Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS TINGKAT PEMANFAATAN DAN KEBUTUHAN FASILITAS FUNGSIONAL PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) BAJOMULYO PATI, JAWA TENGAH Gandara, Gandy Ahmad Noor; Wibowo, Bambang Argo; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.471 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo adalah Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kelautan dan Perikanan di bidang  prasarana pelabuhan perikanan, yang berfungsi sebagai sarana penunjang kegiatan perikanan di Kabupaten Pati. PPP Bajomulyo dilengkapi dengan beberapa fasilitas, diantaranya adalah fasilitas fungsional. Perlu diteliti seberapa besar tingkat pemanfaatan dan kebutuhan fasilitas fungsional tersebut sudah mencapai optimal dalam pemanfaatannya, serta menyusun strategi untuk mengembangkan fasilitas fungsional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2015 di PPP  Bajomulyo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah, dekriptif yang bersifat survey. Metode analisis data menggunakan analisis tingkat pemanfaatan, skala pengukuran (Skala Likert’s), analisis Time Series untuk mengetahui proyeksi kebutuhan sarana dan prasarana selama 5 tahun kedepan dari tahun 2015 sampai tahun 2019, dan analisis SWOT untuk strategi pengembangan. Tingkat pemanfaatan TPI Unit I sebesar 63,6% dan Unit II sebesar 98%. Fasilitas fungsional PPP Bajomulyo berdasarkan skoring rata-rata pada skala 3 yang berarti dalam kondisi baik, Tingkat kebutuhan di PPP Bajomulyo menunjukan jumlah kebutuhan solar, es, dan air tawar yang di butuhkan oleh PPP Bajomulyo pada periode tahun 2015 sampai tahun 2019 di perkirakan akan mengalami penurunan namun tidak signifikan jika dibandingkan dengan 5 tahun sebelumnya yang fluktuatif, Strategi yang harus dilakukan yaitu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi agar memiliki harga yang optimal. Meningkatkan pelayanan, keamanan, perbekalan melaut untuk meningkatkan jumlah dan nilai produksi. Memperluas area distribusi hasil produksi khususnya ekspor hasil tangkapan ikan-ikan komoditas penting.
DISTRIBUSI HASIL TANGKAPAN IKAN TERI (Stolephorus spp) ALAT TANGKAP DOGOL SERTA HUBUNGANNYA DENGAN PARAMETER LINGKUNGAN DI PERAIRAN PESISIR KABUPATEN JEPARA Aditya, Farah; Triarso, Imam; Kunarso, Kunarso
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.405 KB)

Abstract

Ikan Teri merupakan tangkapan terbanyak ketiga setelah Ikan Layang dan Ikan Tongkol di kawasan KabupatenJepara yang umumnya ditangkap dengan alat tangkap dogol (Danish Seine). Pengoperasian alat tangkap dogol diJepara masih secara tradisional, sehingga kurang efektif dan efisien. Faktor oseanografi seperti SPL dan klorofiladi perairan dapat dijadikan indikator sebagai penentuan fishing ground.Tujuan penelitian ini adalah untukmenganalisis pola sebaran spasial dan temporal mingguan parameter lingkungan (klorofil-a, Suhu PermukaanLaut (SPL), salinitas, curah hujan) dan keterkaitannya dengan distribusi hasil tangkapan Ikan Teri di perairanpesisir Kabupaten Jepara serta menganalisis hubungan antara SPL dan klorofil-a terhadap hasil tangkapan IkanTeri (Stolephorus spp) dengan alat tangkap dogol. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Datapenelitian yang digunakan adalah data SPL, klorofil-a, salinitas, hasil tangkapan Ikan Teri dan koordinattangkapan secara insitu serta data angin dan curah hujan bulan Maret – April 2017 yang diperoleh dari BMKGkota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsentrasi klorofil-a di perairan Kabupaten Jeparakhususnya di Utara Kecamatan Kedung pada periode bulan Maret – April 2017 memiliki rerata kisaran nilai0,205 mg/m3 – 2,162 mg/m3, SPL memiliki nilai rata-rata berkisar 29,3℃ - 30,6℃, rerata kisaran nilai salinitas26,091‰ – 30,357‰, dan rerata curah hujan 1,286 mm/minggu – 18,714 mm/minggu. Pola sebaran spasialklorofil-a dan SPL tinggi cenderung berada di perairan dekat dengan pantai utara kecamatan Tahunan –kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara. Sedangkan sebaran spasial salinitas berada di perairan yang jaug daridaratan. Sebaran temporal klorofil-a, SPL, salinitas dan curah hujan secara mingguan berubah-ubah tidakmenentu. Korelasi antara SPL dengan hasil tangkapan sebesar 0,519 yang menunjukkan keterkaitan yang sedangantara SPL dengan hasil tangkapan. Sedangkan korelasi antara klorofil-a dengan hasil tangkapan sebesar 0,636yang menunjukkan keterkaitan yang kuat antara keduanya. Korelasi antara salinitas dengan hasil tangkapansebesar -0,885 menunjukkan keterkaitan yang sangat kuat dan korelasi antara curah hujan dengan hasiltangkapan sebesar 0,662 menunjukkan keterkaitan yang kuat. Nilai korelasi yang positif menunjukkan hubunganyang berbanding lurus antara SPL, klorofil-a, curah hujan dengan hasil tangkapan Ikan Teri. Sedangkan nilainegatif menunjukkan keterkaitan yang berbanding terbalik antara salinitas dengan hasil tangkapan Ikan Teri.
ANALISIS TINGKAT PEMANFAATAN DAN KEBUTUHAN FASILITAS FUNGSIONAL PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PEKALONGAN Panuntun, Restu Aji; Rosyid, Abdul; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 2: April, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.098 KB)

