Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

ANALISA PENGARUH KUAT ARUS PENGELASAN SMAW TERHADAPKEKUATAN UJI IMPAK PADA SAMBUNGANBAJA KARBON ST 42 Erika Afandi; Delima Yanti Sari; Hendri Nurdin; Bulkia Rahim
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.599 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v4i1.287

Abstract

Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari kuat arus pengelasan SMAW terhadap kekuatan uji impak pada sambungan baja karbon ST 42. Impact test adalah suatu upaya yangmenggambarkan keadaan material yang sering dijumpai dalam transportasi atau konstruksi yang mana beban tidak selalu datang secara perlahan-lahan tekadang juga datangdengan carakejut. Baja yang digunakan ialah baja ST 42 dengan tebal 10mm, panjang 55mm dan lebar 10mm. Jenis las yang digunakan yaitu las SMAW dengan arus DC menggunakan 3 jenis variasi kuat arus yaitu 90 Ampere, 105 Ampere dan 120 Ampere. Jenis elektroda yang digunakan yaitu elektroda RB-E6013 diameter 3,2mm dan kampuh yang dipakai ialah kampuh V. Proses pengelasan dilakukan 3 layer menggunakan metode down hand position. Spesimen dilakukan pengujian Impak Metode Charpy. Hasil pengujian kekuatan impact pada Material ST 42 mempunyainilai harga impact sebesar182,82 joule, untuk harga impact memilki nilai 2,28joule/mm²,dan hasil kekuatan impact dengan variasi kuat arus 90 ampere mempunyai energi terserapsebesar 110,95 joule, kemudian untuk harga impact memiliki nilai 1,38 joule/mm².Data hasil kekuatan impact dengan variasi kuat arus 105 ampere memiliki nilai energi terserap sebesar 83,36joule, kemudian untuk nilai harga impact memiliki nilai 1,03 joule/mm².Terakhir untuk variasi kuat arus 120 amperememiliki nilai energi terserap sebesar77,61joule, dan nilai harga impact yaitu 0,96 joule/mm². Baja karbon yang dilas dengan arus yang lebih rendah maka harga impactnya lebih besar dan baja karbon yang diberi arus pengelasan yang lebih besar terjadi penurunan harga impactnya.
PENGARUH KUAT ARUS PENGELASAN PADA BAJA KARBON RENDAH TERHADAP KEKUATAN TARIK SAMBUNGAN MENGGUNAKAN LAS MIG Febri Hanafi; Hendri Nurdin; Syahril Syahril; Purwantono Purwantono
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.495 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v4i1.313

Abstract

Pengaruh kuat arus dalam pengelasan memang berpengaruh besar saat pengelasan, tinggi atau rendah arus yang digunakan pada pengelasan sangat menentukan kekuatan pada sambungan las, dan bentuk hasil penetrasi las itu. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh kekuatan arus listrik pengelasan baja karbon rendah terhadap kekuatan tarik sambngan menggunakan pengelasan Metal Inert Gas. Metode penelitian yang diterapkan yaitu eksperimen, dilakukan analisis kekuatan tarik pada sambungan las Metal Inert Gas, dengan perbedaan tiga kekuatan arus pengelasan, sebesar: 100A, 110A, dan 120A. Jenis material spesimen dalam penelitian ini yaitu pelat baja karbon rendah St 37, ketebalan bahan 10 mm dan dilakukan pengelasan memakai kawat elektroda jenis ER70S-6 berdiameter 1 mm. Metode Peneltian yang digunakan yaitu Metode Eksperimen, jenis metode yang dipakai untuk mencari suatu pengaruh perlakuan terhadap yang lain dalam keadaan atau kondisi yang terkendali, dan hasil pengujian diperoleh pada pengujian lansung. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, nilai kuat tarik yang terbesar dimiliki pengelasan yang berkekuatan arus 120A yaitu dengan nilai tegangan tarik rata-rata 283,56 N/mm2, nilai rata-rata regangan 11,8% dan nilai rata-rata modulus elastis 23,8 kN/mm2. Sedangkan nilai terendah terdapat pada pengelasan dengan kekuatan arus 100A yaitu dengan nilai kekuatan rata-rata 221,85 N/mm2, nilai rata-rata regangan 12% dan nilai rata-rata modulus elastis 1,85 kN/mm2. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan, ditarik kesimpulannya, kekuatan tarik tertinggi dimiliki arus 120A. Ini menandakan bahwa semakin tebal bahan yang digunakan, maka dibutuhkan pula arus dan elektroda yang besar untuk mencapai hasil kekuatan tarik yang baik sesuai dengan standar pengelasan MIG (Metal Inert Gas).
PERBEDAAN HASIL BELAJAR MAHASISWA BERDASARKAN JALUR MASUK DAN ASAL SEKOLAH PADA MATA KULIAH MATEMATIKA DI JURUSAN TEKNIK MESIN FT-UNP Abdul Ghani Rahman; Refdinal Refdinal; Hendri Nurdin; Primawati Primawati
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.542 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v4i1.326

