p-Index From 2021 - 2026
3.441
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

THE COMPOSITION OF BIOCOMPOSITE [POLYMETHYLMETHACRYLATE/HYDROXYAPATITE] AS MATERIAL FOR SPECIMEN WITH PORTABEE KIT MACHINE Kartinasari Ayuhikmatin Sekarjati; Alva Edy Tontowi
SINERGI Vol 22, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.007 KB) | DOI: 10.22441/sinergi.2018.3.005

Abstract

The development of science and technology related to bone implant material, researchers want to develop materials that have properties near human bones and improve the quality. This study was conducted to determine the composition of the mixture that can pass nozzle at room temperature. It is expected that in this study, the mixture is able to pass through the small nozzle size so that it can print specimens precisely according to the size of the design to be printed. Output mixture through a nozzle is said well if the output is continuous and homogeneous. The quality of the composition of the mixture, the material output from the nozzle will be printed by ASTM F451-95 and compressive test. This mixture consists of polymethylmethacrylate (PMMA), methylmethacrylate (MMA) and hydroxyapatite (HA) by mixing methods manually. PMMA and MMA used in the type of heat curing, while HA derived from fish scales. Through several experiments, there is composition that can pass nozzle and have a high compressive strength value, that is composition PMMA : MMA instead of 1 : 1 (w/w) with mixture 20% HA and have compressive strength value 31,20 MPa, the second composition PMMA : MMA instead of 2 : 1 (w/v) with mixture 10% HA and have compressive strength value 25,62 MPa. This composition was chosen for further research with the Portabee Kit machine.
Perancangan Sarana Mobilitas Hijau Berbasis Teknologi Tepat Guna Sebagai Ikon Ecotourism Di Desa Suroteleng, Selo, Boyolali Syawaluddin Adha Pohan; Arif Kusumawanto; Alva Edy Tontowi
Destinesia : Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol 1, No 2: Maret 2020
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.715 KB) | DOI: 10.31334/jd.v1i2.841

Abstract

Suroteleng Village (Selo Subdistrict, Boyolali Regency, Central Java) is located between the slopes of Mount Merapi to the north and the slopes of Mount Merbabu to the south. This makes Suroteleng Village potentially as a strategic ecotourism destination. Nevertheless, the local government wants to have a distinctive tourism identity, and downhill biking (cycling from the top of the mountain slope to the lower point) is proposed to be an iconic nature tourism activity in the village. Therefore it is necessary to design mobility facilities, which can facilitate tourists to easily be able to get to the starting point of cycling, which is located on the upper slopes of the mountain. The mobility facility was designed based on two aspects, namely: 1) System design theory (system engineering), and 2) Global Sustainable Tourism Council Destination Criteria; so that it meets the requirements as a green mobility based on appropriate technologies and become icon in the ecotourism area of Suroteleng Village.
Analisa Akurasi Geometri Penggunaan Metode Injection Moulding Berbasis Printer 3D Untuk Produksi Implan Pada Bedah Cranioplasty Djoko Kuswanto; Alva Edy Tontowi; Taufik Hidayat; Agus Windharto; Arie Kurniawan
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.281 KB) | DOI: 10.12962/iptek_desain.v16i1.2832

