Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERFORMANSI JARINGAN WIFI UNTAN DI AREA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TANJUNGPURA MENGGUNAKAN METODE WALK TEST Padlillah, -; Imansyah, Fitri; Suryadi, Dedy
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.169 KB)

Abstract

Dengan adanya kualitas internet yang bagus maka hal ini dapat membantu dan menunjang sarana prasarana dalam mengolah data dan bertukar informasi. Di Fakultas Teknik Univeritas Tanjungpura sendiri menggunakan layanan jaringan nirkabel (wireless) untuk menunjang sarana dan prasarana Akademik. Perlu di ketahui layanan berbasis nirkabel (wireless) merupakan jaringan dengan media berupa gelombang elektromagnetik. Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar user karena menggunakan gelombang  elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar jaringan. Seperti yang kita ketahui Fakultas Teknik terdapat wifi Untan yang dapat digunakan pada area Fakultas Teknik saja dan disini diukur performansi dari wifi Untan dengan parameter yang meliputi RSSI (Received Signal Strength Indicator) dengan menggunakan metode walk test. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan data hasil pengkuran yang menunjukkan kualitas nilai RSSI yang bervariasi Pada rute 1 titik A – B nilai RSSI -48 dBm, berada pada skala yang sangat bagus dengan kualitas sinyal 100%. Titik B – C nilai RSSI -61 dBm berada  skala yang sedang dengan kualitas sinyal 78%. Titik C – D nilai RSSI -79 dBm berada pada skala yang buruk dengan kualitas sinyal 42%. Titik D – E nilai RSSI -73 dBm berada pada skala yang buruk dengan kualitas sinyal 54%. Titik E – F nilai RSSI -62 dBm berada pada skala sedang dengan kualitas sinyal 76%. Titik F – G nilai RSSI -61 dBm berada pada skala yang sedang dengan kualitas sinyal 78%. Pada rute 2 titik A – B nilai RSSI -69 dBm berada pada skala sedang dengan kualitas sinyal 62%. Titik B – C nilai RSSI -70 dBm berada pada skala yang buruk dengan kualitas sinyal 60%. Titik C – D nilai RSSI -61 dBm berada pada skala sedang dengan kualitas sinyal 78%. Pada rute 3 titik A – B ini nilai RSSI -70 dBm berada pada skala yang buruk dengan kualitas sinyal 70%. titik B – C nilai RSSI -68 dBm berada pada skala  sedang dengan kualitas sinyal 64%. Titik C – D nilai RSSI -62 dBm berada skala bagus dengan kualitas sinyal 76%. Berdasarkan hasil pengukuran data maka kualitas wifi Untan di area Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura berada pada skala sedang. Perlunya penambahan akses point pada rute 3, Titik A – B terdapat ruang kuliah yang tidak terlayani dengan baik karena tidak adanya akses point yang dapat melayani area tersebut. Pada titik tersebut juga sering berlangsung perkuliahan dan dengan adanya akses point diarea itu, tentunya juga dapat membantu proses perkuliahan.
MENINGKATKAN DAYA OUTPUT PANEL SURYA DENGAN SUN TRACKER BERBASIS WAKTU Hendri Putra, Agus Tianto; Hiendro, Ayong; Suryadi, Dedy
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.975 KB)

