Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Peran Stakeholder Pada Implementasi Kebijakan Pengelolaan DAS Terpadu, Studi Kasus DAS Krueng Aceh Rikky Mulyawan; Enni Dwi Wahjunie; Iin Ichwandi; Suria Darma Tarigan
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 20, No 2 (2022): April 2022
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.20.2.198-209

Abstract

Kerusakan daerah aliran sungai (DAS) semakin meningkat, disamping karena faktor perubahan tutupan lahan, faktor pengelolaan DAS juga menjadi pemicu. Peraturan Pemerintah (PP) No.37 Tahun 2012 dan Perda (Qanun) No. 7 tahun 2018 merupakan landasan pengelolaan DAS di Aceh. DAS Krueng Aceh merupakan DAS prioritas yang kondisinya kritis, pengelolaan DAS Krueng Aceh memerlukan penanganan terpadu oleh stakeholders terkait. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis PP, Qanun, stakeholders pengelola DAS Krueng Aceh dan implementasi kebijakan berdasarkan perubahan kondisi biofisik DAS. Analisis yang digunakan kajian ini adalah analisis perubahan kondisi biofisik DAS, analisis stakeholders, serta analisis implementasi kebijakan. Berdasarkan hasil analisis kondisi biofisik DAS, tutupan lahan DAS Krueng Aceh dalam 10 tahun terakhir  menunjukkan perubahan yang sangat signifikan pada tahun 2020, perubahan ini berdampak pada kondisi hidrologi DAS dimana terjadi perubahan debit sungai maksimum pada tahun 2020 sebesar 15.78 m³/detik dibandingkan tahun 2019 sebesar 10.09 m³/detik. Dari pendalaman isi PP dan Qanun diketahui hal pokok kegiatan pengelolaan DAS yakni ; peningkatan daya dukung DAS, pengelolaan sumber daya air, dan penataan ruang. Terdapat 20 stakeholders yang terlibat pengelolaan DAS Krueng Aceh, stakeholders pemerintah memiliki kepentingan yang tinggi dan sumber daya untuk melaksanakan kegiatan. Bila dilihat dari kondisi biofisik DAS tahun 2020 dan dikaitkan dengan peraturan perundangan, analisis stakeholders, serta analisis implementasi kebijakan dapat dikatakan bahwa kegiatan pengelolaan DAS secara terpadu belum berjalan sesuai isi kebijakan. Untuk mewujudkan hal tersebut perintah PP dan Qanun harus dilaksanakan secara tegas, Tim Koordinasi Pengelolaan DAS Terpadu (TKPDAS-T) yang sudah dibentuk harus sesegera mungkin difungsikan untuk mewujudkan implementasi kebijakan pengelolaan DAS terpadu.ABSTRACTWatershed damage is increasing, in addition to changes in land cover, watershed management factors are also a trigger. Government Regulation (PP) No.37 of 2012 and Perda (Qanun) No. 7 of 2018 is the cornerstone of watershed management in Aceh. Krueng Aceh watershed is a priority watershed whose condition is critical, the management of Krueng Aceh watershed requires integrated handling by relevant stakeholders. This study aims to analyze PP, Qanun, stakeholders of Krueng Aceh watershed management and policy implementation based on changes in watershed biophysical conditions. The analysis used by this study is an analysis of changes in the biophysical condition of the watershed, stakeholder analysis, and policy implementation analysis. Based on the results of the analysis of the biophysical condition of the watershed, the cover of the Krueng Aceh watershed in the last 10 years showed a very significant change in 2020, this change has an impact on the condition of watershed hydrology where there is a maximum river discharge change in 2020 of 15.78 m³ / second compared to 2019 of 10.09 m³ / second. From the deepening of the contents of PP and Qanun, it is known that the main things of watershed management activities are; increased watershed carrying capacity, water resource management, and spatial arrangement. There are 20 stakeholders involved in the management of the Krueng Aceh watershed, government stakeholders have high interests and resources to carry out activities. When viewed from the biophysical condition of the watershed in 2020 and associated with legislation, stakeholder analysis, and policy implementation analysis, it can be said that integrated watershed management activities have not been run  with the contents of the policy. To realize this, the PP and Qanun orders must be implemented strictly, the Integrated Watershed Management Coordination Team (TKPDAS-T) that has been established must be as soon as possible to realize the implementation of integrated watershed management policies.
Pengaruh Tanaman Pada Dataran Banjir Terhadap Kekasaran Hidrolik Sungai Barabai Fitriani Hayati; Mohammad Yanuar Jarwadi Purwanto; Hidayat Pawitan; Suria Darma Tarigan; Latief Mahir Rachman
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 5 No. 1 (2017): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1793.236 KB) | DOI: 10.19028/jtep.05.1.%p

