Amirotul Musthofiah Mufidah Andi Tri Utomo Ardli Surakhmad Ari Purnomo Arrozi, Muh. Fachrudin Ary Setyawan As'ad, Sholihin Asri Pangesthi Nugrahanti Putri Atmaja, Yusup Resha Bahtiar, Muhammad Agus Bambang Setiawan Bella, Tita Maya Budhi Sulistyanto Budi Yulianto Chris Andre Immanuel Berutu Chrismaningwang, Galuh Deki Tecnikal Diliaristianto, Kurniawan Diyah Naili Fauziyah Djarwanti, Noegroho Djarwanti, Noegroho Djarwati, Noegroho Djarwati, Noegroho Duta Cahaya Marga Utama Elok Fajar Sagita Emha, Fieza Abraham Etika Cahyaning Utami Faisal, Riksa Fauziyah, Diyah Naili Febrian Rizal Trisatya Fieza Abraham Emha Firman Nugraha Freddy, Zefania Iqnes Galuh Chrismaningwang Habib Abduljabar Waskito Hakim, Naufal Herfin Ardita Prastiwi Heri Afandi Hermawan, Reza Bagus Hernowo, Lugut Tri Heru Pujianto Hesti Indrabaskara, Raden Harya Dananjaya Hilyanto, Rizal Raissa Hosiana, Nikita Immanuel Berutu, Chris Andre Insan Prasasti, Insan Kalimanto, Demarda Kalimanto, Demarda Kristianto, Angga Kristianto, Angga Kurniawan Diliaristianto Kusriyanto, Nur Sahid Lailaningrum, Shita Rosita Lugut Tri Hernowo M Zikry Tawakkal Mahfuzh, Andika Syahal Mahmudah Mahmudah Mahmudah, Amirotul Musthofiah Majid, Rensia Erlyana Mamok Suprapto Manurung, Ridho Manurung, Ridho Marga Utama, Duta Cahaya Masanggun Velentina Meilani Adriyati Mochamad Syarifudin Mohammad Shofiyyulloh Mufidah, Amirotul Musthofiah Muh. Fachrudin Arrozi Muhammad Agus Bahtiar Muhammad Bithriq Yusyfa Mustofa Agung Santoso Muzakki, Alif Nafisah Umri Ukroi Nasrulloh Nasrulloh Nasrulloh Nasrulloh Naufal Hakim Neura Citra Utami Noegroho Djarwanti Noegroho Djarwati nugraha, firman Nugrahanti Putri, Asri Pangesthi Nugrahanto, Terta Nur Sahid Kusriyanto Nurfauziyah, Imtinan Nurrohman, Irvan Nurrosied, Imam Nyco Maulana Wicaksono Prabawa, Desta Prabawa, Desta Pramitasari, Agnes Prastiwi, Herfin Ardita Priambodo, Danang Pujianto, Heru Purnomo, Ari Purnomo, M Toni Agus Putra, Try Darma Putri, Nada Hanifah R. Harya Dananjaya Hesti I Raden Harya Dananjaya Raden Harya Dananjaya, Raden Harya Rahayu Kusumawati, Rahayu Rahma, Rafinda Ramdhani, Martha Rensia Erlyana Majid Rifai, Rahman Riksa Faisal Rizal Raissa Hilyanto Rizki, Dwi Rostikasari, Astri Rostikasari, Astri Sagita, Elok Fajar Salwa, Atilla Santoso, Mustofa Agung Sawato Gea, Jermy Iwada Setiono Setiono Setiono Setiono Shita Rosita Lailaningrum Sholihin As&#039;ad Sholihin As’ad Sugesti, Titin Ferryana Suhaemi, Muhammad Sulistyanto, Budhi Sumiyati Gunawan, Sumiyati Surakhmad, Ardli Suryo Pangeran Wenang Syarifudin, Adib Syarifudin, Mochamad Tawakkal, M Zikry Tecnikal, Deki Terta Nugrahanto Tita Maya Bella Titin Ferryana Sugesti Trisatya, Febrian Rizal Try Darma Putra Ukroi, Nafisah Umri Utami, Etika Cahyaning Utami, Neura Citra Utomo, Andi Tri Utomo, Vian Prasetya Velentina, Masanggun Wafda Salsabila Wahyudianto, Kurniadi Waskito, Habib Abduljabar Weninggar Galih Prastiti Wennya Ajeng Mardi Gracia Rah Sheen Wicaksono, Nyco Maulana Widia Nur Arini Widya Okta Hidayani Windy Dwi Noviyanti Winner Wibisono Witya Marta Qomariyah Yasir, Farid Yusep Purwana Muslih Yusup Resha Atmaja Yusyfa, Muhammad Bithriq Zefania Iqnes Freddy