Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBUATAN MINUMAN KESEHATAN BERBASIS HERBAL UNTUK WARGA DESA KANDANGAN, KECAMATAN KANDANGAN, KABUPATEN KEDIRI Tukiran, Tukiran; Suyatno, Suyatno; Hidajati, Nurul; Samik, Samik
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v5n1.p25-32

Abstract

Kandangan Village, is one of the villages in Kandangan sub-district, Kediri where some of its citizens workas farmers, farm laborers, carpenters, masons, construction workers, vegetable vendors, open food stallsand chop. Meanwhile, most of the housewives do not work because they take care of housework. Some ofthem are housemaids, washing and ironing workers, and selling various daily necessities at home(chopping). One type of training from the PKM given was a training in making liquid-based herbal healthdrinks, including syrup empon-empon, minuman alang-alang, and beras kencur which are ready for sale in“café” and herbal shops. This PKM activity was carried out in August 2018 involving 13 housewives fromKandangan village, which began with the presentation of training materials by the PKM Team, followed byassistance in the practice of making herbal-based health drinks, and ended with reflections/feedback andgiving questionnaires. The target of this PKM activity is the increasing skills of housewives in training inmaking herbal-based health drinks. The results of the questionnaire can be seen that PKM activities aredeclared to have gone well and have been able to provide understanding and strengthening skills in makingherbal-based health drinks for participants.
PENDAMPINGAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMBUATAN SERBUK JAMU INSTAN UNTUK PENJUAL JAMU GENDONG DI WILAYAH KELURAHAN SEMEMI KECAMATAN BENOWO SURABAYA Suyatno, Suyatno; Syarief, Sri Hidayati; Hidayati, Nurul; Tukiran, Tukiran
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v1n1.p47-53

Abstract

Telah dilakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) kepada penjual jamu gendong sebagai peserta di wilayah kelurahan Sememi, kecamatan Benowo, Surabaya. Kegiatan PKM ini ditujukan untuk melatih keterampilan peserta dalam pembuatan serbuk jamu instan. Kegiatan ini diharapkan bermanfaat untuk meningkatkan ketrampilan peserta dalam membuat serbuk jamu instan serta meningkatkan taraf ekomoni keluarganya. Pendekatan yang digunakan dalam PKM ini adalah pendekatan partisipasif, sedangkan metode yang diterapkan dalam pendampingan adalah metode pembelajaran orang dewasa (andragogi). Kegiatan ini telah dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 9 Oktober 2014 di ruang Balai RT 03 RW 01 kelurahan Sememi, kecamatan Benowo, Surabaya dan diikuti oleh 21 orang peserta. Berdasarkan hasil analisis kegiatan di lapangan dan angket dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan yang dilakukan mendapatkan respon yang positif dari peserta serta telah mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya, khususnya dalam pembuatan serbuk jamu instan.
PEMBUATAN MINUMAN EMPON-EMPON DAN WEDANG ALANG-ALANG BAGI IBU-IBU DESA MARENGAN LAOK, KECAMATAN KALIANGET, KABUPATEN SUMENEP Tukiran, Tukiran; Suyatno, Suyatno; Hidajati, Nurul; Yuanita, Leny
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v7n1.p23-29