Abstract

AbstractHydraulic roughness value is a value that describes the estimation of retention towards water flow due to energy loss caused by friction between channel and water. The type, density and height of vegetation cause variations in the hydraulic roughness value. The hydraulic roughness value can be observed by using a physical model representing the real condition. The objective of this research is to figure out theeffect of plants planted in floodplain by conducting a research using physical model in a laboratory. This research was conducted by carrying out experiments and observations in a laboratory on a physical model that represents the condition of the cross section of Barabai River in South Kalimantan. The model was designed with a scale of 1:110, and in the floodplain were planted bamboo plants with a space of 1.82 by 1.82 cm. The plants’ diameter and length were 0.1 cm and 8 cm, respectively. The model was made in two types, namely a model with monocrops and another model with clump. The model is combined with an open channel along with its device. The research results show that there was an effect of plants on the hydraulic roughness value. This value was indicated by n4 value which increased by 65.13% if the plants were changed from monocrops into clump. This increase was caused by the increase of plants density. Besides, it was also discovered that the flow velocity decreased by 33.83% if the plants were changed from monocrops into clump.AbstrakNilai kekasaran hidrolik adalah nilai yang menggambarkan perkiraan retensi terhadap aliran karena kehilangan energi yang disebabkan oleh gesekan antara saluran dan air. Jenis, kerapatan, ketinggian vegetasi menyebabkan variasi nilai kekasaran hidrolik. Nilai kekasaran hidrolik dapat diamati dengan menggunakan sebuah model fisik yang mewakili kondisi sesungguhnya. Penelitian ini bertujuan mengetahuipengaruh tanaman yang ditanam pada dataran banjir dengan melakukan percobaan dengan model fisik di laboratorium. Penelitian dilakukan dengan melakukan percobaan dan pengamatan di laboratorium pada sebuah model fisik yang mewakili kondisi penampang pada Sungai Barabai di Kalimantan Selatan. Model dirancang dengan skala 1:110, pada dataran banjirnya ditanam tanaman bambu dengan jarak 1.82x 1.82 cm. Diameter tanaman 0.1 dan panjang 8 cm. Model dibuat dalam dua jenis yaitu model dengan tanaman tunggal dan model dengan tanaman rumpun. Model dipadukan dengan saluran terbuka beserta perangkatnya. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh tanaman terhadap nilai kekasaran hidrolik. Nilai ini ditunjukkan oleh nilai n4 yang meningkat sebesar 69 – 70% apabila tanaman diubah dari tanaman tunggal menjadi tanaman rumpun. Peningkatan ini disebabkan meningkatnya kerapatan tanaman. Selain itu diketahui kecepatan aliran menurun sebesar 2.3 – 1.7% apabila tanaman diubah dari tanaman tunggalmenjadi tanaman rumpun.
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN DEBIT ALIRAN DI SUB DAS CICATIH Setyo Pambudi Nugroho; Suria Darma Tarigan; Yayat Hidayat
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.8.2.258-263

