Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS TINGKAT EFISIENSI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) DI KABUPATEN PANGANDARAN JAWA BARAT Wahyuningsih, Sari Aprilia; Triarso, Imam; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 3: Agustus, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TPI menjadi faktor yang meningkatkan usaha dan kesejahteraan nelayan. Efisiensi TPI dipengaruhi oleh manajemen pengelolaan TPI, sarana prasarana TPI dan aktivitas lelang. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat efisiensi TPI di Kabupaten Pangandaran dan membandingkannya menggunakan metode DEA (Data Envelopment Analysis), menganalisis rasio efisiensi TPI berdasarkan (Produktivitas Nelayan dan Produktivitas Bakul) dan menganalisis kepuasan Nelayan dan Bakul di TPI Kabupaten Pangandaran. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Metode yang digunakan untuk menganalisis efisiensi TPI menggunakan analisis DEA dengan menggunakan software aplikasi Banxia Frontier Analyst 4.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPI yang mencapai skor efisiensi 100.0% adalah TPI Batu Karas, TPI Nusawiru, TPI Bojongsalawe dan TPI Pangandaran, hasil analisa objek penelitian mencapai 100.0 %, dimana antara pelaksanaan dan (actual) target memiliki nilai yang sama sehingga pencapaian yang harus dilakukan sebesar 0% yaitu TPI sudah baik dan perlu dipertahankan efisiensinya. TPI objek penelitian yang tidak mencapai skor efisiensi 100.0% adalah TPI Muaragatah (13.7 %), TPI Legokjawa (46.2 %) dan TPI Madasari (52.2 %). Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan dan (actual) target lebih besar pelaksanaanya sehingga menyebabkan kurang efisiennya pengelolaan TPI tersebut. Hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dengan meningkatkan variabel input seperti total tonase kapal (GT), jumlah basket (buah), jumlah bakul (orang), jumlah karyawan (orang), jumlah nelayan (orang), luas lantai lelang m² dan variabel output (Nilai Produksi). Rasio efisiensi dan kepuasan Nelayan dan Bakul berguna untuk meningkatkan efisiensi TPI, sehingga nantinya dapat meningkatkan produksi dan fasilitas yang ada.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN IKAN AIR TAWAR DI KABUPATEN SUKOHARJO, JAWA TENGAH Windiyarti, Putri; Triarso, Imam; Sardiyatmo, Sardiyatmo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 8, No 1: Januari, 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan merupakan jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli seseorang pada tingkat harga dan waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat permintaan ikan air tawar yang diduga dipengaruhi oleh variabel harga ikan air tawar, harga daging ayam broiler, harga telur ras, jumlah anggota keluarga dan pendapatan terhadap penentuan konsumsi ikan air tawar serta mengukur besarnya elastisitas permintaan ikan air tawar di Kabupaten Sukoharjo. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode cluster random sampling, dengan jumlah sampel yang diambil yaitu 180 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara. Analisis data dengan menggunakan metode analisis regresi linear berganda dan elastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan Lele merupakan ikan yang sering dikonsumsi masyarakat di Kabupaten Sukoharjo dengan jumlah permintaan 4,1-5 Kg/Bulan. Secara simultan semua variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap permintaan ikan air tawar di Kabupaten Sukoharjo. Secara parsial jumlah anggota keluarga berpengaruh signifikan terhadap permintaan ikan Nila dan Lele serta jumlah anggota keluarga dan pendapatan berpengaruh signifikan terhadap permintaan ikan Patin di Kabupaten Sukoharjo dan elastisitas permintaan ikan Nila dan Patin bersifat inelastis, sedangkan elastisitas permintaan ikan Lele bersifat elastis. Hasil analisis elastisitas silang daging ayam broiler dan harga telur ras termasuk barang substitusi terhadap permintaan ikan Nila dan Patin termasuk barang komplementer terhadap permintaan ikan Patin. Hasil elastisitas pendapatan menunjukkan ikan Nila, Lele dan Patin merupakan barang kebutuhan pokok (barang normal).
