Claim Missing Document
Check
Articles

PERTUMBUHAN KENTANG HITAM (Coleus tuberosum) VARIETAS LOKAL DARI STEK PADA BERBAGAI MEDIA TANAM Rahmad Jumadi; Suhaili Suhaili
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v3i2.1830

Abstract

Dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan perlu diupayakan pengembangan tanaman alternatif penghasil pangan selain padi, tanaman umbi-umbian layak dijadikan alternatif untuk dikembangkan yaitu tanaman kentang. Selain itu produksi kentang masih rendah, salah satu penyebab adalah belum banyaknya petani yang menggunakan benih kentang bermutu karena ketersediaanya yang masih langka dikalangan petani. Pertumbuhan optimal bagi tanaman kentang adalah menghendaki kondisi tanah dengan fisik yang poros atau remah, permeabilitas nya bagus, gembur, banyak memiliki bahan organik dan sedikit mengandung pasir karena produksi tanaman kentang yang diharapkan berupa umbi yang berkembang dibawah permukaan tanah. Hasil penelitian Hidayat (2016) menunjukkan bahwa perlakuan dengan komposisi media tanam yang berbeda memberi pengaruh terhadap jumlah daun dan lebar tajuk, panjang tunas, dan umbi kentang yang dihasilkan. Penelitian ini mempunyai tujuan dari untuk mengetahui potensi hasil tanaman kentang hitam varietas lokal Gresik yang ditanam pada berbagai komposisi media tanam. Rancangan penelitian ini memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan aplikasi perlakuan jenis media tanam, yaitu : M1 komposisi : (arang sekam : cocopeat : tanah); M2 komposisi (arang sekam: guano: tanah) dan M3 komposisi (arang sekam : pupuk kandang : tanah). Data yang dihasilkan dari penelitian ini kemudian dianalisis secara statistik dengan uji F pada taraf 5%, selanjutnya akan dijuji dengan uji lanjutan BNT pada tingkat kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi penggunaan media tanam dengan komposisi cocopeat dan pupuk kandang mampu meningkatkan pertumbuhan kentang hitam varietas lokal asal stek, dan aplikasi penggunaan media tanam dengan komposisi pupuk guano belum mampu meningkatkan pertumbuhan kentang hitam varietas lokal asal stek hal ini diduga proses dekomposisi belum optimal
PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG BAMBARA ( Vigna subterranea (L.) Verdc ) PADA PEMBERIAN PUPUK NPK DAN ARANG SEKAM PADI Irgi Dwi Risma Junianto; Endah Sri Redjeki; Rahmad Jumadi
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v5i2.5181

Abstract

Kacang bambara merupakan salah satu kacang–kacangan minor yang belum banyak diminati. Kacang ini diminati oleh petani karena harga jualnya lebih tinggi dibandingkan dengan harga jual kacang-kacangan pada umumnya. Upaya meningkatkan hasil tanaman kacang bambara melalui pemberian pupuk NPK dan arang sekam padi. Pemberian pupuk anorganik dan organik dapat menyediakan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman kacang bambara seperti unsur hara P. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu perlakuan dosis pupuk NPK (P) dan dosis pupuk arang sekam padi (S), yang terdiri dari 9 taraf perlakuan dan 2 kali ulangan. Penelitian ini digunakan jarak tanam 40 x 25 cm. Mode perhitungan pada penelitian ini ialah Analisis sidik ragam untuk mengetahui pengaruh nyata antara perlakuan pada taraf F 5%. Perlakuan yang memperlihatan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil emudian di uji lanjut dengan DMRT. Pada interaksi dosis pupuk arang sekam padi dan pupuk NPK tidak menunjukan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil kacang bambara. Sedangkan perlakuan dosis pupuk NPK menunjukkan pengaruh nyata teradap pertumbuhan dan hasil kacang bambara. Berdasarkan hasil penelitian disarankan penelitian lebih lanjut terhadap dosis arang sekam agar menunjukkan pengaruh nyata terhadap tanaman.
PEMBUATAN PLAKAT RUMAH KEPALA DUSUN KECAMATAN MANTUP KABUPATEN LAMONGAN Rahmad Jumadi; Andi Rahmad Rahim; Sukaris Sukaris; Widiharti Widiharti
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 5 No 4 (2023): DedikasiMU Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v5i4.6773

