Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Kampanye "Waste Down Beauty Up" Sociolla terhadap Sikap Konsumen dalam Pengolahan Sampah Produk Kecantikan Larasati Alicia Putri; Ike Junita Tri Wardhani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i1.12329

Abstract

Abstract. The Ministry of Environment and Forestry of the Republic of Indonesia (KLHK) revealed that the total waste for beauty products nationally in 2021 will be 11.6 million tons. In dealing with this problem, Sociolla, which is one of the largest e-commerce startup companies in Indonesia, focuses on selling cosmetic products and is committed to environmental sustainability issues by launching a campaign called #WasteDownBeautyUp. The Waste Down Beauty Up campaign was carried out by Sociolla as a form of awareness of the fact that beauty does not have to be wasteful in its use and the importance of attitudes in reducing and recycling waste from beauty products correctly because the attitude of the Indonesian people themselves still lacks discipline in managing waste. This research aims to find out whether the Waste Down Beauty Up campaign program can make Sociolla consumers change their attitudes in managing waste beauty products using the Componential Campaign Model. This research uses quantitative correlational research methods. The population of respondents to this research are followers of the Instagram account @Sociolla. The results of this research show that there is a relationship between the "Waste Down Beauty Up" campaign and consumer attitudes toward managing beauty product waste with a correlational test result of 0.991. So it can be concluded that Sociolla's "Waste Down Beauty Up" campaign has a positive impact on Sociolla consumers in managing beauty product waste. Abstrak. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK) mengungkapkan bahwa total sampah produk kecantikan secara nasional pada tahun 2021 sejumlah 11.6 juta ton. Dalam menangani permasalahan tersebut, Sociolla yang merupakan salah satu perusahaan startup e-commerce terbesar di Indonesia berfokus pada penjualan produk kosmetik memiliki komitmen terhadap isu kelestarian lingkungan dengan meluncurkan sebuah kampanye bernama #WasteDownBeautyUp. Kampanye Waste Down Beauty Up dilakukan oleh Sociolla sebagai bentuk kesadaran akan fakta bahwa kecantikan tidak harus boros dalam penggunaannya serta pentingnya sikap dalam mengurangi dan mendaur ulang sampah dari produk kecantikan dengan benar karena sikap masyarakat Indonesia sendiri masih kurangnya disiplin dalam mengelola sampah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah program kampanye Waste Down Beauty Up dapat membuat konsumen Sociolla mengubah sikapnya dalam mengelola produk sampah kecantikan dengan menggunakan Model Kampanye Komponensial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Populasi dari responden penelitian ini adalah pengikut akun Instagram @Sociolla. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara kampanye “Waste Down Beauty Up” Sociolla dengan sikap konsumen dalam mengelola sampah produk kecantikan dengan hasil uji korelasional sebesar 0,991. Maka dapat disimpulkan bahwa kampanye “Waste Down Beauty Up” Sociolla memiliki dampak positif bagi konsumen Sociolla dalam mengelola sampah produk kecantikan.
Iklim Komunikasi Organisasi dalam Proses Pembelajaran Pesantren (Studi Kasus pada Pesantren Al – Hilal 3 Gegerkalong Kecamatan Sukasari) Yosa Fitriani; Ike Junita Triwardhani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14336