Abstract

Cicatih is one of sub watershed which categorized as a good condition. However, if the land use allocation planning is not correctly, it is likely  causing watershed degradation. The aim of this study was to assess land use changes and its influence on water discharging in Cicatih sub watershed. Some data were collected and analyzed including: rainfall, discharge, volume of discharge, flow regime coefficient (KRA), annual flow coefficient (KAT), land use change, and watershed conditions. There is a significant land use change in Cicatih sub watershed during period of 2009-2014. There are several significant increasing land uses, ie: dryland farming (77.26%), settlements (51.39%), and plantation (49.75%). Several significant decreasing land uses during the period, ie: scrub (96.78%), mixed dryland farming (78.74%), and rice field (74.50%). Land use changes in Cicatih sub watershed have an influence on the decreasing of watershed hydrological conditions. The value of KRA in the period 2009-2014 increase the category from medium (S) to very high (ST). In addition, the value of KAT also shows increase the category from medium (S) to high (T). The increase in dryland farming was due to large conversion of mixed dryland farming and scrub, settlements conversion from rice field and scrub, while the natural forest and plantations are converted from the scrub.
Best Practices Pengelolaan Air Perkebunan Kelapa Sawit di Lahan Gambut Rima Purnamayani; Ai Dariah; Haris Syahbuddin; Suria Darma Tarigan; Sudradjat Sudradjat
Jurnal Sumberdaya Lahan Vol 16, No 1 (2022): Akan Terbit Resmi Pada Bulan Juli
Publisher : Indonesian Center for Agriculture Land Resource Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jsdl.v16n1.2022.9-21

Abstract

Alih fungsi hutan gambut menjadi perkebunan kelapa sawit seringkali menimbulkan isu lingkungan.  Budidaya kelapa sawit di lahan gambut membutuhkan drainase untuk menurunkan kedalaman muka air tanah sampai batas tertentu. Tulisan ini ditujukan untuk memberikan informasi dan menelaah best practices pengelolaan air pada perkebunan kelapa sawit di lahan gambut untuk mencapai pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.  Pengelolaan air merupakan salah satu kunci keberhasilan pengembangan lahan gambut sehingga diperoleh produktivitas lahan yang optimal, namun mampu mempertahankan kelestarian sumber daya lahan gambut.  Produktivitas kelapa sawit di lahan gambut bervariasi tergantung umur tanaman, kesuburan lahan, dan kedalaman muka air tanah. Best practices pengelolaan air berbasis kearifan lokal menjadi dasar pengelolaan air pada skala lebih luas.  Best practices pengelolaan air di perusahaan perkebunan besar sudah memperhitungkan rancangan drainase secara lebih presisi, menggunakan metode pembendungan menggunakan pagar kayu, tiang pancang, karung berisi pasir dan dinding batu.  Pengelolaan air yang harus diimplementasikan pada perkebunan kelapa sawit di lahan gambut adalah pengelolaan air yang berfungsi ganda, yaitu untuk membuang kelebihan air pada musim hujan dan konservasi air pada musim kemarau. Best practices pengelolaan air pada perkebunan kelapa sawit di lahan gambut harus memperhitungkan aspek berkelanjutan, yaitu dengan memperhatikan aspek ekologi, sosial dan ekonomi.  
Retensi Air Tanah Pada Jenis Tanah dan Penggunaan Lahan di Kabupaten Lamongan AH. Maftuh Hafidh Zuhdi; Enni Dwi Wahjunie; Suria Darma Tarigan
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 46, No 1 (2022): Akan Terbit Resmi pada Juli 2022
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v46n1.2022.13-21