Abstract

Perkembangan teknologi printer 3D untuk medis, memungkinkan aplikasi produksi implan pra-operasi dengan keunggulan akurasi geometri yang baik, mengurangi waktu operasi dan resiko kehilangan banyak darah. Teknologi printer 3D paling populer dan potensial untuk dikembangkan masal di Indonenesia adalah fused deposition modeling/FDM. Akan tetapi memiliki kekurangan: single material, jenis material terbatas dan temperatur yang tinggi sehingga tidak bisa dicampur dengan material/senyawa bioaktif yang sensitif terhadap panas. Pengembangan metode injection moulding berbasis printer 3D telah dilakukan pada penelitian ini dengan melakukan modifikasi alat, material, tahapan dan sistim produksi implan pra-operasi yang mengacu pada teknologi printer 3D untuk cranioplasty yang sudah dilakukan di negara maju. Untuk memastikan modifikasi ini bisa menghasilkan implan pra-operasi dengan akurasi geometri yang diinginkan, dilakukan karakterisasi terhadap deviasi dimensi implan yang diproduksi yaitu deviasi volume, deviasi tebal, deviasi panjang linear dan deviasi sudut kelengkungan permukaan implan, pada dua metode berbeda yang diuji, yaitu metode cranial/intra operatif dan metode injection moulding dengan menggunakan material polymethylmethacrylate/ PMMA.Hasil yang didapatkan adalah deviasi volume implan yaitu sebesar 1.87  ± 1.27 % (injection moulding) dibandingkan 11.39 ± 3.71 % (metode cranial), deviasi tebal sebesar 2.54 ± 0.86 % (injection moulding) dibandingkan 7.35 ± 1.43 % (metode cranial), deviasi panjang linear sebesar 2.61 ± 0.47% (injection moulding) dibandingkan 5.76 ± 0.79 % (metode cranial) dan deviasi sudut kelengkungan permukaan sebesar 0.98  ± 0 % (injection moulding) dibandingkan 15.45 ± 3.94 % (metode cranial). Dapat diambil kesimpulan bahwa metode injection moulding lebih baik daripada metode cranial/intra operatif.Perkembangan teknologi printer 3D untuk medis, memungkinkan aplikasi produksi implan pra-operasi dengan keunggulan akurasi geometri yang baik, mengurangi waktu operasi dan resiko kehilangan banyak darah. Teknologi printer 3D paling populer dan potensial untuk dikembangkan masal di Indonenesia adalah fused deposition modeling/FDM. Akan tetapi memiliki kekurangan: single material, jenis material terbatas dan temperatur yang tinggi sehingga tidak bisa dicampur dengan material/senyawa bioaktif yang sensitif terhadap panas. Pengembangan metode injection moulding berbasis printer 3D telah dilakukan pada penelitian ini dengan melakukan modifikasi alat, material, tahapan dan sistim produksi implan pra-operasi yang mengacu pada teknologi printer 3D untuk cranioplasty yang sudah dilakukan di negara maju. Untuk memastikan modifikasi ini bisa menghasilkan implan pra-operasi dengan akurasi geometri yang diinginkan, dilakukan karakterisasi terhadap deviasi dimensi implan yang diproduksi yaitu deviasi volume, deviasi tebal, deviasi panjang linear dan deviasi sudut kelengkungan permukaan implan, pada dua metode berbeda yang diuji, yaitu metode cranial/intra operatif dan metode injection moulding dengan menggunakan material polymethylmethacrylate/ PMMA.Hasil yang didapatkan adalah deviasi volume implan yaitu sebesar 1.87  ± 1.27 % (injection moulding) dibandingkan 11.39 ± 3.71 % (metode cranial), deviasi tebal sebesar 2.54 ± 0.86 % (injection moulding) dibandingkan 7.35 ± 1.43 % (metode cranial), deviasi panjang linear sebesar 2.61 ± 0.47% (injection moulding) dibandingkan 5.76 ± 0.79 % (metode cranial) dan deviasi sudut kelengkungan permukaan sebesar 0.98  ± 0 % (injection moulding) dibandingkan 15.45 ± 3.94 % (metode cranial). Dapat diambil kesimpulan bahwa metode injection moulding lebih baik daripada metode cranial/intra operatif.
Pendampingan Pembuatan Kandang Domba Sehat di Desa Sriharjo Imogiri Kabupaten Bantul: Assistance Program to Help Farmers Build Hygienic Sheep Housing in Sriharjo Village Imogiri Subdistrict Bantul District Soedarmanto Indarjulianto; Catur Sugiyanto; Lilik Soetiarso; Alva Edy Tontowi; Ambar Pertiwiningrum; Teguh Ari Prabowo; Margaretha Arnita Wuri
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v2i3.251

Abstract

Ternak domba di Desa Sriharjo masih dipelihara secara tradisional di pekarangan rumah di kandang berlantai tanah. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah pendampingan pembuatan kandang domba sehat di Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Mitra kegiatan pengabdian adalah 30 peternak anggota kelompok ternak Taruna Tani Hijaunya Cinta, desa Sriharjo. Kegiatan yang dilakukan meliputi sosialisasi, pelatihan, studi banding dan dilanjutkan pendampingan peternak membangun kandang sehat. Pemahaman masyarakat terhadap kandang sehat diukur melalui wawancara serta pengisian kuesioner sebelum dan sesudah pengabdian. Hasil pengabdian ini adalah peternak telah berhasil membangun kandang panggung percontohan yang berlokasi di pekarangan yang tidak terlalu dekat dengan rumah penduduk. Hasil survey menunjukkan bahwa sebelum PKM sebanyak 10% dan setelah PKM semua (100%) peternak memahami tentang pengertian dan manfaat kandang sehat. Disimpulkan bahwa kandang domba sehat telah berhasil dibangun dan fungsinya telah dimengerti oleh semua peternak domba di desa Sriharjo.
Kesiapan Teknologi, Kelayakan Ekonomi dan Administrasi IKM Mainan di Yogyakarta Joni Setiawan; Alva Edy Tontowi; Anna Maria Sri Asih
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 32, No 2 (2015): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v32i2.1363

