Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN PEMILIK DAN BURUH PADA PERIKANANMINIPURSE SEINE DI PPP LEMPASING BANDARLAMPUNG Juzmi, Aldilla Nurul; Triarso, Imam; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.611 KB)

Abstract

Masyarakat nelayan merupakan salah satu pelaku utama dalam bidang perikanan akan tetapi dalam beberapakasus dijumpai bahwa nelayan hidup dalam kondisi miskin.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasitingkat kesejahteraan nelayan pemilik dan buruh berdasarkan indikator kesejahteraan, dan variabel apa saja yangmembedakan kesejahteraan pemilik dan buruh mini purse seine dengan tingkat kesejahteraan menggunakanindikator kesejahteraan gabungan dan NTN di PPP Lempasing. Metode yang digunakan adalah metodedeskriptif yang bersifat studi kasus dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah nelayan minipurse seine di PPP Lempasing, yang terdiri dari sub populasi pemilik 25 orang dan sub populasi buruh 79 orangyang umumnya mendaratkan hasil tangkapan di TPI Lempasing. Hasil Nilai Tukar Nelayanmenunjukkan bahwatingkat kesejahteraan nelayan pemilik dengan indikator gabungan yaitu di atas 34 atau sejahtera tinggi,sedangkan nelayanburuh yaitu 24-30 yang artinya sejahtera sedang dan sejahtera tinggi. Sedangkan hasilanalisis tingkat kesejahteraan nelayan berdasarkan konsep Nilai Tukar Nelayan (NTN) untuk nelayanpemilikyaitu1,49 >1 yang menunjukkan bahwa pemilik termasuk dalam kriteria sejahtera tinggi, sedangkanuntuk nelayan buruh yaitu 1,34>1 yang artinya sejahtera tinggi
ANALISIS HUBUNGAN SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KLOROFIL-A TERHADAP HASIL TANGKAPAN TERI (Stolephorus spp) MENGGUNAKAN PURSE SEINEWARING DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TAWANG, KABUPATEN KENDAL Hafiz, Muhammad Fadilah; Triarso, Imam; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1250.987 KB)

Abstract

Salah satu faktor keberhasilan operasi penangkapan ikan di laut adalah diketahuinya Daerah Penangkapan Ikan (DPI). Penentuan DPI yang dilakukan oleh nelayan Purse Seine Waring di PPP Tawang selama ini masih menggunakan cara-cara tradisional, sehingga memakan waktu yang lama menyebabkan biaya yang dikeluarkan akan lebih banyak. Salah satu alternatif dalam penentuan DPI di laut adalah dengan menggunakan penginderaan jarak jauh berdasarkan faktor oseanografi SPL dan klorofil-a. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran spasial dan temporal antara Suhu Permukaan Laut (SPL) dan klorofil-a dan menganalisis dengan hasil tangkapan ikan Teri (Stolephorus spp) menggunakan alat tangkap Purse Seine Waring di PPP Tawang Kab. Kendal. Data SPL dan klorofil-a diperoleh secara insitu pada enam stasiun dan data citra satelit Aqua MODIS periode bulan Juni 2015 – 2017, sedangkan data hasil tangkapan ikan Teri (Stolephorus spp) pada periode bulan Juni 2015 – 2017 yang diperoleh dari data sekunder PPP Tawang. Hasil penelitian menunjukkan rerata nilai SPL tertinggi pada Minggu ke-I tahun 2016 yaitu sebesar 31,40°C dan nilai konsentrasi klorofil-a tertinggi pada Minggu ke-III tahun 2017 yaitu sebesar 1,82 mg/m³. Analisis data menunjukkan terdapat hubungan yang nyata antara SPL dan klorofil-a terhadap hasil tangkapan dengan nilai korelasi sebesar (r = 0,816), sedangkan nilai koefisien detereminasi sebesar (r2 = 0,665) menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara SPL dan klotofil-a dengan hasil tangkapan Teri (Stolephorus spp).
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DALAM PENENTUAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DI PERAIRAN SADENG, YOGYAKARTA Maulana, Alvin; Triarso, Imam; Sardiyatmo, Sardiyatmo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 3: Agustus 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.397 KB)