Abstract

Abstract. Communication climate is important because it links the organizational context with the concepts, feelings and hopes of organizational members. Islamic boarding schools as educational institutions that form and develop moral values ​​are the driving force and inspiration in creating national morality. Through teaching, discussion and daily practice, students are given a deep understanding of religious values. This research aims to determine and explain the characteristics of the organizational communication climate in the learning process at the Al – Hilal 3 Islamic Boarding School, Sukasari District, Bandung. By identifying problems in depth regarding the characteristics of the organizational communication climate. This research uses a qualitative method with a case study approach. The paradigm used is the constructivism paradigm. Researchers sought in-depth information through observations and interviews with several parties, namely boarding school leaders and teachers/caregivers at the Al – Hilal 3 Islamic boarding school, Sukasari District, Bandung. The results of this research can be concluded that the organizational communication climate at the Al-Hilal 3 Gegerkalong Islamic Boarding School is based on six dimensions. Support, trust, decision making, honesty, openness and high performance goals. This research also shows how communication plays a role in building an organizational communication climate in the learning process at Al-Hilal 3 Islamic Boarding School. In this research, internal and external factors were also found in the organizational climate at Al-Hilal 3 Gegerkalong Islamic Boarding School. Abstrak. Iklim komunikasi penting karena mengaitkan konteks organisasi dengan konsep-konsep, perasaan-perasaan dan harapan-harapan anggota organisasi. Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang membentuk dan mengembangkan nilai-nilai moral merupakan penggerak dan pemberi inspirasi dalam menciptakan moralitas bangsa. Melalui pengajaran, diskusi, dan praktek sehari-hari, santri diberikan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan karakteristik iklim komunikasi organisasi dalam proses pembelajaran di Pesantren Al – Hilal 3 Kecamatan Sukasari Bandung. Dengan mengidentifikasi masalah secara mendalam tentang karakteristik iklim komunikasi organisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Paradigma yang dipakai adalah paradigma konstruktivisme. Peneliti mencari informasi mendalam malalui observasi dan wawancara beberapa pihak, yaitu Pimpinan pondok dan Pengajar/Pengasuh yang ada di pesantren Al – Hilal 3 Kecamatan Sukasari Bandung. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa iklim komunikasi organisasi di Pondok Pesantren Al-Hilal 3 Gegerkalong berdasarkan enam dimensi. Dukungan, kepercayaan, pengambilan keputusan, kejujuran, keterbukaan, dan tujuan kinerja tinggi. Penelitian ini juga menunjukkan bagaimana komunikasi berperan dalam membangun iklim komunikasi organisasi dalam proses pembelajaran di Pesantren Al-Hilal 3. Dalam penelitian ini juga ditemukan faktor internal dan faktor eksternal pada iklim organisasi di Pesantren Al-Hilal 3 Gegerkalong.
Representasi Konflik Komunikasi Keluarga dalam Film Noktah Merah Perkawinan Oksa Yudia Prakasa; Ike Junita Triwardhani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.15561

Abstract

Abstract. This research was conducted based on the film "Noktah Merah Perkawinan," which focuses on the representation of family communication conflicts in the domestic life of married couples. The aim of this research is to analyze the representation of family communication conflicts depicted in the film, using Roland Barthes' semiotic analysis method which includes the meaning of denotation, connotation and myth. The research method applied is qualitative with a constructivist paradigm. Data collection was carried out through observation for primary data and documentation for secondary data. The theories used include Roland Barthes' semiotics, representation theory, and conflict theory, while the type of data used is qualitative data. From this research, it is known that there are at least 10 scenes that show representations of family communication conflicts. The results of the research show that the five scenes that researchers have categorized as representing family communication conflicts in this film are, always avoiding problems, lack of trust in their partner, husband and wife who corner each other, and the wife who makes decisions unilaterally. Abstrak. Penelitian ini dilakukan berdasarkan film "Noktah Merah Perkawinan," yang memfokuskan pada representasi konflik komunikasi keluarga dalam kehidupan rumah tangga pasangan suami istri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis representasi konflik komunikasi keluarga yang tergambar dalam film tersebut, dengan menggunakan metode analisis semiotika Roland Barthes yang mencakup makna denotasi, konotasi, dan mitos. Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi untuk data primer dan dokumentasi untuk data sekunder. Teori yang digunakan mencakup semiotika Roland Barthes, teori representasi, dan teori konflik, sementara jenis data yang digunakan adalah data kualitatif. Dari penelitian ini diketahui bahwa setidaknya terdapat 10 scenes yang menunjukkan representasi konflik komunikasi keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima scene yang telah peneliti kategorikan sebagai representasi konflik komunikasi keluarga dalam film ini ialah, selalu menghindar dari masalah, kurangnya rasa percaya terhadap pasangan, Suami dan Istri yang saling menyudutkan satu sama lain, dan istri yang mengambil keputusan secara sepihak.
KOMUNIKASI PEMASARAN DIGITAL DALAM PROGRAM SANTRIPRENEUR SIROJUL HUDA Putra, Raditya Pratama; Rachmawati, Indri; Triwardhani, Ike Junita
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 8 No. 2 (2023): EDISI APRIL
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jikuho.v8i2.28