Abstract

PPN Pekalongan dilengkapi dengan beberapa fasilitas, diantaranya adalah fasilitas fungsional yang meliputi gedung TPI, tempat perbaikan jaring, rumah generator, laboratorium, kantor syahbandar, kantor pelabuhan, balai pertemuan nelayan, unit pengolahan limbah, dan menara air bersih. Untuk itu maka perlu diteliti sampai seberapa besar tingkat pemanfaatan dan kebutuhan fasilitas fungsional tersebut apakah sudah mencapai optimal dalam pemanfaatannya atau belum.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fasilitas fungsional, serta menganalisa tingkat pemanfaatan dan kebutuhsn fasilitas fungsional yang ada di PPN Pekalongan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2014 di PPN Pekalongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bersifat survey. Metode analisis data menggunakan analisis tingkat pemanfaatan, skala pengukuran (skala Likert’s) dan analisis estimasi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa PPN Pekalongan memiliki fasilitas fungsional dengan kondisi fasilitas yang ada sekarang tergolong cukup baik. Tingkat pemanfaatan fasilitas fungsional di PPN Pekalongan termasuk dalam kriteria baik, meskipun ada fasilitas fungsional yang termasuk dalam kriteria cukup. Tingkat kebutuhan di PPN Pekalongan berdasarkan hasil time series menunjukan jumlah kebutuhan es, solar, air tawar, dan garam yang di butuhkan oleh PPN Pekalongan pada periode tahun 2014 sampai tahun 2018 di perkirakan akan terus mengalami  kenaikan jika dibandingkan dengan 5 tahun sebelumnya. Naiknya kebutuhan es, solar, air tawar, dan garam di pengaruhi oleh jumlah produksi perikanan dan jumlah kapal yang melakukan penangkapan ikan yang ada di PPN Pekalongan. PPN Pekalongan equipped with several facilities, such as functional facility which includes the building of TPI, a net improvement, home generators, laboratories, offices harbormaster, harbor offices, fishermen meeting hall, waste treatment plants, and the water tower. So, it needs to be examined to the extent of utilization and functional needs of the facility are optimal in their utilization has reached or not. The purpose of this research is to determine the functional condition of the existing facilities, analyze utilization levels and functional facilities needs in PPN Pekalongan The research was conducted in May 2014 in PPN Pekalongan Data collection methods are using observation, interviews, documentation, and literature. And the method of data analysis are rate functional, Likert’s Scale,  estimation analysis. The result of this research showed that functional facility in PPN Pekalongan is quite good. The utilization rate of the functional facilities in PPN Pekalongan included in good criteria, although there are facilities that  included in the enough criteria. Level of need in PPN Pekalongan based on the results of time series analysis shows that the number of ice, diesel fuel or solar, freshwater and salt requirements provided by PPN Pekalongan in the period 2014 to 2018 is expected to increase if it compared with  5 years ago. The growing needs of ice, diesel fuel, freshwater and salt were influenced by the number of fishery production and vessels fishing in PPN Pekalongan.
