Pesatnya era disrupsi dan transformasi digital menimbulkan tantangan kompleks bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, akibat rendahnya literasi digital dan keterbatasan akses teknologi. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia PKL agar mampu beradaptasi dengan perubahan ekonomi melalui solusi aplikatif dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan experiential learning melalui rangkaian workshop interaktif, praktik langsung, simulasi bisnis, serta pendampingan lapangan kepada 30 PKL. Materi pelatihan mencakup pemasaran digital, manajemen keuangan berbasis aplikasi, inovasi produk, dan sistem pembayaran nontunai (QRIS). Hasil kegiatan menunjukkan capaian signifikan: 85% peserta mandiri mengelola media sosial bisnis, 80% terampil menggunakan aplikasi keuangan, dan 75% mengimplementasikan QRIS. Selain itu, terbentuk Komunitas PKL Lengkong yang aktif serta terjadi peningkatan omzet rata-rata sebesar 15-25% pada peserta yang menerapkan strategi digital. Program ini membuktikan bahwa intervensi akademis terstruktur efektif mempercepat adaptasi pelaku ekonomi informal terhadap disrupsi digital, sekaligus menjadi landasan bagi pengembangan model pemberdayaan di wilayah lain.