Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Asesmen Portofolio Berorientasi Pembelajaran Kooperatif Bagi Guru IPA Tawil, Muh.; Tampa, Alimuddin
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Januari 2024 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v4i1.517

Abstract

Kegiatan PKM ini dilakukan untuk melatih 15 guru IPA mengidentifikasi komponen-komponen, mendesain dan membuat  asesmen portofolio. Metode PKM: 1) melakukan kerja sama instansi yang terkait, 2) Observasi, 3) bimbingan dan pelatihan, 4) diskusi dan evaluasi kegiatan. Hasil: 1) 8 jenis komponen asesmen yang dapat dibuat, 2). Materi IPA yang dapat dibuatkan asesmen portofolio masing-masing di kelas VII, VIII, dan IX 100% , 3). 100% guru IPA terampil identifikasi, mendisain dan membuat asesmen portofolio; 4). 5) Respon guru: 100% sangat bermanfaat;100% memberi keterampilan; 100% banyak tersedia bahan asesmen portofolio; 80% sangat mengatasi kekurangan asesmen, 20% kurang mengatasi; 90% sangat membantu, dan 10% dapat membantu. Kesimpulan: guru sangat terampil mengidentifikasi, mendisain, membuat asesmen portofolio; PKM bermanfaat, membantu, mengatasi masalah asesmen.
Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar Berbasis Project-Based Learning Bagi Guru SMAN I Gowa Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan Tawil, Muh.; Tampa, Alimuddin
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2024): September 2024 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v4i5.572

Abstract

Tujuan Kegiatan:1) untuk memberikan keterampilan pada guru fisika sebagai peserta kegiatan masyarakat (PKM) dalam hal mengidentifikasi komponen-komponen bahan ajar berbasis Project-based Learning (BA-PBL) yang dapat dibuat; 2) untuk memberikan keterampilan PKM dalam hal merancang sendiri BAPP sehingga menarik bagi peserta didik. Metode PKM: 1) melakukan kerjasama dengan instansi terkait Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan dan kepala SMAN I Gowa, 2)observasi, 3)bimbingan dan pelatihan (praktek), 4) melakukan Forum Group Discusi (FGD) tim PKM dan para guru fisika. Hasil PKM: 1) jumlah peserta PKM sebanyak 4 orang guru fisika; 2) 100% bahan lingkungan tersedia ; 3) 100% materi pelajaran fisika kelasX, XI, dan XII sebagai BA-PBL yang dapat di buat; dan 4) 100% peserta PKM sangat terampil mendisain sampul, dan membuat BA-PBL kelas X, kelas XI dan kelas XII; 5) 100% peserta PKM menyatakan sangat bermanfaat; 6). 100% peserta PKM menyatakan banyak member keterampilan; 7) 100% peserta PKM menyatakan sangat banyak tersedia bahan BAPP, 8) 70% peserta PKM menyatakan sangat mengatasi kekurangan BA-PBL, 20% peserta PKM menyatakan kurang mengatasi dan 10% peserta PKM menyatakan banyak mengatasi; 9) 14 % peserta PKM menyatakan sangat membantu proses belajar mengajar (KBM) fisika, dan 86% peserta PKM menyatakan dapat membantu KBM. Kesimpulan: Peserta PKM sudah sangat terampil dalam hal:1) mengidentifikasi; 2) mendisain;3) membuat BA-PBL; 4). menggunakan BA-PBL; 5) BA-PBL yang telah dibuat oleh PKM dapat mengatasi ketersediaan di sekolah dan dapat membantu PKM dalam proses belajar mengajar di dalam kelas atau di luar kelas.
Impelementation of Scientific Based Prezi Presentation Media to Improve Creative Thinking Skills of Class 8th Students of SMPN 6 Makassar Saputra, Rezwandy Wahyudi; Tawil, Muh.; Arsyad, Arie Arma
Kasuari: Physics Education Journal (KPEJ) Vol 6, No 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Papua, Jurusan Pendidikan Fisika FKIP Unipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37891/kpej.v6i2.480