ANALISIS TINGKAT PEMANFAATAN DAN KEBUTUHAN FASILITAS FUNGSIONAL DAN FASILITAS PENUNJANG DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TASIKAGUNG REMBANG Prasojo, Prastyo; Rosyid, Abdul; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 1: Januari, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.793 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung merupakan pelabuhan yang sedang dalam tahap pengembangan dimana sebelumnya pelabuhan ini adalah pangkalan pendaratan ikan. Mengingat fungsinya yang sangat strategis sebagai pusat kegiatan dan perekonomian masyarakat sekitar, sehingga perlu adanya pengkajian pengembangan fasilitas yang berkelanjutan sehingga Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung dapat melayani kegiatan di pelabuhan secara maksimal.  Penelitian bertujuan untuk mengkaji kondisi fasilitas-fasilitas, menganalisa tingkat pemanfaatan dan kebutuhan di Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung Rembang untuk diterapkan dalam pengembangan PPP Tasikagung dengan kondisi saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif survey serta menggunakan analisa data yaitu analisa tingkat pemanfaatan fasilitas dan analisis tingkat kebutuhan. Hasil penelitian diperoleh bahwa fasilitas - fasilitas yang ada di Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung masih dalam kondisi kurang, namun tingkat pemanfaatan fasilitas – fasilitas baik meskipun masih terdapat fasilitas – fasilitas yang belum tersedia.Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Optimalisasi fasilitas fungsional dan penunjang keseluruhan belum termanfaatkan secara optimal. Hasil dari prediksi kebutuhan solar di PPP Tasikagung periode 2014 – 2018 mengalami kenaikan sebanyak 71% dari kebutuhan 5 tahun sebelumnya, maka perlu ditambahkan/disediakan solar sebanyak 68.296.554 liter untuk 5 tahun kedepan, sedangkan untuk kebutuhan es mengalami kenaikan sebanyak 75% dari kebutuhan 5 tahun sebelumnya, maka perlu disediakan/ditambahkan es sebanyak 390.083,92 ton untuk 5 tahun kedepan. Coastal Fishing Port Tasikagung was in development project where in previously as Fish Landing Base. For those considering this function which most strategic as center activities and economy forthe fisheries society, so that It very needed for development sustainability facilities to made Tasikagung Coastal Fishing Port provided maximum services. This research aimed to get more investigated condition of port facilities recently, analysis utilization and necessities rate inTasikagung Coastal Fishing Port in applied to development Tasikagung Port recently. Method used descriptive survey and also analysis data used Analysis Utilization Facility and Necessities Rate. The end of research showed condition of facilities in Tasikagung Port in minus level (low), and Utilization Rate in Good level although many facilities not available. The conclusion was about Optimization Functional and Supporting Facility untapped optimally yet. Prediction for solar consume Tasikagung Port 2014-2018 period increasing about 71% from necessities in 5 years before, so that It very needed extra solar approximately 68.296.554 litters in 5 years latters and Ice needed increasing about 75% from 5 years before, so that it was very needed an extra ice approximately 390.083,92 ton for 5 years latters.
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN NELAYAN PUKAT CINCIN (PURSE SEINE) DAN PANCING TONDA (TROLL LINE) DI PPP TAMPERAN PACITAN, JAWA TIMUR Purwasih, Juwita Dwi; Wibowo, Bambang Argo; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.415 KB)

