Claim Missing Document
Check
Articles

INTERAKSI SOSIAL PENGANUT ISLAM RIFA’IYAH DI KECAMATAN LIMPUNG KABUPATEN BATANG KOMALASARI, AYU DIAN; Munandar, Moh Aris; Suyahmo, Suyahmo
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat penganut Islam Rifa’iyah merupakan Komunitas yang memiliki perbedaan yang mendasar dengan islam lainnya. Perbedaan tersebut berada dalam rukun Islam, rukun islam Rifa’iyah hanya ada satu sedangkan islam umumnya memiliki rukun islam lima sehingga oleh sebagian orang dianggap sesat. Persamaan agama Islam dan perbedaan dalam rukun Islam antara penganut Islam Rifa’iyah dengan non Rifa’iyah  menimbulkan pertanyaan bagaimana  interaksi sosial anatara kedua belah pihak. Permasalahan penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah interaksi sosial penganut Rifa’iyah dengan msyarakat sekitar di Kecamatan Limpung? (2) Apa saja yang menjadi Faktor- faktor pendorong interaksi sosial penganut Rifa’iyah di Kecamatan Limpung dengan masyarakat sekitar? (3)Apa saja yang  menjadi faktor kendala interaksi sosial penganut Rifa’iyah di Kecamatan Limpung dengan masyarakat sekitar? Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui interaksi sosial masyarakat penganut Rifa’iyah di Kecamatan Limpung. (2) Untuk mengetahui faktor pendorong interaksi sosial masyarakat penganut Rifa’iyah di Kecamatan Limpung . (3) Untuk mengetahui faktor penghambat interaksi sosial masyarakat penganut Rifa’iyah di Kecamatan Limpung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas data penelitian menggunakan teknik Triangulasi sumber.  Hasil penelitian ini adalah Interaksi sosial Penganut Islam Rifa’iyah khususnya dalam sosial agama berjalan Harmonis. Inklusifisme dari kedua belah pihak sudah mulai tumbuh meskipun Ekslusifisme dari kedua belah pihak masih tersisa. Faktor pendukung dan penghambat Interaksi sosial Penganut Islam Rifa’iyah.Islamic Rifa’iyah society is a community which has a fundamental difference with others Islamist. The difference is in the pillars of Islam itself, the pillars of Islam Rifa’iyah is only one whereas in general, Islam has five pillars, so that this community is considered as heretical by some others people. The similarities and differences between the adherent of Islam Rifa’iyah and non Rifa’iyah raise a question, that is, how social interactions between both sides. The problems of this study are: 1) How is the social interactions between Rifai’yah adherents and surrounding inhabitants in Limpung district? 2) What are the social interactions encouraging factors between Rifa’iyah adherent and inhabitants in Limpung district? 3) What are the constraint factors of social interaction’ between Rifa’iyah adherents and surrounding inhabitants? The purposes of this study are: 1) to know the social interactions of Rifa’iyah adherents in Limpung district. 2) to investigate the encouraging factors of social interactions of Rifa’iyah adherents. 3) to identify the inhibiting factors of social interaction of Rifai’yah adherents in Limpung district. This study uses quantitative method. Techniques of data collection uses interview, observation, and documentation. The validity of this study uses data source triangulation techniques. The result of this study is the social interaction of Rifa’iyah adherents especially in religious and social relationship. Inclusivism of both parties have been raising although the exclusiveness of the both is still remaining. The encouraging and inhibiting social interaction factors of Islamic Rifa’iyah adherents
PERANAN ORGANISASI KARANG TARUNA DALAM MENGEMBANGKAN KREATIVITAS GENERASI MUDA DI DESA NGEMBALREJO Kurniasari, Dewi; Suyahmo, Suyahmo; Lestari, Puji
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  perbedaan kondisi sosial dalam latar belakang warga karang taruna menjadikan faktor penghambat dalam menyatukan pemikiran untuk membangun yang ditujukan untuk mencapai tujuan organisasi karang taruna yang tercantum dalam visi dan misi yang salah satunya mengembangkan kreativitas generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan organisasi karang taruna dalam menegembangkan kreativitas generasi muda, faktor-faktor apa saja yang menghambat organisasi karang taruna dalam mengembangkan kreativitas generasi muda. Hasil penelitian menunjukan bahwa peranan organisasi karang taruna dalam mengembangkan kreativitas genearsi muda yaitu meliputi pembinaan sikap kepemimpinan dengan cara menumbuhkan rasa tanggung jawab kepada anggota karang taruna dengan cara memberikan kerja kelompok per-dukuh untuk dilaporkan pada pertemuan rapat rutin untuk dibahas bersama dalam forum. Selanjutnya yaitu melalui pembinaan olahraga, olahraga yang dimaksud di sini adalah sepeda santai. Dengan berolahraga maka kebersamaan akan muncul, sehingga kreativitas untuk mencapai tujuan akan mudah dicapai. Hanya saja masih ada faktor penghambat dalam mengembangkan kreativitas generasi muda di Desa Ngembalrejo yaitu meliputi faktor yang meliputi pengaturan waktu, kecenderungan anggota karang taruna dalam mengikuti pola pikir anggota lain, mental dan ketidakberanian anggota karang taruna berbicara di depan umum. Sedangkan dari faktor eksternal yaitu meliputi kurangnya sokongan dana untuk mengefektifkan kegiatan dalam organisasi karang taruna tersebut, sehingga menjadikan program kerja kurang produktif..The differences in the social conditions of the people in the background makes the youth inhibiting factor in bringing ideas to build that aims to achieve objectives youth organization listed in the vision and mission , one of which develops creativity of young people . This study aimed to determine the role of youth organizations in menegembangkan creativity of young people , what are the factors that hinder youth organizations in developing the creativity of young people . The results showed that the role of youth organizations in developing the creativity of young genearsi which includes coaching leadership stance by growing sense of responsibility to members of the youth group work by providing per - hamlet to be reported on a meeting with regular meetings to discuss in the forum . The next is through sports coaching , sports is meant here is a fun bike . By exercising together appears, allowing creativity to achieve the goal will be easily achieved . It's just that there is still a limiting factor in developing the creativity of young people in the village Ngembalrejo which includes factors which include setting time , the tendency in the youth members to follow other members mindset , mental and youth members ketidakberanian public speaking While the external factors which include lack of financial support to streamline the activities of the youth organization , making the program less productive work .
PELAYANAN REHABILITASI SOSIAL ANAK KORBAN TRAFFICKING PADA BALAI REHABILITASI SOSIAL SUNU NGESTI TOMO JEPARA Falaq, Yusuf; Rachman, Maman; Suyahmo, Suyahmo
JESS (Journal of Educational Social Studies) Vol 5 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jess.v5i1.13094

