Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PERAN DANA GAMPONG DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KABUPATEN ACEH UTARA Budi, Setia Budi
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 8 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v8i2.13578

Abstract

Village funds are funds sourced from the state budget (APBN) which are prioritized for the implementation of development and community development based on the potential in the village. prioritized for the implementation of development and community development based on the potential that exists in the village. Muara Batu Sub-district is one of the recipients of the village fund or the largest ceiling, has a large agricultural area, the majority of the farming community work as farmers but the initial survey of village funds for agriculture was only a small part realized in North Aceh District. Gampong Cot Trueng, Meunasah Baro, Teupin Banja are the highest, medium and lowest ceiling recipients selected as research areas. This study aims to determine the contribution of gampong funds in agricultural development in Muara Batu sub-district and to identify the role of gampong funds in agricultural development in Muara Batu sub-district. The analysis method used is descriptive qualitative. The results showed that the role of gampong funds in agricultural development in 2018 contributed 42%, in 2019 contributed 11%, in 2020 contributed 44%, and the identification of the role of gampong funds in agricultural development in 2020 contributed 44%. 2020 contributed 44%. and identification of the role of village funds in agricultural development, namely procurement of seeds, procurement of fertilizers, procurement of agricultural capital, training of horticultural crops, construction of irrigation channels, construction of tertiary channels, construction of farm roads, construction of agricultural centers. The contribution and identification of the role of village funds in agricultural development was able to increase rice production from 7.2 tons/ha to 8.5 tons/ha.
IDENTIFICATION OF CONSTRAINTS AND THE ROLE OF EXTENSION WORKERS IN INNOVATION IN WELTH RICE CULTIVATION IN THE RESPONSE TO CLIMATE CHANGE IN NORTH ACEH DISTRICT Setia Budi; Eva Wardah; Nopri Yanto
International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS) Vol. 5 No. 4 (2025): August
Publisher : CV. Radja Publika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijebas.v5i4.3934

Abstract

Climate change has affected rice productivity in North Aceh Regency, characterized by rainfall fluctuations, increased temperatures, and disruption of agricultural ecosystems. This study aims to identify obstacles faced by farmers in implementing innovations in rice cultivation and analyze the role of agricultural extension workers in supporting adaptation to climate change. The method used in this study was a survey method with qualitative descriptive analysis of 80 respondents in North Aceh Regency. The results showed that the main obstacles included limited adaptive superior seeds (86.56%), availability of irrigation water (80.63%), and low climate literacy (78.24%). The role of adaptive extension workers was assessed as "instrumental" with an average index value of 69.71%, the highest score for the extension worker variable as an innovator (78.63%) and extension workers as educators with an index value of (75.08%). The results of this study emphasize the importance of extension workers as agents of change in terms of technology transfer, climate education, and facilitating access to resources. Community-based extension strategies and participatory approaches have proven effective in increasing farmers' adaptive capacity. The importance of strengthening the role of extension workers through training, policy support, and cross-sector collaboration to accelerate the adoption process of innovations in rice cultivation that are resilient to climate change.
PELATIHAN DAN PENERAPAN INOVASI POLA TANAM JAJAR LEGOWO DI GAMPONG PULOE IBOH KECAMATAN KUTA MAKMUR Budi, Setia; Wardah, Eva
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 5, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Kuta Makmur Kabupaten Aceh Utara, merupakan salah satu sentra produksi padi sawah yang berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan daerah. Namun, produktivitas padi di wilayah ini masih tergolong rendah akibat penerapan teknik budidaya yang belum optimal. Salah satu teknologi yang terbukti mampu meningkatkan hasil panen adalah pola tanam jajar legowo, yaitu sistem penanaman padi dengan pengaturan jarak tertentu sehingga memungkinkan intensitas cahaya, sirkulasi udara, dan ruang tumbuh tanaman menjadi lebih baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani dalam menerapkan pola tanam jajar legowo secara tepat dan berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, demonstrasi lapangan, dan pendampingan teknis langsung pada lahan dem-plot. Peserta kegiatan adalah kelompok tani Tuah Meugo Gampong Pulo iboh  Kecamatan Kuta Makmur yang secara sukarela mengikuti pelatihan. Materi pelatihan mencakup teori dan praktik pengaturan jarak tanam, teknik persemaian, pemeliharaan tanaman, hingga panen. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pola tanam jajar legowo diterima sangat baik oleh petani, dengan indeks keuntungan relatif 88,74% dan tingkat kesesuaian 80,03%. Teknologi pola tanam jajar legowo dinilai mudah diuji coba (80,72%) meskipun tingkat kerumitan awal 65,40%. Pelatihan pola tanam jajar legowo meningkatkan pengetahuan (85,43%), ketrampilan (87,86%), dan perubahan sikap petani (82,72%) , serta memberi dampak sosial melalui peningkatan interaksi dan kerja sama( 83,26%). Kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu adopsi teknologi jajar legowo secara luas di wilayah Kuta Makmur sehingga produktivitas padi sawah dapat meningkat dan ketahanan pangan daerah semakin terjaga. Keberlanjutan program memerlukan dukungan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta kolaborasi antar  petani untuk berbagi pengalaman dan hasil penerapan teknologi jajar legowo pada kegiatan usahatani padi sawah
Respon Pertumbuhan Bibit Cabutan Tanaman Penghasil Gaharu (Aquilaria sp) Akibat Pemberian Vitamin B1 pada Media yang Berbeda Lukman, Lukman; Fridayanti, Nelly; Budi, Setia; Junaidi, Junaidi; Dahlan, Dahlan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 2 No. 2 (2023): Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Juni 202
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jimatek.v2i2.12556