Abstract

Ibu-ibu warga Desa Marengan Laok, Kec. Kalianget, Sumenep diketahui bahwa mereka belum berpengalaman dalam membuat minuman kesehatan berbasis herbal dalam bentuk cair. Sementara itu bahan untuk membuatnya banyak ditanam di sekitar rumah warga atau dengan mudah dapat diperoleh di pasar terdekat. Banyaknya warung-warung makanan, toko, dan tempat penginapan yang berada di wilayah Desa Marengan Laok, Kec. Kalianget Sumenep ditambah lagi Sumenep sebagai kota wisata sangat mendukung penjualan produk minuman kesehatan berbasis herbal tersebut. Oleh karena itu, tim pelaksana mencoba memberikan kegiatan pelatihan kepada ibu-ibu rumah tangga warga desa tersebut untuk meningkatkan keterampilannya dalam pembuatan minuman kesehatan berbasis herbal yang hasilnya dapat berpotensi untuk meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga. Pelatihan pembuatan berbagai minuman kesehatan berbasis herbal berbentuk cair yaitu sirup empon-empon dan wedang alang-alang yang siap dijual di warung dan toko jamu. Kegiatan PKM ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2019 dengan melibatkan 9 orang ibu rumah tangga desa Marengan Laok yang diawali dengan pemaparan materi pelatihan oleh Tim PKM, dilanjutkan dengan pendampingan praktek pembuatan minuman kesehatan berbasis herbal, dan diakhiri dengan refleksi/umpan balik serta pemberian angket. Target kegiatan PKM ini adalah meningkatnya keterampilan ibu-ibu rumah tangga desa Marengan Laok dalam pembuatan minuman kesehatan berbasis herbal. Adapun hasil angket dapat diketahui bahwa kegiatan PKM dinyatakan telah berjalan dengan baik dan peserta mampu memahami dan terampil dalam membuat minuman kesehatan berbasis herbal tersebut. Saran peserta antara lain lama waktu pelatihan hendaknya ditambah, frekuensi pelatihan hendaknya sesering mungkin, dan ragam minuman kesehatan berbasis herbal ditambah lagi.
PENINGKATAN KUALITAS PUBLIKASI ILMIAH DAN PENELITIAN BAGI GURU SMA MELALUI PELATIHAN PEMANFAATAN SOFTWARE ZOTERO Dwiningsih, Kusumawati; Tukiran, Tukiran; Made Sanjaya, I gusti
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v4n2.p85-90

Abstract

This social responsibility (PKM) activity aims to carry out technical training in the preparation of scientific paper and reference management using the Zotero application in writing scientific paper. This activity is applied to the association of Chemistry teachers in Blitar District. The training and mentoring activities consisted of theory and practice with a composition of 30% for theory and 70% for practice, while the m echanism of the workshop activities included preparation, the seminar, and the training phases. Based on the activities carried out, the results show that the implementation of this social responsibilituy activity went well and smoothly, judging from the fact that most participants were quite able to apply Zotero in making excerpts of scientific paper and enthusiastic participants showed high enthusiasm.
PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH BAGI GURU SMAN DI KABUPATEN/ KOTA GRESIK Setyarsih, Woro; Dwiningsih, Kusumawati; Tukiran, Tukiran
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v3n1.p22-31

Abstract

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa betapa masih langkanya guru yang mau, mampu, dan biasa melakukan kegiatan penyusunan KTI khususnya di SMAN 1 Gresikda dan SMAN 1 Manyar sebagai mitra. Program yang dapat dijalankan bersama antara sekolah mitra dan tim pelaksana PPM–IbM adalah perlunya peningkatan dan pengembangan profesi guru (PKB) pada unsur Publikasi Ilmiah khususnya dalam penyusunan KTI baik berupa hasil penelitian, hasil tinjauan ilmiah maupun artikel ilmiah, kecuali tulisan ilmiah populer. Tahap pendampingan dalam pelaksanaan PKM-IbM meliputi 1) Tahap Persiapan meliputi persiapan pedoman / modul serta contoh-contoh KTI yang baik, 2) Tahap Penulisan yaitu memandu para peserta pelatihan dalam mempelajari dan memahami KTI, 3) Tahap Penyuntingan meliputi tahap perbaikan KTI baik dari segi tata bahasa, substansi maupun materi, 4) Tahap Publikasi yaitu KTI yang telah direvisi diikut sertakan dalam pertemuan ilmiah dan di publikasikan pada jurnal, 5) Tahap Monitoring dan Evaluasi yaitu tahap pemaparan hasi KTI yang telah direvisi pada teman sebaya dan pemberian angket respon terhadap kegiatan pendampingan ini. Hasil dari penmdampingan penyusunan KTI diikuti oleh 34 guru SMAN 1 Gresik dan 20 guru SMAN 1 Manyar. KTI yang telah dipublikasikan antara lain: 1) satu KTI sudah dimuat pada MEDIA, No.05/Thn.XLVI/Juli 2016, satu KTI dikirim ke JPFA (Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya), dua KTI diikutkan pada Lomba Inovasi Pembelajaran (INOBEL) Guru Pendidikan Menengah Tingkat Nasional Tahun 2016 di Bandung, satu KTI masuk finalis dan yang satu KTI gagal, dan satu KTI diikutkan pada Simposium Guru dan Tenaga Kependidikan Tahun 2016 di Jakarta. Adapun respon positif yang ditunjukkan peserta berdasarkan hasil angket menunjukkan bahwa 75% guru SMAN 1 Gresik setuju dan 75% guru SMAN 1 Manyar sangat setuju dengan diadakannya pelatihan dan pendampingan penyusunan KTI ini.
Two Phenolic Compounds from Chloroform Fraction of Syzygium Polycephalum MIQ. Stem Bark (Myrtaceae) Tukiran Tukiran; Andika Pramudya Wardhana; Nurul Hidajati; Kuniyoshi Shimizu
Molekul Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.727 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2018.13.1.393

