Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI ENERGY RETURN OF INVESMENT PLTU (BATUBARA) DI KABUPATEN BENGKAYANG Misli, -; Hiendro, Ayong; Suryadi, Dedy
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standar Energy Return Of Invesment (EROI) > 0 untuk menentukan layak atau tidaknya dalam investasi energi di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Nilai EROI harus bernilai positif sehingga layak dalam investasi energi di PLTU. Penelitian ini dapat digunakan untuk penentuan nilai EROI di PLTU 2x50 MW. Lokasi penelitian ini di laksanakan di Kabupaten Bengkayang, metode yang digunakan adalah metode Energy Return Of Invesment (EROI). Hasil penelitian di PLTU 2x50 MW di Kabupaten Bengkayang nilai EROI (H) bernilai positif sebesar 1,416705 berkerjasama dengan PT. Bukit Asam sebagai supplier bahan bakar batubara. Dari hasil EROI tersebut maka PLTU 2x50 MW Batubara di Kabupaten Bengkayang ini saat sekarang masih layak.
IDENTIFIKASI PERFORMANSI RSL TRANSMISI DUA ARAH MICROWAVE LINK END SITE DENGAN LINK BACKBONE MENGGUNAKAN iMASTER NCE Lante, Alpianto Noti; Yacoub, Redi Ratiandi; Suryadi, Dedy; Imansyah, Fitri; Marpaung, Jannus
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas kinerja transmisi dua arah microwave link endsite Palem Jaya ke Bodok Ujung dan jaringan backbone MGW Pontianak ke Bappeda Pontianak berdasarkan pengukuran nilai RSL yang mengacu kepada International Telecomunnication Union (ITU). Adapun tujuan dalam penelitian ini ialah menganalisis kinerja transmisi dua arah mircowave link end site Palem Jaya ke Bodok Ujung dan jaringan backbone MGW Pontianak ke Bappeda Pontianak dengan meninjau pengaruh cuaca, dimana nilai RSL diperoleh dari website iMaster NCE. Hasil yang diperoleh dari kinerja transmisi microwave link end site Palem Jaya ke Bodok Ujung dan backbone MGW Pontianak ke Bappeda Pontianak ialah sangat baik, cukup baik dan buruk/tidak layak beroperasi. Pada microwave link end site Palem Jaya ke Bodok Ujung nilai RSL terburuk terjadi  pada pengukuran ke-15 sebesar -94,9 dBm dan -88,6 dBm sedangkan pada microwave link backbone MGW Pontianak ke Bappeda Pontianak nilai RSL terburuk terjadi pada pengukuran ke-15 sebesar -91,8 dBm. Penurunan nilai RSL terjadi dikarenakan faktor intensitas curah hujan yang tinggi, jarak dan obstacle sehingga transmisi gelombang radio dalam perambatannya menyebabkan daya sinyal melemah yang disebabkan oleh penyerapan daya sinyal pada benda yang dilalui saat pentransmisian sinyal.