Abstract

ABSTRAKMainan anak mempunyai pangsa pasar yang besar, dengan populasi anak usia  sampai 14 tahun sebesar 28,7 % dari proyeksi penduduk Indonesia tahun 2015 mencapai 73,2 juta jiwa. Dalam berbagai penelitian menunjukkan baik mainan lokal maupun impor terdapat hal-hal yang mengancam kesehatan dan keselamatan anak. Sehingga pemerintah menerbitkan Permenperin No 24 Tahun 2013 tentang pemberlakuan wajib SNI Mainan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai profil IKM mainan di Yogyakarta. Penilaian melalui 3 pendekatan yaitu kesiapan teknologi dianalisis menggunakan metode teknometrik, kelayakan ekonomi diperhitungkan dengan analisis benefit to cost ratio dan kesiapan adminsitrasi. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa jumlah  IKM di Yogyakarta yang memenuhi persyaratan ijin industri sebesar 44,4%, persyaratan merek sebesar 22,2% dan kombinasi keduanya sebesar 16,7% dari total IKM. Untuk kesiapan teknologi 16,7% IKM mempunyai TCC kurang dari 0,3 (teknologi tradisional), 77,8% IKM mempunyai TCC antara 0,3 hingga 0,7 (teknologi semi modern) dan 5,5% IKM mempunyai TCC lebih dari 0,7 (teknologi modern). Kelayakan ekonomi persentase IKM yang memenuhi kelayakan ekonomi sebesar 61%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa IKM di DIY siap secara teknologi dan ekonomi, namun belum siap secara administrasi. Kata Kunci: SNI, mainan, IKM, sertifikasi, teknometrik ABSTRACTThe toys have a large market share, with a population of children aged up to 14 years 28.7% of the projected population of Indonesia in 2015 reached 73.2 million people. On various studies indicate both local and imported toys are threatening the health and safety of children. So the government published Permenperin No. 24/2013 concerning the implementation of mandatory Indonesian National Standard (SNI) for Toys. This study aims to assess the readiness of SMIs toys in Yogyakarta. Readiness assessment through three approaches are, readiness of technology using technometric, the calculated economic feasibility analysis of benefit to cost ratio and administration assessed. The results obtained showed that the number of SMIs in Yogyakarta which meet the requirements of industry license by 50 %, brand requirements by 22,2% and the combination of 16.7% of the total SMI. For technology readiness 16.7% of SMIs have TCC less than 0.3 (traditional technologies), 77.8% of SMIs have a TCC between 0.3 to 0.7 (semi modern technology) and 5.5% of SMIs have TCC is more than 0.7 (modern technology). Economic feasibility percentage of SMIs that meet the economic feasibility of 61%. It can be concluded that SMIs in DIY are technologically and economically ready, but not administratively.  Keywords: SNI, toys, SMIs, technometric, sertification
Characterization of Semi-Interpenetrated Network Alginate/Gelatin Wound Dressing Crosslinked at Sol Phase Dian Pribadi Perkasa; Erizal Erizal; Tri Purwanti; Alva Edy Tontowi
Indonesian Journal of Chemistry Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.317 KB) | DOI: 10.22146/ijc.25710

Abstract

Gel contraction of alginate during ionic crosslinking at sol phase was reduced by blending with gelatin solution due to intermolecular interaction and chain entanglement. The semi-interpenetrated network (semi-IPN) of wound dressing hydrogels were prepared by overlaid alginate/gelatin blend with 1.0% (w/w) CaCl2 solution under ambient temperature for 2 h. Results showed that gel contraction was significantly reduced with increasing gelatin content i.e. from 40.5 ± 5.8% for pure alginate to as low as 5.8 ± 1.2% for alginate/gelatin of 1:7 (w/w). It seems that gelatin successfully inhibited alginate chains mobility during their network re-arrangement by Ca2+ cation. The FTIR spectra of hydrogels showed combination of characteristic vibration of alginate and gelatin. Increasing gelatin content also significantly improved elasticity and tensile strength at break of dried hydrogels. Swelling kinetics of dried hydrogels were fitted Schott’s second-order power-law model. Increasing gelatin fraction increased the swelling rate while decreased the swelling at equilibrium. Their absorptive capacity were of interval for management of moderate to heavily exudating wound.
Pengembangan material Reusable Concrete untuk 3DP Building Andy Nurul Yunita Pettalolo; Ibnu Abdul Rosid; Alva Edy Tontowi
SENATIK STT Adisutjipto Vol 6 (2020): Keselamatan Penerbangan di masa Pandemi Covid-19 [ISBN 978-602-52742-2-0]
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/senatik.v6i0.414