Abstract

Alat tangkap pukat cincin dan pancing tonda di PPP Tamperan mempunyai target penangkapan yang sama yaitu ikan pelagis besar seperti Cakalang, Tuna dan Tongkol. Produksi yang diperoleh dari kedua alat tangkap ini sangat mempengaruhi pendapatan nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek teknis dari masing-masing usaha penangkapan pukat cincin (purse seine) dan pancing tonda (troll line) di PPP Tamperan dan menganalisis perbandingan pendapatan nelayan buruh dari masing-masing unit penangkapan pukat cincin (purse seine) dan pancing tonda (troll line) di PPP Tamperan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus di PPP Tamperan, Pacitan. Metode penelitian yang digunakan adalah survey yang bersifat deskriptif. Penentuan jumlah sampel menggunakan proportional stratified random sampling. Jumlah sampel yang diambil yaitu masing-masing 3 orang untuk Kapten, Wakil Kapten, KKM, Juru Masak dan 10 orang ABK biasa pada purse seine, sedangkan pada pancing tonda masing-masing 6 orang untuk Kpaten, KKM, Juru Masak dan 10 orang untuk ABK. Metode analisis data yang digunakan adalah uji Independent samples T-test. Hasil penelitian menunjukkan daerah penangkapan purse seine sejauh 30 mil, sedangkan  pancing tonda sejauh 60 mil dari fishing base. Jumlah trip purse seine selama 7 hari dan pancing tonda selama 10 hari. Hasil tangkapan yang diperoleh adalah ikan pelagis besar seperti Cakalang, Tuna, Tongkol, Marlin dan Albakor. Pendapatan kotor usaha penangkapan purse seine Rp. 75.787.400,- dan pancing tonda Rp. 31.766.500,-. Pendapatan bersih nelayan ABK purse seine Rp. 23.390.800, dan pancing tonda Rp. 13.940.500,-.Uji Independent samples t-test  didapatkan sig sebesar 0,00<0,05 yang artinya H0 ditolak atau pendapatan nelayan buruh dari kedua usaha penangkapan tersebut berbeda. Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan jumlah nelayan ABKpurse seine lebih banyak dan jumlah produksi produksinya juga lebih besar. Purse seine and troll line in PPP Tamperan have the same fish targets that giant pelagic as like as Cakalang, Tuna and Tuna. Production obtained from these two fishing gear greatly affect the income of fishermen. This study aimed to describe the technical aspects of each fishing effort Purse Seine and Troll Line in PPP Tamperan and comparison analysis income purse seine and troll line fishermen from each unit catching Purse Seine and Troll Line in PPP Tamperan. This study was held on August in PPP Tamperan, Pacitan. The method used is descriptive survey. Determination of the number of samples using proportional stratified random sampling. The number of samples were taken respectively 3 persons for the captain, vice captain, chief engineer, Cook and 10 persons regular crew on purse seine, while trolling each 6 persons to Captain, KKM, Cook and 10 persons to ABK. Data analysis methods used is Independent samples t-test. The results showed purse seine fishing area 30 miles by trolling as far as 60 miles from the fishing base. Number of purse seine trip for 7 days and trolling for 10 days. The catch is obtained is giant pelagic fish such as Cakalang, Tuna, Tuna, Marlin and Albakor. Gross revenue purse seine fishing effort Rp. 75.787.400,- and trolling Rp. 31.766.500,-. Net income of USD purse seine fishing crew. 23.3908 million, and trolling Rp. 13.9405 million, -Independent samples t-test result obtained sig 0,00<0,05 it means that H0 is rejectedor from purse seine and troll line fishermen have different revenue. This difference is caused by differences in the number of purse seine fishing crews more and the amount of production is also greater production.
ANALISIS DISTRIBUSI DAN MARGIN PEMASARAN HASIL TANGKAPAN CUMI-CUMI (Loligo sp) Di KABUPATEN KENDAL, JAWA TENGAH Septiani, Dwi; Triarso, Imam; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.261 KB)

Abstract

Kabupaten Kendal mempunyai sub sektor perikanan laut yang pada tahun 2014 menghasilkan 2.055.180 kg ikan. Kabupaten Kendal memiliki lima Tempat pelelangan Ikan (TPI). Hasil perikanan di Kabupaten Kendal selain menjadi konsumsi masyarakat lokal juga dikirim keluar daerah. Cumi-cumi merupakan salah satu hasil perikanan yang memiliki produksi tinggi. Kegiatan pemasaran Cumi-cumi di Kabupaten Kendal melalui dua perantara yaitu dilelang di TPI dan dijual ke tengkulak. Nelayan yang memiliki ikatan hutang dengan tengkulak harus menjual hasil tangkapan ke tengkulak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis distribusi pemasaran, margin pemasaran dan efisiensi pemasaran hasil tangkapan Cumi-cumi (Loligo sp) di Kabupaten Kendal. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling dan mengunakan metode snowball sampling. Analisis data yang dilakukan yaitu aspek teknis, aspek ekonomi dan aspek pemasaran. Berdasarkan hasil penelitian diketahui di Kabupaten Kendal ada empat distribusi pemasaran. Nelayan menjual hasil tangkapannya melaui TPI maupun tengkulak, kemudian pedagang pengumpul dan pedagang pengecer membeli Cumi-cumi (Loligo sp) melalui TPI maupun tengkulak. Distribusi pemasaran yang paling efisien yaitu distribusi pemasaran 2 yaitu nelayan → tengkulak → pedagang pengecer → konsumen, di saluran distribusi 2 yang paling efisien ditingkat pedagang pengecer dengan nilai efisiensi terkecil yaitu 0,02. Selain itu pada distribusi pemasaran 2 ditingkat pedagang pengecer memiliki nilai margin pemasaran terkecil Rp. 4.764 dan fisherman’s share terbesar yaitu 85,49%.
PENGEMBANGAN FASILITAS PELABUHAN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN (ECOPORT) DI PELABUHAN NUSANTARA PEKALONGAN Wahyuni, Sri; Triarso, Imam; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 2: April 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.25 KB)