IDENTIFIKASI INTERFERENSI ANTAR CHANNEL PADA FREKUENSI 5,8 GHZ MENGGUNAKAN UBIQUITI ROCKET M5 TERHADAP PERFORMA JARINGAN INTERNET Roby, Edwardus; Imansyah, Fitri; Suryadi, Dedy
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Jawa Pos National Network Medialink merupakan perusahaan yang bergerak dalam layanan jasa yang berbasis teknologi jaringan internet untuk masyarakat di Pontianak pada umumnya. Bagi suatu perusahaan yang bergerak di bidang penyedia jaringan internet, memberikan kualitas jaringan yang terbaik adalah sebuah kewajiban. Permasalahan yang umumnya dimiliki oleh client adalah mereka tidak mengetahui apakah kualitas layanan jaringan internet yang mereka peroleh dari Internet Service Provider (ISP) langganan mereka sesuai dengan kebutuhan atau tidak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa kualitas layanan jaringan internet client PT. JPNN Medialink Pontianak dengan menggunakan parameter Quality of Service (QoS) dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kualitas layanan jaringan internet tersebut, sehingga PT. JPNN Medialink Pontianak dapat meningkatkan kinerja layanan mereka yang memenuhi standard QoS. Penelitian ini di lakukan di 10 client PT. JPNN Medialink Pontianak yang mana ujicoba itu dilakukan sebanyak dua kali pada masing-masing client dengan tujuan untuk mendapatkan beberapa perbandingan data hasil penelitian. Hasil rata-rata pengujian parameter QoS untuk 10 client adalah nilai throughput sebesar 10,68 % dengan indeks 1 kategori jelek, nilai packet loss sebesar 0 % dengan indeks 4 kategori sangat bagus, nilai delay sebesar 63,72 ms dengan indeks 3 kategori bagus, nilai jitter sebesar 63,43 ms dengan indeks 3 kategori bagus, nilai kecepatan akses internet yaitu kecepatan download sebesar 98,85 % dengan indeks 4 kategori sangat bagus dan kecepatan upload sebesar 86,2 % dengan indeks 4 kategori sangat bagus. Sedangkan indeks rata-rata untuk standar TIPHON semua parameter QoS adalah 3 dengan kategori bagus. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan nilai QoS menurun adalah sumber daya yang digunakan, kondisi perangkat jaringan, jenis frekuensi jaringan yang digunakan, traficc pengunaan frekuensi pada radio yg menggunakan frekuensi 5,8 GHz semakin banyak. Diharapkan bagi PT. JPNN Medialink Pontianak untuk melakukan pengecekan kondisi perangkat jaringan client secara berkala agar kondisi jaringan internet client tidak mengalami gangguan.
ANALISIS PENGARUH BAHAN-BAHAN OBSTACLE TERHADAP PERFOMANCE PENGIRIMAN DATA MENGGUNAKAN BLUETOOTH Silaban, Taripar David; Suryadi, Dedy; -, Syaifurrahman; Imansyah, Fitri
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bluetooth merupakan sebuah teknologi komunikasi wireless yang beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz. Penelitian bertujuan mengindentifikasi jenis bahan bahan obstacle yang berpengaruh pada pengiriman performansi data berdasarkan parameter QoS melalui jaringan bluetooth tethering. Adapun parameter QoS yang digunakan adalah bandwidth, delay, jitter, packet loss, dan throughput. Software yang digunakan dalam penelitian ini yaitu software VLC media player, wireshark berdasarkan parameter bandwidth, throughput, packet loss, delay, dan jitter. Serta aplikasi yangdigunakan dalam penelitan tugas akhir ini yaitu speedtest.net. Pada penelitian ini dilakukan 1 kali pengujian untuk setiap bahan obstacle dengan jarak 5 meter, 10 meter, 15 meter, dan 20 meter. Pada jarak 5 meter, bahan obstacle plat dikatakan sangat baik untuk perolehan setiap parameter QoS dengan transmisi jaringan bluetooth. Hasil perhitungan nilai packet loss diperoleh 0,84%, nilai delay diperoleh 5,6 ms, dan nilai jitter diperoleh 5,6 ms. Pada jarak 10 meter, bahan obstacle plastik dikatakan sangat baik untuk perolehan setiap parameter QoS dengan transmisi jaringan bluetooth. Hasil perhitungan nilai packet loss diperoleh 0,073 %, nilai delay diperoleh 13,4 ms, dan nilai jitter diperoleh 13,4 ms. Pada jarak 15 meter, bahan obstacle plastik dikatakan sangat baik untuk perolehan setiap parameter QoS dengan transmisi jaringan bluetooth. Hasil perhitungan nilai packet loss diperoleh 0 % atau tidak ada paket yang hilang selama pengiriman data, nilai delay diperoleh 21,3 ms, dan nilai jitter diperoleh 21,3 ms. Pada jarak 20 meter, bahan obstacle kertas dikatakan sangat baik untuk perolehan setiap parameter QoS dengan transmisi jaringan bluetooth. Hasil perhitungan nilai packet loss diperoleh 0 % atau tidak ada paket yang hilang selama pengiriman data, nilai delay diperoleh 7,1 ms, dan nilai jitter diperoleh 7,1ms. Berdasarkan penelitian ini dapat dijelaskan, bahwa terjadi penurunan tingkat performansi pengiman data dengan menggununakan teknologi bluetooth terhadap obstacle yang diberikan bahan material berbeda, serta jarak dapat mempengaruhi kualitas pengiriman data.