Abstract

Abstrak. Kerusakan bangunan pasca gempa bumi menghasilkan limbah berupa reruntuhan bangunan (reusable material) yang tidak dimanfaatkan secara maksimal, sehingga memerlukan adanya pemanfaatan limbah reruntuhan bangunan tersebut sebagai material untuk membangun bangunan baru. Pada Penelitian ini dilakukan pengembangan material bangunan untuk mesin 3D Printer dengan memanfaatkan material sisa reruntuhan (reusable concrete material). Pembuatan kombinasi material menggunakan design of experiment berupa 2k factorial design dengan menggunakan 2 faktor berupa variasi penambahan air dan superplaticizer, dengan 2 level berupa penambahan air sebesar 15 ml dan 25 ml dan superplaticizer 1 ml dan 2 ml dengan respon berupa kemampuan bentuk material. Hasil penelitian didapatkan bahwa run time 1 dan 2 mampu membentuk second layers tetapi run time 1 adanya ketidak-kontinuan material sedangkan run time 3 dan 4 tidak mampu membentuk second layers sehingga run time 2 yang memiliki kontinu dan kemampuan bentuk second layers.
Analisi Kontribusi Komponen Teknologi UMKM Kota Bontang Menggunakan Metode Teknometrik Sella Antesty; Alva Edy Tontowi
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.14 No.2 Desember 2020
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v14i2.6211