Abstract

Kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN)  Pekalongan mengalami permasalahan lingkungan hidup. Hal ini mengakibatkan rendahnya kebersihan, keindahan, kenyaman, dan sanitasi di PPN Pekalongan. Maka dari itu harus menerapkan konsep ecoport, supaya menjadi pelabuahan perikanan yang bersih, nyaman, dan tidak ada pencemaran lingkungan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fasilitas di PPN Pekalongan, Menganalisis kesesuaian kondisi PPN Pekalongan sebagai pelabuhan ecoport  sesuai dengan standar ecoport, dan Merumuskan  strategi pengembangan PPN Pekalongan menuju pelabuhan ecoport. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan metode pengumpulan data secara purposive sampling  analisis data dengan analisis ecoport dan  road map.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kondisi fasilitas yang ada di PPN Pekalongan memiliki tingkat kelengkapan fasilitas yang baik. Kondisi Fasilitas yang belum tersedia  berkaitan dengan standar ecoport adalah IPAL yang perlu dioptimalkan, Tempat Pembuangan Sampah (TPS), dan studi AMDAL terbaru. PPN Pekalongan belum termasuk kategori pelabuhan ecoport, karena hanya mendapatkan skor sebesar 1,79 yang memiliki arti perlu adanya peningkatan untuk menuju ecoport. Strategi pengelolaan pelabuhan perikanan menuju pelabuhan ecoport adalah dengan menyusun analisis peta jalan dengan pembangunan dalam dua periode, pada jangka pendek (1-5Tahun) dapat melakukan normalisasi fasilitas IPAL, Tempat Pembuangan Sampah (TPS), dan optimalisasi penggunaan TPI Higienis serta penambahan ruang terbuka hijau. Pada jangka menengah (5-10Tahun) perlu dilakukan pembuatan kolam penampungan sampah dan sedimen
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP JARING INSANG PERMUKAAN ( SURFACE GILL NET) DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) BANYUTOWO KABUPATEN PATI Zain, Habieb Noor; Triarso, Imam; Hapsari, Trisnani Dwi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.002 KB)

Abstract

Kabupaten Pati merupakan salah satu daerah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, yang strategis di bidang perikanan. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui tingkat pendapatan usaha alat tangkap Gillnet, mengidentifikasi aspek-aspek ekonomi dan menganalisis aspek finansial usaha alat tangkap Gillnet di PPI Banyutowo Pati. penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Maret 2015 di PPI Banyutowo Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati, Propinsi Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan penentuan jumlah sampel ini menggunakan rumus pengambilan sampel menurut Suparmoko dengan jumlah responden 12 orang. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis finansial dan kelayakan usaha yaitu NPV, IRR, B/C ratio, dan Payback Periode (PP). Dari analisis finansial yang dikaji untuk usaha perikanan tangkap jaring insang (Gillnet) di PPI Banyutowo diperoleh hasil sebagai berikut NPV dengan nilai Rp.11.553.698,-, IRR 30% dengan nilai B/C 1,10 dan nilai PP 6,15. Dari penelitian ini kesimpulan yang diperoleh adalah  usaha perikanan tangkap jaring insang Permukaan (Surface Gillnet) di PPI Banyutowo Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati, dikatakan layak dan menguntungkan. Pati Regency is one of regencies in Central Java province, a strategic area in the field of fisheries. Purpose of this study are to determine the income level of the Gillnet fishing  bussiness, identified echonomy aspect and analysis financial aspect Gillnet fishing bussiness in PPI Banyutowo Pati. This research was conducted on February and March 2015 in PPI Banyutowo Dukuhseti District of Pati regency, Central Java Province. The method used in this research is descriptive, and the sampling method used is purposive sampling method and determining the amount of this sample using the formula Suparmoko sampling according to the number of respondents 12 people. The analytical method used is the method of financial analysis and feasibility namely NPV, IRR, B/C ratio, and Payback Period (PP). The results of the financial analysis for the studied fishery business gill net (gillnet) in PPI Banyutowo Dukuhseti District of Pati regency, Central Java Province as follows NPV of Rp. 11.553.698,-,IRR value 30%, B/C value 1,10 and PP 6,15 The Conclusions of this study were obtained from business fishery capture  Surface gill nets in PPI Banyutowo Dukuhseti District of Pati regency, said to be viable and profitable.
Analisis Faktor Produksi Perikanan Bubu (Trap) Terhadap Hasil Tangkapan Rajungan (Portunus pelagicus) di Desa Pacar, Kabupaten Rembang-Jawa Tengah. Febriansyah, Baruna Wahyu; Triarso, Imam; Jayanto, Bogi Budi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.113 KB)

