Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Hubungan Pola Menstruasi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di Wilayah Pesisir Kota Bengkulu: The Relationship of Menstrual Patterns with Anemia in Adolescent Women in Coastal Areas Bengkulu City Anggun Dineti; Deni Maryani; Yetti Purnama; Asmariyah Asmariyah; Kurnia Dewiani
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 8 No. 3 (2022): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v8i3.4503

Abstract

Anemia is a severe global public health problem, especially in the age range of 15-49 years. Indonesia ranks 5th (22.331%) with the most anemia globally. Anemia can occur in adolescent girls. Adolescent girls have a higher risk of anemia than teenage boys. Anemia happens because young women experience menstruation which causes blood loss every month, so they need twice as much iron during menstruation. An abnormal menstrual pattern is a risk factor for anemia. SMKN 6 Bengkulu City and SMAN 7 Bengkulu City are the 1st and 2nd highest coastal areas with risk factors for anemia in adolescent girls in Bengkulu City. Determine the relationship between menstrual patterns and the incidence of anemia in adolescent girls in the coastal area of Bengkulu City. This research design implemented a cross-sectional approach. The research sample amounted to 60 respondents. Further, the study used an accidental sampling technique. The data analysis employed chi-square. 31 young women (51,67%) experienced abnormal menstrual patterns, 29 people (48, 33%) experienced normal menstrual patterns, 34 people (56.66%) were not anemic, and 26 people (43, 34%) had anemia. The results of the bivariate analysis showed that the p-value = 0.000 < a = 0.05. This study concludes that Ha is accepted, so there is a relationship between menstrual patterns and the incidence of anemia in adolescent girls in the coastal area of Bengkulu City. Young women are expected to increase their knowledge and be willing to take Fe tablets every month.
SOSIALISASI PENERAPAN BUKU PEDOMAN PSIKOEDUKASI DALAM PENANGANAN GEJALA DEPRESI POST PARTUM Dewi Andariya Ningsih; Deni Maryani; Tiara Indriani; Siti Hilmi Musyarrofah; Siti Nurhidayati
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2022 Transisi Global dalam Mencapai SDGs 2030
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan emosional pada perempuan setelah melahirkan memiliki sifat dan tingkat keparahan yang beragam, yang berhubungan langsung pada perempuan secara individu, keluarga dan sistem kesehatan. Tujuannya dapat meningkatkan pengetahuan, mengubah sikap dan perilaku ibu agar memahami tentang psikoedukasi masa nifas, terjadinya interaksi dan berbagi informasi tentang psikoedukasi masa nifas dan meningkatkan pemahaman, sikap, dan perilaku ibu hamil dan menyusui tentang : mengetahui, menerapkan cara meminimalisir depresi post partum pada masa nifas. Metode pelaksanaan dengan mengumpulkan ibu bidan, ibu hamil dan menyusui di kampus fakultas ilmu kesehatan. Hal tersebut merupakan bagian dari dampak depresis post partum.  Pemberian psikoedukasi yang dilakukan sejak masa kehamilan merupakan langkah awal yang diperlukan sebagai strategi koping ibu untuk melewati tahapan masa nifas. Hal ini juga erat kaitannya dengan peran bidan dalam holistic care yaitu pelayanan kesehatan yang lebih memperhatikan keutuhan aspek kehidupan sebagai manusia yang meliputi kehidupan jasmani, mental, sosial, spiritual yang saling mempengaruhi. Keberagaman bidan dalam memberikan konseling kepada ibu nifas sehingga diperlukan adanya buku pedoman psikoedukasi agar sesuai dengan kebutuhan ibu nifas secara keseluruhan sehingga perlu dilakukan persamaan persepsi point-point apa saja yang perlu diketahui dan disampaikan oleh bidan agar masa nifas ibu sebagai penerima asuhan dapat berjalan dengan baik.
PENGARUH KITOSAN TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID (MDA) PADA OVARIUM TIKUS (RATTUS NORVEGICUS) BETINA GALUR WISTAR YANG TERPAPAR TIMBAL ASETAT (PB) SRI NENGSI DESTRIANI; ASRI IMAN SARI; DENI PARLINDUNGAN; DENI MARYANI; DARA HIMALAYA; TASYA DWI DAMAYANTI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4104

