Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pemanfaatan E-Learning dalam Meningkatkan Kompetensi Guru di Daerah Terpencil dengan Pembelajaran Hybrid Indriani, Jennisa Dwina; Hasanah, Tita; Susanti, Diana; Kemala, Sri; Setriani, Loli; Budiarti, Meliza
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak Vol. 1 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupemba.v1i2.38

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat menuntut generasi muda untuk memiliki keterampilan yang adaptif, kritis, dan siap pakai dalam menghadapi tantangan dunia kerja global. Namun, masih banyak peserta didik yang mengalami kesenjangan keterampilan digital, baik dari sisi penguasaan perangkat lunak, komunikasi digital, hingga pemanfaatan platform kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan meningkatkan keterampilan teknologi digital generasi muda melalui pendekatan pembelajaran hybrid sebagai strategi yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. Metode yang digunakan adalah studi tindakan (action research) dengan melibatkan 60 peserta dari lembaga pelatihan vokasi yang mengikuti program selama delapan minggu. Pembelajaran dilakukan dengan kombinasi sinkron (tatap muka dan daring langsung) dan asinkron (modul dan video mandiri), serta penilaian berbasis proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan hybrid secara signifikan meningkatkan kemampuan peserta dalam mengoperasikan teknologi produktivitas (Google Workspace, Canva, Trello), berkomunikasi secara profesional di ruang digital, serta berpikir kritis dalam memecahkan masalah berbasis teknologi. Evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan skor rata-rata sebesar 38%. Selain itu, peserta melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam menghadapi wawancara kerja daring, menyusun portofolio digital, dan melakukan presentasi virtual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran hybrid yang dirancang secara kontekstual dapat menjadi solusi efektif untuk menjembatani gap keterampilan digital sekaligus menyiapkan generasi muda yang lebih kompeten, adaptif, dan siap bersaing di era global. Rekomendasi diberikan untuk integrasi kurikulum digital secara menyeluruh di lembaga pendidikan dan pelatihan kerja.
PENDAMPINGAN KELAS MINI ZOO EDUKATIF UNTUK PENGEMBANGAN GEOPARK PENANGKARAN RUSA MALO KABUPATEN BOJONEGORO Susilo, Joko; Rahmawati, Laily; Romadhoni, Novita; Wahyuni, Novi; Susanti, Diana
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat November 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v9i1.6709

Abstract

Early childhood education plays an important role in fostering children's growth and character development. However, its implementation often focuses on cognitive aspects and pays little attention to character growth. This community service activity focused on strengthening the function of the Timor Deer Breeding Center in Malo Village, Bojonegoro, through an outdoor learning approach based on an educational mini zoo. The program aimed to improve the quality of early childhood education while optimizing the role of the breeding center as a means of conservation and educational tourism. The implementation methods included needs identification, facility revitalization, mini zoo class assistance, and evaluation. The results of the assistance showed high enthusiasm from the participants and an increase in community visits by 44.26%. These findings confirm that educational mini zoos contribute to character building in children, environmental preservation, and local community empowerment.
Pengembangan Microlearning pada Materi Ekosistem Makhluk Hidup Tingkat SMA/MA: (Development of Microlearning on the Topic of Living Organism Ecosystems for Senior High School) Alit Maulana, Anom; Susanti, Diana; Fitriani, Vivi
BIODIK Vol. 11 No. 04 (2025): December 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v11i04.47551

Abstract

Microlearning is a learning method that utilizes video media to enhance students' interest in learning. This study aims to develop microlearning-based educational media focused on the topic of living ecosystem for high school (SMA) or Madrasah Aliyah (MA) levels. The research method employed is a R&D, using the 4D model (Define, Design, Development, Dissemination), limited to the Development stage. Validity testing is conducted by expert validators, while practicality testing is carried out with users. The results indicate that the developed microlearning achieved a validity score of 91.4% and a practicality score of 86.7%. The conclusion of this study is that the microlearning media developed for the topic of living ecosystems at the E phase for SMA/MA levels is categorized as highly valid and highly practical. Abstrak. Microlearning merupakan suatu metode pembelajaran yang memanfaatkan media video untuk meningkatkan minat belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbentuk microlearning yang berfokus pada materi ekosistem makhluk hidup untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA). Metode penelitian yang diterapkan adalah jenis penelitian pengembangan, menggunakan model 4D (Define, Design, Development, Dissemination), yang dibatasi hingga tahap Development. Uji validitas dilakukan oleh para ahli validator, sedangkan uji praktikalitas dilaksanakan pada pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan microlearning memperoleh nilai validitas sebesar 91,4% dan nilai praktikalitas sebesar 86,7%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media microlearning yang dikembangkan untuk materi ekosistem makhluk hidup pada fase E di tingkat SMA/MA tergolong sangat valid dan sangat praktis.
Students’ and Lecturers’ Needs in the Design of the NanoPintar E-Module for Cell Biology Courses through Multiple Intelligences Susanti, Diana; Desa, Shakinaz
AMPLITUDO : Journal of Science and Technology Innovation Vol. 5 No. 1 (2026): February
Publisher : Balai Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56566/amplitudo.v5i1.491