Abstract

Persaingan dalam dunia bisnis kini semakin pesat disertai dengan perkembangan media komunikasi yang terkoneksi internet. Melihat jumlah pengguna media online yang semakin meningkat dari tahun ke tahun menjadikan peluang bagi para pelaku bisnis untuk menggunakan media digital sebagai alat pemasaran. Melalui media berbasis digital, para pelaku usaha kini lebih mudah menginformasikan dan memperkenalkan bisnisnya untuk membentuk tingkat awareness masyarakat terhadap produk dan merek. Inilah salah satu alasan mengapa penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memahami perbedaan antara komunikasi pemasaran offline dan digital, dan menyajikan konten pemasaran digital. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah diperlukan pemahaman tentang kegiatan komunikasi pemasaran untuk dapat menentukan media pemasaran yang tepat untuk setiap program pemasaran, serta media digital yang dapat digunakan sebagai media informasi tentang produk dan perusahaan kepada masyarakat yang lebih luas. Memasarkan produk secara lebih luas dengan memanfaatkan teknologi digital membutuhkan keterampilan dari pemasar dalam menggunakan teknologi dan kemampuan merancang pesan serta konten komunikasi yang baik sehingga dapat menarik perhatian konsumen dan pihak lain yang terkait dengan bisnis yang dijalankan.
Peranan Komunitas dalam Mengkapanyekan Olahraga Poundfit pada Masyarakat Adila Soraya; Ike Junita Triwardhani
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.10634

Abstract

Abstract. This research examines the role of communities in promoting Poundfit fitness in society. Poundfit is a type of fitness that combines elements of martial arts with dance movements and rhythms performed together with drumsticks as musical instruments. The aim of this research is to understand how communities can play a central role in promoting Poundfit among the public. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The research method employed is qualitative with a case study approach. The theoretical frameworks used are New Media Theory and the Componential Model of Campaigns.The findings reveal that the Bandung Poundfit Community is an event held for the first time in Saparua on a monthly basis. The community also provides free equipment rental as a promotional strategy to introduce Poundfit to the public. The use of social media, especially Instagram and TikTok, serves as a means in the campaign efforts of the Bandung Poundfit Community. Consequently, the community delivers information in an integrated manner, ensuring that the messages conveyed remain reliable to the public. Abstrak. Penelitian ini mengkaji peranan komunitas dalam mengkampanyekan olah raga Poundfit pada masyarakat. Poundfit adalah jenis kebugaran yang menggabungkan elemen-elemen seni bela diri dengan gerakan-gerakan tarian dan ritme yang dijalankan bersama-sama dengan stik alat musik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunitas dapat berperan sebagai tujuan utama dalam mempromosikan Poundfit di kalangan masyarakat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teori yang digunakan yaitu Teori Media Baru dan Model Komponensial Kampanye. Hasil penelitian ini yaitu Bandung Poundfit Community merupakan sebuah event yang pertama kali di Saparua dengan jangka waktu sebulan sekali, lalu komunitas ini menyewakan alat secara gratis sebagai strategi promosi untuk memperkenalkan Poundfit kepada masyarakat, Penggunaan media sosial, khususnya Instagram dan TikTok, menjadi sarana dalam upaya kampanye Bandung Poundfit Community, dengan demikian Bandung Poundfit Community menyampaikan informasi dengan cara yang terintegrasi dan memastikan bahwa pesan yang disampaikan tetap dapat diandalkan oleh masyarakat.
Pola Komunikasi dalam Program Qur’anic Leaderpreneur di Sekolah Rabbani Kota Bandung Shanya Nadhira Adryna Putri; Ike Junita Triwardhani
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13491