Abstract

Salah satu upaya teknologi untuk memanfaatkan energi matahari adalah dengan menggunakan panel surya. Panel surya merupakan peranti elektronik yang dapat mengkonversi energi matahari menjadi energi listrik. Untuk selalu mendapatkan efisiensi yang maksimum pada panel surya, maka posisi panel surya harus selalu mengikuti pergerakan matahari. Penggunaan panel surya yang terpasang kebanyakan masih bersifat statis sehingga menyebabkan energi matahari yang diterima kurang optimal. Untuk memaksimalkan penyerapan energi cahaya matahari dalam pembentukan sudut tegak lurus antara panel surya dengan arah datangnya cahaya matahari. Maka, penulis mencoba membuat suatu alat agar dapat membantu posisi panel surya dalam mengikuti arah pergerakan matahari berdasarkan perhitungan waktu edar matahari sehingga panel surya dapat menerima cahaya matahari secara maksimal. Penelitian ini menganalisis pergerakan panel surya 50 watt menggunakan sistem penjejak matahari (sun tracker) berbasis waktu, dengan mikrokontroler Arduino sebagai pusat kendali pada sistem yang dirancang dan dua buah motor servo yang menjadi penggerak untuk mengubah posisi panel surya. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan selama tiga hari dari jam 08.00 WIB hingga jam 16.00 WIB dengan pengambilan data dilakukan setiap satu jam. Selisih pada tegangan rata-rata yang dihasilkan panel surya pada pengujian hari pertama sebesar 0,7478 volt dengan persentase kenaikan nilai sebesar 4,3954%. Pada pengujian hari kedua sebesar 2,1011 volt dengan persentase kenaikan nilai sebesar 13,4151%. Pada pengujian hari ketiga sebesar 0,7989 volt dengan persentase kenaikan nilai sebesar 4,7037%. Diharapkan alat ini mampu mengoptimalkan penggunaan energi matahari serta mampu menjadikan suatu sistem kendali elektronik yang harganya terjangkau.
Rancang Bangun Alat Monitoring Arus Pada Beban Listrik Rumah Tangga Menggunakan Web Berbasis Arduino Uno R3 Riantiarto, Angga; Suryadi, Dedy; -, Syaifurrahman
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.719 KB)

Abstract

Sistem monitoring arus dan kontrol beban listrik rumah tangga berbasis Arduino Uno dan Web berfungsi untuk memantau keadaan arus, tegangan, dan daya serta dapat mengontrol penggunaan daya listrik dalam sebuah rumah melalui smartphone atau komputer dengan akses internet. Alat tersebut dirancang menggunakan mikrokontroler Arduino Uno ditambah dengan Wemos D1 Mini sebagai modul wifi, sensor arus SCT 013, rangkaian penyearah sebagai sensor tegangan, serta relay yang berfungsi sebagai aktuator. Cara kerja alat ini adalah mendeteksi arus dan tegangan kemudian data tersebut di arahkan pada modul mikrokontroler Arduino Uno kemudian data diteruskan ke Wemos D1 mini dan di kirim ke web. Alamat web pada sistem monitoring adalah https://borneoduino.com/listrik/index.php. Pada pengujian sistem sensor arus dapat mengindra arus minimal pada beban Lampu 16W. Nilai selisih terjauh antara sensor tegangan dan alat ukur adalah 180V dimana sensor tegangan membaca sebesar 188,30 dengan selisih sebesar 8,30V. sedangkan nilai selisih terdekat antara sensor tegangan dan alat ukur adalah 220V dimana sensor tegangan membaca sebesar 221,09V dengan selisih 1,09V. Sistem monitoring arus dan kontrol beban listrik rumah tangga dapat berkerja dengan baik setelah dilakukan pengujian selama 10 hari memantau dan mengontrol beban listrik melaui web.
PERANCANGAN DAN PENGUJIAN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK BERBASIS TERMOELEKTRIK DENGAN MENGGUNAKAN KOMPOR SURYA SEBAGAI MEDIA PEMUSAT PANAS Ginanjar, -; Hiendro, Ayong; Suryadi, Dedy
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1302.436 KB)