Abstract

Masih banyak mahasiswa yang mendapatkan nilai <B melalui jalur masuk dan dari sekolah asal pada mata kuliah MatematikaMahasiswa lulus melalui jalur SNMPTN dan mahasiswa yang berasal dari SMK sering dianggap mempunyai nilai yang tinggi dari pada dengan jalur SBMPTN dan Mandiri serta SMA. Tujuan Penelitian ini merupakan buat membicarakan disparitas output belajar mahasiswa di jalur masuk dan sekolah asal tahun masuk 2017, 2018, dan 2019 di Mata Kuliah Matematika di Universitas Negeri Padang Fakultas Teknik Prodi Penddikan Teknik Mesin. Strategi eksplorasi yaang memanfaatkan ex post facto merupakan penelitian dengan memimpin penelitian observasional yang tepat, dimana para ahli tidak memiliki kekuasaan langsung atas faktor-faktor bebas, karena kekhasannya sulit dikendalikan. Eksplorasi ini diarahkan pada bulan Januari-Juni di Universitas Negeri Padang Fakulas Teknik Jurusan Teknik Mesin yang total populasinya 187 mahasiswa. Pengambilan sample dengan teknik yang digunakan yaitu sampling total sebanyak 187 mahasiswa. Buatan review buat uji disparitas hasil belajar mahasiswa ditinjjau dari jalur masuk dan skolah asal di mata kuliah Matematika pada Universitas Negeri Padang Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Prodi Pendidikan Teknik Mesin dan memanfaatkan normaltas uji data dirangkum belum normal distribusinya. Melalui hasil pengujian Mann-Whitney U-test melihatkan tidak terdapat perubahan yang mencolok. Sedangkan menggunakan Non-Parametrik Kruskal-Wallstest menunjukkan perbedaan yang signifikan.
PENGARUH NOZZLE TEMPERATURE DAN LAYER HEIGHT HASIL 3D PRINTING TERHADAP UJI BENDING MATERIAI ABS Addha Ilham; Andril Arafat; Rifelino Rifelino; Hendri Nurdin
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.756 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v4i1.332

Abstract

Kemajuan teknologi telah mempengaruhi berbagai aspek dalam dunia manufaktur, salah satunya adalah rapid prototyping atau 3D printing. Produk hasil 3D printing tidak hanya dibutuhkan untuk pembuatan prototipe saja bahkan penggunaanya juga untuk produk fungsional. Permasalahan yang sering terjadi dalam parakteknya, akibat dari pengaturan parameter proses nozzle temperature dan layer height yang tidak optimal berdampak pada hasil cetakan 3D printing. Tentunya hal ini menjadi pertimbangan yang besar untuk mengahasilkan produk 3D printing yang berkualitas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mencari kombinasi pengaturan parameter proses yang optimal dan informasi mengenai pengaruh parameter proses terhadap respon kekuatan bending material hasil cetakan 3D printing. Jenis penelitian yang digunakan penelitian eksperimen. Spesimen dicetak sebanyak Sembilan spesimen dengan variasi parameter proses pencetakan 3D printing menggunakan material ABS. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian Bending terhadap hasil 3D printing dengan metode three point bending. Berdasarkan hasil pengujian bending didapat nilai terendah pada kombinasi parameter nozzle temperature 2220 C dan layer height 0.2 mm dengan nilai flextural strength 52.12 MPa. Sedangkan untuk nilai uji bending tertinggi terdapat pada kombinasi parameter nozzle temperature 2320 C dan layer height 0.1 mm dengan nilai flextural strength 57.78 MPa, k­­ombinasi parameter ini sekaligus menjadi parameter yang direkomendasikan untuk proses pencetakan 3D printing. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa variasi dari parameter proses 3D printing mempengaruhi nilai kuat bending material.
ANALISA LAJU KOROSI PADUAN SENG (ZN) UNTUK APLIKASI IMPLAN TERSERAP TUBUH Fauzan Azima; Andril Arafat; Irzal Irzal; Hendri Nurdin
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.553 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v4i1.335