Abstract

Tesis ini membahas realisasi kewajiban dan tanggung jawab pemerintah dalam perlindungan anak, termasuk pada anak korban trafficking dalam kerangka Balai Rehabilitasi Sosial. Tujuan dalam penelitian tesis ini adalah: 1) menganalisis program pelayanan rehabilitasi sosial korban trafficking; 2) menganalisis bentuk, konsep dan kepuasan pelayanan rehabilitasi sosial korban trafficking; dan 3) menganalisis perilaku anak korban trafficking dalam pelayanan rehabilitasi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data utama yaitu informan (anak korban trafficking dan pekerja sosial), dokumen yang relevan serta peristiwa dari hasil pengamatan observasi. Teknik pengumpulan data melalui metode wawancara dengan pedoman wawancara, metode observasi dengan lembar observasi dan metode dokumentasi dengan pemeriksaan terhadap beberapa dokumen dari Dinas Sosial maupun Balai Rehabilitasi. Pemeriksaan Keabsahan data dengan metode trianggulasi sumber data, alat pengambilan data, dan sumber teoretis. Teknik analisis data menggunakan versi Miles (pengumpulan data, reduksi data, sajian data dan verifikasi data). Analisis data berfokus program, bentuk, konsep, dan kepuasan pelayanan rehabilitasi sosial korban traffickingdan dihubungkan dengan sudut pandang teori interaksi simbolik Mead dan Blummer dan teori konstruksi sosial Berger. Hasil penelitian: 1) pelaksanaan program pelayanan rehabilitasi sosial meliputi tahapan pendekatan, assessment, rencana pelayanan, dan pelaksanaan pelayanan dalam bentuk yang berbeda-beda tergantung pada kronologis kasus awal klien dan peran pekerja sosial dalam pelaksanaan lebih kepada peran pendamping; 2) bentuk dan konsep pelayanan diwujudkan dalam bentuk bimbingan fisik dan kesehatan melalui olahraga, medical checkup berkala, bimbingan mental dan ceramah, bimbingan sosial melalui terapi kelompok dan bimbingan keterampilan; 3) perilaku korban dalam sudut pandang teori interaksi simbolik nampak dalam perubahan perilaku korban diwujudkan dalam bentuk interaksi sosial yang baik, juga telah terdapat reflektivitas dengan terwujudnya kepercayaan diri dan kepercayaan pada orang lain dalam diri klienserta dalam sudut pandang teori konstruksi sosial berarti pelayanan rehabilitasi sosial yang dilakukan telah dapat terinternalisasi dengan baik pada diri klien.
PERILAKU SOSIAL ANAK-ANAK JALANAN DI KOTA SEMARANG Puruhita, Adhila Ayu; Suyahmo, Suyahmo; Atmaja, Hamdan Tri
JESS (Journal of Educational Social Studies) Vol 5 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jess.v5i2.14073