Abstract

Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah sistem berbasis pemetaan dan geografis dengan bantuan komputer yang menganalisis faktor-faktor oseanografi. Kabupaten Gunungkidul merupakan daerah yang memiliki potensi perikanan tangkap yang perlu dikembangkan. Ikan cakalang merupakan salah satu hasil perikanan yang cukup banyak di Kabupaten Gunungkidul. Penangkapan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dapat dilakukan dengan mengetahui aspek-aspek wilayah lautan baik aspek fisik maupun aspek non fisik. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk menganalisis penentuan daerah penangkapan ikan, dan menganalisis hubungan antara hasil tangkapan dengan faktor oseanografi di perairan Gunungkidul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, didapat 17 titik sampel, data sampling dikumpulkan berdasarkan nelayan waktu beroperasi dilaut. Metode Analisis data yang digunakan adalah uji asumsi klasik, uji Heteroskedastisitas, uji normalitas, regresi linier, uji F dan uji T. Parameter oseanografis suhu permukaan laut, konsentrasi Klorofil-a, kedalaman, dan kecepatan arus memberi pengaruh nyata secara bersamaan terhadap variasi hasil tangkapan ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis)  di perairan Sadeng, sedangkan Faktor oseonografi yang  menunjukkan pengaruh signifikan terhadap hasil tangkapan ikan Cakalang adalah khlorofil-a dan Kecepatan arus. DPI Cakalang dapat dipaparkan menggunakan data Citra Satelit Aqua Modis untung mengetahui persebaran ikan tersebut.
ANALISIS BIOEKONOMI SUMBERDAYA IKAN GABUS (Ophiocephalus striatus) MODEL GORDON SCHAEFER DI PERAIRAN RAWA PENING KABUPATEN SEMARANG Munica, Dian; Triarso, Imam; Pramonowibowo, Pramonowibowo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.217 KB)

Abstract

Ikan Gabus (Ophiocephalus striatus) merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan karena memiliki nilai ekonomi tinggi. Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Semarang merupakan salah satu daerah yang terdapat penangkapan ikan Gabus (Ophiocephalus striatus). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis karakteristik perikanan tangkap, menganalisis potensi dan pemanfaatan sumberdaya khususnya pada keadaan bioekonomi sumberdaya ikan Gabus (Ophiocephalus striatus) dengan indikator MSY, MEY, dan OA, dan menganalisis kelayakan usaha ikan Gabus (Ophiocephalus striatus) di Kabupaten Semarang. Metode analisis bioekonomi menggunakan model surplus produksi Gordon Schaefer dengan data jumlah trip penangkapan dan data produksi ikan Gabus (Ophiocephalus striatus) selama 8 tahun (tahun 2007-2014). Identifikasi usaha produsen dilakukan analisis keuntungan, R/C, dan BEP. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode convenience sampling. Analisis dengan Model Bioekonomi Gordon-Schaefer menghasilkan batasan penangkapan ikan Gabus (Ophiocephalus striatus) lestari (MSY) sebanyak 108.624 kg/tahun dan EMSY 46.610 trip/tahun. Sedangkan penangkapan optimum (MEY) 89.528 kg/tahun dan EMEY 27.067 trip/tahun. Kondisi open access (OA) produksinya sebanyak 105.793 kg/tahun dan EOA 54.134 trip/tahun. Hasil analisis keuntungan untuk usaha penangkapan Bubu/Icir (Traps) menunjukkan keuntungan rata-rata nelayan sebesar Rp 14.052.492/tahun. Nilai R/C rata-rata 1,83 berarti usaha penangkapan masih layak untuk dilanjutkan. Analisis BEP memperoleh nilai 1,95 kg/trip. Secara biologi dan secara ekonomi, sumberdaya ikan Gabus (Ophiocephalus striatus) telah mengalami over fishing. Rata-rata tingkat pemanfaatan sumberdaya secara biologi adalah 197%.
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN NELAYAN RAJUNGAN DENGAN ALAT TANGKAP JARING PEJER (GILL NET) DAN ALAT TANGKAP BUBU (TRAP) (STUDI KASUS DI DESA SUKOHARJO DAN DESA PACAR DI KABUPATEN REMBANG) Parahita, Okky; Triarso, Imam; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 2: April, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.183 KB)

