Claim Missing Document
Check
Articles

Standardization Of The Recipe For Randang Daging And Additional Ingredients In Padang Panjang City Feby Mellisa Pratiwi; Wirnelis Syarif
Jurnal Pendidikan Tata Boga dan Teknologi Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan, Tata Boga dan Teknologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.017 KB) | DOI: 10.24036/jptbt.v2i1.134

Abstract

This study aims to standardize the recipe for randang daging and additional ingredients to utilize local ingredients as identity in Padang Panjang city which includes ingredients, spices, tools, processing methods, diferences in the use of additional ingredients, cooking techniques and the dosage in randang processing so that various qualities are produced. This type of researsh is a combination of qualitative and quantitative research. Qualitative data sources were obtained from 16 informants who were experts in making randang and quantitative sources were obtained from 10 trained panelist who knew about randang and 5 limited panelist, namely lecturers of family welfare science, FPP, Padang State University. Qualitative data collection techniques are observation, interviews, documentation and quantitative data collection techniques are organoleptic test formats. The organoleptic test of the standart recipe for randang daging resulted in a fairly square shape, the form of cassava was produced quite square, the meat was quite blackish brown, the breast was quite blackish brown, the aroma was quite fragrant, the meat was quite tender, the dadak randang was textured quite dry, oily, sweet potato,the texture of cassav is quite fragile, the taste of the meat is delicious and the taste of cassava is quite absorbent. 
The Effect Of Jicama (Pachyrhizus Erosus) Flour Substitution On Sponge Cake Quality Resya Ramadhani Faizal; Wirnelis Syarif
Jurnal Pendidikan Tata Boga dan Teknologi Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan, Tata Boga dan Teknologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.528 KB) | DOI: 10.24036/jptbt.v2i1.184

Abstract

The main background of this research comes from the lack of variation in the utilization of yam flour, which is a food product from the city of Padang, West Sumatra, especially in food products. Here, yam flour acts as a substitute for wheat flour, which is often used in making sponge cake. This study aims to find out the differences in the effects resulting from yam flour substitution, respectively 0%, 25%, 50%, and 75%, on the quality of the shape, color, aroma, texture, and taste of the resulting sponge cake. The experimental design used in this study was a completely randomized design (CRD). The type of data used is primary data obtained using the organoleptic test method, which was carried out on five expert panelists. Data analysis was carried out using ANOVA. In cases where a significant effect is found in the sample, the analysis will be continued using Duncan's test. The results indicated that sponge cake was affected by yam flour substitution, especially on the quality of color (surface and bottom), aroma (jicama), texture (soft and porous), and taste (jima). Meanwhile, no significant effect was found on the shape quality (tidy, according to the mold) of the sponge cake. The best research results were found in the use of yam flour, as much as 75% (X3) in the quality of the shape, color, aroma, texture, and taste of the resulting sponge cake.
ANALISA KUALITAS SALA KEJU Anni Faridah; Rahmi Holinesti; Wirnelis Syarif; Lucy Fridayati
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.698 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.21.1.8-15.2017

Abstract

Peningkatan jumlah wisatawan dapat dilakukan dengan peningkatan variasi olahan kuliner daerah wisata tersebut, seperti sala lauak di Pariaman Sumatera Barat. Variasi sala lauak dapat dilakukan dengan cara memvariasikan bahan sumber protein, salah satunya adalah keju. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan keju sebanyak 0, 40, 55, 70, dan 85 gram, terhadap kualitas bentuk, warna, aroma, rasa, dan tekstur sala lauak yang dihasilkan, serta kandungan gizinya. Penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan, melibatkan 30 orang panelis. Teknik analisa data yaitu menggunakan ANAVA dan jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan, hasil sala terbaik dilakukan analisa progsimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh penggunaan keju terhadap kualitas warna bagian luar, aroma keju, tekstur bagian luar, rasa gurih dan rasa keju terdapat perbedaan yang signifikan. Sedangkan untuk kualitas bentuk bulat, bentuk seragam, warna bagian dalam, aroma harum, dan tekstur bagian dalam tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan. Kualitas sala keju yang terbaik adalah penggunaan keju sebanyak 40 g (X1). Sedangkan analisis terhadap kandungan gizi, penggunaan keju 40 g pada sala menunjukkan bahwa : sala keju memiliki kadar karbohidrat 41,17%; kadar protein 2,20%; kadar lemak 11,31%; kadar air 43,75%; dan kadar abu 1,56%.
ANALISIS KUALITAS SALA UDANG REBON Wirnelis Syarif; Rahmi Holinesti; Anni Faridah; Lucy Fridayati
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.564 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.21.1.45-51.2017