Abstract

Kabupaten Lamongan merupakan daerah yang rawan terjadi kekeringan. Budidaya pertanian lahan kering sangat tergantung pada kemampuan tanah meretensi air, yang secara langsung dipengaruhi oleh jenis tanah dan tipe penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan retensi air tanah pada  jenis tanah dan tipe penggunaan lahan di Kabupaten Lamongan. Penelitian dilaksanakan di lahan kering Kabupaten Lamongan pada Grumusol Hutan (GH), Grumusol Tanaman Semusim (GTS), Tanah Mediteran Hutan (MH), dan Tanah Mediteran Tanaman Semusim (MTS). Pengambilan sampel tanah dilaksanakan pada musim kemarau, dengan mengamati sifat tanah antara lain tekstur, bobot isi, ruang pori total, distribusi ukuran pori, kadar air tanah berbagai nilai pF, bahan organik dan dinamika kadar air tanah lapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap jenis tanah dan penggunaan lahan memiliki sifat tanah yang bervariasi. Grumusol memiliki nilai pF 2,52 (kapasitas lapang) yang lebih tinggi dari pada tanah Mediteran. Pada pF 4,20 (titik layu permanen) tanah Mediteran memiliki nilai yang rendah dari pada Grumusol. GH memiliki waktu paling lama mencapai titik layu permanen, selama 7 hari pada 0-20 cm dan 10 hari pada 20-40 cm. MTS memiliki waktu mencapai titik layu permanen paling cepat, yaitu selama 4 hari. Kadar klei tanah, tipe mineral klei, dan kadar bahan organik yang tinggi di Grumusol membuat tanah mampu memegang air lebih lama.
BEBERAPA SKENARIO PENGGUNAAN LAHAN UNTUK PERBAIKAN KONDISI HIDROLOGI DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CIDURIAN (Land use scenarios for hydrological conditions improvement in Cidurian Watershed) kartika triasary; Muhammad Yanuar Jarwadi Purwanto; Suria Darma Tarigan
Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research) Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Managem
Publisher : Center for Implementation of Standards for Environmental and Forestry Instruments Solo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jppdas.2021.5.2.121-140

Abstract

ABSTRACT Cidurian Watershed is one of the watersheds in Java Island that is classified as a watershed to be restored. The performance of Cidurian Watershed, from upstream to downstream, is classified as poor. This research aims to 1) assess the hydrological characteristics of Cidurian Watershed using the SWAT (Soil and Water Assessment Tool) hydrological model; 2) assess the hydrological performance based on the prepared simulation scenarios; and 3) formulate successful strategies of Land and Forest Rehabilitation for Cidurian Watershed based on the best scenario. Various land use and management scenarios were simulated using SWAT to estimate their impact on the hydrological characteristics of the Cidurian Watershed. The applied scenarios are as follows: 1) Implementation of Spatial Planning of Banten and West Java Province; 2) Implementation of Forest and Land Rehabilitation with vegetative planting and; 3) Implementation of Forest and Land Rehabilitation for vegetative planting and combined with Soil and Water Conservation measures. The calibration and validation of the model showed a satisfactory category with NSE values of 0.53 and 0.50, respectively. All scenarios result in a better improvement on hydrological responses compared to the existing conditions in 2020. The surface runoff and sediment yield decreased and the lateral flow and base flow increased. The scenarios reduced the value of the Annual Flow Coefficient and Flow Regime Coefficient. Implementation of Forest and Land Rehabilitation and Soil and Water Conservation is the best scenario with Annual Flow Coefficient and Flow Regime Coefficient values 0,27 and 22.40.Keywords: Cidurian Watershed; land and forest rehabilitation; SWAT model; water and soil conservation ABSTRAK Daerah Aliran Sungai (DAS) Cidurian merupakan salah satu DAS di Pulau Jawa dengan kategori sebagai DAS yang dipulihkan. Kinerja DAS Cidurian secara umum dari hulu sampai dengan hilir termasuk dalam klasifikasi kategori buruk. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengkaji karakteristik hidrologi DAS Cidurian menggunakan model hidrologi SWAT; 2) mengkaji kinerja hidrologi berdasarkan skenario simulasi yang disusun; dan 3) menyusun strategi keberhasilan Rehabilitasi Hutan dan Lahan pada DAS Cidurian berdasarkan scenario terbaik. Berbagai skenario penggunaan lahan dan pengelolaannya diujicobakan menggunakan model SWAT (Soil and Water Assessment Tool) untuk menduga dampak penerapannya terhadap karakteristik hidrologi pada DAS Cidurian. Skenario yang diaplikasikan adalah sebagai berikut: 1) Implementasi RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Provinsi Banten dan Jawa Barat; 2) Implementasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan dengan penanaman vegetatif dan; 3) Implementasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan penanaman vegetatif dan Konservasi Tanah dan Air secara vegetatif dan sipil teknis. Kalibrasi dan validasi dari model menunjukkan kategori memuaskan dengan nilai NSE (Nash-Sutcliffe Efficiency) 0,53 dan 0,50. Semua skenario menunjukkan peningkatan respon hidrologi dibandingkan dengan kondisi eksisting tahun 2020. Ketiganya memberikan respon limpasan permukaaan dan hasil sedimen yang menurun serta aliran lateral dan aliran dasar yang meningkat. Semua skenario ini menurunkan nilai Koefisien Aliran Tahunan (KAT) dan Koefisien Regim Aliran (KRA). Skenario penerapan kombinasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan penanaman vegetative dan Konservasi Tanah dan Air menjadi skenario terbaik dengan nilai KAT 0,27 (kategori rendah) dan KRA 22,40 (kategori rendah).Kata kunci: DAS Cidurian; konservasi tanah dan air; model SWAT; rehabilitasi hutan dan lahan
DAYA DUKUNG LINGKUNGAN HIDUP DAS CILIWUNG HULU DI KABUPATEN BOGOR Hengky Wijaya; Omo Rusdiana; Suria Darma Tarigan
Journal of Environmental Engineering and Waste Management Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : President University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.543 KB) | DOI: 10.33021/jenv.v2i1.165

