Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Posyandu Melalui Edukasi dan Demonstrasi untuk Meningkatkan Produksi ASI Menggunakan Metode SPEOS Di Kecamatan Sukaraja, Seluma Pratama, Rini Mustikasari Kurnia; Damayanti, Damayanti; Maryani, Deni; Ardhiani, Innas Tiara
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.20850

Abstract

ASI memiliki peran dalam meningkatkan kecerdasan emosional antara ibu dan bayi. Kandungan ASI yang sangat lengkap sehingga sesuai dengan kebutuhan bayi yang berguna untuk tumbuh kembang. Interval pemberian ASI yang optimal selama 6 bulan yang dikenal dengan ASI eksklusif. Persentase cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Seluma, Bengkulu tahun 2023 berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), bayi usia 0-6 bulan sebesar 62% yang masih jauh dari target nasional sebesar 80%. Pemberdayaan kader dapat dilakukan dengan memberikan pendampingan tentang peningkatan produksi ASI dengan metode Stimulasi Pijat Endorfin, Oksitosin, dan Sugestif (SPEOS). Kader mendapatkan pelatihan dan pendampingan tentang keterampilan penggunaan metode SPEOS yang dapat diaplikasikan kepada ibu menyusui untuk membantu kelancaran produksi ASI. Metode yang digunakan dalam pengabdian in meliputi presentasi materi, tanya jawab, dan pelatihan serta pendampingan keterampilan metode SPEOS. Hasil kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan kader posyandu tentang metode SPEOS. Selain itu kader posyandu juga memperoleh keterampilan melakukan metode SPEOS yang dapat diterapkan kepada ibu menyusui terutama ibu yang memiliki ASI sedikit, sehingga membantu meningkatkan produksi ASI ibu menyusui. Adanya pemberdayaan kader ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan ASI khususnya di Wilayah Kerja Puskesmas Sumber Makmur Kecamatan Sukaraja dan berkontribusi dalam percepatan penurunan angka kejadian stunting.
PELATIHAN PIJAT BAYI SEBAGAI UPAYA DAYA TAHAN TUBUH BAYI DI DESA RINDU HATI BENGKULU TENGAH Sri Nengsi Destriani; Deni Maryani; Dara Himalaya
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 5: Desember 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa golden age merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi, di mana stimulasi yang optimal, seperti pijat bayi (massage baby), dapat memberikan manfaat signifikan terhadap kesehatan dan kesejahteraan bayi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan pijat bayi sebagai upaya meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Metode yang digunakan meliputi survei awal, koordinasi dengan tenaga kesehatan setempat, penyuluhan kesehatan, pelatihan pijat bayi, serta evaluasi pasca-pelatihan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 18 Oktober 2023 di Desa Rindu Hati, Bengkulu Tengah, dengan peserta sebanyak 30 ibu yang memiliki bayi atau balita. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan pijat bayi, yang berkontribusi pada peningkatan kesehatan dan kesejahteraan bayi mereka. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi dan pelatihan pijat bayi dapat menjadi intervensi yang efektif dalam mendukung pertumbuhan dan daya tahan tubuh bayi
Formulasi dan Evaluasi Emulgel Ekstrak Etanol 96% Daun Murbei (Morus alba) Riska Dea Ananda; Rose Intan Perma Sari; Putri Mulia; Deni Maryani; Oky Hermansyah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13405

Abstract

Sediaan emulgel merupakan sediaan topikal yang menggabungkan antara fasa emulsi dengan basis gel. Tujuan penelitian ini yaitu melakukan formulasi dan evaluasi sediaan emulgel berbahan aktif ekstrak etanol 96% daun murbei (Morus alba) dengan variasi konsentrasi ekstrak F0 (0%), F1 (1%), F2 (5%), dan F3 (10%). Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan diperoleh rendemen sebesar 14,72%. Sediaan yang dihasilkan kemudian diuji melalui berbagai parameter, meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, tipe emulsi, viskositas, dan hedonik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki tampilan fisik yang baik serta homogen tanpa adanya partikel kasar. Nilai pH masing-masing formula berada dalam kisaran 4,5–6,5 sehingga sesuai dengan pH kulit. Daya sebar sediaan berada pada rentang 5–7 cm yang menunjukkan kenyamanan saat diaplikasikan. Semua formula tergolong emulsi tipe minyak dalam air (O/W). Namun, hasil pengukuran viskositas menunjukkan bahwa hanya F0 dan F1 yang memenuhi kriteria, sementara F2 dan F3 memiliki kekentalan yang lebih rendah dari standar. Berdasarkan uji hedonik, F1 memperoleh tingkat penerimaan tertinggi dari panelis. Dengan demikian, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% daun murbei (Morus alba) berpotensi diformulasikan dalam bentuk emulgel, dengan F1 sebagai formula paling optimal ditinjau dari sifat fisik dan tingkat kesukaan panelis.
GAMBARAN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK PRASEKOLAH DI TK NEGERI PEMBINA 1 KOTA BENGKULU Alya Ferlita; Novianti Novianti; Linda Yusanti; Deni Maryani; Suriyati Suriyati
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v5i1.2062