Abstract

Peningkatan kualitas dari sala lauak yang bisa dilakukan adalah dengan cara memvariasikan rasa, salah satunya menggunakan udang rebon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan udang rebon sebanyak 0 gr, 40 gr, 60 gr, 80 gr dan 100 gr terhadap kualitas bentuk, warna, aroma, tekstur dan rasa pada sala udang rebon yang dihasilkan. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis eksperimen murni (true eksperimen) dengan metode Rancangan Acak Lengkap. Penelitian ini dilakukan di workshop Tata Boga Jurusan IKK FPP UNP. Variabel dalam penelitian terbagi dua yaitu, variabel X (penggunaan udang rebon) dan variabel Y (kualitas sala udang rebon). Data yang digunakan adalah data primer yang di dapat langsung dari 30 orang panelis dengan cara mengisi angket. Data yang sudah diperoleh kemudian ditabulasikan dalam bentuk tabel dan dilakukan Analisa Varian (ANAVA), jika berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh terhadap penggunaan udang rebon dengan kualitas warna, aroma, rasa gurih dan rasa udang rebon. Sedangkan untuk kualitas bentuk bulat, bentuk seragam dan tekstur tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan karena Fh < Ft. Hasil analisis data diperoleh skor pencapain tertinggi secara keseluruhan yaitu kualitas  bentuk (bulat) 4,29 (X0), kualitas bentuk (seragam) 4,08 (X1), kualitas warna (kuning kecoklatan) 4,00 (X4), kualitas aroma (udang rebon) 4,20 (X4), kualitas tekstur (berongga) 4,11 (X0),  kualitas rasa (gurih) 4,20 (X4) dan kualitas rasa (udang rebon) 4,67  (X4). Sala udang rebon memiliki kadar karbohidrat 37,25%, kadar protein 3,42%; kadar lemak  12,74%; kadar air 43,66%; dan kadar abu 2,92%.
ANALISIS KUALITAS SALA TERASI Lucy Fridayati; Rahmi Holinesti; Anni Faridah; Wirnelis Syarif
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.399 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.21.1.22-27.2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan terasi terhadap kualitas sala lauak yang dihasilkan. Penelitian ini merupakan eksperimen dengan metode rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari 3 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil uji organoleptik pada kualitas sala terasi bentuk (bulat) bentuk (bulat) skor tertinggi terdapat pada perlakuan 40gr (X2) dengan kategori berbentuk bulat, kualitas bentuk (seragam) skor tertinggi terdapat pada perlakuan 0gr (X0) dengan kategori seragam, kualitas warna kulit  (kuning kecoklatan) skor tertinggi terdapat pada perlakuan 60gr (X4) dengan kategori kuning kecoklatan, kualitas warna isi (kuning kecoklatan) skor tertinggi terdapat pada perlakuan 60gr (X4) dengan kategori mendekati kuning kecoklatan,  kualitas aroma (terasi) skor tertinggi terdapat pada perlakuan 60gr (X4) dengan kategori mendekati sangat beraroma terasi, kualitas tekstur kulit (renyah) skor tertinggi terdapat pada perlakuan 60gr (X4) dengan kategori mendekati renyah, kualitas tekstur isi (berongga) skor tertinggi terdapat pada perlakuan 0gr (X0) dan 40 gr (X2) dengan kategori mendekati berongga, kualitas tekstur rasa (gurih) skor tertinggi terdapat pada perlakuan 50gr (X3)dengan kategorigurih, kualitas tekstur rasa (terasi) skor tertinggi terdapat pada perlakuan 60gr (X4) dengan kategori mendekati sangat beraroma terasi.Sala terasi memiliki kadar karbohidrat 32,16%; kadar protein 2,50%; kadar lemak 16,26%; kadar air 45,94%; dan kadar abu 2,54%.
ANALISIS KUALITAS SALA TERI Rahmi Holinesti; Anni Faridah; Wirnelis Syarif; Lucy Fridayati
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.628 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.21.1.33-39.2017

