Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Factors Related To Anemia Among Female Students City Lukito, Nurul Uzlifatil Jannah; Maryani, Deni; Purnama, Yetti; Himalaya, Dara
JURNAL KEBIDANAN Vol 15, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkb.v15i1.11798

Abstract

Adolescent girls have a higher risk of developing anemia than adolescent boys, Based on the 2018 National Basic Health Research, 48.9% of adolescent girls in Indonesia are anemic. Adolescents who suffer from anemia when they become pregnant are at risk of giving birth to low birth weight (LBW) and stunting. Iron nutritional anemia is one of the main causes of anemia, including due to insufficient intake of iron-source foods. namely BMI, Mid Upper Arm Circumference (MUAC),  and tea and coffee consumption. This research aims to determine the factors associated with hemoglobin levels in adolescent girls at SMK 3 Bengkulu City. Data analysis used regression testing. The sample for this research was 73 respondents who were selected used the purposive sampling technique. sampling is carried out in accordance with the inclusion criteria. validity and reliability tests of questionnaires are taken from the results of previous studies. Data analysis used the Pearson product moment correlation test. The results of the research, namely the relationship between BMI and hemoglobin levels, obtained univariate results hemoglobin in the interval 8.0-11.9 gr/dl was (35.61%) low hemoglobin and the interval 12 gr/dl was (64.38%) normal hemoglobin category, BMI (4.10%) underweight, (17.80%) underweight, (69.86%) normal, and (8.21%) overweight.   MUAC: (43,83%) Calorie energy deficiency, (56,16%) non Calorie energy deficiency, Tea/Coffee Consumption (58,90%) lower, (41,10%) currently, and bivariate result (p = 0.001–0.05), so there was an influence on BMI and hemoglobin levels. The results of the analysis regarding the relationship between MUAC and hemoglobin levels obtained results (p = 0.001– 0.05), so there was an influence on MUAC and hemoglobin levels. The results of the analysis regarding the relationship between tea/coffee consumption and hemoglobin levels obtained results (p = 0.011 0.05), so there was an influence on tea/coffee consumption and hemoglobin levels in young women at SMK 3 Bengkulu City. The conclusion of this research is that there is an influence on BMI, MUAC, and tea/coffee consumption on hemoglobin levels.
Pemberdayaan Kader Posyandu Melalui Edukasi dan Demonstrasi untuk Meningkatkan Produksi ASI Menggunakan Metode SPEOS Di Kecamatan Sukaraja, Seluma Pratama, Rini Mustikasari Kurnia; Damayanti, Damayanti; Maryani, Deni; Ardhiani, Innas Tiara
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.20850

Abstract

ASI memiliki peran dalam meningkatkan kecerdasan emosional antara ibu dan bayi. Kandungan ASI yang sangat lengkap sehingga sesuai dengan kebutuhan bayi yang berguna untuk tumbuh kembang. Interval pemberian ASI yang optimal selama 6 bulan yang dikenal dengan ASI eksklusif. Persentase cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Seluma, Bengkulu tahun 2023 berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), bayi usia 0-6 bulan sebesar 62% yang masih jauh dari target nasional sebesar 80%. Pemberdayaan kader dapat dilakukan dengan memberikan pendampingan tentang peningkatan produksi ASI dengan metode Stimulasi Pijat Endorfin, Oksitosin, dan Sugestif (SPEOS). Kader mendapatkan pelatihan dan pendampingan tentang keterampilan penggunaan metode SPEOS yang dapat diaplikasikan kepada ibu menyusui untuk membantu kelancaran produksi ASI. Metode yang digunakan dalam pengabdian in meliputi presentasi materi, tanya jawab, dan pelatihan serta pendampingan keterampilan metode SPEOS. Hasil kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan kader posyandu tentang metode SPEOS. Selain itu kader posyandu juga memperoleh keterampilan melakukan metode SPEOS yang dapat diterapkan kepada ibu menyusui terutama ibu yang memiliki ASI sedikit, sehingga membantu meningkatkan produksi ASI ibu menyusui. Adanya pemberdayaan kader ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan ASI khususnya di Wilayah Kerja Puskesmas Sumber Makmur Kecamatan Sukaraja dan berkontribusi dalam percepatan penurunan angka kejadian stunting.
PELATIHAN PIJAT BAYI SEBAGAI UPAYA DAYA TAHAN TUBUH BAYI DI DESA RINDU HATI BENGKULU TENGAH Sri Nengsi Destriani; Deni Maryani; Dara Himalaya
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 5: Desember 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa golden age merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi, di mana stimulasi yang optimal, seperti pijat bayi (massage baby), dapat memberikan manfaat signifikan terhadap kesehatan dan kesejahteraan bayi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan pijat bayi sebagai upaya meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Metode yang digunakan meliputi survei awal, koordinasi dengan tenaga kesehatan setempat, penyuluhan kesehatan, pelatihan pijat bayi, serta evaluasi pasca-pelatihan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 18 Oktober 2023 di Desa Rindu Hati, Bengkulu Tengah, dengan peserta sebanyak 30 ibu yang memiliki bayi atau balita. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan pijat bayi, yang berkontribusi pada peningkatan kesehatan dan kesejahteraan bayi mereka. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi dan pelatihan pijat bayi dapat menjadi intervensi yang efektif dalam mendukung pertumbuhan dan daya tahan tubuh bayi