Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Jurnal EECCIS

Identifikasi Warna pada Robot Soccer dengan Color Filtering, k-NN dan Naive Bayes Amri, Syaiful; Suyono, Hadi; Setyawati, Onny
Jurnal EECCIS Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.463 KB)

Abstract

Tingkat akurasi dan waktu komputasi untuk mengidentifikasi warna objek merupakan dua permasalahan yang penting dalam mendesain vision robot Soccer. Untuk mengetahui permasalahan tersebut, maka pada penelitian ini digunakan beberapa metode klasifikasi diantaranya Color Filtering (CF), Naive Bayes (NB) dan kNearest Neighbor (k-NN) untuk melakukan segmentasi citra berdasarkan warna yang kemudian dilanjutkan deteksi objek, mencari titik pusat koordinat dan pengukuran jarak objek dengan aksi scaning dan tracking. Hasil dari penelitian ini didapatkan rata-rata error estimasi jarak yang terkecil dengan rentang pengukuran 10 cm sampai dengan 360 cm adalah pada metode klasifikasi Naive Bayes dengan rata-rata error 3,6%. Sedangkan waktu komputasi tercepat yang dibutuhkan untuk identifikasi warna objek adalah pada metode Color Filtering dengan waktu 0,097 detik. Dilihat dari estimasi error jarak dan waktu komputasi, metode k-NN berada diantara kedua metode lainnya yaitu rata-rata error estimasi jarak 7,19% dan dengan waktu komputasi 0,27 detik.Kata Kunci—Robot Soccer, Klasifikasi Naive Bayes, kNearest Neighbor (k-NN), Color Filtering.
Penggunaan Algoritma Multi Criteria Decision Making dengan Metode Topsis dalam Penempatan Karyawan Pramudhita, Agung N.; Suyono, Hadi; Yudaningtyas, Erni
Jurnal EECCIS Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.795 KB)

Abstract

The employees are a major asset in the company so that the company can operate properly. In employees pacement, often a mismatch between the positions of the competence of employees. As a result, many employees resigned because of the mismatch. MultiCriteria Decision Making (MCDM) algorithms can be used to overcome these problems. This research builds on a Decision Support System (DSS) to assist managers in the process of employees placement . DSS is built by one of the methods contained in MCDM, which is Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) method. Results from this study indicate TOPSIS method appropriate to be used as a method to determine the ranking of candidates deserves to be placed. This is evidenced by the level of accuracy of up to 85%. While the execution time of methods TOPSIS while given 20 the data only reaches 0.7444 seconds.Keywords: AHP, DSS, MCDM, placement, TOPSIS
Optimasi Seleksi Aturan Untuk Rekomendasi Bundling Produk Melalui Kombinasi Algoritma Apriori dan Utility Weighted Score (UWS) Fahmi, Ichsan; suyono, hadi; Sarosa, Moechammad
Jurnal EECCIS Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.388 KB)

Abstract

Penelitian ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki Algoritma Apriori (AA) dalam metode Association Rules Mining (ARM)  tetapi  juga mengusulkan suatu solusi alternatif untuk model rekomendasi bundling produk bagi ritel. Problem pemetaan biner dengan pemangkasan aturan yang sering menghilangkan produk yang potensial coba diatasi dengan tambahan parameter UWS. Perbaikan ini sekaligus berdampak pada kualitas bundling produk yang direkomendasikan. Optimasi dilakukan pada aturan yang dihasilkan oleh AA dengan parameter U_gain dan W_gain yang merupakan representasi dari berbagai atribut produk[1]. Quantity dan profit adalah bagian dari atribut item produk yang akan digunakan dalam penelitian ini. Hasil pengujian dengan menggunakan data Point of Sales (POS) menunjukan adanya perbaikan aturan. Jika menggunakan AA konvensional, aturan yang dihasilkan sering tidak mengandung item yang potensial. Hal ini karena proses seleksi ulang dengan level confidence yang lebih kritis sering menghilang aturan dengan item yang potensial. Pada sisi yang lain, sejumlah aturan yang dihasilkan sering tidak mengandung item produk yang berkualitas. Optimasi dilakukan dengan mengubah parameter minimum transaksi, minimum support dan minimum confidence yang dikombinasikan dengan perhitungan U_gain dan W_gain untuk mendapatkan aturan yang menghasilkan nilai maksimal.  
Analisis Penggunaan Unified Power Quality Conditioner (UPQC) pada Sistem Daya Elektrik Setiawan, Rachmadi; Suyono, Hadi; Dachlan, Harry Soekotjo
Jurnal EECCIS Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.713 KB)

