Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Implementation of Salibu Rice Cultivation Technology in Percut Sei Tuan Sub-District Mayly, Syarifa; Syafri, A
Journal of Saintech Transfer Vol. 1 No. 1 (2018): Journal of Saintech Transfer
Publisher : Talenta Publisher Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.319 KB) | DOI: 10.32734/jst.v1i1.275

Abstract

Percut Sei Tuan Sub-district is an agricultural production center in Deli Serdang Regency. The area of irrigated paddy field in Percut Sei Tuan Sub-district comprises of 3,610 ha and 1,616 ha of non-irrigated paddy field. The farmer association groups (tani mitra) consisting of Farmer Group "Pasar II" and Farmer Group "Mulia" are located in Tanjung Selamat Village. Much land in Tanjung Selamat Village has been converted into an industrial area; previously the paddy field area reached 600 hectares, but only 200 hectares remains now. The Farmer Groups "Pasar II" and "Mulia" consist of 30 and 76 farmers with paddy rice field area of 25 ha and 23 ha respectively, and rice productivity amounts to 6.2 tons/ha and 7 tons/ha. The problems of the farmers were the high land use conversion resulting in reduced harvested area and only a few farmers change the local location-specific organic materials into organic fertilizers independently. The purposes of this community service activity were to increase the farmers' income through the implementation of salibu technology whereby farmers can harvest 2-3 times in one planting and to increase the farmers’ understanding and knowledge about the manufacturing process of organic fertilizer and pesticide. The solutions offered were including counseling, a training and plot demonstration on salibu technology, and the production of bokashi straw. The outcome of this IbM has resulted in several things: bokashi of compressed hay with Local Microorganism from cattle intestine and Trichoderma, organic pesticide products based on Corynebacterium and Trichoderma, and farming analysis with salibu technology.
Application of Mina Padi in Lidah Tanah Village, Perbaungan District, Serdang Bedagai Regency Mayly, Syarifa
Journal of Saintech Transfer Vol. 2 No. 1 (2019): Journal of Saintech Transfer
Publisher : Talenta Publisher Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.704 KB) | DOI: 10.32734/jst.v2i1.1010

Abstract

"Berkat" Farmers Group and "Serasi" Farmers Group are farmer groups located in Lidah Tanah Village, Perbaungan District. There are various problems found in the two farmer groups, which are: (a) Low / limited farmer income, (b) Increasing pests and diseases attack, (c) Unfamiliarity about mina padi lele cultivation system and do not implement it to increase their income, to optimize land, to reduce pest and weed attacks, to increase the efficiency of fertilizers and water usage, (d) Farmers do not know and do not implement routine pest monitoring systems, (e) Farmers have no knowledge about organic pesticides production, (f) Farmers have no knowledge about organic feed production for catfish cultivation and (g) Environmental pollution due to excessive use of pesticides and less utilization of harvest waste such as rice straw. The solution to overcome these various problems is by applying mina padi lele technology, which is a farming system by combining the techniques of rice cultivation and raising fish simultaneously in paddy fields. The results showed that the application of the mina padi lele cultivation system greatly benefited farmers, where organic rice produced from the mina padi lele system was 263.5 kg/rante (1 rante equals to 625 m2) with additional 57.5 kg/rante of organic catfish products while non-organic rice produced from cultivation conventionally applied by farmers is 257.6 kg / rante.
Roots Bioassay of Upland Rice Varieties on Several Soil Moisture Gradients Syarifa Mayly; A. Rauf; Chairani Hanum; Hamidah Hanum
Proceedings of The Annual International Conference, Syiah Kuala University - Life Sciences & Engineering Chapter Vol 5, No 2 (2015): Life Sciences
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.943 KB)

