Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : ARSHI Veterinary Letters

Prevalensi Otodectes cynotis pada kucing di Klinik Hewan Dunia Satwa Batusangkar, Sumatera Barat Afifa Ridhoka Waljannah Jannah; Tetty Barunawati Siagian
ARSHI Veterinary Letters Vol. 5 No. 1 (2021): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2021
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.5.1.7-8

Abstract

Otodectes cynotis merupakan tungau yang dapat ditemukan di dalam saluran eksternal telinga kucing. Tungau ini menyebabkan kucing menggaruk-garuk telinga, memiringkan telinga dan dapat menyebabkan othematom. Penelitian ini bertujuan untuk menerangkan prevalensi infestasi Otodectes cynotis pada kucing di Klinik Hewan Dunia Satwa Batusangkar. Sumatera Barat Pemeriksaan dan identifikasi tungau Otodectes cynotis pada 20 ekor kucing. Ras kucing yang diperiksa yaitu kucing Domestik, Angora, Himalaya, Persia, dan kucing campuran (mix breed), Pengambilan sampel berupa serumen atau kotoran telinga kucing. Hasil pemeriksaan menunjukkan sebanyak 8 dari 20 (40%) kucing di Klinik Hewan Dunia Satwa Batusangkar terindentifikasi positif terinfestasi tungau Otodectes cynotis.
Gambaran risiko penularan flu burung pada pedagang burung di Kota Pagar Alam melalui prinsip biosekuriti Tetty Barunawati Siagian; Edo Saputra Pratama Edo
ARSHI Veterinary Letters Vol. 4 No. 4 (2020): ARSHI Veterinary Letters - November 2020
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.4.4.75-76

Abstract

Flu burung disebabkan oleh virus avian influenza yang bersifat zoonosis atau dapat menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambaran risiko penularan flu burung pada pedagang burung yang ada di kota Pagar Alam Sumatera Selatan berdasarkan prinsip biosekuriti. Penelitian studi lapang cross-sectional dengan kuesioner terstruktur yang memiliki keterkaitan erat dengan pokok-pokok permasalahaan dan melakukan observasi terhadap praktik biosekuriti kepada 13 responden. Hasil kusioner menunjukkan pedagang belum memahami dan belum menerapkan prinsip biosekuriti dalam tokonya. Prinsip biosekuriti yang telah dilakukan berupa kegiatan sanitasi sebagai bentuk kebiasaan pedagang membersihkan kandang burung setiap hari, namun kegiatan ini dilaksanakan tidak maksimal. Prinsip biosekuriti lain seperti isolasi dan kontrol lalu lintas belum dilakukan dengan baik. Kesadaran untuk memvaksinasi burung yang dijual juga belum ada sehingga resiko penularan flu burung berpotensi sangat tinggi bagi pedagang atau ke sesama burung di toko burung.
Pengaruh Karang gigi terhadap abnormalitas gigi kucing dan faktor pendukungnya Arnolia, Putri; Siagian, Tetty Barunawati
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 3 (2025): ARSHI Veterinary Letters - August 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.3.87-88

Abstract

Plak gigi adalah biofilm tipis yang terdiri dari bakteri yang menumpuk di permukaan gigi. Jika tidak dibersihkan dengan benar, plak dapat mengalami mineralisasi menjadi kalkulus gigi, yang berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan mulut. Pada kucing, kondisi ini dapat menyebabkan kelainan gigi, seperti maloklusi dan resorpsi gigi; namun, laporan dari Indonesia masih terbatas. Studi ini menyelidiki hubungan antara kalkulus gigi dan gangguan gigi pada 45 kucing, serta faktor-faktor yang berkontribusi terhadap hubungan ini. Pemeriksaan klinis dilakukan untuk menilai pembentukan kalkulus dan mengidentifikasi kelainan gigi. Kuesioner terstruktur diberikan kepada pemilik kucing mengenai kesadaran dan praktik manajemen kesehatan mulut mereka. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan Uji Eksak Fisher untuk mengevaluasi hubungan antara kalkulus dan kelainan gigi. Dari 45 kucing yang diperiksa, 28 (62,2%) memiliki kalkulus gigi, yang mana delapan (28,6%) menunjukkan kelainan gigi. Survei pemilik mengungkapkan bahwa meskipun 82% menyadari adanya karang gigi, hanya 8,9% yang melaporkan melakukan pemeriksaan gigi rutin pada hewan peliharaan mereka. Kesimpulannya, kalkulus gigi berkontribusi secara signifikan terhadap perkembangan kelainan gigi pada kucing, dengan kebiasaan makan diidentifikasi sebagai faktor pengaruh utama.
Pemeriksaan cacing saluran pencernaan Harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) di Kebun Binatang Kandi Sawahlunto Ronas Salfitra; Siagian, Tetty Barunawati
ARSHI Veterinary Letters Vol. 6 No. 2 (2022): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2022
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.6.2.25-26