Abstract

Energi listrik merupakan kebutuhan dasar dalam mendorong segala jenis aktivitas roda kehidupan manusia, Oleh karena itu energi listrik begitu sangat diperlukan keberadaannya bagi kehidupan baik untuk beraktivitas sehari-hari maupun untuk yang lainnya. Pemanfaatan energi alternatif yang ramah lingkungan salah satunya adalah dengan mengembangkan teknologi thermoelectric generator dengan menggunakan kompor surya sebagai wadah atau media untuk memusatkan energi panas agar mampu memanaskan kolektor. Prinsip dasar thermoelectric generator adalah mengubah energi panas menjadi energi listrik secara langsung dengan memanfaatkan perbedaan suhu yang terjadi dilingkungan menjadi energi listrik. Untuk menghasilkan arus dan tegangan, sebuah modul termoelektrik cukup diletakkan pada dua daerah (sisi panas dan dingin), sehingga ketika terjadi perbedaan suhu antara kedua permukaan termoelektrik tersebut maka akan timbul energi listrik. Termoelektrik itu sendiri merupakan sebuah alat yang dapat digunakan sebagai pembangkit tegangan listrik dengan memanfaatkan konduktivitas atau daya hantar panas dari sebuah lempeng logam. Kompor surya tipe kotak dalam penangkapan sinar matahari dapat menghasilkan panas maksimum mencapai 58,7 ◦C sedangkan output yang dihasilkan oleh termoelektrik bergantung pada perbedaan suhu yang terjadi pada kedua heatsink yaitu heatsink panas dan heatsink dingin. Pada pengujan 6 buah modul yang dirangkai seri didapatkan hasil tegangan maksimal 3,56 Volt dengan arus sebesar  0,171 Ampere dan daya 0,609 Watt dengan koefisien seebeck rata-rata minimal 0,128 ºKelvin dan maksimal 0,181 ºKelvin.
ANALISIS INTERFERENSI FREKUENSI RADIO RADAR CUACA BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA ( BMKG ) DI KALIMANTAN BARAT Firdaus, Tomi; Suryadi, Dedy; Pontia W, F. Trias
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.114 KB)

Abstract

Komunikasi pemancar (transmitter) dan penerima (receiver) sering mengalami interferensi antara pengguna frekuensi, salah satunya adalah radio radar cuaca BMKG. Radar cuaca disebut juga radar pengawasan cuaca/weather surveillance radar (WSR) dan radar cuaca Doppler, adalah sebuah jenis radar yang digunakan untuk mencari curah hujan, menghitung gerakannya, dan memperkirakan jenisnya (hujan, salju, hujan es dan lain-lain) . Radar adalah singkatan dari Radio Detection and Ranging. Dimana pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sendiri menggunakan Frekuensi pada range 5550-5650 MHz. Sebagaimana diketahui pada spektrum 5470 – 5725 MHz sering di gunakan oleh perangkat Broadband Wireless Access (BWA) 5,8 GHz sebagai sarana perangkat acces point, Sehingga potensi terjadinya interferensi pada radar sistem. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dampak dari Interferensi frekuensi operasional radar cuaca (BMKG) di Kalimantan Barat, pada frekuensi operasional radar cuaca dengan menerapkan scan perangkat The rohde & schwarz pr100 (DDF007) dan HE 300 untuk mendapatkan data sumber gangguan. Hasil pengujian dari bulan januari hingga maret 2019 beberapa sudut radar terhalang echo objek lain yang berdampak kepada radar cuaca BMKG dalam memberikan informasi. Untuk meminimalisir gangguan melakukan frekuensi retune, power control, optimasi antena, merubah arah dan ketinggian antena serta memilih band frekuensi yang digunakan pada BWA.
IDENTIFIKASI DAN INVENTARISASI SHELTER BTS (SHELTER BASE TRANCEIVER SYSTEM) DI KOTA PONTIANAK BERBASIS GIS (GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM) Warman, Adytia; Imansyah, Fitri; Suryadi, Dedy
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1696.031 KB)