Abstract

Gaharu merupakan substansi aromatik berupa gumpalan berwarna coklat muda dan kehitaman sampai hitam, terbentuk pada lapisan kayu dari jenis Aquilaria spp. Terbatasnya  mendapatkan bahan tanam dalam jumlah yang banyak dan unggul merupakan kendala utama dalam budidaya tanaman penghasil gaharu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pemberian vitamin B1 pada media yang berbeda terhadap pertumbuhan bibit gaharu cabutan. Metode penelitian disusun menggunakan RAK Faktorial terdiri atas media tanam (M) sebanyak 2 taraf : M1 = tanah biasa, M2 = topsoil dan konsentrasi vitamin B1 LiquinoxStart@ terdiri atas B0 = 0, B1 = 2 ml/l, B2 = 4 ml/l, dan B3 = 6 ml/l. Terdapat 8 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan, sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Parameter yang diukur terdiri atas : 1) persentase bibit yang hidup; 2) waktu muncul daun baru; 3) pertambahan jumlah daun; 4) pertambahan jumlah tunas; 5) pertambahan tinggi bibit; dan 6) pertambahan diameter pangkal batang. Data pengamatan dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji F dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media tanam yang berbeda (tanah biasa dan topsoil) tidak memberikan pengaruh terhadap semua peubah yang diamati. Pemberian vitamin B1 terhadap pertumbuhan bibit tanaman penghasil gaharu cabutan menghasilkan persentase hidup ysng tinggi (93,33 persen) hingga 60 hari setelah tanam, tidak berpengaruh nyata terhadap  pertambahan diameter pangkal batang, kecepatan munculnya tunas baru, dan jumlah tunas, serta memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertambahan jumlah daun dan pertambahan tinggi bibit gaharu cabutan alam.
Pelaksanaan SL-PTT Dan Peran Penyuluh Terhadap Petani Kakao Di Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya Wardah, Eva; Budi, Setia
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 3 No. 2 (2018): November 2018
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v3i2.1107

