Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Analisis Kesesuaian Wisata Di Pantai Slili, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta Linda Imroatun Nita; Antonius Budi Susanto; Hadi Endrawati
Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i3.48057

Abstract

Pariwisata merupakan sektor yang memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan perekonomian pada suatu wilayah. Kabupaten Gunungkidul merupakan kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang dikenal dengan banyaknya gugusan pantai. Pantai Slili merupakan salah satu pantai di Gunungkidul yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi wisata pantai. Pantai Slili memiliki garis pantai pendek dibandingkan dengan pantai yang lain. Pantai ini cocok untuk bermain pasir, karena memiliki pasir putih dan ombak pantai yang cukup kecil. Penelitian ini bertujuan dilakukan untuk mengkaji kesesuaian wisata pantai dan strategi pengembangan wisata di Pantai Slili, Gunungkidul, Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pengumpulan data dilakukan dengan survei di lokasi penelitian. Hasil ini menunjukan bahwa pantai slili memiliki indeks kesesuaian wisata sebesar 83% pada stasiun 1 termasuk kategori sangat sesuai (S1), 79% pada stasiun 2 dan 73,8% pada stasiun 3 termasuk kategori sesuai (S2). Pengembangan daya tarik wisata kawasan Pantai Slili terbagi menjadi empat strategi pengembangan untuk pengelolaan kawasan ekowisata pantai yang sesuai dengan kekuatan, kelemahan, potensi dan ancaman yang dimiliki kawasan tersebut. Kesimpulan yang didapat menunjukan bahwa pantai slili memiliki potensi sebagai destinasi wisata pantai.
Pengaruh Makroalga Ulva lactuca Sebagai Bahan Tambahan Pakan Terhadap Pertumbuhan Ikan Nila Adlikahfi Adlikahfi; Ria Azizah Tri Nuraini; AB Susanto
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.42352

Abstract

Ulva lactuca merupakan makroalga dengan kandungan nutrisi yang tinggi sehingga berpotensi sebagai bahan tambahan pakan ikan nila. Ikan nila merupakan komoditas dengan nilai ekonomi yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Ulva lactuca sebagai tambahan pakan ikan dan pengaruh pada pertumbuhan ikan nila, meliputi panjang dan berat ikan nila. Hewan uji yang digunakan adalah ikan nila dengan berat 1-3 gr dan panjang 4-6 gr. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 3 perlakuan, yaitu 6% Ulva lactuca (perlakuan B), 12% Ulva lactuca (perlakuan C), 18% Ulva lactuca (perlakuan D), serta satu kontrol (perlakuan A) dengan 3 kali pengulangan. Ikan nila dipelihara dan diberi pakan selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa Ulva lactuca dapat digunakan sebagai bahan tambahan pakan ikan nila dengan hasil pertumbuhan perlakuan A (Kontrol) dengan panjang ikan nila 0,91 cm dan berat ikan nila 0,81 gr; perlakuan B (Ulva lactuca 6%) dengan panjang ikan nila 0,84 cm dan berat ikan nila 0,75 gr; perlakuan C (Ulva lactuca 12%) dengan panjang ikan nila 1,01 cm dan berat ikan nila 0,96 gr; perlakuan D (Ulva lactuca 18%) dengan panjang ikan nila 0,87 cm dan berat ikan nila 0,78 gr. Hasil tersebut menjelaskan bahwa penggunaan Ulva lactuca pada pakan ikan nila dapat memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ikan nila. Ulva lactuca dengan perlakuan C (12%) memberikan pertumbuhan berat dan panjang yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Ulva lactuca is a macroalgae with high nutritional content so it has potential as an additional ingredient in tilapia fish feed. Tilapia is a commodity with high economic value. The aim of this research was to determine Ulva lactuca as an additional fish feed and its effect on the growth of tilapia, including the length and weight of the tilapia. The test animal used was tilapia with a weight of 1-3 grams and a length of 4-6 grams. This research used a Completely Randomized Design (CRD) method consisting of 3 treatments, namely 6% Ulva lactuca (treatment B), 12% Ulva lactuca (treatment C), 18% Ulva lactuca (treatment D), and one control (treatment A) with 3 repetitions. Tilapia fish are kept and fed for 21 days. The results of the research show that Ulva lactuca can be used as an additional ingredient in tilapia feed with the growth results of treatment A (Control) with a tilapia fish length of 0.91 cm and a tilapia fish weight of 0.81 gr; treatment B (Ulva lactuca 6%) with tilapia fish length of 0.84 cm and tilapia fish weight of 0.75 gr; treatment C (Ulva lactuca 12%) with tilapia fish length of 1.01 cm and tilapia fish weight of 0.96 gr; treatment D (Ulva lactuca 18%) with tilapia fish length of 0.87 cm and tilapia fish weight of 0.78 gr. These results explain that the use of Ulva lactuca in tilapia fish feed can have an influence on the growth of tilapia fish. Ulva lactuca with C treatment (12%) gave higher weight and length growth compared to the control treatment.
Potensi Keanekaragaman Biota Asosiasi Sebagai Daya Tarik Pengembangan Ekowisata Bahari Berbasis Ekosistem Lamun Di Kawasan Pantai Prawehan, Jepara Farsya Sriazka Ramadhani; Ita Riniatsih; AB Susanto
Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i4.51079