Abstract

Peningkatan kualitas dari sala lauak yang bisa dilakukan adalah dengan cara memvariasikan rasa, salah satunya menggunakan teri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan teri sebanyak 0gr, 20gr, 40gr, 60gr dan80gr terhadap kualitas bentuk, warna, aroma, tekstur dan rasa pada salateri yang dihasilkan. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis eksperimen murni (trueeksperimen) dengan metode Rancangan Acak Lengkap.Penelitian ini dilakukan di workshop Tata Boga, Jurusan IKK, FPP, UNP. Variabel dalam penelitian terbagi dua yaitu, variabel X (penggunaan teri) dan variabel Y (kualitas sala teri). Data yang digunakan adalah data primer yang didapat langsung dari 30 orang panelis dengan cara mengisi angket. Data yang sudah diperoleh kemudian ditabulasikan dalam bentuk tabel dan dilakukan AnalisaVarian (ANAVA), jika berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh terhadap penggunaan teri dengan kualitas warna kulit, warna isi, aroma teri, dan rasa gurih. Sedangkan untuk kualitas bentuk bulat, bentuk seragam, aroma harum,tekstur kulit dan tekstur isi tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan karena Fh<Ft. Hasil analisis data diperoleh skor pencapain tertinggi secara keseluruhan yaitu kualitas bentuk (bulat) 3,19 (X3),  kualitas bentuk (seragam) 2,98 (X3), kualitas warna kulit (kuning keemasan) 3,08 (X1), kualitas warna isi (kuning) 3,17 (X1), kualitas aroma (teri) 3,44 (X4), kualitas aroma (harum) 3,07 (X4), kualitas rasa (gurih) 3,22 (X4) kualitas tekstur  kulit (renyah) 2,98 (X3) dan kualitas tekstur isi (berongga) 2,78 (X3). Sala teri memiliki kadar karbohidrat 36,37%; kadar protein 3,11%; kadar lemak 14,05%; kadar air 45,19%; dan kadar abu 1,70%. 
PKM PELATIHAN MENGOLAH PRODUK PASTRY DAN BAKERY SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU KETERAMPILAN AGRIBISNIS PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN MADRASAH ALIYAH PLUS SUMATERA BARAT Juliana Siregar; Al Ikhlas Al Ikhlas; Wirnelis Syarif
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i3.1076-1084

Abstract

Madrasah Aliyah (MA) Plus Keterampilan merupakan salah satu bentuk pelaksanaan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kemajuan social ekonomi bangsa. Melalui program keterampilan yang diikuti siswa saat sekolah, dapat mengantisipasi lulusan MA yang tidak dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi, mereka dapat mendirikan usaha sendiri atau bekerja  ke dunia usaha/industry sesuai dengan program keterampilan yang diikutinya saat menempuh pendidikan MA. Namun, dalam proses pelaksanaannya, fasilitas praktek mata pelajaran keterampilan beberapa MA di Sumatera Barat belum memadai sehingga tujuan pembelajran mata pelajaran praktek belum tercapai maksimal.  Sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran praktek keterampilan di jenjang pendidikan MAN, maka tim pengabdi merasa tertarik  memberikan pelatihan kepada guru tentang berbagai keterampilan olahan produk yang sedang digemari dikalangan masyarakat, khususnya keterampilan dibidang Pastry dan Bakery menggunakan bahan dan alat yang sederhana. Melalui kegiatan pelatihan yang dilaksanakan tim pengabdi ini, pengetahuan guru tentang berbagai macam olahan Pastry dan Bakery yang mudah dalam pengolahannya semakin luas, sehingga saat akan memberikan materi tentang olahan pastry dan Bakery di kelas, kratifitas guru tidak dibatasi oleh kurang lengkapnya fasilistas praktek di sekolah.
ANALISIS PERBEDAAN KUALITAS RANDANG DAGING DENGAN MENGUNAKAN RESEP STANDAR DI KABUPATEN AGAM Elida Elida; Wirnelis Syarif; Yolanda Intan Sari
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 8 No 2 (2021): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/pftj.v8i2.4196

