Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS LARUTAN ASAM CUKA DAN JERUK KUNCI UNTUK MENURUNKAN KANDUNGAN LOGAM BERAT Pb (TIMBAL) DALAM DAGING KERANG DARAH (Anadara granosa) Maulana Maulana; Umroh Umroh
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 11 No 1 (2017): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.563 KB)

Abstract

Asam Cuka mengandung asam asetat dan Jeruk Kunci mengandunga samsitrat. Asam tersebut dapat mengikat ion logam berat dalam daging Kerang Darah salah satunya logam berat Pb. Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis kandungan logam berat Pb yang terdapat pada daging Kerang Darah (Anadara granosa) dan Menganalisisi efektivitas larutan Asam Cuka dan Jeruk Kunci terhadap penurunan kandungan logam berat Pb pada daging Kerang Darah (Anadara granosa). Penelitian ini dilaksanakan bulan November 2016 di Laboratorium Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi. Metode Penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen (percobaan). Sampel Kerang Darah diuji dengan AAS dan Analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian dari pengujian AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer) daging Kerang Darah diketahui pada perlakuan perendaman larutan Pb 20 ppm dalam media akuarium (kontrol) sebesar 0,003 mg/kg, perlakuan asam cuka 12,5% sebesar 0,01 mg/kg, asam cuka 25% sebesar 0,03 mg/kg, dan jeruk kunci 12,5% sebesar 0,005 mg/kg, jeruk kunci 25% sebesar 0,007 mg/kg. Asam cuka dan jeruk kunci belum mampu menurunkan kandungan logam berat Pb dalam daging Kerang Darah. Kandungan tersebut masih berada di bawah baku mutu atau aman untuk dikonsumsi, berdasarkan baku mutu dalam Standar Nasional Indonesia 7387 tahun 2009 tentang batas maksimum cemaran timbal (Pb) dalam pangan (Pb = 1,5 mg/kg).
ANALISIS KLOROFIL-a DI PERAIRAN KURAU KABUPATEN BANGKA TENGAH Analysis of Chlorophyll-a in the Kurau Sea of Bangka Tengah District Evi Nurmala; Eva Utami; Umroh Umroh
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 11 No 1 (2017): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.598 KB)

Abstract

Perairan Kurau merupakan perairan yang memiliki potensi sumberdaya perairan yang besar, namun dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Penurunan hasil tangkapan ikan disebabkan oleh fitoplankton (klorofil-a) dan kualitas perairan yang tidak menentu. Klorofil-a adalah pigmen yang selalu ditemukan dalam fitoplankton serta organisme yang dapat melakukan proses fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi klorofil-a dan menganalisis hubungan klorofil-a dengan faktor fisika dan kimia di Perairan Kurau Kabupaten Bangka Tengah. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling. Pengambilan data parameter fisika kimia dilakukan secara langsung di lapangan, sedangkan klorofil-a, nitrat dan phospat dianalisis di laboratorium. Parameter lingkungan yang mempengaruhi klorofil-a yaitu suhu, kecerahan, kecepatan arus, potensial hidrogen (pH), oksigen terlarut (DO), salinitas, nitrat, dan phospat. Metode analisis data yang digunakan yaitu koefisien korelasi. Hasil pengukuran konsentrasi klorofil-a pada masing-masing stasiun yaitu stasiun I sebesar 0,026 µg/L, stasiun II sebesar 0,025 µg/L , stasiun III sebesar 0,027 µg/L dan stasiun IV sebesar 0,028 µg/L. Konsentrasi klorofil-a tertinggi terdapat pada stasiun IV sebanyak 0,028 µg/L dan hasil terendah pada staiun II sebanyak 0,025 µg/L. Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa konsentrasi klorofil-a di perairan Kurau termasuk kedalam kriteria rendah, karena faktor fisika dan kimia yang mempengaruhinya. Hubungan parameter lingkungan dengan konsentrasi klorofil-a dilihat dari nilai koefisien determinasi (R2) dan nilai koefisien korelasi yaitu saling berkaitan atau berhubungan positif. Parameter lingkungan yang berkorelasi sangat kuat terhadap konsentrasi klorofil-a yaitu nitrat sebesar 0,965 dan phospat sebesar 0,999
PERBANDINGAN KEBERHASILAN PENETASAN TELUR PENYU SISIK (Eretmochelys imbricata) DI PENANGKARAN PENYU PANTAI TONGACI DAN UPT PENANGKARAN PENYU GUNTUNG Fitria Ningsih; Umroh Umroh
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 11 No 1 (2017): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.98 KB)