DAMPAK EKONOMI KEBERADAAN PELABUHAN PERIKANAN TERHADAP KELAYAKAN USAHA DI SEKITAR PPN PEKALONGAN, JAWA TENGAH Vira Andira, Nabila Caesandra; Triarso, Imam; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 8, No 4: Oktober, 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pekalongan merupakan suatu pelabuhan perikanan yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar PPN Pekalongan. PPN Pekalongan temasuk dalam pelabuhan tipe B. Oleh karena itu, PPN Pekalongan mempunyai peranan penting dan stragtegis dalam membangun perekonomian nasional. Usaha yang ada disekitar PPN Pekalongan antara lain seperti usaha perikanan purse seine, perikanan mini purse seine, perikanan gill net, perikanan payang, perikanan bubu, usaha suplai air bersih, usaha warung makan, usaha warung kelontong, usaha es batu, usaha sewa basket, usaha ikan asin, usaha perbengkelan, dan usaha penyaluran BBM solar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari tahun 2020. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi ketersediaan fasilitas pelabuhan yang terdapat di PPN Pekalongan dan menganalisis kelayakan usaha yang berkembang di sekitar PPN Pekalongan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif fasilitas pelabuhan, tingkat pemanfaatan fasilitas dan analisis Gross B/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan Pelabuhan Perikanan Nusantara PPN Pekalongan dapat digolongkan sebagai pelabuhan yang baik dan sesuai dengan kriteria Pelabuhan Perikanan Nusantara sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor PER.08/MEN/2012. Usaha – usaha di sekitar PPN Pekalongan dinilai layak untuk dilanjutkan dan dikembangkan dengan rata – rata nilai Gross B/C Ratio > 1. Pemanfaatan dermaga kapal >30 GT 75,44 % dan kapal < 30 GT 144,47 %, kedalaman alur pelayaran 111,92%, yang berarti sudah melampaui optimal. Pemanfaatan kolam pelabuhan yaitu 93 % dan pendayagunaan TPI 34,92 % hal ini berarti pemanfaatan belum mencapai optimal sehingga memungkinkan untuk bertambahnya usaha perikanan tangkap.
STRATEGI PENGEMBANGAN PPP (PELABUHAN PERIKANAN PANTAI) TEGALSARI KOTA TEGAL Agustina, Susan; Bambang, Aziz Nur; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 8, No 1: Januari, 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PPP Tegalsari memiliki peran penting terhadap peningkatan produksi perikanan sehingga harus ditunjang dengan peningkatan fasilitas dan pemberian pelayanan yang baik bagi pengguna jasanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat pemanfaatan fasilitas, tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap fasilitas serta pelayanan, dan strategi pengembangan PPP Tegalsari. Penelitian ini dilaksanakan bulan Januari 2017 di PPP Tegalsari Kota Tegal. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pemanfaatan luas kolam pelabuhan 95,3 %, kedalaman kolam pelabuhan 40,3%, panjang dermaga 95% dan gedung pelelangan 47 %. Nilai-nilai tersebut bahwa tingkat pendayagunaan untuk kolam pelabuhan dan panjang dermaga sudah optimal. Kedalaman kolam pelabuhan dan gedung pelelangan belum optimal karena nilainya kurang dari 100 %. Hasil analisis tingkat kepuasan menunjukan bahwa pengguna jasa merasa puas terhadap kinerja pelayanan oleh pihak PPP Tegalsari, hal ini ditunjukan dengan nilai IPA dengan rata-rata nilai 3,28. Strategi yang bisa digunakan untuk pengembangan PPP Tegalsari yaitu (1) meningkatkan daya guna fasilitas yang sudah ada, seperti kolam pelabuhan, panjang dermaga dan jetty sehingga nantinya tingkat pemanfaatannya bisa optimal (100%), (2) memberikan penyuluhan dan pembinaan serta menambah personil keamanan, (3) penambahan jumlah alat tangkap yang ramah lingkungan, (4) melakukan pembangunan PPP secara agresif.