Abstract

Kota Semarang merupakan salah satu kotabesar di Indonesia yang tidak terlepas dari masalah anak jalanan. Banyaknya anak jalanan hingga saat ini bukan berarti pemerintah tidak melakukan upaya untuk menanganinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku anak-anak jalanan di Kota Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Analisis data meliputianalisis domain, analisis taksonomik, analisis komponensial, dan analis istemakultural. Hasil penelitian menunjukan beragam perilaku sosial anak-anak jalanan di Kota Semarang, yaitu sopan santun, solidaritas, bergaul, dan interaksi dengan lawan jenis. Perilaku sosial anak jalanan tidak selalu menyimpang seperti pandangan masyarakat umum, mereka masih memegang nilai dan norma dalam masyarakat seperti sopan santun dan solidaritas terlebih sesama anak jalanan. Semarang city is one of big cities in Indonesia which can not be separated from the street children. Many street children until now does not mean that the goverment does not an effort to handle it. This research aims to analyze social behaviour of Semarang street children. This research uses a qualitative approac. Method of collecting data in this research is deep interview, observation, and documentation. Analyszing data through domain analysis, taxonomic analysis, componential analysis, and discovering cultural themes. The result of the research shows various of Semarang street children social behaviour, which is manners, solidarity, associate. And interaction with the opposite sex. Social behaviour of street children not always diverge like general public view, they still have long-held values and norm in society like manners and solidarity especially among street children.
PEWARISAN NILAI FALSAFAH BUDAYA LOKAL GUSJIGANG SEBAGAI MODAL SOSIAL DI PONDOK PESANTREN ENTREPRENEUR AL MAWADDAH KUDUS Maharromiyati, Maharromiyati; Suyahmo, Suyahmo
JESS (Journal of Educational Social Studies) Vol 5 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jess.v5i2.14082