Abstract

Penyu Sisik merupakan salah satu jenis penyu yang ditemukan di perairan Bangka Belitung. Populasi penyu terancam punah karena aktivitas penambangan di laut. Upaya perlindungan untuk menyelamatkan populasi penyu dengan melakukan kegiatan Penangkaran Penyu agar proses regenerasi dapat terjaga. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan persentase keberhasilan penetasan telur penyu sisik di sarang semi alami pada Penangkaran Penyu Pantai Tongaci dan Unit Pelaksana Teknis Penangkaran Penyu Guntung. Penelitian ini dilakukan pada bulan maret 2016 sampai juni 2016 di Kawasan Penangkaran Penyu Pantai Tongaci dan Unit Pelaksana Teknis Penangkaran Penyu Guntung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode statistik. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung di lapangan. Penelitian ini menggunakan perhitungan analisa data uji T 2 sampel bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan atau pengaruh pada keberhasilan penetasan di dua lokasi penangkaran
PENGARUH AKTIVITAS PENAMBANGAN TIMAH TERHADAP KUALITAS AIR DI SUNGAI BATURUSA KABUPATEN BANGKA Mentari Mentari; Umroh Umroh; Kurniawan Kurniawan
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 11 No 2 (2017): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.045 KB)

Abstract

Sungai Baturusa merupakan salah satu sungai di Kabupaten Bangka yang memiliki panjang 31,25 km. Sungai ini dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai sumber mata pencaharian. Kualitas air Sungai Baturusa saat ini tidak lagi optimal disebabkan pengaruh aktivitas penambangan timah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji kandungan logam berat Cu (Tembaga) dan Zn (Seng) tahun 2015, 2016 dan 2017 di Sungai Baturusa dan menganalisis tingkat pencemaran Sungai Baturusa akibat aktivitas penambangan timah. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2017 di Sungai Baturusa Kabupaten Bangka terdiri dari 3 titik ulangan. Ulangan ke-1 daerah yang berdekatan dengan pemukiman, ulangan ke-2 daerah penambangan timah, sedangkan ulangan ke-3 daerah yang berdekatan dengan tambak udang. Metode analisis data yang digunakan yaitu Metode Indeks Pencemaran. Hasil yang didapat pada analisis sampel kemudian dibandingkan dengan baku mutu kualitas air kelas II berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 82 tahun 2001. Tahun 2015 dan 2016 menunjukkan status air dalam kondisi cemar ringan dengan nilai masing-masing 1,59 dan 1,87, sedangkan tahun 2017 ulangan 1, 2 dan 3 menunjukan status air dalam kondisi cemar sedang dengan nilai masing-masing 5,61 ; 5,68 dan 5,13.
PENGARUH PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN TUKIK PENYU HIJAU (Chelonia mydas) DI PENANGKARAN PANTAI TONGACI SUNGAILIAT Sri Hanipa; Eva Utami; Umroh Umroh
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 11 No 2 (2017): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.645 KB) | DOI: 10.33019/akuatik.v11i2.246

Abstract

Keberadaan penyu telah terancam punah, baik dari alam maupun kegiatan manusia. Pakan yang paling tepat untuk tukik penyu hijau sampai saat ini belum diketahui. Pemberian pakan yang paling tepat akan mempengaruhi tingkat pertumbuhan tukik pada saat dilepas ke laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pakan yang berbeda terhadap pertumbuhan tukik penyu hijau. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2016 sampai bulan Juli 2016 di Pantai Tongaci Sungailiat. Metode penelitian menggunakan eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian dilakukan menggunakan 3 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tukik yang diberi pakan udang kering lebih baik daripada pakan ikan teri dan pelet. Hubungan panjang dan berat bersifat allometrik negatif. Berdasarkan hasil analisis data terlihat bahwa F hitung < F tabel (0.05) dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tukik penyu hijau.
ANALISIS TINGKAT PENCEMARAN MUARA SUNGAI KURAU KABUPATEN BANGKA TENGAH DITINJAU DARI INDEKS SAPROBITAS PLANKTON Indah Puspita Sari; Eva Utami; Umroh Umroh
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 11 No 2 (2017): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.52 KB) | DOI: 10.33019/akuatik.v11i2.248

Abstract

Muara sungai merupakan ekosistem yang produktif karena adanya penambahan bahan organik dan anorganik yang berasal dari air sungai dan air laut. Muara Sungai Kurau diduga telah mengalami pencemaran akibat aktivitas domestik yang terjadi di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pencemaran Muara Sungai Kurau berdasarkan parameter biologi (plankton) dengan indeks saprobitas plankton serta menganalisis pengaruh parameter lingkungan terhadap kelimpahan organisme plankton. Pengamatan dilakukan berdasarkan analisis SI (Saprobik Indeks) dan TSI (Tropik Saprobik Indeks) dari sampel air yang di ambil di Muara Sungai Kurau bulan Januari-Februari 2017. Hasil penelitian menunjukkan nilai SI dan TSI Stasiun I dan II berkisar pada 1,24 s/d 1,37 dan 1,49 s/d 1,5 yang termasuk β – Mesosaprobik atau tercemar ringan hingga sedang, sedangkan nilai SI dan TSI stasiun III yakni 1,56 dan 2,52 termasuk oligosaprobik atau tercemar ringan/belum tercemar. Berdasarkan kriteria, maka kualitas biologis perairan Muara Sungai Kurau termasuk tercemar ringan hingga sedang. Berdasarkan analisis koefisien korelasi, parameter salinitas, kecepatan arus, COD dan nitrat memiliki korelasi yang sangat kuat (0,80 – 1,00), parameter BOD memiliki korelasi yang cukup (0,40 – 0,599), parameter kedalaman memiliki korelasi kuat (0,60 – 0,799), sedangkan parameter TSS, DO, suhu, pH dan phosfat memiliki korelasi sangat lemah (0,00 – 0,199)
PENGARUH BUANGAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI MABAT KABUPATEN BANGKA SITI ZAHARA; UMROH UMROH; EVA UTAMI
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 10 No 1 (2016): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.69 KB)