Abstract

Cell Biology is a crucial yet challenging subject in which students often struggle with abstract concepts, particularly cell organelles, a difficulty exacerbated by traditional teaching methods that utilize static materials, which yield inadequate results, especially among students with limited visual-spatial abilities. This research investigated the preliminary needs of both students and lecturers for the development of the NanoPintar e-module using diverse data collection methods, including questionnaires, interviews, student visualization tests, and multiple intelligence assessments. The results indicated very low scores in student visualization and multiple intelligence tests; however, interview and questionnaire outcomes strongly confirmed that both students and lecturers require a NanoPintar e-module for the Cell Biology course, identifying the Endoplasmic Reticulum material as the most difficult topic and thus highly suitable for the development of the e-module
Investigation of AR and VR Technologies in Plant Physiology Education: Assessment of Student Motivation and Preliminary Comprehension Afza, Aulia; Susanti, Diana; Nursyahra, Nursyahra; Devegi, Mourend; Supriatno, Bambang; Riandi, Riandi; Meriko, Lince
AMPLITUDO : Journal of Science and Technology Innovation Vol. 5 No. 1 (2026): February
Publisher : Balai Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56566/amplitudo.v5i1.508

Abstract

Plant Physiology Education often faces challenges in visualizing complex internal and conceptual processes, such as photosynthesis, transpiration, and mineral nutrition. Traditional teaching methods often fail to motivate students and facilitate in-depth understanding. Investigation of AR and VR Technologies in Plant Physiology Education. This study employed a quantitative methodology with a descriptive design and correlational analysis, involving 50 students who completed a questionnaire regarding their motivation and comprehension of interactive digital books utilizing Augmented Reality (AR) and Virtual Reality (VR). The findings indicated a substantial enhancement in students' motivation and comprehension following the utilization of this technology. The Pearson correlation test indicated a positive link between students' motivation and comprehension, with a significance level of p-value <0.01. The t-test further validated a significant disparity in students' motivation and comprehension when utilizing AR and VR. This technology facilitates a more dynamic and immersive learning experience, aiding students in comprehending complex principles of plant physiology that are challenging to grasp through traditional techniques. This study advocates for the utilization of augmented reality (AR) and virtual reality (VR) technologies to enhance the quality of education in biology, particularly in the area of plant physiology
Pelatihan Pemrograman Dasar untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa SMA di LKP-KARYA PRIMA Juliarini, Ni Kadek; Risal, Andi Alviadi Nur; Fitriani, Vivi; Afza, Aulia; Susanti, Diana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak Vol. 2 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupemba.v2i2.134

Abstract

Keterbatasan pembelajaran pemrograman dasar di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) menyebabkan rendahnya kemampuan siswa dalam memahami logika algoritma dan implementasi kode program. Kondisi ini diperparah oleh minimnya praktik langsung serta keterbatasan fasilitas dan sumber daya pendukung. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemrograman dasar siswa SMA di LKP-KARYA PRIMA melalui pelatihan berbasis praktik. Metode yang digunakan meliputi tahapan persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi dengan pendekatan learning by doing. Subjek kegiatan adalah 30 siswa SMA yang mengikuti pelatihan selama empat sesi. Instrumen yang digunakan berupa pre-test dan post-test, lembar observasi, serta kuesioner kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dengan rata-rata sebesar 100.44%, serta tingkat kepuasan peserta mencapai 86.25%. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan dalam pemahaman konsep dasar, kemampuan logika algoritma, serta keterampilan implementasi program sederhana. Dengan demikian, pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi digital dan keterampilan pemrograman dasar siswa. Kegiatan ini juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai model pelatihan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang teknologi.
Pengembangan Microlearning Pada Materi Inovasi Teknologi Biologi Tingkat SMA/MA Ezim, M Abdul; Fitriani, Vivi; Susanti, Diana
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.13269

Abstract

Adanya pembelajaran berbasis Microlearning akan lebih merealisasikan mengenai kebebasan anak dalam belajar. Tujuan dari kajian ilmiah ini adalah menghasilkan media pembelajaran microlearning pada materi Inovasi Teknologi Biologi tingkat SMA/MA yang valid. Penelitian ini mengadopsi model pengembangan yang telah dimodifikasi dari model 4D. Tahapan dalam proses pengembangan terdiri dari empat fase, yaitu Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Development (Pengembangan), dan Dissemination (Penyebarluasan). Tetapi pada peneletian ini hanya di batasi sampai pada tahap Develop, yang mencakup uji validitas. Uji validitas dengan melibatkan dua orang dosen sebagai validator melalui pengisian angket. Setelah itu, data di analisis menggunakan metode perhitungan persentase. Hasil uji validitas, dinyatakan bahwa media pembelajaran microlearning sangat valid dengan perolehan sebesar 87,3%. Dengan demikian, produk tersebut dinilai memenuhi syarat untuk digunakan dalam proses pembelajaran