ANALISIS BIOEKONOMI PERIKANAN TERI GLAGAH (STOLEPHORUS INDICUS )DENGAN ALAT TANGKAP JARING LINGKAR TERI DI PERAIRAN KABUPATEN BREBES Rahayu, Titi; Wijayanto, Dian; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 8, No 3: Agustus, 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan Teri Glagah (Stolephorus indicus) merupakan salah satu sumberdaya ikan yang bernilai ekonomi di Kabupaten Brebes yang ditangkap menggunakan alat tangkap Jaring Lingkar Teri (Puring). Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi hasil tangkapan dan upaya pada tingkat Maximum Sustainable Yield (MSY), Maximum Economic Yield (MEY) dan Open Acces Equilibrium (OAE) Ikan Teri Glagah dan menganalisis tingkat pemanfaatan serta pengupayaan di Perairan Kabupaten Brebes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang bersifat studi kasus. Sampel yang digunakan berjumlah 30 responden, dimana sampel tersebut adalah nelayan dengan alat tangkap Jaring Lingkar Teri di Kabupaten Brebes. Data pada penelitian ini adalah data hasil tangkapan ikan Ikan Teri Glagah (Stolephorus indicus) selama 7 tahun dari 2013-2019, yang diambil dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Brebes. Metode analisis yang digunakan meliputi bioekonomi model Gordon-Schaefer, model Fox dan tingkat pemanfaatan serta pengupayaan. Hasil penelitan untuk model Gordon-Schaefer menunjukkan bahwa tren CPUE cenderung mengalami Penurunan dari tahun 2013-2019, nilai R2 86,3% diperoleh CMSY sebesar 2.082 ton/tahun dan EMSY 5.680 trip/tahun. Tingkat pemanfaatan rata-rata 55% dan tingkat pengupayaan rata-rata 111%. Model Fox menunjukkan bahwa tren Ln CPUE cenderung mengalami Penurunan dari tahun 2013-2019, nilai R2 73,53% diperoleh CMSY sebesar 1.442 ton/tahun dan EMSY 3.787 trip/tahun. Tingkat pemanfaatan rata-rata 79% dan tingkat pengupayaan rata-rata 166%. Model Gordon-Schaefer lebih direkomendasikan karena memiliki nilai R2 lebih besar dibandingkan model Fox.
ANALISIS PERANAN WANITA NELAYAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA DI KECAMATAN LASEM KABUPATEN REMBANG Fitriyah, Nur; Wibowo, Bambang Argo; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 9, No 1: Januari, 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nelayan merupakan seseorang yang bekerja mengikuti kondisi oseanografis, oleh karena itu pekerjaan ini memiliki pendapatan yang tidak menentu. Agar kebutuhan nelayan dapat tetap terpenuhi, perlu adanya sumbangan pendapatan dari anggota keluarga yang lain. Disini munculah peran wanita nelayan, wanita nelayan sangat berperan dalam upaya pengelolaan keuangan dan peningkatan perekonomian keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi pendapatan wanita nelayan dalam kegiatan ekonomi, mengetahui seberapa besar kontribusi wanita nelayan dalam memberikan sumbangan pendapatan keluarga, dan mengetahui ragam strategi yang dilakukan wanita nelayan untuk meningkatkan pendapatan. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2019 di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang bersifat studi kasus. Metode dalam penentuan lokasi penelitian di Kecamatan Lasem yaitu cluster sampling, sehingga diperoleh 3 desa pesisir di Kecamatan Lasem yaitu Desa Gedongmulyo, Desa Dasun, dan Desa Bonang, sedangkan metode pengambilan sampel responden menggunakan metode purposive sampling, sebanyak 41 wanita nelayan. Analisis yang digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan wanita nelayan yaitu analisis OLS (Ordinady Least Square) dengan persamaan Y= ao+b1X1+b2X2+b3X3 diperoleh hasil persamaan Y= 23,396+0,220X1-3,521X2+1,553X3. Faktor-Faktor yang yang mempengaruhi pendapatan wanita nelayan secara signifikan adalah curahan waktu kerja, sedangkan umur dan tingkat pendidikan tidak berpengaruh secara signifikan tehadap pendapatan wanita nelayan di Kecamatan Lasem. Jenis pekerjaan yang dilakukan oleh wanita nelayan di Kecamatan Lasem adalah buruh pengrajut jaring, buruh pengupas rajungan, buruh tani, pedagang sembako, pedagang jajanan, pedagang kopi, pedagang ikan segar, pedagang ikan asin, pembuat krupuk ikan, pembuat ikan asin, dan guru TK. Dari hasil penelitian diketahui bahwa besar kontribusi wanita nelayan dalam membantu perekonomian keluarga tertinggi sebesar 60,8% dan kontribusi terendah sebesar 6,3%. Beberapa strategi peningkatan pendapatan yang d