Abstract

Pendahuluan: Biomarker untuk melihat terjadinya stress oksidatif akibat proses peroksida lipid yang berlebihan yaitu peningkatan kadar MDA. Untuk menghambat agar stress oksidatif tidak terjadi maka kita harus meningkatkan antioksidan didalam tubuh. Salah satu bahan makanan yang mengandung antioksidan yaitu kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kitosan terhadap kadar Malondialdehid (MDA) pada ovarium tikus yang terpapar timbal asetat (Pb). Metode: Sampel dipilih secara acak sebanyak 25 ekor tikus (Rattus norvegicus) betina Galur Wistar. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok yang terdiri dari 5 ekor. 4 dari 5 kelompok diberi timbal asetat sebanyak 175 mg/Kg/BB. Kelompok P1, P2 dan diberi kitosan yang dicairkan dengan asam asetat 2% sebanyak 16, 32 dan 64 mg/Kg/BB. Aklimatisasi dilakukan 7 hari, lalu diberi perlakuan selama 30 hari. Tikus di swab vagina. Jika tikus masuk pada fase proestrus maka dilakukan pembedahan untuk mengambil ovarium kanan. Ovarium diperiksa dengan metode spektrofotometri dengan menggunakan Kid MDAANWLSSTM Malondialdehyd Assay, Product NWK-MDA01. Data yang didapat dianalisis menggunakan uji one way ANOVA dan LSD (Least Significant Different). Hasil dan Pembahasan: menunjukan kelompok perlakuan yang diberikan kitosan berbagai dosis memiliki perbedaan kadar MDA yangberbeda signifikan dengan kelompok kontrol negatif. Kesimpulan: Pemberian kitosan dapat memulihkan kadar MDA pada ovarium tikus galur wistar (Rattus norvegicus) betina yang terpapar timbal asetat (Pb).
Determinants of Anxiety in Third-Trimester Pregnant Women in Bengkulu City Oktavika, Endah Dwi; Maryani, Deni; Asmariyah; Suriyati; Saleha, Nurmukaromatis
Journal of Health Sciences and Medical Development Vol. 3 No. 01 (2024): Journal of Health Sciences and Medical Development
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/hesmed.v3i01.447

Abstract

Pregnancy-related anxiety is a prevalent mental condition characterized by apprehension and fear about uncertain events. Several factors contribute to anxiety in pregnant women, including Age, education, gravidity, husband's support, and spiritual self-care. This research aims to identify the influencing factors on anxiety levels in third-trimester pregnant women facing the birthing process in Bengkulu City, utilizing a cross-sectional approach. Forty-four respondents were selected through purposive sampling, and data were analyzed using the Spearman rank correlation test. The findings reveal significant relationships between Age (p-value 0.012 < 0.05), education (p-value 0.018 < 0.05), gravidity (p-value 0.026 < 0.05), husband's support (p-value 0.038 < 0.05), and spiritual self-care (p-value 0.000 < 0.05) and anxiety levels. In conclusion, Age, gravidity, education, husband's support, and spiritual self-care are associated with the anxiety levels of third-trimester pregnant women facing the birthing process in Bengkulu City.
EFEKTIVITAS AIR REBUSAN DAUN SIRIH MERAH (PIPER CROCATUM) TERHADAP KEPUTIHAN PADA WANITA USIA SUBUR DI PUSKESMAS TELAGA DEWA KOTA BENGKULU APRIANISA, TRI; NOVIANTI, NOVIANTI; MARYANI, DENI; SURIYATI, SURIYATI; RACHMAWATI, RAMYA
Journal Of Midwifery Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jm.v11i2.5117