Abstract

Perkembangan sosial emosional merupakan aspek penting dalam pertumbuhan anak prasekolah karena memengaruhi kemampuan interaksi, pengendalian emosi, dan adaptasi lingkungan. Deteksi dini diperlukan untuk mengidentifikasi masalah sejak awal. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran perkembangan sosial emosional anak usia 48–72 bulan berdasarkan skrining KMPE di TK Negeri Pembina 1 Kota Bengkulu.Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan sampel 59 anak yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner KMPE dan dianalisis secara univariat. Hasil menunjukkan 33 anak (55,9%) kategori normal, 11 anak (18,6%) meragukan, dan 15 anak (25,5%) berpotensi mengalami masalah sosial emosional. Simpulan penelitian menunjukkan mayoritas anak berada dalam kategori normal, namun masih terdapat anak dengan hasil meragukan dan berpotensi masalah sehingga diperlukan deteksi dini dan stimulasi secara berkala.
Formulasi dan Evaluasi Emulgel Ekstrak Etanol 96% Daun Murbei (Morus alba) Riska Dea Ananda; Rose Intan Perma Sari; Putri Mulia; Deni Maryani; Oky Hermansyah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13405

Abstract

Sediaan emulgel merupakan sediaan topikal yang menggabungkan antara fasa emulsi dengan basis gel. Tujuan penelitian ini yaitu melakukan formulasi dan evaluasi sediaan emulgel berbahan aktif ekstrak etanol 96% daun murbei (Morus alba) dengan variasi konsentrasi ekstrak F0 (0%), F1 (1%), F2 (5%), dan F3 (10%). Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan diperoleh rendemen sebesar 14,72%. Sediaan yang dihasilkan kemudian diuji melalui berbagai parameter, meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, tipe emulsi, viskositas, dan hedonik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki tampilan fisik yang baik serta homogen tanpa adanya partikel kasar. Nilai pH masing-masing formula berada dalam kisaran 4,5–6,5 sehingga sesuai dengan pH kulit. Daya sebar sediaan berada pada rentang 5–7 cm yang menunjukkan kenyamanan saat diaplikasikan. Semua formula tergolong emulsi tipe minyak dalam air (O/W). Namun, hasil pengukuran viskositas menunjukkan bahwa hanya F0 dan F1 yang memenuhi kriteria, sementara F2 dan F3 memiliki kekentalan yang lebih rendah dari standar. Berdasarkan uji hedonik, F1 memperoleh tingkat penerimaan tertinggi dari panelis. Dengan demikian, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% daun murbei (Morus alba) berpotensi diformulasikan dalam bentuk emulgel, dengan F1 sebagai formula paling optimal ditinjau dari sifat fisik dan tingkat kesukaan panelis.
Analysis of The Implementation of Early Detection of Growth and Development and Parenting Patterns of Children Aged 0-6 Years Fitri Ramadhaniati; Deni Maryani; Yetti Purnama; Kurnia Dewiani
Open Access Health Scientific Journal Vol. 7 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Griya Eka Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55700/oahsj.v7i1.204

Abstract

Background: Problems with growth and development disorders continue to increase every year. The low ability of parents to conduct early detection of their child's growth and development results in delayed early interventions that could be carried out. Parenting patterns also determine the appropriateness of a child's growth and development. This study aimed to analyze the implementation of early detection and parenting patterns of children aged 0-6 years.Method: This research is a qualitative study with a descriptive approach. The informants involved in this study numbered 13 people who are mothers of children aged 0-6 years from 10 sub-districts in the city of Bengkulu. The information obtained from the informants includes sources of information, the implementation of early detection, knowledge, and parenting patterns in children. Data were collected through in-depth interviews, document reviews, and observations. The data were analyzed using the narrative analysis method to determine the extent of the implementation of early detection and parental parenting patterns in children aged 0-6 years.Results: Research results show that not all parents obtain information about early detection of child growth and development. Early detection is not conducted continuously according to the child's age stage. Children are generally cared for by their mothers and some of the informants use gadgets in the caregiving process. Children with growth and development disorders are still found.Conclusion: Early detection of child growth and development is still not being implemented, and child care is centered on the mother, with the use of gadgets in the caregiving process. As an effort to optimize child development stimulation, health workers are expected to provide more intensive education to parents, and there is a need for innovative guides for growth and development detection that are easier to use.
Hygiene Behavior of Adolescent Girls at SMKN 1 Bengkulu City Nur Eriska; Deni Maryani; Novianati Novianati; Sri Nengsi Destriani; Dara Himalaya
PROMOTOR Vol. 9 No. 4 (2026): AGUSTUS
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v9i4.2577

Abstract

Menstruation is a physiological process experienced by adolescent girls as a sign of the functioning of reproductive organs. During menstruation, adolescent girls need to maintain reproductive hygiene to prevent health problems such as infection and vaginal discharge. One factor that influences hygiene behavior is the level of knowledge about menstruation. Objective: This study aims to determine the relationship between the level of knowledge about menstruation and reproductive hygiene behavior in adolescent girls at SMKN 1 Bengkulu City. This study used a quantitative method with a cross-sectional design. The population in this study were all 508 female students in grades X and XI of SMKN 1 Bengkulu City. The research sample of 84 respondents was determined using the Slovin formula with a simple random sampling technique. Data were collected using a questionnaire on menstrual knowledge and reproductive hygiene behavior that had been tested for validity and reliability. Data analysis was carried out univariately and bivariately using the chi-square test. The results showed that most respondents had a good level of menstrual knowledge (51 respondents (60.7%) and good reproductive hygiene behavior (41 respondents (48.8%). The chi-square test results obtained a p value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant relationship between the level of menstrual knowledge and reproductive hygiene behavior during menstruation in adolescent girls at SMKN 1 Bengkulu City. There is a significant relationship between the level of menstrual knowledge and reproductive hygiene behavior in adolescent girls. Therefore, it is necessary to improve reproductive health education in schools to increase knowledge and develop better hygiene behavior during menstruation.