Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN DASAR PERANCANGAN TEKNIK MESIN KELAS X SMK NEGERI 1 SUMATERA BARAT Irshan Sepriza; Nelvi Erizon; Delima Yanti Sari; Febri Prasetya; Hendri Nurdin
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v4i4.449

Abstract

Motivasi belajar ialah hasrat/upaya internal dan eksternal untuk meningkatkan aktivitas, mengubah perubahan perilaku dalam menggapai tujuan belajar. Penelitian ini diterapkan karena hasil belajar siswa teknik mesin SMK Negeri 1 Sumatera Barat masih rendah. Penelitian dikerjakan untuk melihat apakah adanya koneksi antara motivasi belajar siswa kelas X DPTM SMK Negeri 1 Sumatera Barat dengan hasil belajarnya. Jenis penelitian kuantitatif korelasional dipakai pada penelitian ini. Sebuah penelitian yang dikenal dengan penelitian kuantitatif korelasional berfokus pada pemeriksaan data yang diperoleh dengan menggunakan teknik statistik untuk melihat keberadaan dan signifikansi hubungan dari dua variabel atau lebih. Berlandaskan dari hasil analisis koefisien (r) kedua variabel penelitian dengan rhitung 0,812 dan rtabel 0,254 kategori 0,812 > 0,254, maka Ha diterima. Jadi hipotesis bahwa hubungan antar motivasi dam hasil belajar dan hasil analisis diperoleh koefisien determinasi sebesar 65,93%, sehingga sumbangan motivasi belajar dengan hasil belajar ialah 65,93%, selebihnya disebabkan oleh faktor luar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar kelas X Mata Pelajaran Dasar Perancagan Teknik Mesin (DPTM) SMK Negeri 1 Sumatera Barat berkorelasi positif signifikan pada hasil belajarnya. Dari analisis implikasi dari penelitian ini ialah bahwa siswa yang termotivasi lebih mungkin untuk memenuhi hasil belajar menjadi lebih baik berbanding terbalik dengan siswa yang kurang termotivasi.
PENGARUH VARIASI KUAT ARUS TERHADAP KEKUATAN TARIK HASIL PENGELASAN SMAW PADA BAJA KARBON RENDAH DENGAN ELEKTRODA E-7018 Novendri Chairul; Irzal Irzal; Mulianti Mulianti; Hendri Nurdin
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v4i4.470

Abstract

Las SMAW (Shielded Metal Arc Welding) merupakan kegiatan penggabungan dua logam atau lebih yang meanfaatkan bantuan energi panas guna mencairkan material kerja dan elektroda sebagai material tambahan pada proses pengelasan SMAW. Parameter utama yang menpengaruhi kualitas hasil pada proses pengelasan baja karbon rendah dengan pengelasan las busur listrik adalah besar arus listrik, semakin besar arus listrik dipakai pada proses pengelasan maka besar juga energi panas yang dihasilkan. Panas yang dihasilkan oleh proses pengelasan sangat berpengaruh pada hasil pengelasan sehingga apabila panas yang digunakan terlalu tinggi maka dapat merubah bagian struktur material. Penelitian ini dilaksanakan untuk melihat bagaimana pengaruh nilai kuat arus pada pengelasan SMAW menggunakan pengujian tarik. Jenis penelitian eksperimen yang diterapkan pada penelitian dengan melakukan pengelasan SMAW berdasarkan kuat arus pada proses pengelasan. Nilai kuat arus yang digunakan dalam penelitian ini yakni, 90, 100, dan 130 Ampere dengan mengunakan elektroda E-7018. Material pada penelitian ini merupakan baja karbon rendah berbentuk plat dengan ketebalan 8mm. Uji Tarik digunakan sebagai uji material dalam melihat seberapa besar pengaruh dari nilai kuat arus yang diteliti. Untuk nilai uji tarik tertinggi didapatkan pada arus 130 ampere dengan rata-rata kekuatan tarik 545,58 N/mm2. Berdasarkan hasil penelitian peningkatan nilai kekutan tarik berbanding lurus dengan nilai kuat arus dima nilai kekuatan tertinggi didapat pada arus 130 Ampere.
PENGARUH PENYAYATAN UP MILLINGDAN DOWNMILLINGTERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BENDA KERJA BAJA S45C PADA PROSES PEKERJAAN MESIN FRAIS VERTIKAL Ogif Pradinata Putra; Hendri Nurdin; Rifelino Rifelino
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v4i4.473