Abstract

Syzygium polycephalum (Kupa) is a plant of the Myrtaceae family which is one of the endemic plants in Indonesia, commonly called as Gowok. The chemical components of the plant have not been reported so far. This study is intended to know the molecular structures of isolated compounds of chloroform fraction from S. polycephalum stem bark.The steam bark of the plant is dried, powdered and macerated with methanol to yield methanolic extract. The methanolic extract was then conducted to fractionation using hexane and chloroform to obtain hexane and chloroform fractions. The chloroform fraction was further subjected to separation using column chromatography to obtain pure isolates and followed by measuring of their spectroscopic evidences. The isolation of chloroform fraction had led to the findings of two pure isolates. Their structures of isolates were elucidated by extensive spectroscopic methods and by comparison with the literature data to gain two phenolic compounds that are gallic acid and 3,4,3’-tri-O-methylellagic acid.
Education Character Perspective of K.H Hasyim and Hafidz Hasan Al-Mas’udi Bahri, Moh Saiful; Mispani, Mispani; Tukiran, Tukiran
Bulletin of Pedagogical Research Vol. 1 No. 1 (2021): Bulletin of Pedagogical Research
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/bpr.v1i1.176

Abstract

Karakter pendidik menurut K.H. Hayim Asy’ari sebagai guru adalah sebagai berikut; ihsan, taqwa, sakinah, wara’, tawadlu’, khusyu’, tawakal, tidak memuliakan para penghamba dunia, zuhud, memilih pekerjaan yang baik, menghindari tempat timbulnya prasangka buruk orang terhadapnya, istikomah, melestarikan sunnah, membasmi bid’ah, dan perhatian terhadap masalah agama kemaslahatan umat, menghiasi perbuatan dan pekerjaan dengan kesunnahan, berbudi pekerti yang baik, membersihkan jiwa dan raga dari akhlak yang tercela, antusias dalam menambah ilmu dan bersunggung-sungguh serta rajin membaca, belajar, mengulang-ulang ilmu, memberi komentar kitab, menghafal, berdiskusi, dan mengajarkan ilmu, bertanya sesuatu yang tidak diketahui, sibuk dalam mengarang, meringkas, dan menyusun. Sedangkan dalam mengajar beberapa bentuk karakternya adalah selalu bersuci, memakai wewangian, dan pakaian terbaik, duduk di tempat yang terlihat oleh para hadirin, sebelum memulai pelajaran membaca Al-Qur’an, mendahulukan pelajaran yang lebih mulia dan penting, memperhatikan suara saat mengajar, memilih tempat mengajar yang kondusif. Karakter pendidik terhadap murid yaitu bertujuan mendapat ridha Allah, menyebarkan ilmu, menghidupkan syari’at Islam, melanggengkan munculnya kebenaran dan terpendamnya kebatilan, menghindari sikap tidak mau mengajar murid yang tidak tulus niatnya, mendekatkan murid dengan sesuatu yang terpuji, metode terbaik, bahasa yang baik, semangat mengajar, meminta murid mengulang hafalan, bersikap ramah, merawat interaksi belajar, menjaga konsentrasi pikiran murid. Karakter pendidik menurut Hafidz Hasan Al-Mas’udi yaitu; Pendidik haruslah memiliki sifat terpuji dan mulia, bertakwa, rendah hati, ramah tamah, bijaksana, sopan santun, memiliki rasa kasih sayang, lemah lembut, hendaklah guru mengajarkan masalah yang sesuai dengan kemampuan murid. Keywords: Education Character, Pendidikan Hafidz Hasan Al-Mas’udi, Pendidikan K.H. Hayim Asy’ari
Moral Development of Students at SD Negeri 2 Sumber Agung Ogan Komering Ilir Regency Ngubad, Khumaidul; Mispani, Mispani; Tukiran, Tukiran
Bulletin of Pedagogical Research Vol. 1 No. 1 (2021): Bulletin of Pedagogical Research
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/bpr.v1i1.179