Abstract

Pendahuluan: Wanita akan mengalami keputihan paling tidak satu kali dalam seumur hidupnya. Keputihan yang berlebihan atau keputihan tidak normal menjadi gejala awal kanker serviks yang dapat menyebabkan kematian pada wanita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh air rebusan daun sirih merah terhadap wanita usia subur di Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 44 responden Metode: Rencana penelitian metode eksperimen one group pre-test dan post-test dengan teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling, analisa data menggunakan uji univariate distribusi frekuensi dan uji Wilcoxon untuk uji perbedaan. Rata-rata keputihan sebelum pemberian air rebusan daun sirih merah 2,5455 dan rata-rata keputihan setelah perlakuan pemberian air rebusan daun sirih merah sehari sekali selama 5 hari berturut-turut sebesar 4,4525. Sedangkan berdasarkan analisa data diperoleh p=0.000<0.05 maka H1 diterima, artinya terdapat perbedaan keputihan pada wanita usia subur sebelum dan setelah perlakuan pemberian air rebusan daun sirih merah. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian ini terdapat adanya pengaruh pemberian cebokan air rebusan daun sirih merah (Piper crocatum) terhadap penurunan keputihan pada wanita usia subur di Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu.
PENGARUH SLOW DEEP BREATHING DENGAN AROMATERAPI MINYAK ATSIRI JERUK KALAMANSI (CITROFORTUNELLA MICROCARPA) TERHADAP NYERI POST SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KOTA BENGKULU CHOIRUNNI’MAH, ZELLA; PURNAMA, YETTI; SURIYATI, SURIYATI; MARYANI, DENI; SLAMET, SAMWILSON
Journal Of Midwifery Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jm.v11i2.5119

Abstract

Pendahuluan: Sectio Caesarea (SC) merupakan suatu pembedahan guna melahirkan janin lewat insisi pada dinding abdomen. Ketidaknyamanan yang dialami ibu setelah post SC adalah nyeri akut yang berhubungan dengan trauma pembedahan. Upaya untuk mengatasi nyeri post SC dengan memberikan teknik slow deep breathing dengan aromaterapi minya atsiri jeruk kalamansi (Citrofortunella microcarpa). Slow deep breathing adalah salah satu teknik relaksasi yang sering digunakan untuk mengurangi nyeri dan menurunkan intensitas nyeri. Aromaterapi merupakan teknik perawatan tubuh dengan menggunakan atau memanfaatkan minyak atsiri (essential oil). Aromaterapi jeruk kalamansi mengandung decanal yang berfungsi dapat menstabilkan sistem saraf sehingga menimbulkan efek tenang bagi siapapun yang menghirupnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh slow deep breathing dengan aromaterapi minyak atsiri jeruk kalamansi terhadap nyeri post SC di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu. Metode: Rencana penelitian ini menggunakan kuantitatif survey. Jenis penelitian ini merupakan pre-ekperimental design jenis two- group pretest- posttest design. Sampel penelitian berjumlah 18 responden terdiri dari 9 responden kelompok intervensi dan 9 responden kelompok kontrol. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik accidental sampling. Uji normalitas data menggunakan shapiro-wilk. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian ini pada analisis bivariat menunjukkan bahwa nilai pretest dengan rata- rata 5,11 dan posttest rata- rata 2,33 dengan p-value= 0,007 < Asym- sig 0,05. Kesimpulan: ada pengaruh slow deep breathing dengan aromaterapi minyak atsiri jeruk kalamansi terhadap nyeri post SC di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu. Bagi pasien post SC diharapkan dapat menggunakan terapi non farmakologi namun tetap mendapatkan terapi dari Rumah Sakit.
Penyuluhan Kesehatan Dan Pemeriksaan Hemoglobin (HB) Dalam Upaya Pencegahan Anemia Pada Ibu Hamil Delfina, Rina; Maryani, Deni
Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat. Vol. 2 No. 2 (2024): May : Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/natural.v2i2.378