Abstract

Dalam melakukan pekerjaan yang menghasilkan produk yang berualitas harus membuat perencanaan yang efektif dan efisien. Begitupun pada bidang pemesinan harus membutuhkan perencanaan untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Dalam proses pengefraisan kualitas produk tersebut bisa dilihat dari kekasaran permukaan sehingga semakin halus permukaan benda semakin baik kualitas produk tersebutTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyayatan up milling dan down milling terhadap baja S45C untuk mendapatkan nilai kekasaran permukaan yang maksimal menggunakan mesin frais vertical. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan membandingkan tingkat kekasaran permukaan baja S45C hasil fraisan yang menggunakan pisau frais HSS kedalaman pemakanan (depth of cut) 1 mm. Hasil penelitian diketahui bahwa kekasaran spesimen pada up milling berada pada kelas N7 sedangkan pada nilai rata-rata kekasaran pada down milling berada pada kelas N8. Spesimen yang memiliki nilai kekasaran yang tertinggi adalah spesimen down milling, yang pengambilan datanya No. 2 dengan rata-rata Ras= 3,24m yaitu pada kelas kekasaran N8. Dan Spesimen yang memiliki nilai kekasaran yang terendah adalah spesimen up milling, yang pengambilan datanya No. 1 dengan rata-rata Ras= 1,01m yaitu pada kelas kekasaran N7. Berdarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gerak makan atau penyayatan up milling dan down millingmemberikan dampak terhadap hasil produk pengefraisan pada baja S45C. Hal ini dibuktikan dengan bervariasinya nilai kekasaran permukaan baja S45C yang difrais dengan dalam pemakanan sama.
PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA KULIAH KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) BERBASIS ANDROID UNTUK MAHASISWA DEPARTEMEN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS NEGERI PADANG Amri Ramadhan S; Irzal Irzal; Yufrizal A; Hendri Nurdin
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v4i4.475

Abstract

Sistem Pendidikan yang baik dan maju selalu didukung dengan perangkat pembelajaran yang mendukung proses pembelajaran. Dalam melakukan suatu pekerjaan baik di industri dan wokshop kerja perlu diperhatikan pemahaman terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) terkhususnya mengenai safety tools. Namun, berdasarkan hasil observai peneliti terhadap proses perkuliahan yang berlangsung banyak mahasiswa yang kurang memahami tujuan pembelajaran dari mata kuliah K3. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan media pembelajaran bagi mahasiswa Departemen Teknik Mesin angkatan 2020/2021 pada mata kuliah K3 dengan membuat media pembelajaran dengan sistem game yang dapat dimainkan oleh mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan berupa Research and Development dengan jenis penelitian model Plomp. Lokasi penelitian dilakukan pada Departemen Teknik Mesin Universitas Negeri Padang. Sample penelitian ini akan diambil dari mahasiswa Departemen Teknik Mesin angkatan 2020/2021. Berdasarkan pengujian aplikasi yang telah dirancang dan divalidasi oleh ahli materi pada mata kuliah K3 dengan hasil 92% dengan keterangan sangat valid. Pengujian aplikasi untuk ahli media memperoleh nilai sebesar 90% dengan keterangan sangat valid. Hasil praktikalitas yang dilakukan dan diuji kepada mahasiswa memberikan persentase nilai sebesar 83% menyatakan bahwa aplikasi praktis dipergunakan. Berdasarkan data dan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa perancangan media pembelajaran berupa game mengenai K3 berbasis android untuk Mahasiswa Departemen Teknik Mesin sangat valid dan sangat praktis dan layak digunakan.
ANALISIS KEKUATAN TARIK BAHAN KOMPOSIT SERAT FIBER GLASS MENGGUNAKAN METODE HAND LAY UP DENGAN BERBAGAI VARIASI FRAKSI Muhammad Ikhsan Koto; Nelvi Erizon; Hendri Nurdin; Refdinal Refdinal
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v5i1.476