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan pendataan dan membuat letak titik sebaran setiap BTS (Geographic Information System) yang ada di Kota Pontianak dengan menggunakan aplikasi ArcGis/ ArcMap. Penelitian ini bertujuan dengan mengidentifikasi letak titik sebaran BTS (Base Transceiver Station) di Kota Pontianak dengan berbantuan menggunakan aplikasi ArcGis/ArcMap versi 10.3 yang hasilnya berupa peta. Hasil peta yang telah dibuat berfungsi dalam mengerjakan manajamen data khsususnya data koordinat sehingga perusahaan telekomunikasi dapat menggunakan dalam pengauditan dan menjadi inventaris data perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Berdasarkan identifikasi yang dapat diketahui Jumlah BTS (Base Transceiver Station) yang ada di Kota Pontianak berjumlah 276 titik koordinat. Setelah diidentifikasi data tabel koordinat beserta data base yang di dapat dari Balai Monitoring Kelas II Kalimantan Barat, data tersebut sesuai berada di dalam batas administrasi deliniasi/potongan Kota Pontianak di setiap kecamatan. Untuk Kecamatan Pontianak Selatan: 70 titik koordinat, Kecamatan Pontianak Tenggara: 24 titik koordinat, Kecamtan Pontianak Timur: 27 titik koordinat, Kecamatan Pontianak Kota: 74 titik koordinat, Kecamatan Pontianak Barat: 39 titik koordinat, Kecamatan Pontianak Utara: 42 titik koordinat.
ANALISIS PERBANDINGAN JARINGAN 3G DENGAN 4G PADA PROPAGASI MICROCELL BANGUNAN DUA LANTAI Hartono, Rudi; Suryadi, Dedy; Pontia W, F.Trias
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.194 KB)

Abstract

Teknologi jaringan komunkasi merupakan serangkaian jaringan yang saling terkoneksi satu sama lain dengan penggunanya semakin hari semakin berkembang ,dengan adanya analisis jaringan 3G dengan 4G pada propagasi microcell bangunan dua lantai ini akan mempermudah pengguna dalam penggunaan jaringan internet dalam keseharianya. Hal ini membuat suatu perbedaan dalam kecepatan akses tentunya maka perlu dilakukan pengujian dan analisis. Perbandingan jaringan 3G dengan 4G terlihat jelas pada lantai dasar dimana jaringan 3G lebih dominan dalam katagori sangat baik yaitu RSL -79 dBm akan tetapi jaringan 4G juga dalam katagori baik yaitu RSL -87 dBm karena katagori sangat baik adalah (0 s/d 82 dBm) dan katagori baik (-82 s/d 88 dBm) Pada lantai dua jaringan 4G lebih stabil dan katagori signal baik dibanding jaringan 3G karena dipengaruhi oleh tinggi bangunan pada tingkat dua dan tidak terlalu banyak penghalang. Path loss Program merupakan program yang dapat digunakan dalam penggukuran ini sehingga dapat membantu dalam pengukuran dari BTS PTK206 yang terletak di Jalan Johar Gg.Batu Bara Kelurahan Tengah Kecamatan Pontianak Kota, Kalimantan Barat dari antena pemancar luar ruangan sampai pada penerima didalam bangunan, yaitu Asrama mahasiswa yang berlokasi di Jalan Cendana Gg. Cendana 9 No. 157 Pontianak Kota. Hasil dari perbandingan kecocokan model yang digunakan menunjukan bahwa model kombinasi Cost231 Walfisch Ikegami dan paulsen merupakan model yang cocok digunakan daripada kedua kombinasi lainnya. Perbandingan jaringan 3G dan 4G memiliki hal yang sangat penting dalam halnya kebutuhan untuk mengakses informasi.
RANCANG BANGUN ANTENA DALAM PENINGKATAN SINYAL GSM DI DESA TEBANG KACANG MELALUI INTERFACE WAJAN BOLIC PADA DUA TIPE HORN YANG BERBEDA Wahid, Agus Nur; Suryadi, Dedy; Pontia W, F. Trias
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.7 KB)