Abstract

Pantai Prawehan merupakan salah satu perairan di Jepara yang masih memiliki keanekaragaman jenis lamun beserta biota asosiasinya. Keberadaan lamun dan biota di suatu perairan ini dapat menjadi daya tarik tersendiri untuk dijadikan sebagai destinasi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekosistem lamun sebagai destinasi ekowisata bahari di kawasan Pantai Prawehan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survey dengan pengambilan data secara langsung di lapangan dan wawancara kepada responden yang selanjutnya dianalisis secara kuantitatif. Data yang diukur meliputi kondisi ekosistem lamun, jenis biota, jenis substrat, dan parameter perairan. Hasil penelitian menunjukkan ditemukanya 6 spesies lamun, tutupan lamun (45,05%), kerapatan lamun (37,67 ind/m2), 12 spesies biota (gastropoda), kecerahan (71,8–76,5%), substrat (pasir), kecepatan arus (0,04–0,1m/s), dan kedalaman lamun (0,5–1,5 m). Berdasarkan hasil penelitian, ekosistem lamun di kawasan Pantai Prawehan berpotensi untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata bahari karena memiliki keanekaragaman spesies dan terdapat jenis biota yang masih ditemukan. Namun, diperlukan upaya lebih lanjut dalam edukasi, kerjasama, dan konservasi. Salah satu, upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menerapkan metode transplantasi dan rehabilitas lamun di lokasi penelitian.
Komposisi dan Tutupan Kanopi Mangrove Di Desa Wolowa Kabupaten Buton Krisna Prasetyo Wibowo; Rudhi Pribadi; AB. Susanto
Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i2.43306

Abstract

Mangrove yang terdapat pada kawasan pesisir Desa Wolowa merupakan salah satu kawasan hutan mangrove yang terdapat di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Kurangnya data pada lokasi penelitian menjadi alasan dilakukannya penelitian pada lokasi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman vegetasi mangrove beserta komponen-komponen yang terdapat didalamnya. Selain itu, penelitian ini digunakan untuk menganalisis persentase tutupan kanopi mangrove. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penentuan lokasinya menggunakan metode porposive sampling dan untuk menganalisis tutupan kanopinya menggunakan metode Hemispherical photography. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret - Juli 2023. Penelitian ini dilakukan pada tiga stasiun berbeda, dengan masing-masing stasiunnya terdiri dari tiga plot penelitian. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya 5 spesies mangrove. Untuk nilai persentase tutupan kanopi mangrove berkisar antara 50,15% - 75-51%. Persentase tutupan dengan kategori sedang merupakan kategori paling mendominasi pada lokasi penelitian  Mangroves in the coastal area of Wolowa Village are one of the mangrove forest areas on Buton Island, Southeast Sulawesi. The lack of data at the research location is the reason for conducting research at that location. The purpose of this study was to determine the diversity of mangrove vegetation and the components contained therein. In addition, this study was used to analyze the percentage of mangrove canopy cover. The method used in this research is descriptive method. Determination of its location using porposive sampling method and to analyze its canopy cover using Hemispherical photography method. This research was conducted in March - July 2023. This research was conducted at three different stations, with each station consisting of three research plots. The results of this study were found 5 mangrove species. For the percentage value of mangrove canopy cover ranged from 50.15% - 75-51%. The percentage of cover in the medium category is the most dominating category in the research location.
Karakterisasi Fisikokimia Dan Hedonik Selai Lembaran Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii Doty, 1985) dan Buah Mangga (Mangifera indica L., 1753) Aisya Tri Maharani; Rini Pramesti; AB Susanto
Journal of Marine Research Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i1.50486