Abstract

Kuliah Kerja Nyata merupakan proses pembelajaran mahasiswa melalui program atau kegiatan mahasiswa di tengah masyarakat dan mahasiswa berupaya berinteraksi langsung dengan masyarakat secara aktif dan kreatif terlibat dalam dinamika kehidupan masyarakat. Program Kuliah Kerja Nyata Universitas Muhammadiyah Gresik yang dilakukan di Desa Plabuhanrejo Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan pada tanggal 09 Februari – 10 Februari 2023. Program ini merupakan program pembuatan plakat rumah kepala Dusun Desa Plabuhanrejo, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan. Pada kegiatan ini mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik dari program studi Teknik Mesin memilih program ini dengan tujuan memudahkan masyarakat untuk mengetahui letak keberadaan rumah kepala dusun, dan juga memudahkan masyarakat dalam hal pengurusan data melalui kepala dusun.
PENGARUH PEMBERIAN NAA DAN KINETIN TERHADAP PERTUMBUHAN EKSPLAN PISANG CAVENDISH (Musa paradisiaca L.) MELALUI TEKNIK KULTUR JARINGAN SECARA IN VITRO Ningrum, Wulan Cahya; Jumadi, Rahmad; Lailiyah, Wiharyanti Nur
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 7 No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v7i1.7454

Abstract

Pisang Cavendish merupakan salah satu komoditas buah tropis yang sangat terkenal di dunia. Pisang Cavendish lebih dikenal dengan sebutan pisang ambon putih di Indonesia. Dalam perbanyakan tanaman pisang biasanya menghasilkan anakan yang sedikit dan memerlukan waktu yang relatif lama. Solusi untuk mendapatkan persediaan bibit dalam jumlah banyak yaitu dengan cara kultur jaringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian NAA dan kinetin terhadap pembentukan eksplan pisang Cavendish secara in vitro dan untuk mengetahui konsentrasi dari kombinasi NAA dan kinetin yang tepat terhadap pertumbuhan eksplan pisang Cavendish secara in vitro. Penelitian ini diselesaikan di Laboratorium kultur jaringan Taman Anggrek, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kota Surabaya. Eksplorasi ini dilakukan pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak lengkap Faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Konsentrasi NAA (tiga taraf yaitu 0, 1, dan 2 ppm) menjadi faktor pertama. Elemen selanjutnya adalah konsentrasi Kinetin (3 taraf, yaitu 0, 3 dan 6 ppm) yang diulang sebanyak 3 kali. Tiap unit percobaan terdiri dari 5 botol, sehingga total keseluruhan 135 botol, tiap botol diisi 1 eksplan. Satu eksplan ditempatkan pada setiap wadah. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dengan uji beda rata-rata Duncan (DMRT) pada taraf uji 5%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) Pemberian konsentrasi NAA sebesar 2 ppm secara mendasar mempengaruhi perkembangan jumlah akar dan konvergensi NAA sebesar 1 ppm berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang akar. Pemberian konsentrasi Kinetin sebesar 3 ppm berpengaruh nyata terhadap perkembangan tinggi tanaman, panjang akar dan jumlah daun. 2) kombinasi konsentrasi antara NAA dan kinetin tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan eksplan pisang Cavendish. Kombinasi zat pengatur tumbuh terbaik yang dapat mendorong pertumbuhan panjang akar adalah dengan memberikan konsentrasi N1K1 (1 ppm NAA + 3 ppm kinetin).
PERBEDAAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG BAMBARA (Vigna subterranea (L.) Verdcourt ) PADA PERLAKUAN LIMA JENIS PUPUK ORGANIK Zulkarnaen, Novendra Ayesha; Redjeki, Endah Sri; Jumadi, Rahmad
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 7 No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v7i1.7457

Abstract

Kacang bambara (Vigna subterranea (L.) Verdcourt.) merupakan salah satu komonditas pertanian di Indonesia yang dapat bermanfaat sebagai alternatif pangan. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktifitas kacang bambara (Vigna subterranea (L.) Verdcourt.) adalah dengan melakukan penanaman menggunakan perlakukan pupuk organik. Penggunaan pupuk organik selain ramah lingkungan juga bermanfaat bagi pertumbuhan kacang bambara (Vigna subterranea (L.) Verdcourt.) karena menghasilkan unsur hara yang dibutuhkan pada pertumbuhan kacang bambara (Vigna subterranea (L.) Verdcourt.). Pupuk organik selain dapat memberikan hara yang tidak terdapat dalam pupuk pabrik, seperti unsur hara mikro, juga sangat bermanfaat untuk perbaikan dan pemeliharaan sifat fisik dan biologi tanah. Lahan kering akan mampu menyediakan air dan udara yang cukup bagi tanaman, bila struktur tanahnya baik (Wahyudi, 2008). Penelitian dilakukan dengan menggunakan racangan acak kelompok faktorial (RAK). Perlakuan terdiri dari 5 level, yaitu faktor pertama dosis pupuk kandang sapi (O1) sebanyak 10ton/ha, pupuk kotoran kambing (O2) sebanyak 10ton/ha, pupuk kotoran ayam (O3) sebanyak 10 ton/ha, pupuk kulit kacang bambara sebanyak 10 ton/ha dan pupuk kotoran kelelawar sebanyak 10 ton/ha dan tanpa perlakuan (O0), sehingga dari perlakuan tersebut didapatkan 6 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali dan didapatkan 18 satuan percobaan. Penelitian menggunakan jarak tanam 40 x 25 cm. Mode analisis yang digunakan pada penelitian ini ialah Analisis sidik ragam untuk mengetahui pengaruh nyata antara perlakuan pada taraf F 5%. Perlakuan yang menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil kemudian di uji lanjut dengan DMRT dan analisis korelasi. Pemberian lima jenis pupuk organik pada pertumbuhan kacang bambara menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap hasil dan pertumbuhan kacang bambara. Berdasarkan hasil penelitian disarankan penelitian lebih lanjut terhadap dosis 5 jenis pupuk organik.
EVALUASI KERAGAAN AGRONOMI 7 KLON DAN 2 VARIETAS TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) RATOON II LAHAN JATISARI Wati, Deny Dwi Kusuma; Suhaili, Suhaili; Budi, Setyo; Jumadi, Rahmad
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 7 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v7i2.8407