Abstract

This study aims to determine the application of SL-PTT to smallholder cocoa farmers and the role of agricultural extension agents in cocoa cultivation activities in Banda Baru Sub District, Pidie Jaya District. This research uses survey method. Primary data was obtained from structured interviews (quisioner) while secondary data were obtained from various agencies that were related to this research. Data were analyzed quantitatively and qualitatively and described in the results of the study. The results showed that the majority of members of the Cocoa farmer group were productive working age for farming, the majority only had formal junior high school education level (SLTP). More than half of Cocoa farmers have a family burden of 3-5 people. The land area of kakao farmers is in the medium category (1-3 Ha). The application of SL-PTT in the People's Cocoa Farming is in the role category. Furthermore, the role of instructors as initiators, mediators, facilitators is in the very instrumental category, while the role of instructors as dynamicators and organizers is in the role category. Strengthening is needed for extension agents, especially in terms of strengthening farmer group institutions and the ability and skills to motivate farmer group members to implement innovations offered by extension workers in cocoa farming activities
Menakar Kendala Penerapan Sistem PsPSP Terhadap Peningkatan Produksi Pada Usaha Tani Kakao Aceh Wardah, Eva; Budi, Setia
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 5 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v5i2.5277

Abstract

Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak dari penerapan sistem PsPSP pada usaha tani kakao yang ada di Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala-kendala dalam penerapan sistem PsPSP (Panen sering, Pemangkasan, Sanitasi dan Pemupukan) pada usaha tani kakao untuk peningkatan  produksi kakao. Penelitian ini mengunakan metode survei di mana penentuan lokasi ditentukan secara purposive (sengaja) di Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen. Data primer didapatkan dari responden melalui observasi dan wawancara terstruktur (kuesioner), sedangkan data skunder diperoleh dari berbagai instansi yang ada kaitannya dengan penelitian ini. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif   dengan beberapa alat analisis sesuai dengan kebutuhan penelitian ini  yang kemudian dideskripsikan dalam hasil penelitian sehingga menghasilkan gambaran kendala dari penerapan sistem PsPSP usaha tani kakao di Aceh. Hasil penelitian menunjukkan secara penerapan seluruh pelaksanaan sistem PsPSP dalam meningkatkan produksi kakao belum optimal. Secara berurutan kegiatan pemangkasan dan sanitasi  masih dirasakan kendalanya, sedangkan kegiatan panen sering dan pemupukan tidak dirasakan kendala yang berarti oleh petani. Perlu ditingkatkan kemampuan petani khususnya keterampilan dalam penerapan sistem PsPSP untuk meningkatkan produksi kakao.
Pemberdayaan Petani Gaharu Tentang Proses Inokulasi Hasil Hutan Non Kayu di Gampong Teupin Rusep Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara Budi, Setia; Lukman, Lukman; Wardah, Eva
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaharu dapat terbentuk akibat adanya interaksi antara mikroba (inokulum tertentu) dengan tanaman inang dan adanya mekanisme kimia yang akhirnya membentuk suatu produk yaitu gubal.  