Abstract

Desa Sukoharjo dan Desa Pacar merupakan desa di Kabupaten Rembang sebagai penghasil Rajungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek teknis penangkapan rajungan serta menganalisis perbandingan pendapatan jaring Pejer (gill net) di Desa Sukoharjo dan Bubu (trap) di Desa Pacar, Kabupaten Rembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif bersifat studi kasus dengan jumlah sampel 60 responden, masing-masing 30 nelayan jaring Pejer (gill net) dan 30 nelayan Bubu (trap). Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling.Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Metode analisa data yang digunakan adalah analisis pendapatan menggunakan uji statistik dan aspek finansial. Hasil penelitian menunjukkan secara teknis jaring Pejer (gill net) dan Bubu (trap) mempunyai desain dan konstruksi yang berbeda. Perahu  yang digunakan baik pada alat tangkap jaring Pejer (gill net) maupun Bubu (trap) adalah sama yaitu berbahan kayu, menggunakan armada perahu motor tempel yang berukuran 2-5 GT dengan mesin penggerak Donfeng berkekuatan 10-16 PK. Hasil analisis menggunakan uji independent sample t-test didapatkan, nilai ttabel dengan df = 58 sebesar 2,001, t hitung sebesar -5,447 dan nilai Sig (2-tailed) = 0,00<0,05. Kesimpulan nilai thitung> dari ttabel, dan dilihat nilai Sig. = 0,00<0,05, maka Ho ditolak, yang artinya pendapatan jaring Pejer (gill net) dan Bubu (trap) berbeda. Pendapatan alat tangkap alat jaring Pejer (gill net) sebesar Rp. 25.413.000,-/tahun. Sedangkan pendapatan nelayan Bubu (trap) di Desa Pacar sebesar Rp. 44. 109.000,-/tahun.Berdasarkan hasil perhitungan, menunjukan kegiatan usaha penangkapan Rajungan menggunakan Bubu (trap) lebih menguntungkan daripada jaring Pejer (gill net). Sukoharjo and Pacar is village in Rembang regency where produce blue swimming crab. This study aim to describe tecnical aspect of catching blue swimming crab and then analyzing the comparison revenue of gill net in Sukoharjo Village and trap in Pacar Village, Rembang Regency. The Method in this study are descriptive based on case studies used with 60 samples of responden, which is 30 Gill net’s fisherman and 30 Trap’s fisherman. The sampling method a porposive sampling.Data of primary and secondary data. The analysis method  revenue by using independent sample t-test and aspect of  financial. The result showed technical Gill net and Trap has different design and construction. The boat made of wood,using a fleet of outboard motor boats measuring 2-5 GT with an engine of Donfengwith power 12-24 Pk. The result of the analysis using the indpendent sample t-test obtained value ttable df=58as big as 2,001.t count-5,447, and value Sig (2-tailed) = 0,00<0,05. Conclusion value tcount>i ttable and ttable, and value Sig. = 0,00<0,05 then Ho reject. Revenue of gill net’s fisherman were Rp. 25.413.000,-/year and Trap’s fisherman were Rp. 44. 109.000,-/year. Based on the financial value of the bussines activity of catching blue swimming crab using Trap is more beneficial than using Gill net.
ANALISIS DAYA SAING DAN SALURAN PEMASARAN IKAN KEMBUNG (RASTRELLIGER SP.) DI KABUPATEN REMBANG, JAWA TENGAH Ain, Siti Machrusatul; Triarso, Imam; Sardiyatmo, Sardiyatmo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.316 KB)