Abstract

Water availability is a major factor affecting rice production especially in upland.  The Production of upland rice is low because of the low of  water availability in upland.  Roots play an important role in upland rice adaptation to drought conditions. This study aimed to identify the characteristic of upland rice variety root development under  soil moisture gradients. This study use  randomized  factorial design consisting of 2 factors and 3 replicate.  Factor I : 12 upland rice variety, ie: Silumut, Batutegi, Limboto, Situpatenggang, Situbagendit, Towuti, Cirata,  Danau Gaung, Gajah Mungkur, Inpago 4, Inpago 5, Inpago 6. Factor II :  gradien of soil moisture level, ie: 20 %, 40 %, 60 %, 80 % field capacity. The Result of research indicate all the upland rice variety were classified tolerance based on relative value of root leght. The highest root lenght and the heaviest root dry matter were generally from combination uplandrice varieties with 60 80 % field capacity except Inpago 4 and Situbagendit showed  the highest root lenght at 20 % field capacity and combination The heaviest root dry matter at 40 %were Inpago 4 and Jatiluhur generally from characteristic of  root gro field capacity
RESPONS PEMBERIAN BIOTOGROW TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PARIA (Momordica charantia L) VARIETAS HOKIAN DAN HAINAN Syarifa Mayly
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Al Ulum
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1087.963 KB) | DOI: 10.47662/alulum.v9i1.144

Abstract

Paria merupakan tanaman sayuran berbentuk buah, banyak digemari masyarakat, serta memiliki nilai ekonomis tinggi serta memiliki potensi sebagai tanaman obat. Rendahnya produksi paria disebabkan rendahnya input teknologi dalam budidaya paria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair Biotogrow terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman paria varietas Hainan dan Hokian. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah pemberian pupuk organik cair Biotogrow (B) terdiri dari 2 taraf yaitu: B1 = 2 ml/L air, B2 =4 ml/L air. Faktor kedua varietas paria (V) terdiri dari 2 taraf yaitu: V1 = Varietas Hokian, V2 = Varietas Hainan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk organik cair Biotogrow serta interaksi antara perlakuan pemberian pupuk organik cair Biotogrow dengan varietas paria memberikan pengaruh yang nyata terhadap jumlah buah paria, serta berpengaruh tidak nyata terhadap berat buah saat panen, tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 4 minggu setelah tanam. Perlakuan varietas paria memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati. Perlakuan yang terbaik yaitu B1V2 dan B2V1.
PENGGUNAAN PUPUK ANORGANIK DAN CAMPURAN BIOCHAR DENGAN PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG KEDELAI (Glycine max L. Merril) Syarifa Mayly B. D; Dini Mufriah; Rini Sulistiani; Muhammad Yusuf Dibisono
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Al Ulum
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.74 KB) | DOI: 10.47662/alulum.v10i1.185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan aplikasi pupuk an organik dan campuran biochar dengan pupuk kandang yang tepat untuk pertumbuhan kacang kedelai. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Split Plot Design dimana petak utama pemberian pupuk anorganik (F) terdiri dari 2 taraf, yaitu : F0 (tanpa diberi pupuk anorganik); F1 (diberi pupuk anorganik), anak petak yaitu campuran biochar dengan pupuk kandang (K) yang terdiri dari 6 taraf yaitu: K1 (Biochar sekam padi + pupuk kandang ayam); K2 (Biochar sekam padi + pupuk kandang sapi); K3 (Biochar serbuk gergaji + pupuk kandang ayam); K4 (Biochar serbuk gergaji + pupuk kandang sapi); K5 (Biochar tangkos kelapa sawit + pupuk kandang ayam); K6 (Biochar tangkos kelapa sawit + pupuk kandang sapi). Aplikasi pupuk anorganik dan campuran biochar dengan pupuk kandang memberikan perbedaan nyata pada tinggi tanaman, jumlah klorofil, dan total luas daun, sedangkan interaksi keduanya hanya berpengaruh nyata pada tinggi tanaman dan total luas daun. Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan aplikasi pupuk anorganik, kombinasi pemberian pupuk anorganik dengan biochar tankos sawit + pupuk kandang ayam. Sedangkan aplikasi biochar sekam padi + pupuk kandang sapi, biochar tankos sawit + pupuk kandang ayam, biochar serbuk gergaji + pupuk kandang ayam menunjukkan nilai terbaik.
PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK RUMPUT LAUT (Sargasum sp ) DAN NPK MUTIARA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L) Mhd Yusuf Dibisono; Dini Mufriah; Syarifah Mayly; Rini Sulistiani
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Al Ulum
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.647 KB) | DOI: 10.47662/alulum.v10i1.186