Abstract

Selai lembaran merupakan modifikasi selai semi cair menjadi bentuk lembaran. Proses pembuatannya melibatkan perubahan tekstur selai menjadi padat lembaran. Materi penelitian yaitu rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii sebagai bahan baku untuk membentuk tekstur lembaran dicampur dengan buah mangga (Mangifera indica L.) sebagai perasa alami. Penelitian ini bertujuan menentukan perlakuan terbaik selai lembaran berdasarkan rasio yang berbeda: A (40:60), B (50:50), C (60:40). Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter yang diamati yaitu kekerasan, proksimat, dan hedonik dengan uji berturut-turut uji kekerasan dan proksimat dianalisis menggunakan ANOVA dan hedonik dengan Kruskal-Wallis. Adanya perbedaan yang signifikan dilanjut dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata uji kekerasan 0,14-0,21 kgf; karbohidrat total 62,13-77,92%; kadar protein 0,70-1,14%; kadar lemak 0,03-0,05%; kadar air 20,38-36,60%; kadar abu 0,28-0,64%; dan uji hedonik berdasarkan selang kepercayaan dengan perlakuan A = 7,58 < μ < 8,09; B = 7,29 < μ < 7,78; dan C = 7,05 < μ < 7,70. Berdasarkan hasil, diketahui perlakuan terbaik dalam penelitian ini adalah perlakuan A.  Sheet jam refers to the transformation of the jam from semi-liquid to sheet form. This process requires modifying its texture into sheets. Seaweed (Kappaphycus alvarezii) was selected as the raw material to form the jam into a jelly texture, and mango (Mangifera indica L.) was used as the natural flavor. This study aims to determine the optimal formulation of seaweed and mango sheet jam using the ratios A (40:60), B (50:50), and C (60:40). The experimental laboratory method was used with a Completely Randomized Design (CRD). Parameters observed included hardness, proximate, and hedonic, with hardness and proximate tested using ANOVA and hedonic tested using Kruskal-Wallis. Significant differences will be further examined using Duncan's test. The results showed that the hardness test ranged from 0,14 to 0,21 kgf; total carbohydrate 62,13%-77,92%; protein content 0,70%-1,14%; fat content 0,03%-0,05%; moisture content 20,38-36,60%; ash content 0,28-0,64%; and hedonic test based on confidence interval with treatment A = 7,58 < μ < 8,09; B = 7,29 < μ < 7,78; and C = 7,05 < μ < 7,70. Based on these results, sheet jam formulation A is the best treatment in this study.
Analisa Kelayakan Fisik dan Daya Dukung Kawasan Wisata Pantai Empu Rancak, Karanggondang, Jepara Kirana Indah Srimaharani; AB Susanto; Nur Taufiq-SPJ
Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i4.44347