Abstract

Paper ini berisi tentang analisis dan pemodelan Unified Power Quality Conditioner (UPQC) y a n g digunakan untuk memperbaiki profil tegangan di PT. Kutai Timber indonesia (KTI) akibat penurunan tegangan sesaat (voltage sag) karena adanya gangguan tem porer. UPQC dipasang seri dan paralel (paralel) pada tegangan rendah 380 Volt. Analisis voltage sag dilakukan dengan tiga kondisi yaitu hubung singkat satu fasa ke tanah, hubung singkat tiga fasa dan starting motor kondisi beban bertingkat. Variasi beban bertingkat adalah 5 0 % , 7 5 % d a n 1 0 0 % . Simulasi dilakukan dengan menggunakan program Power System Computer Aided Design (PSCAD). Hasil simulasi menunjukan bahwa untuk gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah, tegangan dapat dikompensasi dari 0.882 pu menjadi 0.965 pu. Sedangkan kompensasi tegangan untuk gangguan tiga fasa dari 0.218 pu menjadi 0.224 pu. Untuk gangguan motor starting pada beban bertingkat kompensasi tegangan dari 1.1 pu menjadi 1 pu pada beban 50%, 1.02 pu menjadi 0.982 pu pada beban 75%, dan 0.93 pu menjadi 0.978 pu pada beban 100%.Kata Kunci: UPQC, Voltage sag, load flow, PSCAD.
Penjadwalan Pembangkit Tenaga Listrik Jangka Pendek Menggunakan Ant Colony Optimization Riyanto, Sugeng; Suyono, Hadi; Dahlan, Harry Soekotjo
Jurnal EECCIS Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.846 KB)

Abstract

Pengoperasian pembangkit yang ekonomis tujuan dari operasi sistem tenaga listrik. Dimana biaya bahan bakar merupakan biaya terbesar dari biaya operasional tenaga listrik. Penelitian ini bertujuan menghasilkan penjadwalan pembangkit tenaga termal dengan biaya minimum menggunakan metode Ant Colony Optimization (ACO) dengan batasan equality dan inequality. Sistem yang digunakan dalam penelitian ini adalah data IEEE 30 bus dan data sistem kelistrikan Jawa-Bali 500kV 25 bus dengan 6 pembangkit termal. Hasil simulasi diperoleh bahwa Ant Colony Optimization (ACO) memberikan hasil dan performasi yang lebih baik dibandingkan Lagrange. Penjadwalan pembangkit untuk sistem data IEEE 30 bus, metode Ant Colony Optimization (ACO) memberikan hasil yang lebih baik dari metode Lagrange yaitu 4.1 % untuk total pembangkitan, 60.49 % untuk rugi-rugi daya, 34.56 % untuk total biaya. Sedangkan sistem Jawa-Bali 500kV 25 bus selama 24 jam menggunakan Ant Colony Optimization (ACO) memberikan hasil yang lebih baik dari pada metode Lagrange yaitu 0.29 % untuk total pembangkitan, 14 % untuk rugi-rugi daya, 37,24% untuk total biaya.Kata Kunci—Penjadwalan, Ant colony Optimization, dan biaya bahan bakar.
Optimasi Injeksi Photovoltaic Distributed Generation Menggunakan Metode Ant Colony Optimization Continuous Domain dan Improved Particle Swarm Optimization Zuhair, Alvin; Suyono, Hadi; Aziz Muslim, M.
Jurnal EECCIS (Electrics, Electronics, Communications, Controls, Informatics, Systems) Vol. 13 No. 3 (2019)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jeeccis.v13i3.623

Abstract

Pada sistem tenaga listrik, kualitas daya listrik yang diterima oleh beban yang jauh dari pusat pembangkitan listrik semakin menurun dan rugi-rugi daya semakin meningkat. Dalam mempertahankan kualitas tegangan dan menambah pasokan daya pada jaringan, perlu pemanfaatan pembangkit energi matahari yaitu Photovoltaic Distributed Generation (PVDG). Penelitian ini membahas optimasi PVDG dengan melakukan pencarian lokasi injeksi dan kapasitas daya menggunakan metode Ant Colony Optimization Continuous Domain (ACOCD) dan Improved Particle Swarm Optimization (IPSO). Terdapat tiga skenario yang di implementasikan pada pada sistem yang berdasarkan peningkatan nilai injeksi dan penyebaran pembangkit dari sumber pembangkitan awal. Hasil yang diperoleh menunjukkan kondisi ideal sistem terdapat pada optimasi skenario-3 dengan penambahan 4 PVDG dengan daya injeksi 50% nilai daya beban dengan konstrain yang diberikan pada batas bawah pembangkitan yaitu 0.5 kW dan batas atas pembangkitan  yaitu 2 MW. Rugi-rugi daya setelah injeksi daya PVDG, pengurangan daya yang sebelum injkesi 5.08% namun, setelah injeksi daya PVDG rugi-rugi daya aktif menurun menjadi 0.09% (ACOCD) dan 0,13% (IPSO). Dari penelitian ini menunjukkan metode ACOCD lebih baik dibandingkan metode IPSO.
Optimasi Injeksi Distributed Generation Menggunakan Algoritma Cat Swarm Optimization dan Krill Herd Algorithm Handani, Galuh Prawestri Citra; Suyono, Hadi; Nur Hasanah, Rini
Jurnal EECCIS (Electrics, Electronics, Communications, Controls, Informatics, Systems) Vol. 13 No. 3 (2019)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jeeccis.v13i3.624