Abstract

Gusjigang merupakan falsafah budaya lokal ajaran Sunan Kudus yang berpengaruh pada masyarakat Kudus. Seiring perkembangan waktu banyak remaja Kudus yang tidak mengetahui arti dan makna Gusjigang. Muncul inisiatif dari pengelola pondok Pesantren Entrepreur Al Mawaddah Kudus yang berusaha melestarikan nilai karakter Gusjigang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis data menggunakan analisis interaktif meliputi reduksi data, sajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Gusjigang falsafah dari spirit Sunan Kudus yang mengandung nilai karakter. Nilai karakter yang terkandung didalamnya, meliputi Gus (bagus) meliputi jujur, toleransi, disiplin, peduli sosial, dan tanggung jawab. Ji (ngaji) meliputi religius, rasa ingin tahu, gemar membaca. Gang (dagang) meliputi kerja keras, kreatif, dan mandiri. (2) Pola pewarisan yang dilakukan oleh pondok yaitu dengan pola partisipatif. (3) Bentuk pewarisan nilai karakter Gusjigang melalui internalisasi, internalisasi dan sosialisasi. Adapun modal sosial yang dibutuhkan yaitu kepercayaan, jaringan, norma, kreativitas dan kemandirian (4) Alasan pondok mengembangkan nilai karakter yang berpijak pada falsafah Gusjigang yaitu pewarisan nilai melalui kecerdasan budaya, pelestarian budaya lokal, membangun kemandirian ekonomi dan menumbuhkan semangat peduli lingkungan. Gusjigang a local cultural philosophy teachings of the Sunan Kudus effect in Kudus society. Over the years many adolescents in Kudus who do not know the meaning and significance Gusjigang. Initiative emerged from the lodge leader Pesantren Entrepreneur Al Mawaddah Kudus seeking to preserve the character values ​​Gusjigang. The method used is qualitative data analysis techniques using interactive analysis includes data reduction, data presentation, conclusion and verification. The results showed that: (1) Gusjigang Sunan Kudus philosophy of spirit that contains the character values. ​​Characters values contained there in include Gus (good) include honesty, tolerance, discipline, social care, and responsibility. Ji (Koran) includes religious, curiosity, love to read. Gang (trade) includes hard working, creative, and independent. (2) The pattern of inheritance is done by the lodge which is a pattern of participation. (3) The form of inheritance Gusjigang character values ​​through internalization, internalizing and socializing. As for the necessary social capital: trust, networks, norms, creativity and independence (4) Reasons cottage develop character values ​​that adheres to the philosophy that Gusjigang inheritance value through cultural intelligence, the preservation of local culture, to build economic independence and foster the spirit of environmental care.
Student's Establishment of Character and Social Behavior Through Langit Biru Program at SMP Negeri 3 Tuban Prasetyo, Agus Fathoni; Suyahmo, Suyahmo; Handoyo, Eko
JESS (Journal of Educational Social Studies) Vol 6 No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jess.v6i2.15905

Abstract

This study aims to determine the implementation of the Langit biru program and its impact on the social behavior of students in SMP Negeri 3 Tuban. This type of research is qualitative research. The research data was collected with several techniques, such as observation, interview, and documentation. Triangulation technique is done by means of triangulation method and source that is by checking the information result of interview with documentation and observation and match from one informant with other informant. The results of the discussion on the implementation of the Langit Biru program and its impact on the students' social behavior that langit biru program implementation consists of planning, Implementation and evaluation process of the program consisting of religious culture program (morning habituation) and SMS sambung rasa that are both interrelated. Impact Implementation of the Langit Biru program on social behavior of students of SMP Negeri 3 tuban known most of the students behave well or positively. After the existence of the Langit Biru program the presentation of violations of students also declined. Good social behavior of students is influenced by the environment that always supervise and work together both school environment and family or community environment.
Perilaku Menyimpang dan Tindak Kekerasan Siswa SMP di Kota Pekalongan Yuniati, Ani; Suyahmo, Suyahmo; Juhadi, Juhadi
JESS (Journal of Educational Social Studies) Vol 6 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jess.v6i1.16249