Abstract

This study aims to determine (1) the magnitude of the increase in students' creative thinking skills after applying scientific-based Prezi presentation media. (2) large Effect Size of the application of scientific-based Prezi presentation media to improve students' creative thinking skills (3) a significant increase in the average score of students' creative thinking skills after applying scientific-based Prezi presentation media (4) there is no difference in the average score of creative thinking skills of grade VIII G and class VIII H students after applying scientific-based Prezi presentation media. The population was all class VIII SMPN 6 Makassar consisting of 11 classes with a total of 381 people.The sample in the study VIII G consisted of 35 students and VIII H consisting of 31 students with a total sample of 66 students. The test used is an essay test obtained from pretest and posttest data analyzed using descriptive and inferential statistic.The results of this study were: (1) Improvement of creative thinking skills of students in class VIII Hi SMPN 6 Makassar who were taught using Scientifically based Prezi presentation media obtained N-Gain, which is 0.46 in the medium category. (2) the level of results of the Effect Size analysis of students after the application of Scientifically-based Prezi presentation media in the learning process is 4.48 for class VIII G and 4.68 for class VIII H which is in the Strong Effect category. (3) there was a significant increase in the average score after the application of scientific-based Prezi presentation media. (4) There is no difference in the average N-Gain score of creative thinking skills between class VIII G and class VIII H because both classes are given the same treatment, which is taught using scientific-based Prezi presentation media. This shows that the application of Prezi presentation media can improve students' creative thinking skills.
Investigasi Miskonsepsi Kelistrikan Guru IPA di Indonesia Tawil, Muh.
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 6, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v6i4.6989

Abstract

Tujuan penelitian untuk menemukan dan mengidentifikasi  penyebab miskonsepsi atau kesalahan konsep guru ilmu pengetahuan alam  sekolah menegah pertama negeri di Indonesia pada topik kelistrikan.Jumlah sampelnya adalah 527 guru ilmu pengetahuan alam yang dipilih secara purposive sampling. Kesalahan konsep guru IPAdiinvestigasi melalui tes pilihan ganda dan melalui wawancara. Hasil penelitian terdapat 8(80%) konsep dari 10 konsep yang teridentifikasi miskonsepsi pada subtopik listrik statis dan 12 (63%) konsep dari 19 konsep yang teridentifikasi miskonsepsi pada subtopik listrik dinamis yang disajikan melalui tes miskonsepsi dan wawancara. Kesalahan-kesalahan konsep guru IPA yang teridentifikasi dapat menumbuhkan sikap positif pada guru IPA serta termotivasi untuk mengetahui penyebab kesalahan-kesalahannya.
Ektrapolasi Sikap Terhadap Sains dan Keterampilan Proses Sains Dikaitkan dengan Gender Muhiddin, St. Mutia Alfiyanti; Tawil, Muh.
Indonesian Journal of Educational Science (IJES) Vol 7 No 1 (2024): Indonesian Journal of Educational Science (IJES)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/ijes.v7i1.4004

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi (1) level sikap terhadap sains dan Keterampilan Proses Sains (KPS) perempuan dan laki-laki, (2) level hubungan yang positif antara sikap ilmiah dan KPS, (3) bahwa terdapat perbedaan signifikan sikap terhadap sains dan KPS antara peserta didik perempuan dan laki-laki. Populasi penelitian peserta didik kelas XI berjumlah 245 orang pada mata pelajara fisika. Jumlah sampel penelitian sebanyak 94 orang dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian ditemukan bahwa (1) rata-rata sikap terhadap sains perempuan dan laki-laki berada pada kategori tinggi dengan nilai 84,74 dan 83,42, (2) rata-rata KPS perempuan berada pada kategori rendah dengan nilai sebesar 10,33 dan 10,54, (3) terdapat hubungan yang positif antara sikap terhadap sains dengan KPS sebesar 0,44 termasuk dalam level sedang, (4) terdapat perbedaan sikap terhadap sains antara perempuan dan laki-laki, (5) tidak terdapat perbedaan KPS antara perempuan dan laki-laki. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa (1) level sikap terhadap sains perempuan dan laki-laki adalah sama pada kategori tinggi (2) level KPS perempuan dan laki-laki masih rendah, (3) semakin besar sikap terhadap sains maka semakin besar KPS, dan (4) sikap terhadap sains dan KPS tidak ada kaitannya dengan perbedaan gender.
An Assessment of Science Process Skills in Junior High School Education: Perspectives of Students and Teachers in Indonesia Tawil, Muh.
Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 2 (2024): JPPPF (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Fisika), Volume 10 Issue
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/1.10209