Abstract

Maintaining the mother's health during pregnancy is one of the main keys to the health of the next generation, because the mother will give birth to a healthy generation if the mother's health during pregnancy is good and without problems. The thing that must be maintained by pregnant women is to get adequate nutrition for themselves and the fetus they are carrying. One of the problems that often arises in pregnant women is anemia. Anemia in pregnant women can increase the risk of low birth weight (LBW) babies, premature birth, maternal and infant deaths and stunting (short children). Various efforts have been made to control anemia in pregnancy, but the prevalence is still high. One of the efforts that can be made to prevent anemia in pregnant women is to check hemoglobin and increase the mother's knowledge about anemia and its management, so that the mother understands her health condition during pregnancy. The aim of this community service activity is to screen for anemia in pregnant women. The benefit of this activity is that pregnant women know their hemoglobin levels and get information about anemia during pregnancy and its management.
FAKTOR YANG BERPENGARUH DALAM PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELAGA DEWA KOTA BENGKULU SINDI, REGITA TIARA; MARYANI, DENI; HIMALAYA, DARA; PURNAMA, YETTI; DESTRIANI, SRI NENGSI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Keluarga Berencana (KB) adalah suatu usaha untuk dapat mempermudah pasangan mengatur jarak antar anak, menghindari lahirnya anak yang belum di inginkan. Kontrasepsi suntik 3 bulan adalah kontrasepsi dengan kandungan hormon progestin saja yang mirip hormon progesteron alami dalam tubuh perempuan bertujuan untuk mengindari terjadinya ovulasi, memadatkan lendir, menipiskan dinding rahim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan suami, persepsi ibu dan peran tenaga kesehatan dengan pemilihan alat kontrasepsi suntik 3 bulan di wilayah kerja Puskesmas Telaga Dewa kota Bengkulu. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel slovin yaitu sebanyak 74 orang. Hasil penelitian mununjukkan uji chi square diperoleh nilai dukungan suami (p-value = 0,03< 0,05) dan peran tenaga Kesehatan (p-value = 0,144>0,05). Hasil analisa multivariat faktor persepsi ibu dengan nilai (OR= 2,904). Kesimpulan diperoleh ada hubungan antara dukungan suami dan persepsi ibu terhadap pemilihan KB suntik 3 bulan dan tidak ada hubungan antara peran tenaga Kesehatan dengan pemilihan KB suntik 3 bulan, dan faktor yang paling dominan adalah persepsi ibu (OR = 2,904) berarti persepsi ibu yang baik terhadap suntik 3 bulan berpeluang 2,904 kali lebih besar memengaruhi ibu untuk menggunakan kontrasepsi ini dibandingkan dengan persepsi ibu yang kurang.
GERAKAN PENCEGAHAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA MELALUI EDUKASI PADA MASYARAKAT DI DESA PASAR SELUMA KABUPATEN SELUMA PROVINSI BENGKULU Yetti Purnama; Linda Yusanti; Deni Maryani; Dara Himalaya; Oktin Putri Gusti
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 10: Maret 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i10.8933

Abstract

Keterlibatan kader dalam penanganan stunting harus dibekali dengan pengetahuan yang baik serta sikap yang positif dalam pencegahan stunting. Salah satu strategi untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap adalah dengan adanya pelatihan kader. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap kader dalam mencegah stunting melalui edukasi berbasis media. Metode pelatihan dengan memberikan pengetahuan dan melatih kader dalam memberikan edukasi dan informasi terkait pencegahan stunting pada masyarakat berjumlah 25 orang. Hasil pengabdian, pretest didapatkan peserta memiliki pengetahuan rata-rata Cukup sebesar 82% dan memiliki sikap sebagian besar kurang (58%) . Evaluasi tahap pertama menunjukan bahwa pengetahuan peserta meningkat rata-rata Baik (94%), dan hasil evaluasi tahap kedua tentang sikap, rata-rata sikap kader kesehatan dalam upaya mencegah stunting meningkat (96%). Sebelum diberikan demonstrasi menunjukan nilai rata-rata 68, dan setelah peserta diberikan edukasi dan melakukan redemonstrasi hasil menunjukan peningkatan keterampilan baik, rata-rata 85.
Hubungan Tingkat Stress dan Fast Food dengan Siklus Menstruasi Remaja Putri Deni Maryani; Novianti; Asmariyah; Nurmukaromatis Saleha; Sri Nengsi Destriani
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 8 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v8i1.40459

Abstract

Masalah kesehatan reproduksi sering terjadi dikalangan remaja perempuan salah satunya masalah siklus menstruasi. Siklus menstruasi yaitu periode dari awal menstruasi sampai awal menstruasi berikutnya. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2018 menyebutkan bahwa 80% perempuan didunia mengalami menstruasi yang tidak teratur. Tingkat stress yang sering dialami oleh remaja putri dan fast food yang sering dikonsumsi oleh remaja putri menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya gangguan menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat strress dan fast food dengan siklus menstruasi remaja putri. Metode penelitian cross sectional. Sampel berjumlah 75 remaja putri mahasiswa prodi D3 Kebidanan FMIPA UNIB. yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis data dengan menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian yaitu tingkat stress (p-value 0,005 < 0,05) dan konsumsi fast food (p-value 0,000 < 0,05). Pentingnya kesadaran untuk menjaga tingkat stress dan makanan yang dikonsumsi pola hidup sehat dapat mencegah ketidakteraturan menstruasi pada remaja putri.