Abstract

The purpose of this study was to identify gastrointestinal worms in Sumatran tigers (Panthera tigris sumatrae) in The Taman Satwa Kandi Sawahlunto, West Sumatra. The qualitative examination was carried out on male and female tigers with native and floating methods. The results showed that both of Sumatran tigers were positive for nematode eggs, namely ascarid and trichurid worm eggs. The type of adult worm that produces eggs for ascarid worms on the Sumatran tiger is Toxocara cati while the adult worm that produces eggs of trichurid worms is Trichuris trichiura.
Identifikasi cacing gastrointestinal pada walabi lincah di Taman Satwa Taru Jurug Surakarta Oktrio, Prayoga; Siagian, Tetty Barunawati
ARSHI Veterinary Letters Vol. 6 No. 1 (2022): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2022
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.6.1.7-8

Abstract

Walabi lincah merupakan satwa endemis khas Papua yang dijaga kelestarian serta kesehatannya. Masalah kesehatan yang sering menginfeksi walabi lincah yaitu infeksi kecacingan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi cacing saluran pencernaan pada walabi lincah di Taman Satwa Taru Jurug Surakarta. Obat anti cacing albendazole rutin diberikan setiap 3 bulan sekali dengan tetap menerapkan sanitasi kandang yang baik. Sampel feses walabi lincah sebanyak 3 dari Taman Satwa Taru Jurug Surakarta diperiksa dengan metode natif dan pengapungan sederhana. Hasil pemeriksaan menunjukkan hasil negatif adanya telur cacing.
Perilaku monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang berasal dari alam dan hasil breeding di stasiun penangkaran eksitu Siagian, Tetty Barunawati; Triambudi, Ramadhena Ricky; Americo, Thomas
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 2 (2023): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.2.29-30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbandingan perilaku monyet ekor panjang yang berasal dari alam dengan monyet ekor panjang hasil breeding di eksitu. Pengamatan perilaku dilakukan pada 10 ekor monyet ekor panjang betina yang terdiri dari 5 ekor monyet alam dan 5 ekor monyet hasil breeding di eksitu. Pengamatan perilaku dilakukan selama 10 hari pada pukul 08.00-15.00 WIB. Parameter pengamatan perilaku yang diamati meliputi perilaku makan, bergerak, grooming, tidur, bersuara, agonistik, dan diam (inaktif). Hasil pengamatan perilaku harian monyet ekor panjang alam yaitu 4.324 kali lebih banyak dibandingkan monyet hasil breeding yaitu 3.750 kali. Aktivitas harian monyet alam terbanyak yaitu perilaku bergerak, makan, agonistik dan diam (inaktif). Aktivitas harian monyet breeding terbanyak yaitu perilaku tidur dan bersuara.
Pengamatan berat badan bayi dan kondisi fisiologis Siamang (Symphalangus syndactylus) dalam konservasi ex situ Siagian, Tetty Barunawati; Mawada, Desi Qisti; Fitri, Aidell
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 4 (2023): ARSHI Veterinary Letters - November 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.4.75-76

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran performa pertumbuhan dan status fisiologi bayi siamang yang dirawat di konservasi eksitu. Penelitian ini menggunakan 1 ekor bayi siamang yang diperkirakan berumur ± 3 bulan. Parameter performa tubuh dilihat dari kenaikan berat badan perminggu selama 1 bulan. Parameter status fisiologis yang diukur yaitu frekuensi jantung, frekuensi nadi, frekuensi nafas, dan suhu tubuh. Pengukuran status fisiologis dilakukan pada pagi dan sore hari selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukan rataan frekuensi jantung bayi siamang pada pagi hari yaitu 202 kali/menit dan sore hari yaitu 184 kali/menit, rataan frekuensi nadi pada pagi hari yaitu 189 kali/menit dan sore hari yaitu 174 kali/menit, rataan frekuensi nafas pada pagi hari yaitu 58 kali/menit dan sore hari yaitu 60 kali/menit, dan rataan suhu pada pagi hari yaitu 37.1°C dan sore hari 37.6°C. Performa pertumbuhan bayi siamang dalam kondisi yang baik.
Worm infections of the digestive tract in Serama chickens which are kept in closed cages at Ricky's farm Cimanggu Rachman, Muh Rifky; Siagian, Tetty Barunawati; Jasmine, Dennisa Maharani; Sinsinillah, Siti Zahidah
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 2 (2024): ARSHI Veterinary Letters - May 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.2.27-28