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan kualitas randang daging dengan mengunakan resep yang telah di standarkan di empat nagari yang ada di kabupaten Agam. Resep yang digunakan yaitu resep yang didapatkan di Nagari Sungai Tanang, Tabek Panjang, Baso dan Duo Koto. Jenis penelitian adalah metode campuran. Informan penelitian adalah Bundo Kanduang, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi wawancara dan dokumentasi kemudian dilanjutkan dengan eksperimen. Hasil penelitian yaitu kualitas randang yang ada di empat nagari Kabupaten Agam memiliki perbedaan pada setiap kualitasnya yang dilihat dari aspek bentuk, warna, aroma, tekstur dan rasa.
The Impact Of Using Binahong Leaves Extract On Flour Based Cendol Ilham Tri Wahyudi; Wirnelis Syarif
Jurnal Pendidikan Tata Boga dan Teknologi Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan, Tata Boga dan Teknologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.686 KB) | DOI: 10.24036/jptbt.v2i1.138

Abstract

This research is motivated by the lack of utilization of Binahng leaves in the field of food processing. Binahong leaves are creeping plants that easily live in lowlands and highlands and still grow wild and there is no further use and cultivation by the community. Biinahong leaves have many benefits in the health sector such as normalizing blood circulation, preventing stroke, gout, ulcers, ambient, and so on. The development of binahong leaves in cendol production is expected to be able to provide delicious and healthy cendol qualities for the community. This study aims to analyze the effect of 0%, 25%, 50%, 75% and 100% substitution leaves binohong on the quality of shape, color, aroma, texture, and taste of cendol. This type of pure experimental research with a completely randomized design method. The dependent variable is the quality of cendol skin using primary data sourced from 5 expert panelists by proposing an organoleptic test format. Analysis of data with ANOVA, if Fcount> Ftable then proceed with the Duncan test. The results showed that there was a significant effect of binahong leaf substitution on the quality of color, aroma, and texture of cendol because Fcount> Ftable, and there was an insignificant effect of binahong leaf substitution on the quality of cendol flavor because Fcount <Ftable. The best results are found in the substitution of 25% and 100% for the cendol color, 50% for the cendol aroma, and 50%, 75%, and 100% for the cendol texture.  
TRADISI DAN MAKNA FILOSOFIS KULINER MINANGKABAU Waryono; Wirnelis Syarif
Jurnal Pendidikan dan Perhotelan (JPP) Vol 1 No 2 (2021): JURNAL PENDIDIKAN DAN PERHOTELAN
Publisher : Family Welfare Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.008 KB) | DOI: 10.21009/jppv1i2.07

