Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

TINGKAT PENGETAHUAN KADER TENTANG PEMANTAUN TUMBUH KEMBANG BALITA PADA KONDISI DARURAT Nurulfuadi, Nurulfuadi; Nadila, Devi; Tangkas, I Made; Randani, Aldiza Intan; Fatimatuzzahra, Fatimatuzzahra; Afadil, Adila Humaira; Djibran, Anifah Salsabila; Desmeli, Desmeli
Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Vol 4, No 2 (2024), April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/dedikatifkesmas.v4i2.1234

Abstract

Prevalensi balita stunted di Kota Palu pada tahun 2022 mencapai 24.7%, wasted sebesar 12.8%, underweight sebesar 24.7%, sedangkan overweight sebesar 1.9%. Permasalahan tumbuh kembang anak, termasuk penurunan status gizi pasca bencana di Kota Palu meningkat jika dibandingkan sebelum bencana terjadi. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya akses terhadap pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan yang kurang memadai. Oleh karena itu, pelatihan pemantauan tumbuh kembang balita pada kondisi darurat (emergency nutrition assesment) perlu dilakukan. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan ibu-ibu kader sebagai salah satu petugas kesehatan di unit terkecil, yaitu posyandu di Keluruhan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu terkait pemantauan tumbuh kembang balita saat kondisi darurat (emergency nutrition assesment). Mitra pada kegiatan ini yaitu Lurah Duyu Kota Palu. Metode yang digunakan yaitu ceramah dan praktek langsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan memberikan pengaruh yang positif terhadap peningkatan pengetahuan kader tentang pemanataun tumbuh kembang balita pada kondisi darurat. Kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan aspek positif pengetahuan kader.
PELATIHAN PEMBUATAN BROWNIES SUKUN SUBTITUSI UBI UNGU SEBAGAI MAKANAN SELINGAN ALTERNATIF KAYA ANTIOKSIDAN Nurdin Rahman; Tangkas, I Made; Ariani, Ariani; Rakhman, Aulia; Khatimah, Husnul; Fandir, Abdul
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i2.483

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menetralisir radikal bebas sehingga berperan dalam pencegahan penyakit degeneratif. Kabupaten Sigi memiliki potensi pangan lokal kaya antioksidan, seperti buah sukun dan ubi jalar ungu, namun pemanfaatannya masih rendah karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pengolahan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Beka dalam mengolah sukun dan ubi ungu menjadi brownies sebagai makanan selingan alternatif kaya antioksidan. Metode yang digunakan meliputi ceramah, praktik pembuatan produk, dan diskusi. Peserta kegiatan adalah ibu-ibu rumah tangga di Desa Beka, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan peserta dalam mengolah pangan lokal menjadi produk fungsional yang bergizi, disukai, dan berpotensi memiliki nilai jual. Brownies sukun substitusi ubi ungu yang dihasilkan memiliki tekstur lembut, rasa enak, dan aroma khas. Kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya diversifikasi pangan lokal. Kesimpulannya, produk brownies sukun substitusi ubi ungu berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan berbasis pangan lokal yang mendukung peningkatan kesehatan dan ekonomi masyarakat.
Pengaruh Pendapatan Keluarga, Pola Asuh dan Ketepatan Pemberian MP-ASI terhadap Anak Umur 6 – 24 Bulan Heniwahyuni, Heniwahyuni; Tangkas, I Made; Sakung, Jamaludin M.
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.1767

Abstract

Bayi usia enam bulan memiliki kebutuhan gizi yang meningkat sehingga tidak tercukupi lagi oleh air susu ibu oleh karena itu diperlukan adanya pemberian (MP-ASI). Tujuannya menganalisis pengaruh pendapatan keluarga, pola asuh dan ketepatan pemberian MPASI. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan survey analitik, dengan desain Cross Sectiona.l Populasi dalam penelitian adalah anak umur 6-24 bulan di lokasi penelitian di Puskesmas Sangurara Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2024 berjumlah 624 orang diambil dari data Puskesmas Sangurara. Teknik pengambilan sampel adalah teknik proporsional sampling yaitu tekhnik pengambilan sampel secara representatif dan setiap subjek ditentukan secara seimbang dengan jumlah sampel 87 orang. Analisis Data menggunakan univariat dan bivariat dengan Uji Regresi Logistik serta multivariat dengan Uji Manova. Hasil penelitian adalah ada pengaruh antara pengetahuan (sig=0,000), pendapatan keluarga (sig =0,042), pola asuh (sig=0,007) dan ketepatan pemberian MPASI terhadap status gizi anak umur 6-24 bulan diwilayah kerja Puskesmas sangurara Kota Palu. Kesimpulan ada pengaruh pengetahuan ibu, pendapatan keluarga, pola asuh dan ketepatan pemberian MPASI.
PENGARUH KONSUMSI ULTRA-PROCESSED FOODS DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA WANITA USIA PRODUKTIF DI KOTA PALU Nisa, Nur Ainun; Rau, Muhammad Jusman; Sumarni, Sumarni; Nur, Rosmala; Tangkas, I Made
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.53759