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan pembinaan akhlak siswa, untuk mengetahui pelaksanaan pembinaan akhlak siswa, dan untuk mengetahui evaluasi pembinaan akhlak siswa di SD Negri 2 Sumber Agung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, dengan mengambil latar di SD Negri 2 Sumber Agung. Metode pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembinaan akhlak siswa yang dilakukan oleh kepala sekolah di SD Negri 2 Sumber Agung adalah dengan melakukan kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi. Dalam kegiatan perencanaan dilakukan secara matang dan bekerja sama dengan stakeholder sekolah, menetapkan jadwal kegiatan yang didokumentasikan secara tertib. Pada kegiatan pengorganisasian sekolah menetapkan para guru sebagai petugas pembinaan akhlak siswa yang disertai dengan rincian tugas yang jelas. Dalam aspek pelaksanaan kegiatan keagamaan maka waktu masuk sekolah yang lebih awal, peraturan yang tegas, dan para guru menanamkan keteladan kepada siswa. Sedangkan dalam evaluasi Sekolah telah melakukan dengan melihat berbagai kendala dalam pembinaan akhlak siswa yaitu masih adanya pelanggaran yang dilakukan oleh siswa perupa membolos, terlambat masuk sekolah dan tidak memasukan pakaian. Pelanggaran ini tidak adanya aturan yang resmi sebagai pedoman terhadap sanksi hukumannya. Implementasi kegiatan keagamaan di SD Negri 2 Sumber Agung diwujudkan dalam dua bentuk kegiatan yaitu : a) pembinaan akhlak siswa yang dilakukan sebelum proses pembelajaran terdiri dari kegiatan Tadarrus Al qur’an, Sholat Dhuha dan do’a, bersama, b) pembinaan akhlak siswa yang dilakukan di luar proses pembelajaran terdiri dari kegiatan sholat zhuhur berjamaah, kegiatan muhadhoroh, kegitan peringatan hari besar Islam, dan kegiatan perlombaan keagamaan. Efektifitas pembinaan akhlak siswa di SD Negri 2 Sumber Agung diketahui bahwa : a) Meningkatkan kebiasaan Ibadah siswa, b) Kemampuan membaca Al Qur’an siswa menjadi lebih baik dari sebelumnya, c) Adanya kepatuhan dalam mengikuti kegiatan keagamaan, 4) siswa mudah diatur serta ditertibkan saat pelaksanaan keagamaan. Kata Kunci: Pengaruh, Kedisiplinan, Performa Guru Akidah Akhlak, Prestasi Belajar Siswa
PELATIHAN MEMULAI BERKARIR DI PERUSAHAAN INTERNASIONAL DAN PEMBUKUAN SEDERHANA ORGANISASI SISWA-MAHASISWA BAGI SISWA-SISWI SLTA DAN MAHASISWA DI KECAMATAN JAGAKARSA Widjanarko, Widjanarko; Anggraeni, Noerlina; Dewi, Dyah Utami; Sobir, Obing Zaid; Tukiran, Tukiran
Jurnal Pengabdian Teratai Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Teratai
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kosgoro 1957