Abstract

Ayam Serama adalah ayam hias yang sering rentan terhadap infeksi cacing gastrointestinal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi cacing saluran pencernaan yang menginfeksi ayam Serama yang dipelihara dalam kandang tertutup. Lima sampel feses dari ayam Serama di Peternakan Rifky di Cimanggu digunakan untuk penelitian ini. Pemeriksaan feses dilakukan secara kualitatif menggunakan metode native dan flotasi serta secara kuantitatif dengan metode McMaster. Hasil pemeriksaan mengungkapkan adanya telur trichurid, dengan tingkat infeksi sebesar 60% dan tingkat infeksi ringan hingga berat, yang ditunjukkan oleh jumlah telur per gram sebesar 133-1.800. Spesies cacing yang teridentifikasi adalah Capillaria sp., kemungkinan besar disebabkan oleh kondisi kandang yang tertutup dan lembap, yang mendukung perkembangan telur infektif dan memfasilitasi infeksi langsung.
Amblyomma sp. infestation on a Javan Pangolins (Manis javanica) at the Cikananga Wildlife Center Siagian, Tetty Barunawati; Fikri, Muhamad; Wahyu, Wahyu; Rakhmawati, Inna
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 3 (2024): ARSHI Veterinary Letters - August 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.3.45-46

Abstract

Javan Pangolins in ex-situ conservation are vulnerable to tick infestations. This study aimed to identify the tick species infesting three female Javan Pangolins at the Cikananga Wildlife Center, all confiscated by the Conservation Area Management in Sukabumi, Indonesia, from wildlife trafficking. One pangolin had a documented history of tick infestation. Tick collection involved carefully handling and restraining the pangolins, opening their scales, and applying cotton soaked in 70% alcohol to the infested areas for five minutes. The ticks were removed with anatomical tweezers and preserved in 70% alcohol. Microscopic identification at 100x magnification revealed the ticks to be Amblyomma sp., characterized by a rectangular capitulum base, long slender palpi, an anal ridge and groove, and 13 festoons. This study concludes that the ticks infesting Javan Pangolins at the Cikananga Wildlife Center belong to the Amblyomma species, highlighting the importance of ongoing monitoring and management of ectoparasites in conservation environments.
Co-Authors Abdul Malik Afifa Ridhoka Waljannah Jannah Afrilia Elok Fadila Agus Faisal Alghiffari, Rizieq Alma Shabrina Americo, Thomas Anggraeni, Henny Endah Anggraeni, Henny Endah Arnolia, Putri astini, wining Azhar, Aidil Brigitta Indah Permata Cecilia Eny Indriastuti Dewi Sarastani Dimas Raihan Syahputra Diva Octavia Dwi Budiono Edo Saputra Pratama Edo Eka Rahmadhani Siregar Elvira Nur Saqinah Erni Sulistiawati Fadilla Agustin Rangkuti, Rizky Faisal, Agus Fardesiana Putri, Miranti Fitri, Aidell Gary Yefta Herbeth Siagian Hammada Raudlowi Hasna Arafah, Farah Henny Endah Anggraeny Heryudianto Vibowo Ida Mansur Ikfa Sulkhan Hadi Ima Kusumanti Indriastuty, Cecilia Eny INNA RAKHMAWATI Iqbal Kurniawinata, Mohamad Ivan Taufiq Nugraha Jasmine, Dennisa Maharani Kukuh Amru Dhiya Rahmat Lili Dahliani Mawada, Desi Qisti Miranti Fardesiana Putri Muh Rifky Rachman Muhamad Fikri, Muhamad Muhammad Haikal Muhammad Haikal Adhim Nabilah Khoirunnisa Nugraheni Nuriman, Trian Gustiana Oktrio, Prayoga Pangestu, Arjun Permata, Brigitta Indah Prayogo, Muhammad Firman Bayu Pungki, Pungki Putri, Nabilla Rachma Rachman, Muh Rifky Ramadhani, Dian Eka Refi Yunizeta Risa Tiuria Ronas Salfitra Rudi, Mad Sahranisa, Agisliani Saputro, Suryo Siagian, Gary Yeffta Herbeth Sinsinillah, Siti Zahidah Siti Zahidah Siti Zahidah Surya Kusuma Wijaya Surya Kusuma Wijaya Triambudi, Ramadhena Ricky Wahyu Wahyu Widigdaya, Danuja Wijaya Kusuma, Surya Winda Syafitri wining astini Yudha, Yudha Yuliati, Nani Zaman, Syifa Faujiah