Abstract

Biomaterial berkembang dengan pesat ke tahap dikemukakannya klasifikasi logan baru dikenal sebagai loganm terserap tubuh (absorbable). Besi (Fe), Magnesium (Mg), dan Seng (Zn) yang umum digunakan sebagai dasar dari paduan bioabsorbable. Zn yang belakangan ini sering diteliti karena berpotensi oesteogenik dan dapat terurai dalam tubih manusia. Zn dengan komposisi murni telah diteliti namun ditemukan memiliki sifat lunak dan memiliki sifat korosi yang lambat dinilai tidak memenuhi kebutuhan medis. Maka dikembangkanlah Zn dengan paduan Mg yang diharapakan dapat meningkatkan sifat mekanik dan sifat korosi yang sesuai terhadap proses biologis tubuh. Salah satu konsentrasi yang bagus adalah Zn-1Mg. Studi ini bertujuan untuk kontribusi analisa sifat mechanical (microhardness) dan corrosion rate (laju korosi) paduan Zn-1Mg as-rolled untuk aplikasi implan terserap tubuh. Untuk mengetahui sifat mechanical dan corrosion rate dari paduan Zn-1Mg as-rolled dilakukan secara In-Vitro. Pengujian yang dilakukan adalah microhardness Vickers, dan immersion test metode menggunakan media simulated body fluids Kokubo’s solution. Corrosion rate paduan Zn-1Mg dihitung dengan metode weight-loss. Selain itu data didukung dengan XRD dan XRF. Hasil pengujian menegaskan terjadinya penurunan microhardness seiring waktu immersion test dengan nilai 85 HV. Sedangkan. Corrosion rate paduan Zn-1Mg meningkat seiring waktu immersion test dengan corrosion rate tertinggi 0,0016 ±0,00002 mm/year. Selain itu juga ditemukan produk korosi yang menempel di permukaan spesimen uji, yang menjadi penyebab terjadinya korosi pitting. Dari hasil-hasil temuan tersebut dapat dijadikan acuan untuk pengembangan penelitian paduan Zn-1Mg as-rolled.
OPTIMASI PARAMETER PEMESINAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BAJA EMS 45 PADA PROSES FINISHING MESIN BUBUT KONVENSIONAL Ilham Rinaldo Putra; Eko Indrawan; Hendri Nurdin; Budi Syahri
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.842 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v4i1.338

Abstract

Kualitas permukaan benda kerja disebabkan oleh faktor parameter pemesinan, faktor tersebut ialah kecepatan spindel dan kecepatan pemakanan. Permasalahan kekasaran akibat parameter pemesinan perlu diteliti dan dikaji agar diketahui seberapa besar pengaruhnya. Penelitian ini bermaksud agar kecepatan spindel dan kecepatan pamakanan diketahui seberapa besar pengaruhnya terhadap kekasaran benda kerja. Eksperimen model taguchi digunakan pada riset ini. Taguchi digunakan agar kualitas dapat diperbaiki dengan penentuan parameter optimal agar kekasaran yang diperoleh lebih baik. Spesimen yang diuji ialah baja EMS 45 diamemter 25 mm, panjang 90 mm, dengan dalam pemakanan 0,2 mm. penelitian ini menggunakan 3 variasi putaran spindel dan 3 variasi laju pemakanan yaitu putaran spindel 1459 rpm, 1658 rpm dan 1990 rpm dan laju pemakanan 0.040 milimeter/revolution, 0.120 milimeter/revolution dan 0.200 milimeter/revolution. kesimpulan yang diproleh dari riset ini ialah kecepatan putaran dan laju pemakanan berpengaruh terhadap hasil kekasaran dengan persentase kontribusi terbesar ialah kecepatan putaran dengan kontribusi 78.67% pada analysis of variance rata-rata sedangkan pada SNR memberikan kotribusi 69,87%. Kontribusi laju pemakanan berkontribusi sebesar 11.63% pada ANOVA nilai rata-rata dan 10.03% pada SNR. Parameter pemesinan optimal pada penelitian ini ialah kecepatan spindel pada setingan 1990 rpm dengan laju pemakanan 0.200 milimeter/revolution. Parameter pemesinan yang telah ditentukan dengan optimal diharapkan mampu memperoleh kekasaran yang optimal.
PENGARUH TEMPERATUR TUANG PADA PENGECORAN DAUR ULANG ALUMINIUM TERHADAP NILAI KEKERASAN Syauqi Arjunanda; Zainal Abadi; Jasman Jasman; Hendri Nurdin
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v4i3.390