RANCANG BANGUN ANTENA HELIX SEBAGAI PENGUAT JARINGAN INTERNET MODEM MIFI DI DESA SUNGAI AMBANGAH Badriansyah, M.; Suryadi, Dedy; Marpaung, Jannus; Imansyah, Fitri
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan tidak adanya sinyal internet di Desa Sungai Ambangah menjadi permasalahan bagi masyarakat pengguna internet, khususnya pelajar, mahasiswa, guru dan lain-lain. Sementara itu, kegiatan belajar mengajar harus dilakukan secara daring, sebab belum ada ijin dari pemerintah untuk kegiatan pembelajaran secara tatap muka (offline). Dengan antena Helix ini dapat memecahkan masalah di daerah blankspot (sinyal lemah), agar masyarakat setempat dapat mengikuti perkembangan ‘di dunia luar’ dengan mengakses konten-konten informatif. Dibidang pendidikan kegiatan belajar mengajar secara daring bisa terlaksana dengan baik. Dalam penelitian ini diuraikan tentang proses perancangan, perhitungan, pembuatan dan analisis antena Helix dengan tujuan untuk memperkuat daya tangkap sinyal GSM terhadap modem Mi-Fi. Antena Helix yang dirancang dengan spesifikasi panjang 50 cm, dengan lebar antena Helix dengan diameter 4,2 cm dengan 15 lilititan kawat email dan dengan groundplane berdiameter  15 cm. Berdasarkan hasil pengujian di desa sungai ambangah dusun karya sari dengan jarak 2,3 hingga 2,5 km pada saat pengujian kecepatan internet menggunakan aplikasi network cell info lite mendapatkan nilai kecepatan terbaik pada ketinggian 10 meter pada lokasi 1 dengan nilai signal strenght -50 dBm, RSSI -35 dBm, jitter 20 ms, kecepatan download 12,3 Mbps dan kecepatan upload 4,3 Mbps. Hasil analisis pengukuran antena Helix dapat bekerja pada ketinggian diatas 8 meter tanpa ada halangan pepohonan atau bangunan sehingga dapat menangkap sinyal internet dengan baik. Dengan kualitas sinyal yang baik tersebut maka dapat dilakukan aktifitas akses internet dan fitur-fiturnya seperti whatsapp, google dan youtube tanpa kendala.
IDENTIFIKASI PENGARUH LOSS DAYA SALURAN SERAT OPTIK TERHADAP KUALITAS LAYANAN INTERNET Ristiawan, Jemi; Imansyah, Fitri; Suryadi, Dedy
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serat optik merupakan media transmisi yang memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk dapat mentransfer data lebih cepat karena menggunakan cahaya sebagai penghantarnya. Adanya permasalahan redaman pada serat optik, perlu diakomodasi sehingga dapat meminimalisir terjadinya loss daya pada serat optik. Dengan adanya penelitian ini dapat diketahui besarnya nilai dari suatu redaman transmisi serat optik melalui metode pengukuran menggunakan OPM, mengidentifikasi loss daya saluran serat optik, mengetahui korelasi nilai redaman terhadap loss daya pada transmisi serat optik, serta mengetahui perbandingan nilai hasil pengukuran OPM dengan pembacaan data ONT. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriftif analitik dimana penelitian akan menggambarkan apa adanya tentang suatu variabel yang diolah, serta gejala dan keadaan yang akan diidentifikasi. Maka dapat diperoleh hasil penelitian yaitu, besarnya daya optik yang terukur di rumah pelanggan dipengaruhi oleh daya optik yang terukur pada ODP. Daya optik pada ODP bernilai kecil dengan nilai daya optik rata-rata -19.87 dB, hal ini membuat daya optik pada rumah pelanggan yaitu ONT cenderung semakin kecil dengan nilai daya optik rata-rata -20.82 dB. Terjadi penambahan nilai -0.95 dB per transmisi. terdapat perbedaan antara data pengukuran dengan data pembacaan ONT rata-rata senilai 1 dB dimana data pengukuran cenderung bernilai lebih besar dari pada data pembacaan ONT. Dilakukanlah suatu perhitungan untuk mengidentifikasi penyebab dari besarnya nilai redaman pada kabel serat optik. Sehingga diketahui bahwa semakin panjang kabel yang digunakan untuk transmisi serat optik maka redaman yang dihasilkan akan semakin besar sehingga daya optik yang dipancarkan oleh pengirim akan semakin melemah seiring dengan panjangnya kabel. Hal inilah yang akan mempengaruhi kualitas dari layanan internet.