Abstract

Abstract. It needs to be realized that the role of communication is very necessary in the life process for socialization, even in the learning process. Rabbani School is a school whose teaching and learning activities apply a typical curriculum, namely Quranic Leaderpreneur. Quranic leaderpreneur is the flagship program of the Rabbani school which was pioneered by the owner of Rabbani who wanted today's children to get out of their usual zone. The aims of this research are: 1). To analyze teachers to grow students' self-confidence, 2).Creating student creativity, 3). Implementation of the Qur'anic Leaderpreneur program at Rabbani School, Bandung City. In carrying out this research, researchers used a constructivism paradigm with a qualitative research approach and the method used was a case studyThe results of this research show that teachers have an important role in increasing students' self-confidence by providing support, praise and challenges according to their abilities. Teachers also facilitate students to explore creative ideas, enabling students to create innovative work. The Qur'anic Leaderpreneur concept combines Islamic values with entrepreneurial and leadership skills to meet the demands of education and character formation in today's Muslim society. Abstrak. Perlu disadari bahwa peranan komunikasi sangat dibutuhkan dalam proses kehidupan untuk melakukan sosialisasi, bahkan dalam proses pembelajaran. Sekolah Rabbani menjadi sekolah yang kegiatan belajar mengajarnya menerapkan kurikulum khas yaitu Quranic Leaderpreneur. Quranic Leaderpreneur adalah program unggulan sekolah Rabbani yang dipelopori oleh owner Rabbani yang ingin anak-anal zaman sekarang keluar dari zona biasanya. Tujuan dari penelitian ini yaitu : 1). Untuk menganalisis guru menumbuhkan rasa percaya diri siswa, 2). Menciptakan kreativitas siswa, 3). Penerapan program Qur’anic Leaderpreneur Sekolah Rabbani Kota Bandung. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa guru memiliki peran penting dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa dengan memberikan dukungan, pujian, dan tantangan yang sesuai dengan kemampuan mereka. Guru juga memfasilitasi siswa untuk mengeksplorasi ide-ide kreativitas, memungkinkan siswa menciptakan karya inovatif. Konsep Qur'anic Leaderpreneur menggabungkan nilai-nilai Islam dengan keterampilan kewirausahaan dan kepemimpinan untuk memenuhi tuntutan pendidikan dan pembentukan karakter dalam masyarakat muslim saat ini.
Kepuasan Media Terhadap Informasi di Program 'Bandung Menjawab' Pemerintah Kota Bandung Riswoto, Ghiok; Ferdiana, Sandy; Triwardhani, Ike Junita
CARAKA : Indonesia Journal of Communication Vol 5, No 1 (2024): Caraka : Indonesia Journal of Communication
Publisher : Indonesian Scientific Journal (Jurnal Ilmiah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/caraka.v5i1.131

Abstract

Kegiatan media relations menjadi salah satu strategi bagian humas di Pemerintah Kota Bandung. Media relations juga menjadi jembatan komunikasi antara instansi dengan masyarakat melalui media massa atau awak media. Kegiatan media relations dapat diimplementasikan melalui jumpa pers, media gathering, interview, dan lainnya. Salah satu bentuk media relations yang diinisiasi oleh Pemkot Bandung, diberi nama Program Bandung Menjawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan awak media terhadap informasi yang disampaikan melalui Program Bandung Menjawab. Kepuasan awak media terhadap infromasi diukur dari aspek akurasi, aktualitas, dan relevansi, yang semua itu akan menyimpulkan sebuah kualitas informasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknis pengumpulan data berupa penyebaran angket kepada 28 responden dari kalangan wartawan yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Balai Kota Bandung di rentang waktu Desember 2023 - Maret 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harapan awak media terhadap informasi dari aspek akurasi, aktualitas, relevansi, hingga kualitas informasi sangat tinggi. Harapan itu terjawab dengan angka kepuasan pada ketiga aspek yang cukup baik. Dari Skala Likert yang didapat melalui angket, disimpulkan bahwa awak media sangat puas terhadap informasi di Program Bandung Menjawab yang diselenggarakan Humas Pemkot Bandung. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan mengukur kepuasan awak media terhadap informasi yang diperoleh dari kegiatan di Program Bandung Menjawab. Hingga kini, belum ada penelitian yang secara khusus mengevaluasi kepuasan awak media terhadap program media relations Pemkot Bandung, khususnya Program Bandung Menjawab.
Motif dan Makna Endorsement Bagi Pelaku Bisnis Produk Fashion Wanita Arief, Annisa Gusridina; Triwardani, Ike Junita; Kurniadi, Oji
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 7 No 3 (2024)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v7i3.3129

Abstract

Digital-based marketing, especially through endorsement activities with influencers, has become a significant phenomenon in women's fashion online businesses. Businesses are competing to find innovations in promotion to increase their business. Endorsement, as a form of collaboration between businesses and influencers, plays an important role in achieving this goal. This research aims to explore and analyze the meaning and motives behind their decision to use endorsements. This research uses a a phenomenological approach to obtain a clear picture and information about the meaning and motives of endorsement by conducting in-depth interviews and observations to collect data from business people including Cekhas.id, Kirei Outfit, Deenay, Damakara, and Otashawl. The results showed that the meaning of endorsement is manifested in the formation of brand identity. The business actors interpreted the endorsement because of the experiences felt and experienced while doing endorsement activities for a long period of time. The endorsement motives are divided into two main categories, namely first, "because motive" which includes competition in the business world and the popularity of influencers as the main factors, and second, "in order to motive" which includes efforts to increase brand awareness and achieve increased sales.
Good Communication for Entrepreneurial Literacy at Pesantren Yulianti; Ike Junita Triwardhani; Endri Listiani
Mediator: Jurnal Komunikasi Vol. 16 No. 2 (2023): Mediator: Jurnal Komunikasi
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v16i2.2772