Abstract

Tanaman mentimun (Cucumis sativus L) merupakan salah satu sayuran buah yang banyak di konsumsi segar oleh masyarakat Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis pupuk organik rumput laut dan pupuk NPK Mutiara yang tepat untuk pertumbuhan tanaman mentimun. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktorial yang diteliti yaitu: pupuk organik rumput laut (R) terdiri dari 3 taraf perlakuan R1 = 10 ton/ha (1,5 kg/plot), R2 = 20 ton/ha (3 kg/plot), R3 = 30 ton/ha (4,5 kg/plot), dan faktor dosis pupuk NPK terdiri dari 3 taraf perlakuan P0= 0 kg/ha (0 g/plot), P1 = 200 kg/ha (30 g/plot), P2 = 300 kg/ha (45 g/plot). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun (helai), tinggi tanaman (cm), jumlah cabang, jumlah buah persampel (buah), jumlah buah perplot, berat buah persampel (gram), dan berat buah perplot. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk rumput laut berpengaruh nyata terhadap semua parameter. Pemberian pupuk rumput laut terbaik pada perlakuan R3 = 30 ton/ha (4,5 kg/plot). Pupuk NPK Mutiara memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun, tinggi tanaman, berat buah persampel, berat buah perplot, dan jumlah buah perplot. Pemberian pupuk NPK Mutiara terbaik pada perlakuan P2 = 300 kg/ha (45 g/plot). Interaksi pupuk rumput laut dan NPK Mutiara berpengaruh nyata terhadap jumlah buah persampel, berat buah persampel.
PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG HIJAU (Vigna radiata L) DENGAN PERLAKUAN PUPUK KANDANG DAN BPF RHIPHOSANT PADA LAHAN KERING Rini Sulistiani; Syarifa Mayly B. D; Dini Mufriah; Muhammad Yusuf Dibisono
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Al Ulum
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.3 KB) | DOI: 10.47662/alulum.v10i1.187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk kandang dan bakteri pelarut fosfat Rhiphosant yang tepat untuk pertumbuhan dan produksi kacang hijau di lahan kering. Penelitian dilakukan di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) Faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah pupuk kandang (P) terdiri dari P0 (0 ton/ha), P1(3 ton/ha), P2 (6 ton/ha dan P3 (9 ton/ha). Faktor kedua aplikasi BPF Rhiphosant (B) terdiri dari perlakuan B0 (0 kg/ha), B1(1 kg/ha), dan B2 (2 kg/ha). Aplikasi pupuk kandang memberikan perbedaan tidak nyata pada bobot kering tanaman dan indeks panen tanaman kacang hijau di lahan kering. Namun pupuk kandang memberikan efek berbeda nyata pada komponen hasil panen yaitu jumlah polong dan bobot biji. Perlakuan BPF Rhiphosant memberikan efek tidak nyata pada pertumbuhan vegetatif dan komponen panen. Demikian juga kombinasi perlakuan pupuk kandang dan BPF Rhipohosant menunjukkan pengaruh tidak nyata untuk semua parameter yang diamati, sehingga belum diperoleh kombinasi dosis yang tepat untuk mendukung pertumbuhan dan produksi tertinggi kacang hijau di lahan kering.
KARAKTERISTIK PROSES PENGOMPOSAN BIOCHAR Syarifa Mayly
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Al Ulum
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v10i2.238

Abstract

Pengomposan adalah salah satu metode yang paling banyak digunakan untuk pengolahan limbah pertanian/limbah padat. Produk dari proses pengomposan adalah kompos. Biochar berasal dari bahan tanaman yang mengalami pembakaran tidak sempurna. Biochar menunjukkan potensi sebagai amandemen tanah untuk meningkatkan kualitas tanah dan penyerapan karbon dengan cara mengubah sifat fisiko-kimia tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis bahan baku biochar terhadap karakteristik pengomposan biochar. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor perlakuan adalah jenis Biochar dengan 4 taraf yaitu B1 = Sekam Padi; B2 = Serbuk gergaji; B3 = Tandan kosong kelapa sawit; B4 = Jerami padi. Peubah yang diamati yaitu suhu ( °c ), pH, kadar air (%), kadar volatil solid (%), kadar C – organik (%), kadar nitrogen total (%), kadar lignin. Pemberian jenis biochar berpengaruh nyata terhadap suhu kompos, kadar air, pH, kadar volatil, kadar C-Oganik, kadar N Total, kadar lignin tertinggi yaitu biochar jerami padi.
Improvement of The Physical Properties of Rainfed Rice Soil in Sungai Rakyat Village, Panai Tengah Sub-District, Labuhanbatu District by Utilizing Municipal Waste into Compost Syarifa Mayly; Harahap FS
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol 5 No 1 (2023): Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v5i1.2790