IDENTIFIKASI PENGGUNAAN FREKUENSI RADIO FM MENGGUNAKAN SOFTWARE ARGUS PADA DAERAH LAYANAN KOTA PONTIANAK DAN KABUPATEN KUBU RAYA Andi, Supratman; Imansyah, Fitri; Suryadi, Dedy
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia pengelolaan dan pengawasan spektrum radio dan orbit satelit diatur dalam undang-undang nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi dan Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2000 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit. Radio FM masih menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu media penyedia dan penyiar informasi bagi masyarakat luas, dimana sifat komunikasi ini termasuk sistem komunikasi tidak bergerak. Oleh karena itu, sumber daya alam ini perlu dikelola dan diatur pengalokasian spektrumnya. Banyaknya jumlah stasiun radio FM dan keterbatasan alokasi frekuensi radio FM mengharuskan penggunaan alokasi frekuensi radio FM haruslah sesuai dengan aturan yang berlaku. Diprediksi adanya penggunaan frekuensi radio FM yang tidak memiliki Izin Siaran Radio sehingga mengakibatkan interferensi dan gangguan komunikasi bagi pengguna frekeunsi radio FM lainnya, untuk itu diperlukan identifikasi supaya penggunaan frekuensi radio FM lebih tertata dan terdata. Dari hasil pengukuran dan identifikasi frekuensi radio FM menggunakan software argus pada daerah layanan didapat sebanyak 10 frekuensi radio FM legal pada daerah layanan Kota Pontianak dan 3 frekuensi radio FM legal pada daerah layanan Kabupaten Kubu Raya. Semua frekuensi radio FM tersebut tidak ada yang berdiri illegal, kadaluarsa atau tidak sesuai dengan database Sistem Informasi Manajemen  Spektrum (SIMS) wilayah Kota Pontianak.Sinyal tertinggi yang diterima pada saat melakukan pengukuran pada daerah layanan Kota Pontianak adalah 38,9 dBµV/m dengan hasil identifikasi 104,200 MHz radio FM RRI Pro 1 dan sinyal terendah adalah 13,6 dBµV/m dengan hasil identifikasi 105,800 MHz radio FM PT. Radio Swara Mas Mujahidin Madani sedangkan, sinyal tertinggi yang diterima pada saat melakukan pengukuran pada daerah layanan Kabupaten Kubu Raya adalah 80,1 dBµV/m dengan hasil identifikasi 97,900 MHz radio FM PT. Radio Samaria dan sinyal terendah adalah 41,1 dBµV/m dengan hasil identifikasi 94,700 MHz radio FM PT. Radio Swara Rodja dan pada pengukuran spektrum frekuensi radio FM pada daerah layanan Kabupaten Kubu Raya terdapat 3 frekuensi radio FM yang tidak sesuai dengan database SIMS dan tidak dapat diidentifikasi, yaitu 97.000 MHz, 100.700 MHz, 105.500 MHz.