SISTEM DAN EFISIENSI PEMASARAN IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) DI KABUPATEN CILACAP, JAWA TENGAH Mufrihah, Laely; Triarso, Imam; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 8, No 1: Januari, 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemasaran hasil perikanan harus dilakukan secara efisien agar nelayan dan konsumen tidak dirugikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem pemasaran, nilai marjin, fisherman’s share dan efisiensi pemasaran ikan Tongkol di Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Metode pengambilan daerah sampel menggunakan metode cluster sampling, sampel nelayan menggunakan metode purposive sampling, dan sampel pedagang menggunakan metode sensus. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, marjin pemasaran dan efisiensi pemasaran menggunakan indikator fisherman’s share. Sistem pemasaran ikan Tongkol di kabupaten Cilacap memiliki tiga pola saluran pemasaran yang melibatkan nelayan, pedagang pengumpul, pedagang besar, pedagang kecil dan pedagang pengecer. Marjin pemasaran pada saluran pemasaran 1 sebesar Rp 9.412 dengan nilai fisherman’s share 59%. Pada saluran pemasaran 2 dan 3 marjin pemasaran sebesar Rp 16.361 dan nilai fisherman’s share sebesar 45%. Sistem pemasaran ikan Tongkol di Kabupaten Cilacap dapat dikatakan efisien karena memiliki nilai efisiensi pemasaran < 1. Dan sistem pemasaran paling efisien adalah sistem pemasaran 1 karena memiliki nilai marjin paling rendah, yaitu Rp 9.412 dan memiliki nilai fisherman’s share paling tinggi, yaitu 59%.
ANALISIS EKONOMI DAMPAK KEBERADAAN PPP MORODEMAK, KABUPATEN DEMAK, JAWA TENGAH Monita, Rema; Triarso, Imam; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 8, No 4: Oktober, 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai Morodemak merupakan pelabuhan perikanan yang termasuk ke dalam klasifikasi pelabuhan tipe C menurut PER/MEN/KP/NO.8/2012. Pelabuhan Perikanan Pantai Morodemak memiliki peranan strategis dalam pengembangan perikanan dan kelautan, yaitu sebagai pusat atau sentral kegiatan perikanan laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan fasilitas pokok, fungsional, dan penunjang pelabuhan periknan berdasarkan PER/MEN/KP/NO.8/2012 dan menganalisis dampak ekonomi dari pembangunan dan pengembangan PPP Morodemak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 82 responden yang berasal dari kegiatan ekonomi yang terkait secara langsung dari kegiatan operasional pelabuhan maupun yang terkait tidak langsung dengan kegiatan operasional pelabuhan yaitu unit usaha ekonomi yang berada di pelabuhan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai bulan Februari tahun 2020. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis nilai manfaat langsung dari nilai manfaat dan nilai biaya. Hasil penelitian menunjukkan nilai manfaat PPP Morodemak sebesar Rp 83.181.658.170 dan nilai biaya sebesar Rp 79.410.122.677 sehingga didapatkan nilai NPV sebesar Rp 3.771.535.493 dengan nilai B/C ratio senilai 1,04. Hal ini menunjukkan PPP Morodemak berdampak positif terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat pantai yaitu terjadinya peningkatan usaha dan terbukanya lapangan pekerjaan yang baru bagi masyarakat sekitar, dimana hal ini berpengaruh pada pendapatan dilihat dari hasil analisis biaya dan manfaat, keberadaan fasilitas PPP Morodemak memberikan manfaat yang besar.v