Abstract

Rendahnya produksi gula dapat terjadi karena penurunan kualitas bahan tanam dan penyelenggaraan budidaya rawat ratoon yang kurang optimum. Pemuliaan tanaman dilakukan guna menghasilkan varietas unggul baru (VUB) yang memiliki potensi produktifitas tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi dan mengintreprestasikan klon mana yang memiliki keragaan morfologi dan agronomi terhadap pertumbuhan tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) ratoon dua. Penelitian merupakan percobaan lapang yang dilaksanakan pada Juni-Juli 2024 di Kebun Penelitian—dan— Pengembangan—Tanaman--Tebu (P3T) PG Gempolkrep PT PerkebunanaaNusantaraaaX (PTPN X) di Lahan Jatisari. Variabel yang diamati terdiri dari variabel kualitatif (batang, daun dan mata tunas) dan variabel kuantitatif (tinggi batang, diameter batang, jumlah batang, jumlah daun, brix, bobot batang, dan rendemen). Analisis data menggunakan deskriptif analitis, ANOVA, uji DMRT 5%, uji korelasi, keragaman genetik, dan heritabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan karakter morfologi antar klon JW01 UMG NX, SB03 UMGNX, SB04 UMG NX, SB11 UMGNX, SB12 UMGNX, SB19 UMG NX dan SB20 UMG NX. Terdapat perbedaan nyata pada diameter batang, rata-rata tertinggi pada K5 (SB20 UMG NX) sebesar 33,87 mm dan terendah pada K7 (SB03 UMG NX) sebesar 28,18 mm. Terdapat perbedaan nyata pada jumlah batang, rata-rata tertinggi pada K7 (SB03 UMG NX) sebesar 68,23 buah dan terendah pada K6 (JW01 UMG NX) sebesar 61,92 buah. Terdapat perbedaan nyata pada rendemen, rata-rata tertinggi pada K6 (JW01 UMG NX) sebesar 11,97% dan terendah pada K9 (Bululawang) sebesar 7,86%.
PENGARUH BERBAGAI MEDIA TANAM DAN DOSIS PUPUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI EDAMAME (Glycine max (L.) Merr.) DI POLYBAG Fadlilah, Nurul; Jumadi, Rahmad; Nur Lailiyah, Wiharyanti
Journal of Agro Plantation (JAP) Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Ketapang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58466/jap.v2i1.1247

Abstract

The production of edamame soybeans in Indonesia has not been able to meet the needs of quite a lot of consumers each year. The use of organic materials such as planting media and fertilization aims to increase the production of edamame soybean plants. This study aims to determine the growth and yield of edamame soybean plants due to the application of various growing media and the dosage of inorganic fertilizers used. This study used a two-factor randomized block design, the first factor was various media (M) and the second factor was fertilizer dose (P). M0 = Soil M1 = Mixture of husk charcoal and soil (1:1) M2 = Mixture of sawdust and soil (1:1) P1 = 25% Recommended dose, P2 = 50% recommended dose, P3 = 75% recommended dose, P4 = 100% recommended dose. These factors were combined into 12 treatments, each treatment was repeated 3 times to produce 36 experimental units. Data analysis used a significant level of variance of 5% and then tested further with the smallest significant difference at the 5% significant level and correlation test. The results showed that there were significant differences in the interaction of various media and fertilizer doses on plant height 6 weeks after planting, plant pod weight and pod weight per hectare.
PERBEDAAN JENIS MULSA DAN VARIETAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) Retna Candra Yuwana, Alfia; Jumadi, Rahmad; Sri Redjeki, Endah
Journal of Agro Plantation (JAP) Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Ketapang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58466/jap.v2i1.1357