RANCANG BANGUN PEMBANGKIT SINYAL TIGA KELUARAN DENGAN MODUL SI5351 BERBASIS ARDUINO Rizal, Ahmad; Suryadi, Dedy; Aula, Abqori; Marpaung, Jannus; -, Syaifurrahman
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Function generator atau pembangkit sinyal merupakan alat yang dapat menghasilkan gelombang baik gelombang sinus, persegi, ataupun gigi gergaji, dengan frekuensi dan amplitudo yang dapat diubah. Pembangkit sinyal yang terdapat di laboratorium umumnya hanya memiliki satu keluaran. Hal ini menyebabkan pelaksanaan praktikum tidak maksimal. Dalam tugas akhir ini dirancang pembangkit sinyal dengan tiga keluaran menggunakan rangkaian modul SI5351 yang dikendalikan oleh mikroprosesor Arduino. Pembangkit sinyal tiga keluaran ini di harapkan dapat membantu praktikum. Menggunakan Arduino Nano, modul SI5351 dapat menghasilkan tiga keluaran dengan mengendalikan moda dan frekuensi pada CLK0, CLK1 dan CLK2. < Prototype yang dirancang kemudian diuji di laboratorium Elektronika Dasar. Keluaran CLK0 digunakan untuk membangkitkan sinyal sinus, CLK1 untuk menghasilkan sinyal persegi, dan CLK2 untuk membangkitkan sinyal gigi gergaji. Keluaran CLK0 memiliki galat rata-rata 329 KHz sampai dengan 7 MHz, keluaran CLK1 memiliki galat rata-rata 359 KHz sampai dengan 7 MHz, dan keluaran CLK2 memiliki galat rata-rata 403 KHz sampai dengan 8 MHz, Hasil ini menunjukkan bahwa pembangkit sinyal yang dirancang mampu menghasilkan keluaran yang diinginkan, dengan rentang galat antara 363 KHz hingga 7 MHz. >
IDENTIFIKASI PENGUKURAN INTENSITAS RADIASI MEDAN ELEKTROMAGNETIK PADA BASE TRANSCEIVER STATION DI KOTA SAMBAS Jekki, -; Imansyah, Fitri; Suryadi, Dedy
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BTS (Base Transceiver Station) operator komunikasi seperti Telkomsel, Indosat, XL, dan Tri  yang tersebar diberbagai daerah memiliki daya pancar yang dapat mencakup area komunikasi yang diinginkan. Namun BTS-BTS tersebut memiliki instensitas radiasi yang masih belum diketahui oleh masyarakat. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang identifikasi pengukuran intensitas radiasi medan elektromagnetik pada Base Transceiver Station di kota Sambas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besar intensitas radiasi yang dihasilkan oleh antena BTS oleh  operator Telkomsel, XL, Indosat, dan Tri. Perencanaan dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu pengumpulan data, rancangan analisis data, perencanaan sistem identifikasi intensitas radiasi medan elektromagnetik BTS pada lokasi yang telah ditentukan. Hasil pengukuran nilai intensitas radiasi diperoleh dari alat ukur EMF-827 yang memiliki satuan µT dengan melakukan perlakuan jarak sebesar 10 m, 20 m, 30 m, dan 40 m dari pusat BTS ke alat ukur, yang kemudian dilakukan perbandingan hasil pengukuran dengan standar radiasi yang telah ditetapkan oleh ICNIRP. Berdasarkan hasil pengukuran pada jarak terdekat yaitu 10 m Telkomsel memiliki intensitas radiasi sebesar 0,135 µT, XL sebesar 0.09 µT, Indosat sebesar 0,071667 µT, dan Tri sebesar 0,05 µT. Sedangkan pada jarak terjauh yaitu 40 m Telkomsel memiliki intensitas radiasi sebesar 0,115 µT, XL sebesar 0,07 µT,  Indosat sebesar 0,058333 µT, dan Tri sebesar 0,086667 µT. Berdasarkan hasil pengukuran dapat disimpulkan bahwa nilai intensitas radiasi jauh dari batas ketentuan ICNIRP sehingga intensitas radiasi aman bagi kesehatan masyarakat yang bermukim disekitar BTS.