Abstract

The upstream Ciliwung watershed is one of the watersheds which in critically condition and need to be handled seriously. It was indicate that the environmental carrying capacity has been decreased by the land use changing.The method for the carrying capacity calculation was refer to the regulation issued by Ministry of Environment number 17 year 2009. The objective of the research was to made the projection of the demand and supply balance of the land for the next 20 years, which comply to the allocated agricultural and residential area of government land use planning policy in Bogor district.The calculation of the residential area allocation was set by the inhabitants classification in two groups which were the farmers and the non farmers. The farmer need area both of agricultural and residential, but the non farmer require the land for residential only. By considering to the productivity of every comodity in the upstream Ciliwung watershed, it was calculated that the land availibility in 2015 has deficit by 35,539.79 ha with environmental aproach, but when approached by Minimum Regional Wages, the calculated deficit was 3,248.50 ha. It has been predicted by inputed the new technology for increasing the land efficiency of  2,041 ha agricultural land  according the government land use planning. The result of the calculation  was the availibility of agricultural land will be increase reach 112.162,69 ha. The land availibility will be surplus consistently until  year 2034 ( 19 yers later) but will be starting deficit in year 2035 by 3,969.42 ha.  
Analisis Dampak Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Hasil Air DAS Cicatih Haki Yusdinar; Suria Darma Tarigan; Kukuh Murtilaksono
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 3, No 2: December 2018
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v3.i2.2018.231-248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan dan hasil air beserta karakteristik hidrologi pada DAS Cicatih yang terjadi tahun 2006-2016. Penggunaan model hidrologi HEC-HMS digunakan untuk simulasi hasil air dan debit puncak terhadap penggunaan lahan berdasarkan pada skenario yang telah disusun. Pengaruh skenario perubahan penggunaan lahan ini dianalisis untuk melihat penggunaan lahan terbaik terhadap hasil air, debit puncak, serta KAT-KRA DAS Cicatih. Penggunaan lahan tahun 2006 diperoleh berdasarkan peta citra Landsat 5 ETM+ melalui metode supervised (maximum likelihood) dengan tingkat akurasi kappa sangat baik. Peta penggunan lahan tahun 2016 diperoleh dengan citra lansat 8 OLI TIRS dengan peta rujukan RBI dan Google Earth Pro serta groundcheck pada lokasi-lokasi tertentu. Penggunaan model HEC-HMS untuk hasil air dan debit puncak diperoleh pada tingkat akurasi Z > 20% dengan RMSE sebesar 13,4 m3/dt serta nilai NSE 0,649 sebagai kalibrasi model pada penggunaan lahan tahun 2006. Konsistensi model diujikan terhadap penggunaan lahan tahun 2016 dengan nilai Z > 20%, RMSE 14,1 m3/dt, serta NSE 0,579. Berdasarkan skenario yang disusun diperoleh penurunan hasil air pada penggunaan lahan skenario penerapan Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten Sukabumi periode 2032 yaitu sebesar 9,03%, debit puncak 22,61% serta KRA dan KAT berturut-turut berkategori sangat rendah dan rendah.
Proyeksi Perubahan Penggunaan Lahan dan Dampaknya Terhadap Respon Hidrologi DAS Ciliwung Hulu Sarif Robo; Hidayat Pawitan; Suria Darma Tarigan; Bambang Dwi Dasanto
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 3, No 2: December 2018
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v3.i2.2018.157-166