Abstract

Desa Pacar Kabupaten Rembang merupakan salah satu penghasil Rajungan (Portunus pelagicus) dengan menggunakan alat tangkap Bubu (Trap) yang dominan digunakan. Permintaan akan rajungan di pasar lokal maupun luar sangat tinggi sehingga banyak nelayan yang mengoperasikan Bubu (Trap) untuk menangkap rajungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor produksi yang mempengaruhi hasil tangkapan nelayan Bubu (Trap) Rajungan dan menganalisis faktor produksi yang paling berpengaruh dan seberapa besar pengaruh faktor produksi terhadap hasil tangkapan Rajungan di Desa Pacar Kabupaten Rembang Jawa Tengah . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus bersifat deskriptif dan metode pengambilan sampel purposive sampling. Metode analisis yang digunakan berupa uji asumsi klasik dan fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang berperan nyata pada unit penangkapan Bubu (Trap) di Desa Pacar Kabupaten Rembang terdapat tiga faktor dari lima variabel, diantaranya, jumlah alat tangkap (X1), jumlah bahan bakar minyak (X2) dan lama perendaman (X3). Hubungan antara faktor-faktor produksi dengan produksi unit penangkapan Bubu (Trap) di Desa Pacar Kabupaten Rembang Jawa Tengah dapat direpresentasikan dalam model fungsi Cobb-Douglas, yaitu sebagai berikut: Ln Y = 0,498 + 0,000 ln X1 + 0,047 ln X2 + 0,017 ln X3
ANALISIS BIOEKONOMI PERIKANAN CUMI-CUMI (Loligo sp) DI PERAIRAN KOTA TEGAL Etika, Yuliana Prima; Triarso, Imam; Sardiyatmo, Sardiyatmo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.17 KB)

Abstract

Kota Tegal memiliki potensi perikanan yang cukup tinggi dengan di dukung oleh wilayahnya yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Salah satu potensi perikanan yang ada di Kota Tegal yaitu sumberdaya Cumi-cumi. Namun produksi Cumi-cumi di Kota Tegal telah mengalami penurunan sejak tahun 2012-2014. Sedangkan nelayan cenderung melakukan penangkapan sebanyak-banyaknya. Perlu adanya analisis Bioekonomi Cumi-cumi di perairan Kota Tegal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aspek Bioekonomi Cumi-cumi (MSY, MEY, dan OAE) dengan menggunakan model Gordon Schaefer dan Fox dan untuk menganalisis tingkat pemanfaatan Cumi-cumi di Kota Tegal. Hasil penelitan menunjukkan bahwa Analisis Bioekonomi Gordon Schaefer menghasilkan nilai CMSY sebesar 771.725,433,78 kg/tahun, EMSY sebesar 47.145 unit kapal/tahun. Kondisi MEY diperoleh pada saat nilai CMEY sebesar 771.724.297,07 kg/tahun dan nilai EMEY sebesar 47.088 unit kapal/tahun. Kondisi OAE diperoleh pada saat nilai COAE sebesar 3.741.869,72 kg/tahun dan nilai EOAE sebesar 94.175 unit kapal/tahun. Sedangkan analisis Bioekonomi Fox menghasilkan nilai EMSY sebesar 29.666 unit kapal/tahun dengan CMSY sebesar 306.158.885,53 kg/tahun. Kondisi MEY diperoleh pada saat nilai CMEY sebesar 306.156.612,20 kg/tahun dan nilai EMEY sebesar 29.552 unit kapal/tahun. Kondisi OAE diperoleh pada saat nilai COAE sebesar 7.732.018,41 kg/tahun dan nilai EOAE sebesar 194.599 unit kapal/tahun. Sumberdaya Cumi-cumi di perairan Kota Tegal telah mengalami overfishing sejak tahun 2013 dengan tingkat pemanfaatan 190% menurut model Gordon Schaefer dan 303% menurut model Fox