Abstract

Antena wajan bolic digunakan sebagai penguat sinyal GSM yang bekerja pada frekuensi 1,8 GHz dengan dua tipe horn yang berbeda yaitu alumunium foil dan copper foil yang bekerja sangat efektif sebagai penguat sinyal GSM. Pada Tugas Akhir ini menguraikan tentang proses perancangan, perhitungan, pembuatan dan analisis QoS antena wajan bolic dengan tujuan untuk memperkuat daya tangkap sinyal GSM terhadap modem USB. Rancangan antena wajan bolic terdiri dari sebuah reflector dan dibuat dua  jenis horn, dengan tujuan untuk menaikkan daya tangkap sinyal GSM. Antena wajan bolic yang dirancanag dengan spesifikasi lebar diameter reflector d = 50 cm, panjang horn dari masing-masing jenis P =19 cm dan memiliki berat m= 1,1 Kg. Berdasarkan hasil pengujian di Desa Tebang Kacang, Dusun Wonosari, Parit Wonosari 2 pada jarak 2,16 Km dan 3,14 Km diperoleh hasil penguatan sinyal GSM terbaik dari antena wajan bolic tipe horn alumunium foil dengan nilai SINR 21 dBm dan tanpa antena nilai SINR 17 dBm sehingga memiliki kenaikan nilai SINR sebesar 4 dBm yang diukur pada jarak 2,16 Km dalam keadaan LOS. Sedangkan pada jarak 3,4 KM dalam keadaan NLOS diperoleh hasil penguatan sinyal GSM terbaik dari antena wajan bolic tipe horn alumunium foil dengan nilai SINR 18 dBm dan tanpa antena modem USB tidak dapat dikoneksikan, sehingga kenaikan nilai SINR sebesar 18 dBm yang diukur pada jarak 2,16 Km pada keadaan NLOS.
REDESAIN JARINGAN WIFI UNTAN DI AREA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TANJUNGPURA Ramadhani, Rizky; Suryadi, Dedy; Pontia W, F. Trias; Imansyah, Fitri
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internet merupakan suatu jaringan komunikasi yang menghubungkan satu media elektronik dengan media lainnya. Adanya internet akan memberikan kemudahan dalam proses pengiriman layanan data secara online dan real time. Agar layananlayanan tersebut dapat dinikmati oleh pengguna, maka perlunya coverage yang luas serta jaringan yang baik. Manfaat yang dapat dinikmati dari internet yaitu dapat mengirim pesan lewat email, mendownload materi-materi dan memudahkan dalam mencari informasi yang dibutuhkan. Di Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura, kualitas jaringan internetnya belum memadai. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan terdapat banyak data hasil pengukuran yang menunjukkan kualitas RSSI mulai dari sangat bagus, bagus, sedang, buruk, dan sangat buruk dari wifi Untan pada setiap rute nya. Untuk nilai RSSI yang di dapat setiap waktu tentunya akan berbedabeda. Hal ini bergantung pada rute yang dilewati, letak access point, daya pancar access point, obstacle dan user dari wifi Untan tersebut. Maka dari itu, perlunya desain jaringan yang tepat dengan struktur bangunan kampus sangatlah diperlukan demi menunjang kegiatan belajar mengajar di Fakultas Teknik Universitas Tanjungura.
PERANCANGAN ANTENA MIKROSTRIP PATCH TRIANGULAR-DIPOLE MENGGUNAKAN METODE ARRAY 2X4 UNTUK APLIKASI WIRELESS LOCAL AREA NETWORK (WLAN) Setiawan, Andri; Suryadi, Dedy; Pontia W, F. Trias