Abstract

Sekolah merupakan salah satu lingkungan pendidikan. Di sekolah selain mendapat pendidikan akademik siswa juga dididik untuk berperilaku yang baik sesuai tata tertib sekolah dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Namun ternyata masih ada siswa yang berperilaku menyimpang seperti berkelahi dan pacaran yang melebihi batas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bentuk perilaku menyimpang remaja SMP di Kota Pekalongan, faktor penyebab siswa berperilaku menyimpang serta peran guru IPS dan PKn dalam upaya pencegahan dan penanggulangan perilaku menyimpang siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan meneliti perilaku siswa di SMPN 4, 5, 7, 8, 10 dan 15 Pekalongan. Data diperoleh dari informan yaitu petugas Polres Pekalongan Kota, guru, siswa dan orang tua siswa. Metode pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis domain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perilaku menyimpang yang dilakukan siswa SMP di Kota Pekalongan berupa tindak kekerasan/perkelahian dan pacaran melebihi batas. Perilaku menyimpang tersebut disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berupa gangguan cara berpikir, gangguan emosional, dan keimanan/religiusitas yang kurang. Sedangkan faktor eksternal berupa keluarga yang tidak utuh, pendidikan yang salah dalam keluarga, lingkungan pergaulan, rasa setia kawan siswa dan adanya kesepakatan siswa dalam satu kelas yang bersifat negatif. Peran guru IPS dan PKn dalam upaya pencegahan dan penanggulangan perilaku menyimpang siswa adalah memberikan pengarahan dan nasihat melalui pembelajaran di dalam kelas dan menjadi sahabat siswa di luar kelas yang dapat memberi masukan bagi siswa untuk menyelesaikan masalahnya. Saran yang diberikan dari penelitian ini yaitu agar pembinaan terhadap siswa dilakukan secara intensif baik dari sekolah, orang tua, Komite Sekolah, maupun oleh pakar ahli dari Pemerintah Daerah (Kepolisian, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Badan Narkotika Nasional, dan lain-lain).The school is one of the educational environment. In schools besides getting academic education of students also are taught to behave properly in accordance school rules and norms in society. But there are still a student misbehaves like fighting and going over the limit. The purpose of this study was to analyze the form of deviant behavior in adolescents junior Pekalongan, causes the student misbehaves and the role of social studies teachers and Civics in preventing and addressing student misconduct. This study used a qualitative approach by examining the behavior of student in SMPN 4, 5, 7, 8, 10 and 15 Pekalongan. Data obtained from informants namely Kota Pekalongan district police officers, teachers,students and parents. Data were collected by observation, interview and documentation study. Analyzed using domain analysis. The results showed that there was misconduct committed by junior high school students in Pekalongan form of violence/fighting and dating that exceed the limit. The deviant behavior is caused by internal factors and external factors. Internal factors such as disruption way of thinking, emotional disturbances, and faith/religiosity lacking. While external factors such as non-intact families, education is wrong in the family, milieu, sense of solidarity of students and their students in a class agreement that is negative. IPS and Civics teacher’s role in preventing and addressing student misconduct is to provide guidance advice through learning activities in the classroom and be a friend of the students outside the classroom to provide input for the student to resolve the problem. The advice given from this research that in order to provide guidance to students intensively both from schools, parents, the School Committe, as well as by expert of experts from the Local Goverment (Police, Department of Education, Department of Health, the National Narcotics Agency, and others).
Social Behavior of Motorcycle Riders at Junior High School Level Nugroho, Apriyanto Dani; Suyahmo, Suyahmo; Arsal, Thriwaty
JESS (Journal of Educational Social Studies) Vol 6 No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jess.v6i2.18131

Abstract

Adolescence is considered to be someone’s unstable period. Changing in socio-cultural is seen as complex in todays’ adolescence period. The development of technology and information has shown its influence in social life, one of them is the phenomenon on the use of motorcycle. Nowadays, motorcycle riders are not only dominated by men yet women and adolescences are riding it also. The fact shows that adolescences at junior high school level ride their motorcycle as means of transportation to school. This study is aimed at analysing the background behind the use of motorcycle, describing the readiness in driving motorcycle, and analysing social behaviour created. This study employed qualitative approach. Interview, observation, and document study were used as the data collection techniques. Interactive analysis was used as the data analysis technique. The result showed that it was due to the far distance between home and school, parents’ bustle, unavailability of public transportation, and influence from friends which became the main background of high school students riding motorcycle to school. The readiness of students to drive was low since they did not have driving licence, did not use helmet, and that the proportion of their body and motorcycle was disproportional. Social behaviours which were positively created were trying to be independent, making it easy to cooperatively learn with friends, and accompanying brother(s) to school. Social behaviours which were negatively created were skipping over school, smoking, playing, reckless driving, and making it as lifestyle
Model Development of Class IIA Inmates in Pekalongan City Darsono, Budi; Suyahmo, Suyahmo; Rodiyah, Rodiyah
JESS (Journal of Educational Social Studies) Vol 6 No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jess.v6i2.19836