Abstract

Sektor perikanan tangkap di Kabupaten Rembang dapat berperan dan berpotensi sebagai penggerak utama perekonomian daerah dan nasional. Akan tetapi, sampai saat ini peran dan potensi tersebut belum baik. Diduga keunggulan komparatif sektor perikanan tangkap yang dimiliki oleh Kabupaten Rembang belum mampu menjadi keungggulan kompetitif. Hal tersebut mengakibatkan rendahnya kinerja ekonomi berbasis sektor perikanan tangkap di Kabupaten Rembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing dan saluran pemasaran Ikan Kembung (Rastrelliger sp.) di Kabupaten Rembang. Bedasarkan margin pemasaran dan analisis PAM. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2017. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat survei dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah masyarakat nelayan dan bakul ikan di Kabupaten Rembang. Jumlah sampel yang diambil yaitu 41 orang nelayan dan 45 orang Bakul Ikan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling dan Snowball Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara yang dilengkapi daftar kuisioner dan juga observasi langsung di lapangan. Teknik analisis data menggunakan analisis margin pemasaran dimana semakin panjang saluran pemasaran, maka margin yang diterima di setiap lembaga pemasaran semakin kecil dan semakin tidak efesien saluran pemasaran. Analisis data selanjutnya adalah analisis data menggunakan PAM, Private cost ratio (PCR): C/(A - B) yang dihasilkan 0,6, PCR < 1, berarti sistem komoditas yang diteliti memiliki keunggulan kompetitif; Domestic resource cost ratio (DRC): G/(E - F), yang dihasilkan 0,67 DRC < 1 berarti sistem komoditas yang diteliti mempunyai keunggulan komparatif; NPCO yang dihasilkan 1,04 nilai NPCO > 1 berarti kebijakan bersifat protektif terhadap output ; On tradable inputs (NPCI): B/F yang dihasilkan 0,9, jika nilai NPCI < 1 berarti kebijakan bersifat protektif terhadap input, berarti ada kebijakan subsidi terhadap input tradable. Saluran pemasaran Ikan Kembung (Rastrelliger sp.) di Kabupaten Rembang efesien karena rantai pemasaran yang pendek
ANALISIS KINERJA KOPERASI UNIT DESA MAKARYO MINO DALAM USAHA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI KOTA PEKALONGAN Adam, Brefin Mushtaf; Rosyid, Abdul; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 1: Januari, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.537 KB)

Abstract

Cooperative is a business enterprise consisting of the person or legal entity with bases cooperative activities based on the principle of cooperation as well as economic movement is based on the principle of the family. The purpose of this study to know the effort units in a managed fishery KUD Makaryo Mino, analyzing the performance of KUD Makaryo Mino in its effort units in the areas of fisheries and other programs related to the fishing community empowerment efforts and empowerment strategy fishing communities. The method used in this research was descriptive method is done by direct observation in the field. The sampling method used two methods are respondents used quota sampling method to measure subscriber satisfaction by number of respondents 30 people, and a purposive sampling method to make by 5 renponden strategy. Analytical methods used Balanced Scorecard (BSC) and the determination of strategies used SWOT analysis. The result shows that KUD Makaryo Mino was cooperative fisheries that concerns in Ice Production, Trading, SPBB, and Fish basket renting. KUD Makaryo Mino not only the supply of ship supplies but also the provision of loan capital and social programs in cooperation with the government of Pekalongan in fishermen's welfare program. Performance assessment results Makaryo Mino Village Cooperatives in 2011 by reference to the State Minister of Cooperatives and Small and Medium Enterprises Republic of Indonesia 06/Per/M.KUKM/V/2006 has a value of 81.5% yield performance can be declared successful performance, and appropriate responses to respondents in 2010 received 80.14% performance results can be declared a success and in 2011 amounted to 85.24 % can be expressed very successful. Alternative solutions in order to achieve the empowerment of fishing communities according SWOT analysis application strategy results obtained SO (Strength-opportunity) was working with the city government to provide facilities and infrastructure supporting an easy fishing, the price is cheap and the search seeking alternative employment opportunities in the famine, make a purchase at a price above the catch-basket fish basket panawaran and middlemen who are buying low, coordinating with the fishing port and municipal governments to set the price of the fish auction market, and Creating breakthrough new business that the provision of business information services PPDPI (fishing regional forecast map).
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN NELAYAN JARING PEJER (BOTTOM SET GILL NET) ANGGOTA KUB (KELOMPOK USAHA BERSAMA) DAN NON ANGGOTA KUB DI DESA SUKOHARJO KECAMATAN REMBANG KABUPATEN REMBANG Nazda, Sella; Mudzakir, Abdul Kohar; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.777 KB)