Abstract

Mabat river is upstream watershed Baturusa which has a length of 15 km. Mabat river utilized for bathing, washing and fishing. Utilization Mabat River is no longer optimal due to the effect of effluent disposal plant oil palm. The purpose of this study was to analyze the quality of the Mabat river water of the effluent disposal plant oil palm. This study was conducted in February 2016 in Mabat river, Bangka District. Data retrieval consists of four stations. Station 1 on rivers that have not been exposed to effluent disposal palm. Stations 2, 3 and 4 on the river that has been exposed to effluent disposal palm. Methods of data analysis used the Pollutant Index method. The results obtained in the analysis of the sample is then compared with the first class water quality standards based on Government Regulation number 82 of 2001. Station 1, 2, 3 and 4 show the status of water in blackened mild conditions with the value of each 1,554; 1,802; 2,136 and 2,675.
PENGGUNAAN KULIT PISANG KEPOK (Musa acuminate) PADA AIR KOLONG YANG MENGANDUNG TEMBAGA (Cu) Eka Suharliana; Umroh Umroh; Dwi Rosalina
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 10 No 1 (2016): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.088 KB)

Abstract

Kepok banana peels have pectin substances. It contains pectin galakturonik acid, arabinose, galactose, and rhamnosa which can bind Copper (Cu). The purpose of this study are to know contains of Cu in open pit water after being treated using kepok banana peels and to reveal water quality of open pit area compare with water quality standars class II. This study was conducted in April 2015 at the Laboratory of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Fisheries and Biology. The research method used an experimental method. There are 3 treatments that is control, kepok banana peels of fresh and kepok banana peels of powder. Each treatments was repeated 3 times repetition. Kepok banana peelshave not been able to reduce of levels cooper in open pit water, be expected to have occured accumulate heavy metals in kepok banana peels. The results of the study showed that the kepok banana peels have not been able to reduce Cu in open pit water. Water quality measurements which is DO, BOD, pH and Cu are not suitable with water quality standards class II because the value of resulting water is below standard water quality class II.
PENGARUH AKTIVITAS TAMBANG APUNG TERHADAP KEANEKARAGAMAN IKAN DI PERAIRAN SUNGAI PAKIL, BANGKA AHMAD ZULFIKRI; UMROH UMROH; EVA UTAMI
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 10 No 1 (2016): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.594 KB)

Abstract

Tin mining in River Pakil used by floating mining. Mining activities would negatively effect to water quality and threaten biodiversity of fish resources. This study aims to know fish diversity in River Pakil and to analyze fish diversity differences between River Pakil and River Pembalu.. The experiment was conducted in January until February 2016 in Pakil and Pembalu river. This study using purposive sampling method with a set of three stations represent the (upstream, midstream and downstream). Fishing gear used for sampling fish are gill nets, traps and scoop. Results showed 378 individuals and 6 species 9 families of fish found in Pakil River, While results obtained 1590 individuals and 8 species 15 families of fish found in Pembalu River. Fish Diversity in Pembalu River are between 0,179 – 2,015 but fish diversity in Pakil River are between 0,232 – 1,672. River that has mining activities influenced have less species of fish than natural river.
POLA SEBARAN KARANG LUNAK (Soft Coral) TERHADAP KEDALAMAN YANG BERBEDA DI PANTAI TURUN ABAN, TANJUNG PESONA DAN REBO Ilham Akbar; Wahyu Adi; Umroh Umroh
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 10 No 2 (2016): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.038 KB)

Abstract

Soft corals are often spread at a depth below the lowest tide to avoid the drying process. Given the importance Soft Coral existence that so need to do research on the effect of depth to the density of soft corals. The purpose of research comparing the effect of depth to the density of soft corals and that knowing soft coral genus found in ocean Turun Aban, Tanjung Pesona and Karang Kering. This research was conducted in September 2015. The research method used is purposive sampling method for the determination of the station and belt transects for data retrieval soft coral. The research found 6 genus soft coral research site consists of genus Sinularia, Lobophytum, Sarcophyton, rumphella, nephthea and dendronephthya. The genus is found only in the depth of 3 meters and not be found at a depth of 1 meter because soft coral grow at a depth lowest tide line, to avoid the drought. The distribution pattern of soft coral site in the research had clumped pattern distribution