IDENTIFIKASI PENGUKURAN INTENSITAS RADIASI MEDAN ELEKTROMAGNETIK PADA SMARTPHONE DAN TINGKAT BATAS AMAN TERHADAP TUBUH MANUSIA Alfarizi, Pandu; Imansyah, Fitri; Suryadi, Dedy
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di zaman sekarang ini teknologi sudah berkembang sangat pesat dengan teknologi yang sekarang ini hampir setiap orang memiliki telepon seluler atau handphone (HP) yang sekarang dikenal sebagai telepon pintar (smartphone). Dari manfaat yang diberikan oleh smartphone, tentu saja terdapat dampak negatif yang dapat terjadi pada tubuh manusia salah satunya dapat menimbulkan efek radiasi yang dapat berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan sekitarnya, sehingga dalam penggunaannya perlu diketahui cara yang tepat untuk mengambil manfaat yang lebih banyak dan memperkecil kemungkinan bahaya yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar radiasi elektromagnetik yang terdiri dari medan magnet dan medan listrik yang dihasilkan oleh ponsel ketika beroperasi apakah masih di dalam ambang batas aman yang dilakukan melalui pengukuran medan magnet dan medan listrik pada beberapa sampel ponsel. Penelitian dilakukan dengan cara melakukan panggilan melalui telepon yang mana pada saat telepon terjadi dilakukan pengukuran intensitas radiasi tersebut. Dimana pengukuran melalui 2 mode yaitu telepon ear phone (telepon tempel telinga) dan mode loudspeker (telepon suara nyaring). Dan juga dengan jarak 100-300 meter dari BTS serta dengan pengukuran 0-15 Cm jarak alat ukur dari sampel handphone. Dari hasil pengukuran yang telah dilakukan intensitas medan elektromagnetik masih dalam batas aman, menurut penelitian yaitu masih dibawah batas yang ditentukan oleh ICNIRP maupun IEEE  yaitu frekuensi 900 MHz adalah sebesar 4,5 W/m2 dan untuk frekuensi 1.800 MHz adalah 9 W/m2. Dari pengukuran yang dilakukan tidak dapat diketahui secara pasti perubahan radiasi medan elektromagnetik untuk perubahan jarak BTS ke handphone. Untuk penggunaan dari paket data dan telepon pulsa tidak memiliki perbedaan yang signifikan, akan tetapi telpon pulsa memilki nilai radiasi yang lebih kecil. Jika semakin jauh jarak handphone ke alat ukur maka akan semakin kecil radiasi medan elektromagnetiknya.
Co-Authors -, Syaifurrahman Abang Razikin Achmad Hidayat ahmad rizal Alfarizi, Pandu Ana Andi, Supratman Andri Setiawan Anismawati, - Aula, Abqori Ayong Hiendro Azhar, Muhammad Reynaldi B Arnold Simangunsong Badie Uddin Badriansyah, M. Cakranegara, Pandu Adi Carles Sitompul Ceicalia Tesavrita Dedi Rohendi Desyandri Desyandri Dewanti, Yopy Ratna Dhahrani, Jasmine Al Elang Derdian Marindani Fauzan, Mochamad Rizal Firdaus, Tomi Fitri Imansyah Gideon Budiyanto Ginanjar, - Hanapi, Zaliza Hari Adianto Hari Adianto Hendri Putra, Agus Tianto Hizkia, Dave Adonia Husin, Fitriah Hutapea, Lulu Nauli Sonya I Ketut Suada Iskandar, Naufal Nadhif Rabbani Iswari, Titi Iwa Kuntadi Jamhir Islami Jannus Marpaung Jatnika, Ika Jekki, - Joseph, Abimana Jovita, Neysa Kusumawardhani, Eka Kuswara, Jaka Lante, Alpianto Noti Mardiani Mardiani Meita, Hikmah Danur Misli, - Mokhamad Syaom Barliana Mufhidin, Amar Muhammad Adli Rizqulloh Muktiarni Naim, Sultono Neilcy Tjahja Mooniarsih Nurlia Padlillah, - Pangalayo, Jhoni David Pindra, Willy Pitri, Putra Aditya Pontia W, F. Trias Pontia W, F.Trias Pramudita, Resa Pratama, Nanta Aprilian Ramadhan, Muhammad Oka Ramadhani, Rizky Ratih Kusumastuti Rezeki, Muhammad Ridho Riantiarto, Angga Riesna Apramilda Ristiawan, Jemi Rizki Hakiki, Alif Nur Islam Gemilang Roby, Edwardus Roer Eka Pawinanto, Roer Eka Rudi Hartono Saepul Bahri Saktiawan, Ferdi Jaya Sani Susanto Setiawan, Geraldy Setiawan, Geri Silaban, Taripar David Siti Maesaroh Solihin, Asep SRI RAHAYU stefhen, Gilbert Sultono, Sultono Syaifur rahman Syaifurrahman Syaifurrahman Tutin Aryanti Wahid, Agus Nur Warman, Adytia YMK Aritonang YMK Aritonang