Inokulam lokal efektif dalam menghasilkan gaharu, karena endemiknya didaerah tertentu. Beberapa kendala mitra yang sangat dirasakan anatara lain (1) rendahnya pengetahuan anggota kelompok tani dalam hal proses inokulasi pada tanaman penghasil gaharu (2) belum adanya ketrampilan dalam proses penyutikan (inokulasi) tanaman gaharu unggul Aceh. Solusi yang ditawarkan kepada petani mitra yaitu pelatihan dan dan pendampingan proses inokulasi yang dilakukan dilingkungan petani mitra dengan pendampingan dari tim pengabdian yang sudah berpengalaman. Pengabdian ini mengunakan metode Pelatihan dan Pendampingan cara penyutikan inokulasi untuk menghasilkan gaharu. Para anggota kelompok petani mitra akan dibekali dengan pengetahuan tentang bagaimana proses dan teknis inokulasi pada tanaman budidaya gaharu dengan komposisi berupa teori pelatihan 20% dan dilanjutkan dengan praktikum penyuntikan inokulan pohon panghasil gaharu dengan komposisis yang lebih besar mencapai 80%. dari keseluruhan kegiatan pelatihan. Hasil pengabdian menunjukan Pemberdayaan petani gahauru tentang teknik inokulasi tanaman gaharu, mendapat perhatian dan tanggapan yang sangat baik serta antusias dari anggota kelompok Tani “Tunas Gaharu”. Selain itu pelatihan mengenai teknik inokulasi pohon gaharu yang sudah berumur lebih dari 5 tahun, mendapat perhatian dan tanggapan yang sungguh-sungguh, yang ditandai dengan banyak pertanyaan-pertanyaan berkualitas yang diajukan peserta pelatihan menyangkut produksi gubal dengan teknik inokulasi, prospek pasar dan tempat memasarkan gubal gaharu. Perlu adanya pembinaan dan pendampingan terhadap Kelompok Tani “Tunas Gaharu” Dusun Pante Bahagia Gampong Teupin Reuseup Kecamatan Sawang Aceh Utara secara berkesinambungan.
Pemberdayaan Petani Padi Sawah Melalui Pemanfaatan Burung Hantu (Tyto Alba) untuk Pengendalian Hama Tikus (Rattus Argentiventer) di Gampong Pulo Iboh Kecamatan Kuta Makmur Wardah, Eva; Budi, Setia; Lukman, Lukman
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendala utama dalam upaya peningkatan produktivitas tanaman padi adalah adanya serangan hama tikus (Rattus-rattus spp). Tikus merupakan hama yang relatif sulit karena memiliki kemampuan adaptasi, mobilitas, dan kemampuan berkembang biak yang pesat serta daya rusak yang tinggi. Tujuan kegiatan pengabdian program kemitraan masyarakat ini adalah untuk terlaksananya pengendalian hama tikus secara berkelanjutan dengan menjawab masalah serangan hama tikus yang mampu menurunkan hasil produksi padi sawah yang diusahakan oleh anggota kelompok tani mitra secara berkelanjutan dan ramah lingkungan. Penerapan Inovasi pengendalian hama tikus dengan pengadaan Rumah Burung Hantu (RUBUHA) diharapkan mampu membantu meningkatkan produksi padi sawah anggota kelompok tani “Tuah Mugoe" pada khususnnya, dan petani diareal pengabdian pada ummunya. Pengabdian ini mengunakan metode Pelatihan dengan Demontrasi Cara (DemCa), pendampingan kedua metode ini menjadi pendekatan yang tepat dimana partisipasi petani mitra dalam peningkatan ketrampilan dan proses pedampingan dilakukan dengan langsung mempraktekkan dan secara tidak langsung proses ini menerapkan prinsip” learning by doing” belajar sambil bekerja. Kegiatan pelatihan yang sudah dilakukan meliputi pengenalan pengendalian hama tikus secara hayati mulai dari pengenalan jenis-jenis pengendalian hama tikus secara hayati, manfaat dan dampak pengendalian hama tikus dengan pendekatan ekologi (lingkungan). Praktek langsung pembuatan Rumah burung hantu (RUBUHA) pembuatan struktur bangunan, pembuatan pondasi tiang penyangga dan pemasangaan Rumah Burung hantu secara benar.
Pemberdayaan Petani Melalui Berbagai Pola Pembibitan Gaharu Sebagai Komoditi Unggulan Hutan Non-Kayu di Gampong Teupin Rusep Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara Budi, Setia; Wardah, Eva; Lukman, L
