Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS AKSESIBILITAS MENUJU SEKOLAH DI KOTA DENPASAR Dewa Ayu Trisna Adhiswari Wedagama; P Alit Suthanaya; P Kwintaryana
JURNAL DARMA AGUNG Vol 30 No 3 (2022): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v30i3.2205

Abstract

Pembagian dan pertumbuhan kegiatan pendidikan di Kota Denpasar tidak dapat dikatakan merata, baik dari tingkat dasar hingga tingkat atas. Di penelitian ini dilakukan analisis mengenai aksesibilitas menuju sekolah di Kota Denpasar dimana faktor hambatannya adalah jarak. Aksesibilitas adalah ukuran keringanan atau keamanan untuk mencapai suatu tempat melalui sistem jaringan transportasi. Jika suatu tempat memiliki aksesibilitas yang tinggi, maka sistem transportasi di daerah tersebut dikatakan baik, begitupun sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami klasfikasi aksesibilitas, perkembangan aksesibilitas serta keseimbangan aksesibilitas menuju lokasi sekolah antar zona di Kota Denpasar selama tahun pengamatan (2012-2016). Dalam melakukan analisis ini dibutuhkan data sekunder, antara lain peta administrasi Kota Denpasar, peta jaringan jalan di Kota Denpasar, data jumlah sekolah yang ada di Kota Denpasar dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) baik berstatus negeri maupun swasta. Kalkulasi aksesibilitas dilakukan dengan mengaplikasikan metode statistik deskriptif dan Indeks Hansen. Analisis yang dilakukan mencakup analisis aksesibilitas serta analisis perkembangan aksesibilitas. Apabila nilai aksesibilitas serta perkembangannya diperoleh, kemudian dilanjutkan membuat diagram Z-Score. Diagram Z-Score tersebut akan menunjukkan keseimbangan tingkat aksesibilitas antar zona. Dari pengkajian yang telah dilakukan, untuk tingkat aksesibilitas tinggi di Kota Denpasar dominan di Kecamatan Denpasar Timur dengan nilai aksesibilitas 83,235. Untuk tingkat aksesibilitas yang sangat rendah dominan di Kecamatan Denpasar Selatan dengan nilai aksesibilitas 42,614. Perkembangan aksesibilitas tinggi di Kota Denpasar dominan di Kecamatan Denpasar Selatan dengan nilai aksesibilitas sebesar 8,127. Perkembangan aksesibilitas yang sangat rendah dominan di Kecamatan Denpasar Utara dengan nilai aksesibilitas sebesar 3,311. Keseimbangan tingkat aksesibilitas sekolah di Kota Denpasar dapat diperhatikan dari hasil Z-Score. Hasil Z-Score menunjukkan bahwa terdapat zona-zona yang memiliki nilai aksesibilitas yang rendah dengan kecenderungan perkembangan menurun (kuadran III) dominan di Kecamatan Denpasar Utara.
Model prediksi perkembangan kawasan wisata Bali utara ditinjau dari variabel tata guna lahan dan infrastruktur Dewa Ayu Nyoman Sriastuti; Putu Alit Suthanaya; Dewa Made Priyantha Wedagama; Anak Agung Gede Yana
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.13.1.9081.64-73

Abstract

Bali is one of the provinces included in the 50 National Tourism Destinations (NTD) which has been developed into 5 Regional Tourism Destinations (RTD) which are supported by Regional Tourism Strategic Areas (RTSA) with a tourism theme. This research aims to examine tourism development by considering the influence of tourism components which are reflected in land use variables and transportation infrastructure components, using the North Bali RTD supported by RTSA Lovina and RTSA Air Sanih as the research location. This research makes a positive contribution to regional economic growth and community welfare and the research output is expected to provide input and information for the region in its efforts to increase the development of tourist areas in North Bali. Data were collected by distributing questionnaires to 100 tourists, using the PLS-SEM analysis method. The research results show that tourism development in North Bali can be predicted significantly through land use and transportation infrastructure variables with a contribution of 63.4%, where the transportation infrastructure variable has a more significant influence, namely 65.7%, than the land use variance of 19%. Meanwhile, land use contributes 70.4% to transportation infrastructure.
PERENCANAAN JARINGAN TRAYEK DAN RUTE ANGKUTAN PENGUMPAN (FEEDER) BUS TRANS METRO DEWATA DAN TRANS SARBAGITA DI KABUPATEN BADUNG Suthanaya, Putu Alit; Saraswati, Ni Putu Delima Yogeswari; Wardani, Kadek
Jurnal Spektran Vol. 14, No. 1, Januari 2026
Publisher : Program Studi Magister Teknik Sipil Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

A feeder transport service is planned to support Bus Trans Metro Dewata and Trans Sarbagita in Badung Regency, specifically on the route from Mengwi Terminal to Pasar Adat Buduk, Mengwi Terminal to PT Indomarco Prismatama Tbk. Indomaret DC Mengwi Route, Mengwi Terminal to Sibang Gede Market Route, Mengwi Terminal to Monkey Forest Sangeh Route, Mengwi Terminal to Mambal Market Route, Mengwi Terminal to SMA N 1 Kuta Utara Route, Udayana University Rectorate to Jimbaran Beach Route, Bali State Polytechnic to Balangan Beach Route, Bali State Polytechnic to Pandawa Beach Route, ITDC Nusa Dua to Bali Tourism Polytechnic Route, ITDC Nusa Dua to Tanjung Benoa Beach Route, and ITDC Nusa Dua to Gunung Payung Beach Route. The methods used were demand potential analysis, operational system analysis, and Vehicle Operating Cost (VOC) analysis. The results of this study show that the 6 planned routes located in the North Badung Region have an average of 31,803 potential passengers per day with an average vehicle requirement of 73 fleets, an average circulation time of 67.132 minutes, an average annual BOK of IDR 217,910,721.20 per fleet, and an average BOK per kilometer of IDR 4,529.00. The South Badung Region has an average of 12,787 passengers per day with an average vehicle requirement of 22 fleets, an average circulation time of 48 minutes, an average annual BOK of Rp216,741,880.89 per fleet, and an average BOK per kilometer of Rp4,600.45 per fleet. Thus, it can be concluded that each route in North Badung and South Badung has high potential demand for transportation, given the large number of vehicles needed to serve potential passengers.