Abstract

Limbah dari aluminium sangat banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari yang belum diolah dengan baik. Banyaknya penggunaan aluminium dalam kehidupan sehari-hari itu akan membuat limbah aluminium semakin banyak. Jika hal ini tidak di tangani dengan cepat maka limbah ini akan memberikan dampak yang buruk bagi lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi temperatur tuang pada pengecoran daur ulang aluminium terhadap nilai kekerasan dengan pengecoran menggunakan cetakan pasir. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif Ekperimen yang merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya akibat dari sesuatu yang diberikan kepada objek. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan metode dokumentasi, observasi dan eksperimen langsung. Hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA. Aluminium bekas sepatu kampas rem sepeda motor digunakan sebagai bahan utama dalam penelitian ini. Parameter yang digunakan dalam pengecoran adalah temperatur tuang dengan variasi 670 oC, 720 oC, dan 750 oC. Pengujian kekerasan yang dilakukan menggunakan alat Vickers Hardness Tester. Pengujian kekerasan dilakukan untuk mengetahui sifat mekanis material. Hasil uji kekerasan menunjukkan bahwa nilai kekerasan pada temperatur 670 oC didapatkan nilai rata-rata 84,70 HVN, lalu pada temperatur 720 oC mengalami kenaikan sampai 95,71 HVN, dan pada temperatur 750 oC didapatkan nilai kekerasan rata-rata 103,56 HVN. Berdasarkan nilai tersebut dapat dilihat bahwa seiring dengan kenaikan temperatur tuang maka nilai kekerasan mengalami kenaikan.
ANALISIS TEGANGAN PADA POROS ENGKOL SEPEDA MOTOR HONDA GL PRO NEOTECH MENGGUNAKAN SOLIDWORKS 2021 Muhammad Iqbal Iski; Delima Yanti Sari; Hendri Nurdin; Irzal Irzal
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v4i3.391