Abstract

The purpose of writing this article is to describe the traditions and philosophical meanings of Minangkabau culinary. The hope is that it will be useful as a reference for the younger generation of Minangkabau in choosing traditional foods to be served at traditional ceremonies and religious rituals. Library research was chosen as a method to achieve the goal by studying books, articles and websites related to Minangkabau culinary culture. The collected data was then analyzed using interactive analysis consisting of data collection, data presentation, data reduction and drawing conclusions. Minangkabau has a tradition of malamang and maantaan pabukoan which is still ongoing today. There are several routine ceremonial traditions that are always accompanied by various traditional culinary delights, such as lamang, nasi kunyik, nasi lamak, rendang, sambareh, pinyaram, lapek bugih, galamai. The meaning contained in the food served philosophically describes the existence of traditional leaders in Minangkabau, according to the deliberation and consensus of the previous ancestors, the bond of friendship and teaching sharing, patience, halal, thoroughness, a reflection of obedience and love.
Co-Authors Abda Abda ADAWIYAH, RABIYATUN Adelina Arman Adhini W, Dwi Mustika Adira, Elsa Afriani, Rini Akhyar, Febriyana Al Ikhlas, Al Ikhlas Alersa1,, Firna Agus Amelia, Dessi Amimy, Findi Anggita Rizky Yuliandri Anggraini, Dessy Anggraini, Ezi Anisa Rahmawati Anjelya, Fitri Anni Faridah Antoni, Pramita Aprilyani Mangunsong, Siska Widya Arita, Sri Asmar Yulastri Astra Prima Budiarti Ayu Puji Lestari baidar baidar Cici Andriani Cindy Oki Syafira Dahniar Dahniar Darmayanti, Regina Della Regina Agustin Dikki Zulfikar Efendi, Dona Andeska elida elida Ezi Anggraini Ezi Anggraini Ezi Angraini Fadiah, Meutia Faiza, Ardiana Febriani, Lia Feby Mellisa Pratiwi Fridayanti, Lucy Gea, Selvi Yana Ginting, Yun Melita Gusnita, Wiwik Hafazah, Siti Handari, Eras Sahira Hanifah Indra Fansyukri husna, ainil Ilham Tri Wahyudi Ilham, Rofika Indrayeni, Wiwik Indriani, Ika Intan Rahmawati Ira Meirina Chair Islamy, Fadhla Nur Izza Marizalni Jamhari Jamhari Jerry Haris Juliana Siregar Julita Julita Karmila, Melsah Kurnia, Tessa Liana, Rozi Ayu Lili Dasniati Liswarti Yusuf Lucy Fridayati Mardiah, Anisah Maswati Maswati Melani, Cut Mimi, Lusi Putri Murni, Ravika MUSPRIADI, MUSPRIADI Mustika, Dina Mustika, Sari Muthia Khansa Nabilah, Nurli Nani Lestari Nauman, Aldip Nismar Amini Nofitasari, Neli Nora Oktavia, Nora Noverina, Delvince Novi Adi Morjayanti Novitasari, Herlina Nuraini Nuraini Nuzli Ramadhani Oktavia, Yolanda Pertiwi, Rahmi Pratiwi, Novia Utami Putri Maharani Putri, Suki Ayu Putri, Syandra Meylani Qisthi, Puti Mizani Rahma, Silvani Rahmadona, Tiwi Rahmatika, Aghisyna Rahmi Holinesti Ramadhani, Sri Retno Ramadhannisa, Ilmi Syukro Reda Kurnia Resya Ramadhani Faizal Rina Satriyani Ritonga, Mentari riwayati riwayati Riyansa, Ledya ROHATI, RIDA Roni Yuliardi Ruaida Ruaida Safitri, Mira Salsabila, Shofira Samra, Ratu Adilah Sarah, Devi Sari, Havivah Mayang Sari, Nita Arlan Sari, Wenggi Sartika Seprina Rahmaneli Sepryadi, Tri Shahida, Siti Nur Silfeni Silfeni Siregar, Juliana Sirtin, Pramita Siska, Indah Amelia Sri Murni, Dona Srya Ning Tias Syahputri, Nia Febi Thesya Firdayanti R.P Tias, Srya Ning Verawati Verawati Vicky, Vicky Vitaloka, Yola Vitria Maidesti Wahyuni, Helva Waryono . Wati, Fitra Wiwik Gusnita Yasril Yunus Yelfi, Reno YENI, WIWIK INDRA Yolanda Intan Sari yolanda jefrina Yulia Mandasari Yulia Rahmi Yulianto, Deri Yundi, Silvinia Zahara SY, Nurul Muna Zulindrawati, Fenny