Abstract

Konsumsi makanan ultra-proses (ultra-processed foods) telah menjadi fenomena global yang semakin meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Perubahan gaya hidup, urbanisasi, dan globalisasi telah mengubah pola makan masyarakat, di mana makanan cepat saji dan produk olahan menjadi pilihan utama bagi banyak individu. Konsumsi UPF pada wanita usia produktif dapat berdampak negatif terhadap pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan secara keseluruhan termasuk menyebabkan hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan konsumsi ultra-processed foods dengan kejadian hipertensi pada wanita usia produktif di Kota Palu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan case-control, jumlah sampel dalam penelitian berjumlah 120 wanita berusia 18-44 tahun, kasus dan kontrol masing-masing sebanyak 60 responden, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel Standley Lemeshow. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis bivariat Chi - Square dan multivariat Regresi Logistik Berganda . Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pendapatan (p=0,017) (OR : 2,723 ) [CI 95% 1.178-6.294], indeks massa tubuh (p=0,034) (OR : 2,440) [CI 95% 1.046-5,693], aktivitas fisik (p=0,047) (OR : 2,331 ) [CI 95% 1.000-5.435], dengan konsumsi ultra-processed foods pada wanita usia produktif di Kota Palu. Hasil analisis Multivariat menunjukkan terdapat hubungan antara konsumsi ultra-processed foods dengan kejadian hipertensi (p=0,014) (AOR : 3,107 )
PENGARUH EDUKASI PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK (PMBA) BERBAHAN PANGAN LOKAL RONO TAPA TERHADAP BERAT BADAN BALITA DENGAN GIZI KURANG DI UPTD PUSKESMAS SINGGANI Asrianti, Asrianti; Tangkas, I Made; Sumarni, Sumarni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54283

Abstract

Gizi kurang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat pada balita di Indonesia dan berkaitan erat dengan praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) yang belum optimal. Berdasarkan laporan kinerja UPTD Puskesmas Singgani bulan Agustus 2025, masih ditemukan 93 kasus gizi kurang (4,8%). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi PMBA berbahan pangan lokal Rono Tapa terhadap berat badan balita dengan gizi kurang di wilayah kerja UPTD Puskesmas Singgani. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan rancangan one-group pretest–posttest. Sampel terdiri atas 32 ibu yang memiliki balita usia 6–24 bulan dengan gizi kurang, dipilih secara purposive sampling. Intervensi berupa edukasi PMBA berbahan pangan lokal Rono Tapa diberikan melalui sesi edukasi terstruktur selama tiga minggu. Variabel yang diukur meliputi pengetahuan, sikap, dan praktik PMBA ibu, asupan zat gizi makro balita, serta perubahan berat badan balita. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan yang bermakna pada pengetahuan, sikap, dan praktik PMBA ibu, peningkatan asupan zat gizi makro, serta perubahan positif berat badan balita setelah intervensi (p < 0,05). Edukasi PMBA berbahan pangan lokal Rono Tapa berbasis digital efektif dalam memperbaiki praktik PMBA dan meningkatkan berat badan balita dengan gizi kurang, serta berpotensi menjadi model intervensi gizi berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan di layanan kesehatan primer.
Kadar Zat Besi, Kalium, Vitamin C, dan Nutrition Facts Bolu Kukus Labu Siam dengan Tepung Bekatul Muttaqim; Sakung, Jamaludin M; Ariani; Tangkas, I Made; Fandir, Abdul
HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary Vol. 4 No. 4 (2026): HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/hijm.v4i4.6145

Abstract

Anemia is a condition characterized by a low number of red blood cells or reduced hemoglobin (Hb) levels in the blood. In adolescent girls, normal hemoglobin levels range from 11–15 g/dL. One factor contributing to anemia is a monotonous and less diverse diet, which may result in inadequate nutrient intake and hinder hemoglobin synthesis. Developing healthy snacks rich in iron, vitamin C, and potassium may support anemia prevention. This study used a descriptive observational design based on laboratory analysis. Sample testing was conducted in duplicate to improve accuracy and reliability. Data on vitamin C, potassium, and iron content were analyzed descriptively using mean and standard deviation. The results showed iron content of 11.435 mg/100 g (F1), 14.450 mg/100 g (F2), and 17.450 mg/100 g (F3). Potassium content was 6.685 mg/100 g, 8.625 mg/100 g, and 8.910 mg/100 g, while vitamin C content was 7.760 mg/100 g, 5.350 mg/100 g, and 3.155 mg/100 g, respectively. The product has potential as a healthy snack for anemia prevention; however, further studies on shelf life, nutrient stability, microbiological safety, and sensory quality are needed.