Abstract

Sepeda motor terdapat salah satu komponen penting yaitu poros engkol (crankshaft). Poros engkol adalah komponen dengan geometri yang kompleks pada mesin pembakaran, berfungsi mengubah gerak translasi (gerak bolak-balik) piston menjadi gerak berputar terhadap poros. Poros engkol dioperasikan pada putaran tinggi sehingga poros engkol mengalami beban siklus yang cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi beban yang terjadi pada poros engkol Honda GL Pro Neotech berbahan material AISI 1045 Steel, cold drawn dengan melakukan analisis static structural dengan tipe meshing tetrahedral 3D solid elements pada poros engkol menggunakan Solidworks 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan simulasi komputer dengan software berbasis Metode Elemen Hingga. Dilakukan untuk mendapatkan besarnya nilai tegangan yang terjadi pada lokasi kritis, perpindahan yang terjadi pada poros engkol dan faktor keamanan. Model poros engkol 3D dibuat melalui software Solidworks 2021. Beban kemudian diterapkan pada crankpin dan kondisi batas diterapkan pada crank journal. Hasil yang diperoleh dari analisis tersebut untuk mengetahui distribusi tegangan Von Mises, perpindahan dan faktor keamanan pada poros engkol akibat pembebanan secara statik. Gaya reaksi yang disebabkan gaya aksi yang diberikan terhadap crankpin sebesar 11.659,28 N. Kesimpulan dari penelitian ini adalah diketahuinya nilai tegangan Von Mises, perpindahan, dan faktor keamanan melalui hasil simulasi Solidworks. Didapatkan tegangan Von Mises maksimum sebesar 4,777e+01 N/mm2 dan tegangan Von Mises minimum sebesar 1,704e-08 N/mm2, perpindahan maksimum diperoleh sebesar 2,543e-03 mm dan FOS (factor of safety) minimum diperoleh sebesar 1,109+01.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO TUTORIAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN CNC DI SMK NEGERI 1 PADANG Sayyid Rasyid Habibie; Yufrizal Yufrizal; Purwantono Purwantono; Hendri Nurdin
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v4i3.404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan pengaruh video tutorial materi CNC (Computer Numerical Control) terhadap hasil belajar siswa di SMK Negeri 1 Padang. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen, yang digunakan untuk mengungkapkan pengaruh suatu tindakan terhadap tindakan lainnya dalam kondisi yang terkendali. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Padang yang terletak di Jl Mahmud Yunus Anduring. Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat. Sampel untuk penelitian dipetik pada dua kelas yaitu, kelas XI TP-A dan XI TP-B. Teknik pengumpulan data meliputi pengambilan tes dan pencatatan siswa untuk dijadikan sampel penelitian. Hasil penelitian ini dinyatakan sebagai persentase hasil belajar yang diberikan peserta didik setelah memakai media video pembelajaran. Berdasarkan hasil setelah pengujian, rata-rata prestasi belajar siswa kelas kontrol adalah 74,03 dengan nilai teratas 88 dan terbawah 53, sedangkan rata-rata hasil belajar dari peserta didik kelas eksperimen adalah 81,30. 3 pertemuan dalam 3 minggu. Berdasarkan pembahasan, disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga dengan video tutorial berdampak baik terhadap perkembangan nilai belajar siswa.
PENGARUH PROSES QUENCHING TERHADAP KEKUATAN TARIK BAJA KARBON SEDANG AISI 1045 Gifan Ainul Mukhrim; Jasman Jasman; Hendri Nurdin; Zainal Abadi; Eko Indrawan
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v4i4.436

Abstract

Perkembangan teknologi pada masa kini berbanding lurus dengan perkembangan di dunia industri. Perkembangan di dunia industri tak lepas dari penggunaan baja pada keadaan sehari-hari. Baja ialah campuran dari beberapa besi, karbon berbagai macam elemen lain. Penelitian tersebut menggunakan jenis baja yang dipakai ialah baja karbon sedang AISI 1045. Baja ini ialah jenis baja dengan karbon menengah, dimana angka 1045 menyatakan bahwa 45 ialah kandungan atau kompisisi karbon yang terkandung sebanyak 0,45% sementara angka 10 ialah plain carbon. Penelitian tersebut mempunyai tujuan untuk mendapatkan nilai dari hasil pengujian tarik dengan proses perlakuan panas pada variasi menggunakan media pendingin oli SAE 40, air es, air laut, dan terhadap jenis baja AISI 1045 dengan menaikkan temperatur hingga 820°C dan dilakukan penahanan selama 15 menit dengan tujuan untuk mendapatkan nilai dari uji tarik dan sifat, daya tahan baja tersebut. Metode pengujian menggunakan metode eksperimen dengan AISI 1045. Berdasarkan metode pengujian yang dilakukan didapatkan hasil penggunaan media air laut, air es, dan oli SAE 40 sangat berpengaruh kepada nilai dari kekuatan uji tarik telah dilakukan dan didapatkan nilai rata-rata yang paling tinggi dengan media pendinginan oli SAE 40 sehingga hasil tegangan 1099,60 MPa, regangan 19%,dan modulus elastisitas 5,79 GPa. Menggunakan air es didapatkan tegangan 953,33Mpa, Regangan 17%, dan Modulus Elastisitas sebesar 5,45 GPa. Air laut tegangan sebesar 988,84 MPa, Regangan 21%, dan Modulus Elastisitas 4,80 GPa.