Abstract

Utilization of organic matter is one very big step in increasing soil fertility and will determine soil productivity. The role of organic matter does not only play a role in providing plant nutrients but is far more important in improving the physical, chemical, and biological properties of the soil. This is very related that through the application of organic matter, efforts can be made to rehabilitate degraded paddy soil. This research aims to provide organic matter to determine and rehabilitate its physical properties, Sungai Rakyat Village, Panai Tengah District, Labuhanbatu Regency. This research was conducted in Sungai Rakyat Village, Panai Tengah District, Labuhanbatu Regency with an altitude of ± 8 meters above sea level. This study used a non-factorial Randomized Block Design (RBD) with doses of organic matter (S) City Garbage Compost treatment, which consisted of 5 (five) levels, namely: Control, 1.5% (42.70 tons/ha ), 3% (65.40 tonnes/ha), 4.5% (78.10 tonnes/ha), 6% (104.8 tonnes/ha). Provision of organic fertilizer, namely municipal waste compost as much as 42.70 tonnes/ha to 65.40 tonnes/ha, can improve soil properties in Sungai Rakyat Village, Panai Tengah District so that the soil organic matter content reaches 3%.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TERUNG UNGU (Solanum melongena L) VARIETAS REZA PADA BEBERAPA JENIS PUPUK ORGANIK PADAT Muhammad Mahendra; Syarifa Mayly; Dini Mufriah
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v11i1.437

Abstract

Buah terong adalah jenis sayuran yang sangat disukai oleh banyak orang , karena selain rasanya enak dan lezat untuk dijadikan sebagai bahan sayuran atau lalapan , buah terong juga mengandung banyak gizi yang cukup tinggi. Kandungan yang terdapat pada teong yaitu kandungan vitamin A sebesar 30,0 SI dan fosfor sebesar 37,0 mg per 100 g buah terong. Komoditas tanaman terong cukup potensial untuk dikembangkan sebagi penyumbang terhadap keanekaragaman bahan pangan dan juga sayuran bergizi bagi penduduk. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi jenis pupuk organik padat terhadap karakteristik pertumbuhan dan produksi tanaman terung ungu (Solanum melongena L) varietas Reza. Pertumbuhan dan hasil produksi tanaman terong dipengaruhi oleh pemupukan. Pemupukan adalah pemberian pupuk terhadap tanaman dana alahan, dimana pupuk diberikan ke lahan sebagai sumber hara tanaman untuk memenuhi kebutuhan tanaman yang tidak mampu dicukupi oleh hara yang secara alamiah terdapat dalam tanah. eberapa jenis pupuk organik padat antara lain pupuk yang berasal dari bahan organik seperti kompos, bokashi, biochar, sedangkan pupuk organik padat yang berasal dari kotoran hewan antara lain pupuk kandang ayam, sapi, kasgot dan kascing. Tujuan Penelitian adalah Untuk mengetahui pengaruh aplikasi jenis pupuk organik padat terhadap karakteristik pertumbuhan dan produksi tanaman terung ungu (Solanum melongena L) varietas Mustang. Metode Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan kombinasi diantaranya P1= Pupuk Kasgot ( 1,5 kg/plot ),P2 = Pupuk Kascing ( 1,5 kg/plot ), P3 = Pupuk Kandang Sapi ( 1,5 kg/plot ), P4= Pupuk Kandang Ayam ( 1,5 kg/plot ), P5= Biochar Sekam Padi ( 1,5 kg/plot ), P6= Biochar Sekam Padi + Pupuk Kasgot, P7= Biochar Sekam Padi + Pupuk Kascing, P= Biochar Sekam Padi + Pupuk Kandang Sapi, P9 = Biochar Sekam Padi + Pupuk Kandang Ayam, varietas Terung Ungu yang digunakan yaitu varietas Mustang. Hasil Penelitian menunjukkan Perlakuan pemberian pupuk organik padat berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, dan jumlah daun. Tinggi tanaman tertinggi terdapat pada perlakuan P1 (pupuk kasgot) sebesar 58.67 cm, dan jumlah daun tertinggi pada perlakuan P1 (pupuk kasgot) sebesar 10.22 helai, diameter batang tertinggi terdapat pada perlakuan P1 (Kasgot) yaitu sebesar 3.71 cm dan diameter batang terendah terdapat pada perlakuan P5 (biochar sekam padi) sebesar 3.52 cm