Abstract

Kebutuhan industri atas material yang memiliki sifat sama dengan logam dan tahan dengan korosi memerlukan pengembangan berbagai macam jenis material yang salah satunya adalah komposit fiberglass. Penggunaan material fiberglass sudah banyak digunakan pada dunia industri otomotif, perkapalan dan lainya. Pembuatan fiberglass dengan teknik hand lay up dengan biaya yang murah tanpa membutuhkan alat. tujuan dari penelitian ini yaitu guna mendapatkan rata rat kekuatan tari komposit yang memakai teknik hand lay up dengan berbagai macam fraksi dan untuk mengetahui macam fraksi volume serat yang lebih baik diterapkan terhadap kekuatan tarik pada serat fiberglass memakai teknik hand lay up. Metode dengan jenis eksperimen yang diterapkan pada penelitian ini dengan menganalisis kekuatan uji tarik kekuatan tarik bahan komposit serat fiberglass menerapkan teknik hand lay up dengan fraksi volume serat 20%, 25%, 30%, 35%, 40% terhadap Yukalac seri 157 BQTN-EX. Hasil penelitian yaitu nilai kekuatan tarik paling tinggi yaitu volume fraksi 40% yaitu 198,99 Mpa dan nilai kekuatan Tarik terkecil pada volume fraksi 20% dan pengaruh volume Tarik terhadap kekuatan Tarik , yang mana semakin besar presentase nilai volume fraksi maka semakin besar nilai kekuatan Tarik komposit rentang 20% sampai 40%. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu terdapat pengaruh volume Tarik terhadap kekuatan Tarik , dimana semakin tinggi presentase nilai volume fraksi maka semakin tinggi nilai kekuatan Tarik komposit pada dan pada specimen pengujian hampir terjadi debonding atau fiber pull out, yang mana ini terjadi karena pemilihan metode pembuatan yaitu hand lay-up yang mana besar kemungkinan terjadinya void pada sepesimen komposit.
HUBUNGAN MINAT BERWIRAUSAHA DENGAN MATA PELAJARAN PRODUK KREATIF DAN KERWIRAUSAHAAN (PKK) DI SMK NEGERI 1 LINTAU BUO Tri Ramadhan; Irzal Irzal; Hendri Nurdin; Primawati Primawati
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v5i2.514

Abstract

Lulusan dari SMK masih banyak yang menganggur setelah menamatkan pendidikannya, mereka memiliki kebimbangan terhadap langkah apa yang seharusnya mereka ambil setelah lulus. Keraguan siswa untuk melanjutkan Pendidikan ke jenjang universitas, pada mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaanmasih belum berjalan dengan tujuan pembelajaran dikarenakan guru lebih banyak memberikan teori dan meberikan LKS serta memberi tugas praktik hanya di akhir saja akibatnya kurangnya minat para siswa untuk belajar, hal ini sesuai dengan rendahnya nilai ujian para siswa. Yang dapat berakibat kurangnya minat siswa dalam berwirausaha. Kajian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui adakah hubungan yang antara minat berwirausaha dengan mata pelajaran pkk. Jenis kajian ini yakni kuantitatif dengan sifat korelasional. Teknik korelasional digunakan untuk mengetahui hubungan antar variable. Pada kajian ini menggunakan siswa kelas XI TP SMK N Lintau Buo sebagai populasi. Hasil penelitian menunjukan nilai r hitung 0.342 dan nilai sig 0.015. hal ini artinya nilai r hitung > r table (0.279) dan nilai sig > 0.05. hasil ini disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara variable minat berwirausaha dengan mata pelajaran PKK sehingga hipotesis diterima. Kesimpulan dari hasil penelitian dan analisis diatas yaitu Terdapat hubungan dan signifikan pada minat berwirausaha siswa dengan mata pelajaran Produk Kreatif Kewirausahaan kelas XI di SMK N 1 Lintau Buo
ANALISIS NILAI KALOR BRIKET SERAT PINANG SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF: ANALISIS NILAI KALOR BRIKET SERAT PINANG SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Purnama Anandi Sitorus; Hendri Nurdin
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 1 No. 3 (2019): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (May 201
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.331 KB)

Abstract

Upaya untuk mencari bahan bakar alternatif terbarukan (renewable) yang ramah lingkungan dilakuan berkelanjutan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dalam keperluan rumah tangga khusnya minyak tanah. Salah satu energi terbarukan yang memiliki potensi besar di Indonesia yaitu biomassa. Dengan memenfaatkan limbah serat pinang dan tapioka menjadi briket telah membantu pemerintah dalam mengatasi masalah limbah. Penelitian ini bertujuan membuat briket dengan variasi campuran bahan baku dan perekatnya, 90% : 10%, 80% : 20%, 70% : 30%, 60% : 40% serta mendapatakan nilai kalor dan densitas. Hasil penelitian 80% serat pinang 20% tapioka memperoleh nilai kalor 12352,9 Kj/Kg serata densitas dari variasi ini sebesar 318,71 Kg/m3. Semakin tinggi nilai kalor bahan bakar maka semakin baik bahan bakar tersebut. Briket serat pinang perekat tapioka dapat dijadikan sebagai bahan bakar, karena memiliki nilai kalor yang tinggi
ANALISIS NILAI KALOR BRIKET BERBAHAN BAKU SERAI SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Dwi Sakti Putra; Hendri Nurdin; Yolli Fernanda; Delima Yanti Sari
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v5i2.459