Abstract

ABSTRAKKeberadaan usaha mikro kecil menengah di suatu daerah seperti kota Bontang penting bagi daerahtersebut karena dapat meningkatkan kesejahteraan penduduknya lebih cepat dibanding dengan sektor lainnya. Industri tersebut perlu dibina sehingga tumbuh sehat agar produknya diminati pasar. Namun demikian, pembinaan tersebut tidak dapat efektif karena tidak ada peta teknometrik yang dapat digunakan sebagai acuan. Dalam studi ini, peta teknometrik industri dibuat dengan tujuan untuk mendapatkan peta kemampuan tingkat kontribusi teknologi yang dimiliki industri dan hasilnyadidiskusikan. Usaha mikro kecil menengah berbasis pengolahan makanan yang tersebar di wilayah kota Bontang dijadikan sebagai obyek pemetaan dan metode teknometrik digunakan untuk menghitung tingkat kontribusi teknologi yang dimiliki. Hasil studi ini menunjukkan bahwa dari 4 aspek yang diteliti yang meliputi Technoware (fasilitas teknologi), Humanware (sumberdaya manusia), Infoware (kerangka kerja) dan Orgaware (manajemen) didapatkan hasil bahwa usaha mikro kecil menengah di kota Bontang masih menitik beratkan pada aspek humanware atau sumber daya manusia dengan kemampuan fasilitas teknologi produksi yang rendah.
Development of Low Frequency Vibration Method of Direct-Write Deposition Relevant to Layer Manufacturing Application Widyanto, Susilo Adi; Tontowi, Alva Edy; Jamasri, Jamasri; Budi Rochardjo, Heru Santosa
Makara Journal of Technology Vol. 9, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research of deposition process is the first step in development process of multi materials selective laser sintering. The deposition process enables to settle multi materials powder in horizontal formation on one layer. In this research we use low frequency (70 - 200Hz) to vibrate a hopper nozzle in which powder is settled. The research method consists of two steps, the first step is to determine flow-ability parameters and the second is to join flow ability parameter with other parameters such that the line width can be controlled. The results show that the line width depends on uniformity of particle size, particle size, frequency of vibration, deposition gap, particle shape and feed-rate of hopper-nozzle.
Determination of Operation Condition and Product Dimension Accuracy Optimization of Filament Deposition Modelling on Layer Manufacturing Application Widyanto, Slamet A.; Tontowi, Alva Edy; Jamasri, Jamasri; Rochardjo, Heru Santoso Budi
Makara Journal of Technology Vol. 10, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layer manufacturing process has proven as a process that can produce a high complexity mechanical part. Now, Improvement of LM methods continuously conduct that is aimed to increase precessions and efficiency of these processes. Pressure filament deposition modelling is a form of layer manufacturing process that is designed to produce a plastic part with controlling its semisolid phase. In this research, the equipment of filament depositor is designed and tested to make the product filament deposition. With operation condition observation, the optimal temperature and pressure of deposition process was determined. These experiments used PVC as crystalline material and polypropylene as amorphous material. To optimize this process, the tensile strength and density test were conducted. The shape of tensile test specimens is based on ASTM 638 standard and made in 3 orientations deposition path, namely: in 0 degree, 45 degree and 90 degree from load force axis. To found the most accurate dimension, controlling the time delay, temperature of build part, feeding speed and variation deposition path was conducted. The results of experiments show that the filament deposition method can only be applied for amorphous material in which it has a semisolid phase. From the tensile strength test, the binding strength among filaments is 0.5 kg/mm2, 20% of the tensile strength of filament. And the density of a sample product, which used the filament diameter of 0.8 mm, is 0.7668 g/cm3. Accuracy of product dimension can be increased by: controlling time delay in location where the motion orientation of hopper filament is changed and controlling temperature of build part surface.
Co-Authors Agus Windharto Almy, Raeshifa Diani Amanda Nur Cahyawati Ambar Pertiwiningrum Andi Sudiarso, Andi Andy Nurul Yunita Pettalolo Angger Bagus Prasetiyo Anggita Gigih Wahyu Iriawan, Anggita Gigih Wahyu Anna Maria Sri Asih Aoyama, Hideki Arie Kurniawan Arie Kurniawan Arif Kusumawanto Arif Kusumawanto Arman Hakim Nasution Avin Fadilla Helmi Banu Santoso Bhawika, Gita Widi Budhi Sholeh Wibowo Budi Hartono Budi Hartono Budi Rochardjo, Heru Santosa Catur Sugiyanto Dawal, Siti Zawiah Md Dawi Karomati Baroroh Deendarlianto Dhananjaya Yama Hudha Kumarajati Dian Pribadi Perkasa Djoko Kuswanto Djoko Kuswanto Erizal Erizal Erni Suparti, Erni Ghazali, Ihwan Handiwibowo, Gogor Arif Hari Agung Yuniarto Herianto Heru Santoso Budi Rochardjo, Heru Santoso Budi Hideki Aoyama Ibnu Abdul Rosid IDAA Warmadewanthi Ihwan Ghazali Indarto Indarto Indrajati, Heppy Riani Jamasri . Joko Sedyono, Joko Joni Setiawan Joni Setiawan Kusmono Lilik Soetiarso Lina Dianati Fathimahhayati, Lina Dianati Mahardhika, Syaqila Erie Margaretha Arnita Wuri Marlyana, Novi Marsetyawan Heparis Nur Ekanda Soesatyo Marsetyawan HNE Soesatyo Mochammad Andy Rizqy Mochammad Noer Ilman Mochammad Taha Ma’ruf Mohamad Khoiru Rusydi Muhammad Kusumawan Herliansyah Muhammad Ridlwan Muhammad Shodiq Abdul Khannan Musyarofah, Siti Afiani Novi Marlyana Nugraha Muharafandy Nur Aini Masruroh Perttalolo, Andy Nurul Yunita Prabowo, Teguh Ari Putra, Gaustama Putra, Ikbal Rizki Raeshifa Diani Almy Rahardyan Magetsari Rahmanto, Nurdin Rama Atyasa Y Rashid, Salwa Hanim Abdul Rudy Firman Prakosa Salwa Hanim Abdul Rashid Sella Antesty Siti Afiani Musyarofah Siti Sunarintyas Siti Zawiah Md Dawal Slamet Widyanto, Slamet Soedarmanto Indarjulianto Soedarmanto Indarjulianto Soetiarso, Lilik Supriyatno Supriyatno Susilo Adi Widyanto Syawaluddin Adha Pohan Taufik Hidayat Taufik Hidayat Teguh Ari Prabowo Titis Wijayanto Tri Purwanti Wangi Pandan Sari Widiastuti, Maria Goreti Widowati Siswomihardjo Widyanto, Slamet A. Widyastuti Widyastuti Windharto, Agus Wiratni Wiratni, Wiratni Yanti Pasmawati Yeni Yustisia