Abstract

Abstrak – Pemanfaatan energi listrik sebagai upaya menciptakan green energy memerlukan suatu tindakan yang mendukung produksi energi yang efisien dengan menggunakan satu atau lebih energi alternatif yang dapat digabungkan menjadi sumber energi terdistribusi. Permasalahan pokok permintaan sumber energi yang semakin meningkat adalah keandalan sistem dan kualitas daya. Kualitas daya berkaitan dengan pengurangan nilai rugi-rugi daya listrik, berkurangnya nilai jatuh tegangan serta kontinuitas penyaluran energi listrik yang baik. Penambahan distributed generation (DG) pada sistem eksisting dinilai mampu mengurangi permasalahan kualitas daya dan meningkatkan keandalan sistem. Penelitian ini membahas optimasi penempatan DG dengan menggunakan metode Cat Swarm Optimization dan Krill Herd Algorithm. Optimasi dilakukan dengan menginjeksi DG pada sistem eksisting. Dari proses optimasi dengan CSO diperoleh penurunan rugi daya sebesar 0,2 % sedangkan dengan KHA diperoleh penurunan 29,5 %. Perbaikan profil tegangan dengan metode KHA dinilai lebih baik dari CSO dengan nilai diatas 0,99 p.u sedangkan CSO 0,96 p.u. Penelitian ini mengindikasikan bahwa metode KHA lebih baik daripada metode CSO.Kata Kunci — Distributed Generation, Cat Swarm Optimization, Krill Herd Algorithm.
Optimasi Maximum Power Point Tracking Pada Array Photovoltaic Menggunakan Algoritma Ant Colony Optimization dan Particle Swarm Optimization Hasan, Fuad; Suyono, Hadi; Lomi, Abraham
Jurnal EECCIS (Electrics, Electronics, Communications, Controls, Informatics, Systems) Vol. 16 No. 1 (2022)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jeeccis.v16i1.691

Abstract

Pembangkit listrik tenaga surya pada umumnya tidak dapat bekerja pada daya maksimum dengan sendirinnya, karakteristik tegangan PV pada umumnya mengikuti tegangan batarai atau beban yang terhubung langsung ke PV. Intensitas cahaya yang diterima oleh modul-modul PV pasti tidak semuanya mendapatkan iradiasi yang seragam, sehingga daya yang dihasilkan tidak optimal dan menimbulkan multi-peak. Untuk mengoptimalkan daya dari PV diperlukan sistem Maximum Power Point Tracking (MPPT). Namun metode yang sering digunakan masih sering terjebak dalam local peak dan waktu konvergen yang lama. jurnal ini membandingkan performa pelacakan dan waktu pelacakan menggunakan 2 metode, yaitu Ant Colony Optimization (ACO) dan Particle Swarm Optimization (PSO). Hasil percobaan menunjukkan algoritma ACO mempunyai efisiensi rata-rata keseluruhan yang lebih unggul 1,58% dari PSO, namun algoritma ACO lebih lambat dalam pelacakanya.
Implementation of The Iot System as The Condition Regulator of The Electrical Engineering Department's Laboratory Room Setyawan, Indra; Suyono, Hadi; Nur Hasanah, Rini
Jurnal EECCIS (Electrics, Electronics, Communications, Controls, Informatics, Systems) Vol. 16 No. 3 (2022)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jeeccis.v16i3.1601

Abstract

Technological developments in the 4.0 era are currently growing rapidly, one of the advantages is that it makes it easier for users to control electronic equipment remotely. Only with a device, users can access all information through connectivity called the Internet of Think. The Internet of Things is a technological concept where all electronic equipment is interconnected with internet media so that it can be controlled or monitored from wherever the user needs it. The purpose of this research is to create a room condition control system based on the Internet of Think, where the device can be operated either automatically according to the schedule we set or manually. This system also has a monitoring system via a web server so that we can control and monitor the device without having to approach the device to turn it on or off. The device made in this study utilizes a temperature sensor and a smoke sensor as a sensor input medium to the controller. As an output, it utilizes a servo that is used to open and close the window so that the condition of the room can be controlled. To control the device remotely, the device is connected wirelessly by using wifi media which is one of the features of the nodemcu controller. The output of this research is the servo status on the window, fan, and air content displayed on the device and the web so that comfortable room conditions can be created according to the predetermined set point.