Abstract

Mayoritas masyarakat Desa Sukoharjo bermatapencaharian sebagai nelayan penangkap rajungan. Jaring Pejer (bottom set gill net) adalah alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan Sukoharjo untuk menangkap rajungan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis produksi hasil tangkapan rajungan dan pengaruhnya terhadap pendapatan nelayan jaring Pejer dan menganalisis perbedaan pendapatan nelayan anggota KUB dan non anggota KUB dalam satu tahun. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan jaring Pejer di Desa Sukoharjo yang merupakan anggota KUB dan non-anggota KUB. Metode penelitian yaitu metode deskriptif studi kasus, dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan bersih yang diperoleh nelayan jaring Pejer anggota KUB adalah sebesar Rp 36.237.500,-/tahun atau Rp 3.675.000,-/bulan, sedangkan nelayan jaring Pejer non anggota KUB sebesar Rp 27.695.267,-/tahun atau Rp 3.258.267,-/bulan. Jumlah trip penangkapan dalam satu bulan adalah 20 trip dan dalam satu tahun terdapat 8,5 bulan operasi penangkapan. Rata-rata produksi rajungan dalam satu tahun sebanyak 675 kg. Berdasarkan hasil regresi linear sederhana yaitu nilai korelasi 0,775, produksi rajungan memiliki keeratan hubungan yang kuat pada pendapatan bersih yang diterima nelayan jaring Pejer, karena semakin besar jumlah produksi rajungan maka semakin tinggi tingkat pendapatannya. Berdasarkan hasil analisis Uji T, nilai Sig 2-tailed (0,002) < α = 5% (0,05) maka H1 diterima artinya pendapatan bersih nelayan anggota KUB lebih besar daripada nelayan non anggota KUB dalam satu tahun ini. Dana BLM dari pemerintah hanya diberikan satu kali saja, sehingga dana bantuan tersebut tidak memiliki pengaruh yang cukup besar dan berkelanjutan terhadap pendapatan nelayan jaring Pejer di Desa Sukoharjo. The majority of Sukoharjo villagers as a fishermen blue swimming crabs catcher. Pejer nets (bottom set gill net) is the gear used by fishermen to catch blue swimming crabs in Sukoharjo. The purposes of this research are analyzing the production of blue swimming crabs and its effect with fishermen’s income and analyzing the differences income of fishermen KUB’s member and non KUB’s member within a year. The population of this research is the Pejer’s fishermen in Sukoharjo village Pejer which is member of KUB and non-members of KUB. Research method is descriptive  case study, sampling method is used purposive sampling. The results showed that the members of KUB fishing income is Rp 36.237.500,-/year or Rp 3.675.000,-/month and non-members of KUB fishing income is Rp 27.695.267,-/year or Rp 3.258.267,-/month. Trips catching total in a month is 20 trip and within a year there are 8,5 months of fishing operated. Production of blue swimming crabs in the village of Sukoharjo average in one year is 675 kg. Based on the results of a simple linear regression correlation value 0,775, the production of blue swimming crab has a strong correlation with the Pejer’s fishermen income, because the greater production of blue swimming crab, then the level of fishermen’s income are upper. Based on the analysis of T-Test, Sig 2-tailed (0,002) < α = 5% (0,05) then H1 accepted so there are differences of net income per year between fishermen of KUB’s member and non KUB’s member. BLM funds from the government are only given one time, so that these funds do not have an appreciable impact on revenues and sustainable of fishermen Pejer net  in the Sukoharjo Village.
ANALISIS HASIL TANGKAPAN PER UPAYA PENANGKAPAN DAN POLA MUSIM PENANGKAPAN SUMBERDAYA IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.) YANG DIDARATKAN DI PPN BRONDONG, LAMONGAN, JAWA TIMUR Azkia, Lana Izzul; Fitri, Aristi Dian Purnama; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.897 KB)