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada Tugas Akhir ini menguraikan tentang proses perancangan, simulasi, pembuatan dan implementasi membangun antena array mikrostrip patch triangular-dipole yang digunakan dalam komunikasi antar titik jaringan WLAN (Wireless Local Area Network) dengan tujuan untuk memperkuat daya tangkap sinyal wireless adapter terhadap sinyal wifi. Proses rancang bangun dilakukan melalui perhitungan dimensi secara teori dan kemudian menggunakan software Ansoft HFSS v13 sebagai alat simulasi sebelum melakukan rancang bangun. Bentuk rancangan antena mikrostrip terdiri dari sebuah patch triangular-dipole elemen tunggal yang di modif menjadi 8 elemen array, modifikasi elemen tunggal menjadi 8 elemen array bertujuan untuk menaikan gain dari antena. Pada antena mikrostrip dengan bentuk patch triangular dengan spesifikasi panjang sisi segitiga a = 39,7 mm dan patch dipole dengan spesifikasi panjang dipole L = 37,33 mm, lebar dipole W = 5 mm, dan celah gap Wgap = 2 mm. Spesifikasi media dasar rancangan menggunakan substrat FR-4 Epoxy dengan ketebalan 1,6 mm dengan konstanta dielektrik 4,4. Teknik pencatuan yang digunakan adalah dengan teknik micostrip line feed. Setelah melakukan beberapa simulasi diperoleh hasil yang terbaik pada frekuensi 2,45 GHz dengan return loss -27,74, VSWR sebesar 0,7 dan gain sebesar 2,81 dB dengan pola radiasi directional. Hasil simulasi tersebut telah memenuhi standar yaitu VSWR ? 2 dan Return Loss ? 10. Berdasarkan hasil pengujian di Asrama Mahasiswa Kabupaten Sintang diperoleh hasil penguatan daya (gain) rata-rata dari antena pada jarak 5 meter sebesar 7,4 dBm, pada jarak 10 meter sebesar -0,4 dBm, pada jarak 15 meter sebesar -0,2 dBm, pada jarak 20 meter sebesar 1,6 dBm, pada jarak 25 meter sebesar 4 dBm dan pada jarak 30 meter sebesar 4,6 dBm. Untuk meningkatkan nilai kualitas sinyal (Signal Strength) dan penguatan daya (gain) yang lebih bagus lagi, sebaiknya dilakukan penambahan jumlah elemen array patch antena
Co-Authors -, Syaifurrahman Abang Razikin Achmad Hidayat ahmad rizal Alfarizi, Pandu Ana Andi, Supratman Andri Setiawan Anismawati, - Aula, Abqori Ayong Hiendro Azhar, Muhammad Reynaldi B Arnold Simangunsong Badie Uddin Badriansyah, M. Cakranegara, Pandu Adi Carles Sitompul Ceicalia Tesavrita Dedi Rohendi Desyandri Desyandri Dewanti, Yopy Ratna Dhahrani, Jasmine Al Elang Derdian Marindani Fauzan, Mochamad Rizal Firdaus, Tomi Fitri Imansyah Gideon Budiyanto Ginanjar, - Hanapi, Zaliza Hari Adianto Hari Adianto Hendri Putra, Agus Tianto Hizkia, Dave Adonia Husin, Fitriah Hutapea, Lulu Nauli Sonya I Ketut Suada Iskandar, Naufal Nadhif Rabbani Iswari, Titi Iwa Kuntadi Jamhir Islami Jannus Marpaung Jatnika, Ika Jekki, - Joseph, Abimana Jovita, Neysa Kusumawardhani, Eka Kuswara, Jaka Lante, Alpianto Noti Mardiani Mardiani Meita, Hikmah Danur Misli, - Mokhamad Syaom Barliana Mufhidin, Amar Muhammad Adli Rizqulloh Muktiarni Naim, Sultono Neilcy Tjahja Mooniarsih Nurlia Padlillah, - Pangalayo, Jhoni David Pindra, Willy Pitri, Putra Aditya Pontia W, F. Trias Pontia W, F.Trias Pramudita, Resa Pratama, Nanta Aprilian Ramadhan, Muhammad Oka Ramadhani, Rizky Ratih Kusumastuti Rezeki, Muhammad Ridho Riantiarto, Angga Riesna Apramilda Ristiawan, Jemi Rizki Hakiki, Alif Nur Islam Gemilang Roby, Edwardus Roer Eka Pawinanto, Roer Eka Rudi Hartono Saepul Bahri Saktiawan, Ferdi Jaya Sani Susanto Setiawan, Geraldy Setiawan, Geri Silaban, Taripar David Siti Maesaroh Solihin, Asep SRI RAHAYU stefhen, Gilbert Sultono, Sultono Syaifur rahman Syaifurrahman Syaifurrahman Tutin Aryanti Wahid, Agus Nur Warman, Adytia YMK Aritonang YMK Aritonang