Abstract

Penggunaan lahan di DAS Ciliwung Hulu setiap tahunnya mengalami konversi, sehingga berdampak pada aliran permukaan dan debit puncak. Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan perubahan penggunaan lahan dan dampaknya terhadap respon hidrologi DAS Ciliwung Hulu. Tools yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tools analisis perubahan penggunaan lahan dan proyeksi yaitu model CLUE-S dan untuk respon hidrologi menggunakan tools HEC-GeoHMS yang dipadukan dengan tools GIS. Proyeksi perubahan penggunaan lahan pada tahun 2030 dengan nilai Kappa akurasi 0,93. Nilai NSE untuk kalibrasi dan validasi model HEC-HMS berkisar antara 0,700 – 0,621. Hasil simulasi respon hidrologi dari hasil proyeksi penggunaan lahan tahun 2030 terhadap dengan debit puncak 111,3 m3/det dan volume limpasan 6,00 x 106m3.
Analisis Ketersediaan Dan Kebutuhan Air Di Das Cisangkuy Mariana Lusiana Resubun; Enni Dwi Wahyunie; Suria Darma Tarigan
Musamus AE Featuring Journal Vol 2 No 1 (2019): MAEF-J Oktober 2019
Publisher : Faculty of Agriculture, Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/maef-j.v2i1.2516