Abstract

This study aims to assess the understanding of science process skills (SPS) of science students and teachers in Indonesia: how is the picture of SPS understanding of student groups A, B, C, and D and teacher groups A, B, C, and D?; is there a significant difference in the average score of SPS understanding between student groups A, B, C, and D and teacher groups A, B, C, and D. The research method used is descriptive-inferential. Data collection uses SPS diagnostic tests. The research sample consisted of (580) students and (132) science teachers in Indonesia. The sampling technique used purposive sampling. The results of the study found that: the average score of students' SPS understanding was higher than that of teachers, there was no significant difference in the average score of SPS understanding between student groups A, B, C, and D and teacher groups A, B, C, and D; there is no significant difference in the average SPS understanding score between student groups A, B, and C. The descriptive analysis found that the average SPS understanding score of all student groups A, B, C and D was higher than all teacher groups A, B, C, and D. Factors of practical experience or access to SPS materials influenced this result; inferential statistical analysis found that there was no significant difference in the average SPS understanding score between all student groups A, B, C, and D and all teacher groups A, B, C, and D. Students and teachers still need to be trained in SPS with the application of project-based learning models or inquiry-based learning methods that directly involve SPS.
Eksplorasi Kemampuan Literasi Sains Calon Guru Ilmu Pengetahuan Alam Melalui Pendekatan Saintifik Berbasis Laboratorium Virtual Tawil, Muh.; Yunus, Sitti Rahma; Hasanuddin, Hasanuddin
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2024 : PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi bagaimana gambaran: 1) aktivitas calon guru IPA, 2) peningkatan kemampuan literasi sains kelas A dan B, 3) apakah terdapat perbedaan skor rata-rata peningkatan kemampuan literasi sains sebelum dan setelah pembelajaran di kelas A dan B, 4) apakah tidak terdapat perbedaan skor rata-rata n-gain kemampuan literasi sains kelas A dan B, dan 5) seberapa besar efect size kemampuan literasi sains kelas A dan B. Metode penelitian pra eksperimen semu, Jumlah sampel masing kelas A dan B (n = 29) yang ditentukan secara purposive sampling. Analisis data secara deskriptif dan inferensial. Instrumen penelitian tes kemampuan literasi sains berjumlah 20 butir soal berbentuk pilihan ganda dengan rentang nilai 0-100 yang valid dan reliable. Hasil penelitian:1) 5 (lima) tahapan aktivitas calon guru IPA dalam mengikuti pendekatan saintifik berbasis laboratorium virtual, 2) terjadi peningkatan skor rata-rata kemampuan literasi sains kelas A sebesar 48% dan kelas B sebesar 46%, 3) terdapat perbedaan skor rata – rata kemampuan literasi sains sebelum dan setelah dilaksanakan pembelajaran di kelas A dan B, 4) tidak terdapat perbedaan skor rata – rata n-gain kelas A dan B, 5) Effect size kelas A sebesar 1.0 kategori tinggi, dan kelas B sebesar 0.4 kategori sedang. Kata Kunci: Pendekatan santifik, laboratorium, virtual, literasi sains, eksplorasi
Pelatihan Pembuatan Asesmen Kinerja Praktikum IPA Berbasis Higher-Order Thinking Skill Bagi Guru Ipa Di SMP Terbuka Di Makassar Tawil, Muh.; Tampa, Alimuddin
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Maret 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i2.648

Abstract

Permasalahan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah kurangnya kemampuan guru IPA membuat asesmen yang mampu mengases semua kompetensi yang dimiliki siswa. Tujuan Kegiatan ini untuk: 1) meningkatkan kemampuan guru IPA membuat asesmen kinerja praktikum IPA berbasis higher-order thinking skill (HOTs) di SMP Terbuka di Makassar; 2) respon para guru IPA terhadap pelaksanaan PKM. Solusi/metode pelaksanaan ini terdiri dari 1) persiapan pelaksaanaan; 2) pelaksanaan dan observasi; 3) refleksi; 4) dan monitoring dan evaluasi. Hasil dan dampak pelaksanaan PKM: 1) Sangat banyak bahan tersedia; 2) 100% peserta menyatakan sangat bermanfaat; 3) 100% banyak memberi keterampilan; 4) 100% sangat banyak tersedia bahan asesmen kinerja berbasis HOTs, 5) 70% sangat mengatasi kekurangan asesmen kinerja praktikum IPA berbasis HOTs, 20% kurang mengatasi dan 10% banyak mengatasi; 6) 14 % sangat membantu proses belajar mengajar IPA, dan 86% dapat membantu. Luaran kegiatan menghasilkan produk asesmen kinerja berbasis HOTs yang berkualitas. Kesimpulan: Peserta PKM sudah sangat terampil dalam hal:1) mengidentifikasi; mendisain; membuat asesmen kinerja praktikum IPA berbasis HOTs; 2). menggunakan asesmen kinerja praktikum IPA berbasis HOTs; 3) asesmen kinerja praktikum IPA berbasis HOTs dapat mengatasi ketersedian di sekolah dan dapat membantu guru dalam proses asesmen kompetensi efektif dalam meningkatkan proses dan produk asesmen praktikum IPA HOTs siswa sebesar 95% termasuk kategori tinggi.
Pelatihan Praktikum IPAS pada Materi Sifat-Sifat Cahaya Kelas V SD Al-Ihsan Yapis Kotaraja Kelana, Ardian Hangga; Irawan, Sakka; Suwarningsih, Tri; Suryani, Sri Woro; Tawil, Muh.
JKM: Jurnal Kemitraan Masyarakat Volume 4 Number 1 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jkm.v4i1.69989