Abstract

Pantai Empu Rancak merupakan salah satu destinasi wisata unggulan yang terletak di Desa Karang Gondang, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara dan memiliki potensi yang besar untuk menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jepara dan memerlukan analisa kelayakan fisik dan daya dukung kawasan agar dapat mengoptimalkan potensinya dan mengetahui kelayakan Pantai dari aspek fisik masuk kedalam kategori sesuai atau tidak sesuai untuk rekreasi Pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan fisik Pantai, Daya Dukung Kawasan dan kelayakan infrastruktur yang terdapat pada Pantai Empu Rancak.  Penelitian ini dilaksanakan pada 15 Februari 2024 dan 27 Maret 2024 di Pantai Empu Rancak, Kabupaten Jepara. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan menjabarkan secara umum kondisi yang ada di lokasi penelitian. Pengambilan data menggunakan metode survey dengan mengambil data secara langsung di Pantai Empu Rancak. Analisa kelayakan fisik menggunakan Indeks Kesesuaian Wisata dan Daya Dukung Kawasan untuk mengetahui jumlah perkiraan pengunjung per hari nya. Hasil Analisa kelayakan infrastruktur mencapai kategori layak dengan beberapa catatan perbaikan beberapa kategori seperti toilet, mushola dan warung makan. Hal ini menjadikan bahwa Pantai Empu Rancak masih sangat potensial untuk dikembangkan dari segi infrastruktur. Empu Rancak Beach is one of the leading tourist destinations located in Karanggondang Villlage, Mlonggo District, Jepara Regency and has great potential to become one of the favorite tourist destinations in Jepara and requires an analysis of the physical feasibility and carrying capacity of the area in order to optimize the potential and determine the feasibility of the beach from a physical aspect into the category of suitable or unsuitable for reaction. This research aims to determine the physical feasibility of the beach, the carrying capacity of the area and the feasibility of the infrastructure at Empu Rancak Beach. This Research was carried out on February 15, 2024 and March 25, 2024 at Empu Rancak Beach, Jepara Regency. The research method uses a descriptive method by describing in general the conditions that exist at the research location. Data collection uses a survey method by collecting data directly at Empu Rancak Beach. Physical feasibility analysis uses the tourism suitability index and area carrying capacity to determine the estimated number of visitors in a day. The research results show that Empu Rancak Beach has an average IKW of 97,96%, which means that the beach is very suitable as a beach tourism destination. The results of the analysis of the area’s carrying capacity based on the area size that were observed reached 789 visitors in a day. The results of the infrastructure feasibility analysis reached the feasible category with several categories such as toilet, prayer rooms and food stalls. This mean that Empu Rancak Beach still has great potential for development in terms of infrastructure
Perbedaan Perbedaan Konsentrasi Refined Kappa Carrageenan Terhadap Texture Property dan Kualitas Hedonik Tekstur Permen Jelly Muhammad Rouf Indrawan; Antonius Budi Susanto; Rini Pramesti
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.35028