Abstract

Up to now, the class IIA prison in Pekalongan has implemented coaching program for the assisted citizens in the form of personal development activities and self-development activities. Not all personality building activities and self-help activities are followed by all the targeted people, except health counseling activities and sport ones. Even for guidance and counseling for Buddhism and Hinduism is not there. This makes most of the assisted people were not monitored his development, both in terms of mental formation, character and creativity. The guidance is not followed by all inmates and they only follow the coaching according to their interests and talents respectively, so less be a provision of life later in the day if it is out of prison. For that reason, we need integrated coaching. The purpose of this research is to be able to apply the ideal and proper guidance model for the assisted people in Penitentiary Class II A Pekalongan. The results of the research can be submitted that the number of prisoners of June 20th, 2017 of 446 assisted citizens who are active in independence activity and special skills are only small part, they are: Bismawat Block consists of 45 persons, Block III consists of 38 persons, Block IV consists of 16 people and Block V consists of 23 people. So there are only 27.35% (122 persons) from 446 person who are active joining the program. The coaching model is still based on the interests and talents of the assisted citizens in accordance with their abilities, so it has not seen an integrated coaching model from one activity to another.
Work Ethic of Social Studies Teachers in the Implementation of Local Cultural Excellence of Tegal Harini, Novi Dwi; Suyahmo, Suyahmo; Handoyo, Eko
JESS (Journal of Educational Social Studies) Vol 7 No 2 (2018): December 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Work ethic of social studies teachers will be able to make social studies learning effective so that it can create students who have good achievement in both education and society. In accordance with the nature of social studies (NCSS, 2000) social studies is an integrated study to incorporate the elements of local culture and civic education to make students become good citizens. The objective of this study is how the work ethic of social studies teachers of junior high schools in Tegal and investigate the implications of the work ethic of social studies teachers in the implementation of local cultural excellence on social studies learning. The method employed in this research was a qualitative method. The techniques of data collection were in-depth interviews, observation and document study. The study results show that the work ethic of junior high school teachers in Tegal has views on work, enthusiasm, and creativity which are affected by the social action background of social studies teachers of junior high schools, and it has implications and achievement of the urgency of social studies think global act local on the students.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adhila Ayu Puruhita, Adhila Ayu Agus Fathoni Prasetyo Ali - Matoha, Ali - Ali Sunarso Ambarsari, Arum Angga Cahya Wibawa, Angga Cahya Arif Purnomo Arum Ambarsari Aulia Rahman AYU DIAN KOMALASARI, AYU DIAN ba'in, ba'in Cahyo Budi Utomo Cahyo Budi Utomo Cahyo Budi Utomo Darsono, Budi Dewi Kurniasari, Dewi Djoko Widodo Eko Handoyo Eko Handoyo Eko Handoyo Eky Risqiana Endah Sri Hartatik Eva Banowati Faidin, Nahrul Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan Hamdan Tri Atmaja Hamdan Tri Atmaja Hamidi Rasyid, Hamidi Harini, Novi Dwi Hendri Irawan Hermanu Joebagio Ida Nor Shanty, Ida Nor Ilham Aminuddin, Ilham irawan, gejek slamet Juhadi Juhadi Karyono Karyono Maharromiyati Maharromiyati, Maharromiyati Makmuri -, Makmuri Maman Rachman Maman Rachman Masrukhi Masrukhi Masrukhi Masrukhi Masrukhi Masrukhi Misdiatun, Misdiatun Misroh Sulaswari Mochamad Ainul Yaqin Moh Aris Munandar, Moh Aris Moh. Aris Munandar, Moh. Aris Mufti Riyani Mufti Riyani Muhammad Iqbal Birsyada Munandar, Moh Aris Novi Triana Habsar Novi Triana Habsari Nugroho Trisnu Brata Nugroho, Apriyanto Dani NURUL HIDAYAH Nurul Setiani Pradika Adi Wijayanto Priyanto, Agustinus Sugeng Puji Hardati PUJI LESTARI Puput Tri Hartanti, Puput Tri Puspitasari, Jerry Rani, Linda Lusi Rodiyah - S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Saadah, Nuris Santoso Santoso SANTOSO SANTOSO Sari, Jeryy Puspita Setiajid Setiajid Shokheh, Muhammad Sidik Puryanto Silahuddin, Muhammad Slaemt Sumarto, Slaemt Sudirman, Berlian Surya Rimbani Sunarjan, Y. Y. F. R. Sunarjan, Y.Y.F.R. Supriyanto Supriyanto Supriyanto Supriyanto Suwito Eko Pramono Syah, Imam Ma`arif Thriwaty Arsal Tri Marhaeni Puji Astuti Tri Marhaeni Puji Astuti Tutik Wijayanti Utama, Taqwa Ridlo Wasino Wasino Yuniati, Ani Yusuf Falaq, Yusuf