Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Transformasi Digital Bank Sampah: Peningkatan Manajemen Sampah Terintegrasi Untuk Mendukung Ekonomi Sirkular Dan Scale Up KSM Kudu Bisa Melalui Pengembangan Platform Berbasis Web Utomo, Hari Widi; Suryatiningsih, Suryatiningsih; Sultoni, Achmad; Rafika Nur, Yohani Setiya; Libertiana Saragih, Nopri Anita; Safiri, Satria Rizki; Arba, Raihan Adi; Alfarizy, Shehal Sigi
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v11i1.8099

Abstract

Pengelolaan sampah berbasis masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan, terutama pada aspek pencatatan, efisiensi operasional, dan integrasi data. Kondisi tersebut juga dialami oleh KSM Kudu Bisa di Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, yang selama ini mengelola bank sampah dengan sistem manual. Keterbatasan tersebut berdampak pada rendahnya efektivitas pengelolaan, risiko kehilangan data, serta belum optimalnya pemanfaatan nilai ekonomi sampah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendukung transformasi digital pengelolaan bank sampah melalui pengembangan platform berbasis web yang terintegrasi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat secara partisipatif melalui lima tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta perencanaan keberlanjutan. Sasaran kegiatan meliputi pengurus dan anggota KSM Kudu Bisa sebagai pelaku utama pengelolaan bank sampah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa platform digital yang dikembangkan mampu meningkatkan kerapian pencatatan transaksi, mempermudah pengelolaan data nasabah, serta mempercepat penyusunan laporan. Pengurus KSM mulai memanfaatkan dashboard sebagai alat monitoring operasional, sementara anggota merasakan peningkatan transparansi tabungan sampah. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan literasi digital pengurus, mendorong kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, serta membuka peluang penguatan ekonomi sirkular di tingkat desa. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap penguatan kelembagaan KSM Kudu Bisa dan berpotensi menjadi model pengelolaan bank sampah digital yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain.
PENGEMBANGAN APLIKASI WEB PEMETAAN KOMODITAS HASIL TANI PADA BALAI PENYULUH PERTANIAN SELAAWI Suryatiningsih Suryatiningsih; Wardani Muhamad; Sari Dewi Budiwati; Paramitha Mayadewi; Guntur Prabawa Kusuma; Wahyu Hidayat
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 7 No. 3 (2023): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v7i3.7766

Abstract

Penyuluhan pertanian sebagai sebuah sistem pendidikan non-formal melibatkan 3 (tiga) entitas utama, yaitu: penyuluh, petani, dan Badan Penyuluh Pertanian (BPP) sebagai organisasi yang menaungi penyuluh pertanian. Efektivitas program kegiatan penyuluhan pertanian diyakini mampu mewujudkan keberhasilan dan keberlanjutan pembangunan pertanian. Berbagai metode komunikasi dan pemanfaatan TIK dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas kegiatan penyuluhan pertanian. Pada kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di BPP Selaawi, Program Studi D3 Sistem Informasi Universitas Telkom membuat solusi berupa sebuah aplikasi web sebagai media untuk menyebarluaskan program kerja BPP sekaligus menjadi pusat pengetahuan bagi penyuluh dan petani. Solusi ini mampu memenuhi tujuan BPP, yaitu program kerja penyuluhan. Selain itu, aplikasi web yang dibangun juga menjadi media elektronik untuk memperkenalkan dan memetakan komoditas hasil tani di wilayah kerja BPP Seelawi. Aplikasi web yang dihasilkan telah disosialisasikan kepada 20 penyuluh yang hadir sebagai peserta pada pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Lebih dari 90% peserta menyatakan bahwa fitur yang disediakan pada aplikasi web sudah sesuai dengan kebutuhan penyuluh pertanian dan BPP serta bermanfaat bagi penyuluh, petani, dan masyarakat umum.