Abstract

Production of sweet corn in Indonesia has decreased accompanied by increased consumer demand, the reason being the lack of availability of superior seeds and weed disturbances. The use of mulch and varieties can increase crop production. This study aims to determine the growth and yield of sweet corn with different types of mulch and varieties. This study used a randomized block design with two factors, the first factor was the type of mulch (M) and the second factor was the variety (V). M0 : without mulch, M1 : rice straw mulch, M2 : silver black plastic mulch, V1 : Master Sweet, V2 : Bonanza, M3 : Sweet Boy. These factors were combined into 9 treatments and repeated 3 times resulting in 27 experimental units. Data analysis used a 5% significant level of variance and then tested further with Duncan's Multiple Range Test at a 5% significant level and correlation test. The results showed that there were significant differences in the interaction between mulch types and varieties on stem diameter at 4, 6, and 8 weeks after planting. Fresh weight of cobs without corn kernels per plant, estimated per plot and per hectare. Meanwhile, the variables of plant height, number of leaves, cob length, cob diameter, number of seed rows, and brix showed no significant interaction.
Sosialisasi Budidaya Tebu (Saccharum Offocinarum L.) Dengan Bibit Asal Bagal 1 Mata Tunas Di Desa Gintungan Kecamatan Kembangbahu Lamongan Wiharyanti Nur Lailiyah; Rahmad Jumadi
Asthadarma : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): September
Publisher : Universitas Merdeka Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/asthadarmajurnalpengabdiankepadamasyarakat.v3i2.7

Abstract

Most of the sugarcane farmers in Gintungan village have not implemented cultivation perfectly. The use of sugarcane seeds is generally taken from the previous cultivation of sugarcane plants and uses a 2-3 bud mule system so that more seeds are needed and the results obtained are classified as very low. Mule seedlings with 3-4 buds usually cannot grow 100% because the position of the buds is not parallel so that there are shoots that are facing the ground and cannot grow properly. Sugarcane cultivation technology that is not yet known by farmers is the use of sugarcane seeds from a single bud mule. Utilization of sugarcane seeds with one bud is considered a very effective and efficient alternative for farmers. By using this type of seed, the need for seeds for sugarcane cultivation is getting less and less.
PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME (Glycine max L Merril) PADA PERLAKUAN PUPUK KANDANG KAMBING DAN JENIS MEDIA TANAM DI POLYBAG Firnandya, Farah Sefiefa; Jumadi, Rahmad; Redjeki, Endah Sri
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 8 No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v8i1.9512

Abstract

Kedelai edamame (Glycine max (L.) Merril) satu spesies dengan kacang kedelai namun edamame memiliki ukuran lebih besar, rasa lebih manis, teksturnya lebih lembut dibanding kedelai kuning. Kandungan protein lebih tinggi dan lengkap 36% dibanding kedelai lain. Impor kedelai edamame tahun 2018-2019 mengalami peningkatan. Impor kedelai edamame tahun 2018 sebesar 2.585.809 kg dan tahun 2019 sebesar 2.670.086 kg. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil kedelai edamame sehingga mampu memenuhi kebutuhan dalam negri. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Balai Penyuluhan Pertanian Kebomas yang beralamat di Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo No. 245, Kembangan, Kec. Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61124 pada bulan July - September 2024. Rancangan percobaan digunakan RAK Faktorial. Faktor pertama dosis pupuk kandang kambing (P) yaitu P0 (tanpa pupuk), P5 (5 ton.haˉ¹), dan P10 (10 ton.haˉ¹). Faktor kedua yaitu jenis media tanam (M) yaitu M1 (Tanah Grumusol), M2 (Tanah Grumusol + Sekam Padi), M3 (Tanah Grumusol + Cocopeat). Setiap perlakuan diulang hingga tiga kali sehingga terdapat 27 petak percobaan. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah cabang (cabang), luas daun (cm2), bobot basah brangkasan (g), bobot kering brangkasan (g), jumlah polong (polong), bobot basah polong (g), bobot kering polong (g), bobot basah akar (g), bobot kering akar (g) dan bobot 100 butir (g). Analisis data digunakan yaitu ANOVA dengan uji F0,05 . Jika terdapat perbedaan nyata perlakuan maka dilanjutkan dengan DMRT0,05, uji korelasi dan uji orthogonal polinomial. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi nyata perlakuan dosis pupuk kandang kambing (P) dan jenis media tanam (M) pada variabel tinggi tanaman (cm), jumlah cabang (cabang) dan bobot kering brangkasan (g). Orthogonal polinomial pada komponen hasil menunjukkan penggunaan pupuk kandang kambing pada variabel bobot basah brangkaan 1,9 ton.haˉ¹, bobot kering brangkasan 2,03 ton.haˉ¹, jumlah polong 1,9 ton.haˉ¹, bobot basah akar 1,94 ton.haˉ¹, bobot kering akar 1,25 ton.haˉ¹, dan bobot 100 butir 2,35 ton.haˉ¹.