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/teratai.v5i1.1344

Abstract

Pembukuan keuangan dan pengadministrasian mutlak diperlukan baik untuk organisasi berorientasi profit (perusahaan) maupun organisasi non profit (nirlaba). Bagi siswa-siswi SLTA dan mahasiswa di kecamatan Jagakarsa dan sekitarnya dalam rangka memudahkan pengorganisasian, pencatatan keuangan dan pengadministrasian maka pihak Institut Bisnis dan Informatika Kosgoro 1957 menyelenggarakan Pelatihan Pembukuan Sederhana untuk mereka sekaligus diberikan pelatihan cara-cara membuat surat lamaran kerja untuk perusahaan internasional. Pelatihan diberikan oleh para dosen-dosen Institut Bisnis dan Informatika Kosgoro 1957 ditambah masukan dari pihak stakeholder (perusahaan internasional) serta alumni Institut Bisnis dan Informatika Kosgoro 1957 yang telah bekerja dan sukses. Juga diberikan masukan/amanah dari anggota DPR-RI Komisi X.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS JAMU SERBUK MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Salat, Sri Yunita Suraida; Yuniastri, Ratih; Pramasari, Ika Fatmawati; Tukiran, Tukiran; Ruhana, Amalia; Imron, Ali
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20318

Abstract

Abstrak: Indonesia kaya akan sumber daya alam yang melimpah, termasuk jenis tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti jahe, temulawak, kunyit, kencur, dan lainnya. Banyak orang memanfaatkan tanaman ini menjadi jamu, salah satunya seperti Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Bukit Lestari yang terletak di kecamatan ganding kabupaten Sumenep yang selanjutnya menjadi mitra dalam kegiatan ini dengan jumlah total 60 anggota. Kedua mitra ini telah merintis usaha sejak tahun 2019, namun ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan di pasar menjadikan usaha ini terbatas. Pengolahan yang dilakukan secara sederhana juga berkontribusi terhadap rendahnya produktivitas jamu yang dihasilkan. Melalui kegiatan pengabdian kepada Masyarakat program Kosabangsa, tim mengajak kedua kelompok ini untuk bermitra dan menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi. Melalui pembimbingan dari tim pembimbing, tim pelaksana kegiatan kosabangsa melakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan pemahaman diukur melalui pemberian pretest-postest dan keterampilan mitra serta penerapan teknologi tepat guna yang dimiliki tim pendamping diukur dengan mengisi checklist dan observasi langsung. Kegiatan pelatihan dan pendampingan oleh tim pelaksana beserta tim pendamping telah terlaksana dengan baik, mendapat dukungan penuh dari mitra. Hasil kegiatan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam menerapkan teknologi selama proses pembuatan jamu sebesar 88,89% dan inovasi produk jamu cair sebesar 88,6%, serta peningkatan produktivitas jamu sebesar 80%. Kegiatan keberlanjutan dapat berupa pendampingan pengajuan izin edar BPOM dan pengembangan produk sesuai dengan iklim usaha bidang pangan yang dinamis.Abstract: Indonesia is rich in abundant natural resources, including types of herbal plants that have many health benefits, such as ginger, turmeric, galangal, and others. Many people use this plant as herbal medicine, one of which is the Mawar,s Farming Group (KWT) and Bukit Lestari’s Farming Group (KTH) which are located in Ganding Sub-district, Sumenep district which later became partners in this activity with 60 members. These two partners have been starting a business since 2019, but the imbalance between supply and demand in the market means this business is limited. Simple processing also contributes to the low productivity of the herbal medicine produced. Through community service activities for the Kosabangsa program, the team invites these two groups to partner and solve the problems being faced by parnerts. Through guidance from the supervisory team, the Kosabangsa activity implementation team carries out training and mentoring activities to improve partners’ understanding, measured through administering a pretest-posttest, and skills as well as the application of appropriate technology owned by the accompanying team, measured by filling in a checklist and direct observation. Training and mentoring activities by implementing team and accompanying team have been carried out well, receiving full support from partners. The results oh the activity can increase partners’ knowledge and skills in applying technology during the herbal medicine manufacturing process by 88,89% and liquid herbal medicine productivity by 80%. Sustainability activities can take the form assistance in applying for BPOM distribution permits and product development in accordance with the dynamic business climate in the food sector.