Abstract

Kakap Merah (Lutjanus sp.) merupakan komoditas ekspor yang memiliki harga rata-rata tertinggi dibandingkan ikan lainnya di PPN Brondong. Penelitian ini bertujuan menganalisis hasil tangkapan per upaya penangkapan sumberdaya Kakap Merah yang didaratkan di PPN Brondong dan menganalisis pola musim penangkapan sumberdaya ikan Kakap Merah yang didaratkan di PPN Brondong. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey dan deskriptif. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 90 orang responden. Metode analisis data yang digunakan untuk mengetahui hasil tangkapan per upaya penangkapan adalah analisis CPUE dan standarisasi alat tangkap sedangkan untuk mengetahui pola musim penangkapan digunakan metode rata-rata bergerak. Hasil penelitian menunjukkan nilai Hasil tangkapan per upaya penangkapan atau CPUE (Catch Per Unit Effort) sumberdaya Kakap merah yang didaratkan di PPN Brondong tahun  2008-2014 berfluktuasi dan cenderung mengalami penurunan dengan nilai rata-rata CPUE sebesar 3511,40 kg/trip/tahun. Berdasarkan nilai IMP diketahui bahwa musim puncak penangkapan Kakap merah terjadi pada bulan November.   Red snapper (Lutjanus sp.) is export comodity had the highest average price from the other fishes in Brondong Arcipelagic Fishing Port. The purpose of this research to analyze Catch Per Unit Effort of red snapper resources landed in Brondong Archipelagic Fishing Port, Lamongan and analyze fishing season pattern of red snapper resources landed in Brondong Archipelagic Fishing Port, Lamongan. The method in this research was survey and descriptive method. The sampling method was purposive sampling with 90 respondent. Data Analysis to know Catch Per Unit Effort used CPUE analysis and fishing gear standaritation method, while data analysis to know fishing season pattern used moving average method. The result showed that Catch Per Unit Effort of red snapper resources landed in Brondong Archipelagic Fishing Port, Lamongan have fluctuation and inclined to be down. Based on the index was known that the peak fishing season fishing occurs in November.
ANALISIS FAKTOR PRODUKSI HASIL TANGKAPAN IKAN MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP GILLNET DI PERAIRAN KEBUMEN Kusumasuci, Woro; Sardiyatmo, Sardiyatmo; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 4: Oktober, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan penangkapan ikan memerlukan faktor-faktor produksi untuk memperoleh hasil tangkapan yang maksimal. Oleh karena itu dalam penelitian ini perlu diketahui pengaruh faktor-faktor produksi terhadap hasil tangkapan Gillnet di perairan Kebumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor produksi yang mempengaruhi hasil tangkapan nelayan gillnet, yang terdiri atas jumlah setting (X1), panjang jaring (X2), pengalaman nelayan (X3) dan konsumsi BBM (X3); menganalisis faktor produksi yang paling berpengaruh dan seberapa besar pengaruh faktor produksi terhadap hasil tangkapan nelayan gillnet; menganalisis perbedaan banyaknya hasil tangkapan antara gillnet 2 inchi dan gillnet 5 inchi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus yang bersifat deskriptif dan metode pengambilan sampel purposive sampling dengan 50 orang nelayan sebagai sampel dari total populasi 89 orang nelayan. Metode analisis yang digunakan berupa uji asumsi klasik dan fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan hubungan faktor-faktor produksi dengan produksi hasil tangkapan dapat direpresentasikan dalam model fungsi Cobb-Douglas, yaitu: Ln Y = 0,33 + 0,55 ln X1 + 0,17 ln X2 – 0,06 ln X3 + 0,36 ln X4 untuk gillnet 2 inchi dan Ln Y = -2,87 + 0,21 ln X1 + 0,50 ln X2 + 0,24 ln X3 + 0,42 ln X4 untuk gillnet 5 inchi, sedangkan faktor-faktor yang berperan nyata pada unit penangkapan gillnet di perairan Kebumen adalah jumlah setting (X1), panjang jaring (X2), pengalaman nelayan (X3) dan Konsumsi BBM (X4). Serta nilai return to scale (skala hasil) alat tangkap gillnet 5 inchi yaitu 1,37 lebih besar daripada nilai return to scale (skala hasil) alat tangkap gillnet 2 inchi yaitu 1,02.