Abstract

Penelitian tentang permen jelly rumput laut telah banyak dilakukan, namun masih perlu perbaikan dan inovasi untuk mencapai kualitas permen jelly yang memenuhi persyaratan mutu SNI dan dapat diterima oleh masyarakat luas. Hal ini membuat motivasi penulis untuk melakukan eksperimen dengan beberapa modifikasi yang bertujuan untuk mendapatkan hasil eksperimen yang mendekati karakteristik permen jelly komersial. Perbaikan tekstur permen jelly agar-agar dilakukan dengan penambahan konsentrasi karagenan kappa halus. Perlakuan yang digunakan adalah perbandingan konsentrasi gelatin dan karagenan kappa halus yaitu perlakuan A (8% : 0%), perlakuan B (6% : 2%), perlakuan C (4% : 4%), perlakuan D ( 2% : 6 %), dan perlakuan E (0% : 8%). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dua jenis pembentuk gel terhadap karakteristik fisik dan hedonik permen jelly serta untuk menentukan konsentrasi refined kappa carrageenan terbaik melalui hasil uji laboratorium, analisis statistik one way Anova, dan kemudian BNJ (Beda Nyata Jujur). Rancangan percobaan yang digunakan untuk mengetahui pengaruh lima formulasi permen jelly terhadap parameter subjektif (kualitas tekstur hedonis) dan objektif (Analisis Profil Tekstur), yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua kali pengulangan. Dari uji tekstur dengan Texture Analyzer diperoleh perlakuan B berupa permen jelly dengan nilai kekerasan, gumminess, dan kekenyalan tertinggi. Dari hasil analisis statistik BNJ taraf 5% diperoleh permen jelly terbaik dari kelima perlakuan yaitu permen jelly formulasi perlakuan B dengan informasi sifat tekstur dan skor organoleptik sebagai berikut : kekerasan 111.59N, gumminess 89.08N, kekenyalan 80.65N, kekompakan 0.80 , dan skor hedonik tekstur 3,16.  Research on seaweed jelly candy has been extensively conducted; however, improvements and innovations are still needed to achieve jelly candy quality that meets the SNI (Indonesian National Standard) requirements and is widely accepted by the public. This served as the author's motivation to carry out an experiment with several modifications aimed at producing experimental results that closely resemble the characteristics of commercial jelly candy. Texture improvement of agar-based jelly candy was achieved by increasing the concentration of refined kappa carrageenan. The treatments used were different ratios of gelatin to refined kappa carrageenan: Treatment A (8% : 0%), Treatment B (6% : 2%), Treatment C (4% : 4%), Treatment D (2% : 6%), and Treatment E (0% : 8%).The aim of this study was to determine the effect of two types of gelling agents on the physical and hedonic characteristics of jelly candy, as well as to identify the optimal concentration of refined kappa carrageenan through laboratory tests, one-way ANOVA statistical analysis, and further evaluation using the Honest Significant Difference (HSD) test. The experimental design used to assess the influence of the five jelly formulations on subjective parameters (hedonic texture quality) and objective parameters (Texture Profile Analysis) was a Completely Randomized Design (CRD) with two replications. Texture analysis using a Texture Analyzer showed that Treatment B yielded jelly candy with the highest values of hardness, gumminess, and chewiness. Based on the 5% HSD statistical analysis, the best jelly candy among the five treatments was from Treatment B, with the following texture properties and organoleptic scores: hardness 111.59 N, gumminess 89.08 N, chewiness 80.65 N, cohesiveness 0.80, and hedonic texture score 3.16.
Co-Authors Adlikahfi Adlikahfi Aisya Tri Maharani Ali Ridlo Ananda Arifidyani Andiska, Prismabella Wilis Anggara Mahardika Anggraeni, Novia Antoni Harahap Ardiawan Pandu Romenda Ardiawan Pandu Romenda Atiqoh, Lailatul Awalina Choirunnisa Rachmawati Bibin Bintang Andriana Budi Prasetyo C. Wiencke Chamidy, Ardian Nurrasyid David Nugroho Deasy Fitria Utami Delicia Yunita Rahma Delicia Yunita Rahma Devi Aulia Zeril Oktavia Djohan Djohan Dwi Haryanti, Dwi Dwi Susilaningsih DWI SUSILANINGSIH Eko Nurcahya Dewi Farsya Sriazka Ramadhani Ferdy Semuel Rondonuwu Ferry Fredy Karwur G. O. Kirst Gunawan Widi Santosa Hadi Endrawati Handung Nuryadi Hanisah Hanisah Hanisah, Hanisah Harahap, Antoni Helly de Fretes Heriawan, Fauzan Heriyanto Heriyanto Iqna Kamila Abfa Irwani Irwani Ita Riniatsih Ita Widowati Joitry Silvia Sitompul Kirana Indah Srimaharani Krisna Prasetyo Wibowo Kuncorowati, Ananda Tiara Ade Leenawaty Limantara Linda Imroatun Nita Mada Triandala Sibero Mahendra, Bima Satria Maylinda Dian Puspitasari Muhamad Ihsan Muhammad Reza Yanuar Rahman Muhammad Rouf Indrawan Munasik Munasik Nirwani Nirwani Nur Taufiq-Spj Ocky Karna Radjasa Paulus Damar Bayu Murti Pola Risda Aswita Silitonga Pradhana, Handhikka Daffa Wira Prayudha, Muhammad Rifky Puspita Sari Harahap Putut Har Riyadi Rahma Nimas Healthy Jayanti Retno Hartati Ria Azizah Ria Azizah Tri Nuraini Rifana Sobari Rifana Sobari Rinawati Siregar Rini Pramesti Rotua Malau Rudhi Pribadi Sembiring, Melisa Octaviani Siregar, Rinawati Subagiyo Subagiyo Suryono Suryono Tasya Afifah Ilmiah Tatas H.P. Brotosudarmo Teuku Muhammad Faisal Teuku Muhammad Faisal, Teuku Muhammad Triana Hanani Wa Ode Rima Alam Sari Bolu Wahid Agung Saputra Wicaksono, Dhanang Hari Widianingsih Widianingsih Widodo, Nabila Azzahro Wilis A Setyati Wilis Ari Setyati Windu Merdekawati Yohanes Oktaviaris Zalsabila Sulistiana