Abstract

Entrepreneurship greatly contributes to increasing competitiveness, creating jobs, gaining career opportunities, and accelerating economic growth. There have been many studies related to entrepreneurship, but unfortunately, none of them has reviewed the competency framework of entrepreneurship as a life skill, especially in pesantren (Islamic boarding schools). The purpose of this research is to provide an overview of the state of entrepreneurial literacy and skills based on its competency framework. This study describes how to obtain ideas and opportunities, map the resources owned, and take actions to map the entrepreneurial culture built by pesantren. This research is conducted at Pesantren Sirojul Huda. The method used is a qualitative descriptive research method with data collection techniques through interviews and observation. As a result, three thematic areas: (1) ideas and opportunities, (2) resources, and (3) into action, it was found that the mapping of Islamic boarding school entrepreneurial culture was going well, and synergy between the parties in the Islamic boarding school was created thanks to the interpersonal communication carried out. Interpersonal communication has a big role in making this happen.
Budaya dalam Adaptasi Komunikasi Bisnis Global Penggemar K-Pop melalui Media Sosial Bachtiar, Mahdawanti Dian; Sevilla, Pavita; Nurfauziah, Puja Kharisma; Triwardhani, Ike Junita
Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis
Publisher : Training & Research Institute - Jeramba Ilmu Sukses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47747/jismab.v5i3.1960

Abstract

One exciting innovation relevant to the research context is the current K-Pop phenomenon that has penetrated the field of intercultural business communication and involves transactions from two or more countries. Because of that, this research aims to find out how intercultural business communication occurs in the context of global business among K-Pop fans. The informant in this study is one of the K-Pop merchandise warehouse service providers in Indonesia. This research is qualitative research with a case study method. Data collection methods were obtained through interviews with informants. The results of this study show the importance of culture in business communication adaptation to overcome cultural differences in global business and also admit the challenges faced, such as language differences, business norms, and technological barriers
Co-Authors Adila Soraya Aditya Rachmayanti, Feby Afqira Syafa’ati Sya’ban Alexandria Cempaka Harum Allisya Ridhona Aulia Djafar Alta, Septian Titus Alta Pradana Ana Rosyana Andriany, Dian Ani Yuningsih Anita Asmara Anne Maryani Anne Ratnasari Ari Usman Arie Mukhamad Akbar Zulfikrie Arief, Annisa Gusridina Arum, Dalis Sekar Atie Rachmiatie Bachtiar, Mahdawanti Dian Cikal Estetika Wijaya Dean, Khansa Sajidah Deasy Juliani Dendha Ocha Permana Dewi Mulyani Dinda Yanisya Tifankha Donny Ibrahim Alsa Dwi Laksono, Rudy Esah Siti Aisyah Fadilya Lemantieshiba Permana Fajar Nugraha Fauzi, Ramdan Ferdiana, Sandy Friska Eldianita Nur Ifsani Ehsan Fachrezi Indri Rachmawati Islahuddin Ashari Amir Jihan Ramadhanailah Karima, Nenden Naila Kennedy, Ema Khotimah Kurnia, Dadi Laksono, Rudy Dwi Larasati Alicia Putri Latifah Nur Faidzah Listiani, Endri Lutfiyah Handayani Majida Nurul Izza Melinda Syafira Muhammad Fajar Wahab Muhammad Naufal Majid Nataprawira Nasywa Divany Larasati Noerwenda, Fauzi Nurfauziah, Puja Kharisma Oji Kurniadi Oksa Yudia Prakasa Pandu Kurnia Priyambada Pratama Putra, Raditya Pratama, Ramadhan Dwi Putra, Agung Kuntala Rachmawati, Indri Raditya Pratama Raditya Pratama Putra Rahman, Eva Rufaida Reza Yuda Prawira Ridha Azka Nabilla Riswoto, Ghiok Rosmayati, Ema Salsabila Putri Khairunnisa Sevilla, Pavita Shanya Nadhira Adryna Putri Soebagdja Salim Soebagdja Salim Syam, Rifqi Zaeni Achmad Valya Shabilla Wulan Trigartanti Yanuar Nurul Fazri Yosa Fitriani Yulianti Zaskhya Andretta