Pendugaan Daerah Penangkapan Ikan Tongkol Dengan Teknologi Penginderaan Jauh Berdasarkan Parameter Klorofil-A dan Suhu Permukaan Laut Di Perairan Natuna Fauziah, Asa Nur; Triarso, Imam; Purnama Fitri, Aristi Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 9, No 1: Januari, 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor keberhasilan operasi penangkapan ikan di laut adalah diketahuinya Daerah PenangkapanIkan (DPI). Salah satu alternatif dalam penentuan DPI di laut adalah dengan menggunakan teknologi penginderaanjauh berdasarkan parameter klorofil-a dan SPL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis parameterklorofil-a dan SPL terhadap hasil tangkapan ikan Tongkol, mengetahui dan menganalisis parameter oseanografiklorofil-a dan SPL yang diduga sebagai DPI ikan Tongkol dari data citra satelit Aqua Modis. Metode penelitian yangdigunakan adalah metode deskriptif dengan pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Datapenelitian meliputi klorofil-a, SPL yang diperoleh dari citra satelit serta data SPL insitu, hasil tangkapan, dan koordinattangkapan di 10 stasiun dan data citra satelit Aqua MODIS periode 2015 – 2018, sedangkan data hasil tangkapan ikanTongkol pada periode 2015 – 2018 yang diperoleh dari data sekunder DKP Natuna. Hasil penelitian menunjukkanbahwa sebaran temporal diperoleh hasil nilai klorofil-a tertinggi pada bulan Januari 2019 yaitu 0.28 mg/m3 yangberada di lokasi fishing ground ke 5. Konsentrasi klorofil yang berada di perairan Natuna rata-rata bernilai 0.25 mg/m3,SPL yang berkisar antara 26-30oC, sebaran spasial diperoleh hasil nilai klorofil-a di daerah dekat pantai lebih tinggidi banding dengan perairan lepas pantai berbanding terbalik dengan suhu permukaan laut klorofil-a semakin ke lautlepas dan nilai suhunya semakin dingin. Korelasi antara klorofil-a dan suhu permukaan laut terhadap hasil tangkapanpada tahun 2015-2018 masing-masing sebesar 0,64 dan 0,78 sedangkan pada bulan Januari 2019 sebesar 0,53 dan0.84. Sehingga dapat dikatakan bahwa klorofil dan SPL mempengaruhi hasil tangkapan ikan Tongkol.
ANALISIS PERSEPSI DAN PARTISIPASI NELAYAN TERKAIT KEBIJAKAN IZIN BERUSAHA PERIKANAN TANGKAP MELALUI SISTEM ONLINE SINGLE SUBMISSION (OSS) BAGI NELAYAN DI PPP (PELABUHAN PERIKANAN PANTAI) KLIDANG LOR, KECAMATAN BATANG, KABUPATEN BATANG Putri, Adelia Candra; Wibowo, Bambang Argo; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 8, No 2: April, 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Online Single Submission yang selanjutnya disingkat OSS adalah Perizinan Berusaha yang diterbitkan oleh Lembaga OSS melalui sistem elektronik yang terintegrasi. Sistem OSS merupakan upaya pemerintah dalam menyederhanakan perizinan berusaha dan menciptakan model pelayanan perizinan terintegrasi yang cepat dan murah. Tetapi dalam beberapa kasus dijumpai bahwa nelayan merasa kesulitan dengan adanya sistem OSS untuk perijinan. Hal tersebut dikarenakan tingkat pengetahuan dan pemahaman nelayan terhadap teknologi masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan partisipasi nelayan di PPP Klidang Lor terhadap sistem OSS yang ditetapkan sebagai sistem dalam perijinan usaha perikanan tangkap. Analisis persepsi dan partisipasi nelayan menggunakan indikator Skala Likert. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah pemilik kapal atau nelayan di PPP Klidang Lor, yang telah aktif terdaftar dalam verifikasi perijinan dalam sistem OSS. Jumlah sampel yang diambil berdasarkan rumus slovin yaitu 56 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung di lapangan. Teknik analisis data menggunakan Indikator skor dari Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi nelayan Klidang Lor terhadap sistem OSS skor rata-rata 154 yang termasuk kriteria cukup baik. Partisipasi nelayan terhadap sistem OSS dengan skor rata 221 yang termasuk kriteria baik berdasarkan rating scale yang telah ditentukan. Sebanyak 29% nelayan tidak setuju dengan adanya sistem OSS, sedangkan 33% nelayan setuju adanya sistem OSS. Nelayan cukup tahu bahwa adanya sistem OSS sebagai sistem perijinan baru, namun pemahaman nelayan terhadap prosedur masig rendah sehingga dianggap menyulitkan. Partisipasi nelayan cukup baik dilihat berdasarkan kepatuhan kelengkapan dokumen dan kesediaan dalam aktifitas pendukung.