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 2, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaharu adalah substansi aromatik berupa gumpalan berwarna coklat muda, coklat kehitaman sampai hitam yang terbentuk pada lapisan kayu gaharu.  Gaharu dapat terbentuk akibat adanya interaksi antara mikroba (inokulum tertentu) dengan tanaman inang dan adanya mekanisme kimia yang akhirnya membentuk suatu produk yaitu gubal.  Inokulum lokal efektif dalam menghasilkan gaharu, karena endemiknya didaerah tertentu. Beberapa kendala mitra yang sangat dirasakan anatara lain (1) rendahnya kemampuan anggota kelompok tani dalam hal pembibitan tanaman gaharu baik secara alami (generatif) meliputi perlakuan perbanyakan dengan pengunaan benih yang sudah masak dan anakan (cabutan) serta pola stek tanaman. (2) Belum adanya pengetahuan dan ketrampilan anggota kelompok kedua mitra dalam melakukan pembibitan dan pemeliharaan bibit gaharu. Pengabdian ini mengunakan metode Pelatihan dan pembibitan pola biji dan anakan (cabutan) dan stek tanaman. Pendekatan ini tepat untuk dilakukan dimana partisipasi petani mitra dalam peningkatan ketrampilan dan proses pendampingan dilakukan dengan langsung mempraktekkan. Pola pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada petani mitra menerapkan prinsip” learning by doing” belajar sambil bekerja. Pemberdayaan Petani pada kegiatan Pembibitan Komoditi Unggulan Hutan Non-Kayu (Gaharu Aceh) di Gampong Teupin Rusep telah mampu meningkatkan pengetahuan, ketrampilan serta perubahan sikap dalam pembibitan tanaman gaharu. Dampak yang dirasakan dengan adanya kegiatan pembibtan tanaman gaharu melputi; peningkatan pendapatan ekonomi petani mitra yang sangat potensial serta peningkatan keharmonisan sosial diantara anggota kelompok dan masyarakat dilokasi kegiatan pengabdian.
Pengenalan Inovasi Benih Unggul Dan Pupuk Bokashi Pada Kelompok Tani Budidaya Padi Sawah Desa Binaan Pulo Iboh Kabupaten Aceh Utara Wardah, Eva; Budi, Setia; Lukman, L
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 2, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan benih padi sawah unggul secara lokal merupakan solusi yang tepat ini dengan mendorong sebagian petani menjadi penangkar. Upaya ini lebih berorientasi pemberdayaan petani dan mengedepankan aspek kemandirian.  pola ini lebih menjamin ketersediaan benih unggul secara lokal, sehingga murah dan mudah didapat oleh petani. Selanjutnya kegiatan pelatihan untuk pembuatan pupuk bokashi diharapkan mampu meningkatkan ketrampilan petani untuk dapat menjawab permasalahan kelangkaan dan ketidakmampuan petani untuk mengakses pupuk anorganik karena membutuhkan biaya yang besar. Ketrampilan budidaya untuk petani yang dipersiapkan untuk penangkar juga diberikan pelatihan dan pedampingan untuk memastikan penerapan paket tehnologi untuk menghasilkan benih padi unggul. Pengabdian ini mengunakan metode Pelatihan dan Demontrasi Plot (DemPlot) kedua metode ini menjadi pendekatan yang tepat dimana partisipasi Mitra dalam peningkatan ketrampilan dan proses pedampingan dilakukan dengan langsung mempraktekkan dan secara tidak langsung proses ini menerapkan prinsip” learning by doing” belajar sambil bekerja. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian berupa pengenalan inovasi berupa benih unggul varietas IPB (IPB 3S, IPB 8G dan IPB 9G serta IPB 7R) dan pembuatan pupuk jenis Bokhasi mendapatkan sambutan dari petani mitra.  Pengunaan varietas unggul yang diperkenalkan oleh tim pengabdian telah mampu meningkatkan hasil produksi padi sawah petani mitra. kegiatan peuatan pupuk bokhasi dengan bahan baku yang mudah didapatkan oleh petani mitra, proses pembuatannya yang tidak rumit menjadi daya tarik bagi petani mitra untuk memproduksi pupuk bokashi serta menerapkan dalam kegiatan usaha pertanian khususnya pada lahan padi sawah petani mitra. Setelah mengikuti kegiatan pengenalan inovasi keberdayaan mitra terwujud dengan terjadinya peningkatan produksi serta solusi terhadap ketersediaan pupuk pada uasahatani petani mitra pengabdian.