Abstract

The purpose of this Community Service (PKM) activity is to provide science practical training on the material of light properties for grade V of SD Al Ihsan Yapis Kotaraja. Practical work is a learning process in the form of observation through experiments that aims to equip students to quickly understand theory and practice. Science learning should not only be given through theory, but also apply practical methods so that students can easily understand the concept of the material. This is in line with the development of the era and technology and the demands of 21st century learning that must be possessed by students, one of which is critical thinking skills. Practical methods can be applied to science subjects because students' skills are through the science process. This community service activity uses lecture, question and answer, discussion, and practical methods. Based on the results of direct observation and evaluation, the science practical training carried out by the PKM Lecturer Team has a positive impact on students, including; 1) Students are skilled in using simple science practical tools; 2) Increase the attitude of mutual cooperation when doing practical work; 3) Have a confident attitude through presentation of practical results.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos Dari Bahan Lingkungan Bagi Kelompok Capir Di Desa Gunung Silanu, Kabupaten Jeneponto Tawil, Muh.; Tampa, Alimuddin
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2025): September 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i5.774

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terlaksana atas kerjasama dengan instansi terkait kepala Desa Gunung Silanu, ketua kelompok Capir, dan LSM lembaga Agro Mandiri Perhutanan Indonesia (Lampion), di Kecamatan Bangkala Kabupaten jeneponto dengan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi, Penelitian dan Pengandian kepada Masyarakat Universitas Negeri Masyarakat .  Jumlah peserta kegiatan  20 orang anggota kelompok Capir dengan tingkat pendidikan Lulusan SD 10%, SMP 36%, dan SMA 54%. Topik  kegiatannya pelatihan pembuatan pupuk kompos. Bentuk kegiatanini, i.e:1) Kerjasama dengan instansi terkait; 2) Observasi lapangan; 3) memberikan penjelasan secara umum maksud dan tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat; 4) mendemonstrasikan cara membuat pupuk kompos dari bahan lingkungan; 5) bimbingan dan pelatihan mengidentifikasi bahan dari lingkungan yang dapat dibuat menjadi pupuk kompos; 6) melatih peserta membuat pupuk kompos; 7) memberikan bimbingan dan pelatihan mengaplikasikan pupuk kompos; 8) melaksanakan evaluasi. Hasil kegiatan:1) jumlah rata-rata bahan dari lingkungan yang dibuat menjadi pupuk komopos 500 kg; dan jumlah pupuk kompos dibuat 400kg ( 40 sak); 2) 18 orang (90%) sangat bermanfaat, 2 orang (10%) bermanfaat; 3) 19 orang (95%) sangat terampil; 4) 1 orang (5%) terampil; 5) 100% bahan baku pupuk kompos  tersedia;6) Persentase kandungan unsure hara, yakni nitrogen (0.83-0.95%), posfor (0.35-0.52%, kalium (1.00-1.20%), dan C/N sebesar 32.98%, memenuhi syarat kualitas produk pupuk kompos. Kesimpulan: anggota kelompok capir sudah sangat terampil membuat dan menggunakan pupuk kompos sebagai pupuk organic, sangat bermanfaat, bahan bakunya banyak tersedia di lingkungan, dan produksi pupuk kompos memenuhi syarat kualitas pupuk kompos.