Abstract

Flooding in the rainy season and a drought that occurred in the dry season shows the distribution discharge river that is not evenly throughout the year. The event of floods and droughts happened in Cisangkuy watershed will affect the availability of water in fulfilling 6 important sectors of supporting human life, which is: domestic demand for water, agricultural land for farming, freshwater pounds, farm, industry and maintenance of rivers. Analysis of supply and demand for water in this research aims to review the availability and water demand in Cisangkuy watershed , and also water conservation effort with integrated water management. Methods used in this research is a observation method. The result showed there are scarce water ( deficit) in 2005, 2010 and 2015, each of 76 962 026 m3year-1 111 189 540 m3year-1 and 170 215 063 m3year-1.
Co-Authors . Asisah . Hikmatullah . HIKMATULLAH Afri Fajar Agus Setiyono Agus Wahyudi AH. Maftuh Hafidh Zuhdi Ai Dariah Alim, Nurmaranti Andria Harfani Qalbi Aries Suharso Ario Damar Asisah, . Asyhari, Adibtya Atang Sutandi Austin Ullyta Baba Barus Bambang Dwi Dasanto Bambang Hendro Trisasongko Bandung Sahari Bejo Slamet Boedi Tjahjono Budi Kartiwa Budi Kuncahyo Budi Nugroho Bunasor Sanim Cahyo Wibowo Darda Effendi Dede Sulaeman Dede Sulaeman, Dede Desi Nadalia Despry Nur Annisa Ahmad, Despry Nur Annisa Dodik Ridho Nurrochmat Dudung Darusman Dwi P T Baskoro Dwi Putro Tejo Baskoro Dyah Retno Panuju Enni Dwi Wahjunie Enni Dwi Wahyunie Erizal , ERNA SURYANI Erwin Hermawan Evy Damayanthi Fadhlullah Ramadhani Fajar Nugraha Faqihna Pidin Fata, Yulia Amirul Fatoni, Arif Fitriani Hayati Gangga, Adi Gunadi Firdaus Haki Yusdinar Hari Agung Haris Syahbuddin Harisson, Rhett D. Hasim Hefni Effendi Hendrayanto . Hengky Wijaya Hery Widijanto Hidayat Pawitan Hidayat Pawitan Hidayat Pawitan Hidayat Pawitan Hidayat Pawitan I Nengah Surati Jaya Idqan Fahmi Iin Ichwandi Imas Sukaesih Sitanggang IPB, DGB Irdika Mansur Irmadi Nahib Irwan Irwan Ishak Yassir ISKANDAR ZULKARNAEN SIREGAR Jamhari Jamhari Jepri, Kristoporus kartika triasary Kerstin Wiegand Kiki Rishki Ananda Kukuh Murtilaksono Kukuh Murtilaksono Kukuh Murtilaksono La Baco S Laksono Trisnantoro Lala M Kolopaking Latief Mahir Rachman Lutfy Abdulah M Agus Setiadi M. Sri Saeni M. Yanuar J. Purwanto Ma'mun Sarma Mahardika, Rabbirl Yarham Mahendra Harjianto Mahendra Harjianto Mariana Lusia Resubun Mariana Lusiana Resubun Marimin , Marisa Dwi Putri Meilasari, Nabilla Muhammad Buce Saleh Muhammad Yanuar J. Purwanto Nahrowi Naik Sinukaban Naik Sinukaban Naik Sinukaban Naik Sinukaban Naik Sinukaban Naik Sinukaban Najla Anwar Fuadi Naro Pandapotan Pasaribu Nevky Emiraj Saputra Nicko Widiatmoko Novia Mustikasari Nurdiyanto Agung Prasetya Nurlaila Mubarokah Nurmaranti Alim Oktariza, Wawan Omo Rusdiana Oteng Haridjaja Oteng Haridjaja Oteng Haridjaja Patri, Syiskhaeka Prasetya, Nurdiyanto Agung Pungkas Syahadat Purwanto, Yanuar Jarwadi Purwiyatno Hariyadi Qalbi, Andria Harfani Ravelle, Adzan Pandu Reni Kusumo Tejo Reyna Prachmayandini Reza Hanjaya Rikky Mulyawan Rima Purnamayani Rudolf Kristian Tukayo Saiful Akhyar Lubis Sakti, Harry Hardian Santikayasa, I Putu Santun R.P Sitorus Santun R.P. Sitorus Sarif Robo Selamet Kusdaryanto Silalahi, Mangarah Sri Purwaningsih, Sri Sudradjat Sudradjat Sudradjat Sumiati Sunarti Sunarti Sunarti Sunarti Suprihatin Suprihatin Surya Cipta Ramadhan Kete Suryanto Suryanto Syafrani Syafrani Takeshi Katsumi Tania June Trihono Kadri Tukayo, Rudolf Kristian Ulfah Juniarti Siregar Ulfah Sarach Sheftiana Untung Sudadi Veybi Djoharam Vinni Lovita Widiatmaka Widiatmaka Widiatmaka Widya Ulfah Utami Wiwin Ambarwulam Yandra Arkeman Yayat Hidayat Yudha Kristanto Yulia Amirul Fata Yunita Lisnawati Yuri Ardhya Stanny Yusdinar, Haki Yustika, Rahmah Dewi Yusuf, Sri Malahayati