Abstract

Bahan bakar yang digunakan dikala ini masih didominasi dengan bahan bakar fosil yang sesuatu waktu bisa habis. Buat menghindari perihal tersebut butuh dicoba studi serta inovasi dalam pengembangan bahan bakar alternatif. Salah satu bahan bakar yang tidak bisa di perbahrui merupakan batu bara yang ialah bahan bakar padat. Alternatif pengugunaan bahan bakar padat yang sudah dimanfaatkan dikala ini ialah briket. Briket yang bisa digunakan ialah biomasa yang berasal dari hasil pangan, pertanian, serta kehutanan. Serai sangat gampang ditemui di Indonesia. Dengan pemanfaatan limbah serai sebagai bahan baku briket sudah menolong pemerintah buat menanggulangi masalah sampah.Riset ini bertujuan buat mebuat briket dengan 9 kombinasi bahan baku serta perekat, dan pengujian nilai kalornya. Hasil riset meyakinkan nilai kalor maksimal briket diperoleh pada kombinasi serai 80% dengan perekat gambir 20% sebesar 10. 104, 0704 Kj/ Kg serta nilai kalor minimum dipunyai oleh kombinasi serai 60% dengan perekat tapioca 40% ialah sebesar 6. 231, 97632 Kj/ Kg. Sehingga bisa disimpulkan kalau briket berbahan baku serai bisa dijadikan selaku bahan bakar alternatif, sebab mempunyai nilai kalor yang lumayan besar.
KONTRIBUSI DISIPLIN TERHADAP HASIL BELAJAR PRAKTIK KERJA INDUSTRI PADA PENDIDIKAN KEJURUAN Hendri Nurdin; M Giatman; Nurhasan Syah; Ade Manda
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v5i2.546

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi adanya permasalahan disiplin siswa dalam melaksanakan praktik kerja industri (prakerin) mengakibatkan rendahnya nilai prakerin siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi disiplin terhadap hasil belajar praktik kerja industri (prakerin) pada siswa Teknik Mesin pada Pendidikan Kejuruan. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif korelasional dengan populasi 53 orang siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik Total Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen angket yang sudah di uji validitas dan reabilitasnya, kemudian mencatat hasil belajar prakerin siswa. Analisis Tingkat Pencapaian Responden dengan rumus persentase dan skor rata-rata hasil belajar, uji persyaratan analisis dengan uji normalitas dan uji linieritas, Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa adanya kontribusi disiplin terhadap hasil belajar praktik kerja industri (prakerin) siswa Teknik Mesin. Hal ini dapat dilihat pada koefisien korelasi sebesar 0.483 dan dibandingkan dengan r tabel sebesar 0.344. karena rhitung > rtabel, maka terdapat hubungan yang positif antara disiplin terhadap hasil belajar praktik kerja industri (prakerin). Besarnya kontribusi adalah 23,32%. Artinya kontribusi disiplin terhadap hasil belajar praktik kerja industri (prakerin) sebesar 23,32%. Semakin disiplin siswa dalam melaksanakan praktik kerja industri maka hasil belajar praktik kerja industri yang diperoleh semakin tinggi, begitu juga sebaliknya.
Analisis Karakteristik Briket Campuran Arang Cangkang Kelapa Sawit dan Tempurung Kelapa sebagai Bahan Bakar Alternatif Benny Putra Ramadhan; Hendri Nurdin; Andre Kurniawan; Sri Rizki Putri Primandari
MASALIQ Vol 6 No 2 (2026): MARET
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/masaliq.v6i2.9130

Abstract

The utilization of biomass as an alternative fuel is becoming increasingly important amid growing dependence on fossil energy and the abundance of plantation waste in Indonesia. Although briquettes made from palm kernel shells and coconut shells have been widely studied, research that specifically examines the effects of variations in material composition and carbonization temperature using tapioca as a binder remains limited. This study aims to analyze the characteristics of mixed briquettes made from palm kernel shell charcoal and coconut shell charcoal and to determine the optimum composition as an alternative fuel. A quantitative approach was employed with a laboratory experimental design involving variations in material composition (85%:15% and 80%:20%) and carbonization temperature (550 °C and 600 °C). Data were obtained from tests of moisture content, ash content, and calorific value using a bomb calorimeter and were analyzed descriptively and quantitatively. The results show that briquettes with a composition of 80%:20% yielded the best characteristics, with the lowest moisture content of 25%, ash content of 10.01%, and the highest calorific value of 29.994 kJ/kg. These findings confirm that optimizing material composition and carbonization conditions plays a crucial role in producing biomass briquettes that are suitable for use as alternative fuel, thereby contributing to the development of biomass waste utilization as renewable energy with potential applications at the household and small-scale industrial levels.