Claim Missing Document
Check
Articles

BAHAYA GEMPA BUMI BERDASARKAN KONDISI GEOLOGI LOKAL DALAM UPAYA MITIGASI BENCANA DI KAPANEWON PLERET, KABUPATEN BANTUL Triyono, Agus; Paripurno, Eko Teguh; Nugroho, Arif Rianto; Koesuma, Sorja; Maharani, Yohana Noradika
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 10 No. 3 (2025): JOP (Journal Online of Physics) Vol 10 No 3
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v10i3.44703

Abstract

Kapanewon Pleret merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerusakan tertinggi saat gempa bumi Bantul 27 Mei 2006. Namun hingga saat ini, belum terdapat kajian yang secara khusus memetakan karakteristik geologi lokal dan kerentanan seismik di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi bahaya gempa bumi di Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, berdasarkan karakteristik geologi lokal yang diperoleh melalui metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR). Data mikrotremor dari 70 titik diolah untuk memperoleh parameter frekuensi dominan (fₒ), faktor amplifikasi (Aₒ), indeks kerentanan seismik (Kg), percepatan tanah maksimum (PGA), dan Ground Shear Strain (GSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai fₒ berkisar antara 0,62–12,17 Hz, Aₒ antara 0,89–6,41, dan Kg dalam rentang 0,18–26,02. Nilai PGA berada pada kisaran 0,08 hingga >0,79 g, sementara GSS tercatat antara 1,06 × 10⁻⁴ hingga 1,42 × 10⁻². Zona dengan nilai fₒ rendah, Aₒ tinggi, serta Kg dan GSS tinggi banyak ditemukan pada wilayah yang tersusun atas endapan Merapi muda, yang menunjukkan tingkat kerentanan seismik yang signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya karakterisasi geologi lokal sebagai dasar perencanaan mitigasi bencana gempa bumi.
Pemodelan Bahaya Gempa Bumi Deterministik Berbasis Mikrotremor Berdasarkan Skenario Sesar Opak dan Dengkeng: Studi Kasus Kecamatan Depok, Sleman-Yogyakarta Trisnowati, Yuni Dwi; Maharani, Yohana Noradika; Budi Nugroho, Arif Rianto; Kusumayudha, Sari Bahagiarti; Suharsono, Suharsono
Euler : Jurnal Ilmiah Matematika, Sains dan Teknologi Volume 13 Issue 1 April 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/euler.v13i1.31079

Abstract

The Subdistrict of Depok, with the largest population in Sleman Regency, is a region that drives economic, social, and cultural development. This growth further increases the risk of earthquakes, given the presence of the active Opak and Dengkeng Faults. Therefore, an earthquake hazard analysis using the worst-case scenario from the Opak and Dengkeng Faults is necessary for disaster mitigation efforts. This study aims to model deterministic earthquake hazards based on microtremor data using the worst-case scenario from the Opak and Dengkeng Faults. A geophysical approach is employed in this research by applying the Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio (HVSR) method based on microtremor measurements. The HVSR method characterizes local site effects that influence ground shaking during an earthquake. The earthquake hazard analysis at the ground surface is conducted using the Deterministic Seismic Hazard Analysis (DSHA) method, considering local site effects based on microtremor measurement data. The DSHA results indicate high Peak Ground Acceleration (PGA) values, primarily due to the influence of the Opak and Dengkeng Faults, which suggest a significant risk of damage. The findings of this study can serve as input for spatial planning and disaster risk reduction management, particularly in Depok District, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta.
METODE SCHOOL WATCHING DALAM UPAYA PENGURANGAN RISIKO BENCANA GEMPA BUMI DI SATUAN PENDIDIKAN: TINJAUAN LITERATURE Utomo, Bambang Setya; Nugroho, Arif Rianto Budi; Paripurno, Eko Teguh; Purwanta, Jaka; Susilastuti, Susilastuti; Maharani, Yohana Noradika
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i1.44982

Abstract

Bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia, sehingga diperlukan upaya pengurangan risiko bencana yang efektif, terutama di satuan pendidikan. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah metode school watching, yaitu observasi partisipatif terhadap lingkungan sekolah guna mengidentifikasi potensi bahaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelaah efektivitas metode School Watching dalam mengurangi risiko bencana gempa bumi di sekolah melalui kajian literatur. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis literature review dengan sumber dari berbagai database ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode school watching dapat meningkatkan kesiapsiagaan siswa secara signifikan, baik dari aspek pengetahuan maupun keterampilan mitigasi bencana. Namun, ditemukan pula sejumlah kesenjangan dalam implementasi metode ini, seperti belum adanya integrasi ke dalam kurikulum nasional, kurangnya pendekatan teoritis yang kuat, serta keterbatasan dalam penelitian jangka panjang dan lintas wilayah. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan kebijakan dan pendekatan yang lebih sistematis untuk memperluas penerapan metode ini secara nasional.
Dua Dekade Penerapan Indeks Banjir: Literatur Review Fitriani, Fitriani; Maharani, Yohana Noradika; Cahyadi, Tedy Agung; Prasetya, Johan Danu
Media Komunikasi Geografi Vol. 26 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v26i1.98216

Abstract

Meningkatnya intensitas banjir akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia menuntut metode kuantifikasi yang efektif untuk manajemen risiko bencana. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan dan tren pemanfaatan indeks banjir berbasis presipitasi selama dua dekade terakhir (2005- 2025). Dengan metode *Systematic Literature Review* (SLR) pada basis data Scopus menggunakan kata kunci "Flood Index" DAN "precipitation", sebanyak 62 artikel relevan dianalisis secara bibliometrik. Hasil analisis mengidentifikasi empat kluster penelitian utama: (1) Analisis Bahaya Iklim, (2) Iklim dan Hidrologi, (3) Variabilitas Banjir dan Kekeringan, serta (4) Perubahan Iklim dan Kondisi Ekstrem. Ditemukan bahwa indeks berbasis presipitasi dominan dimanfaatkan untuk kajian tren iklim jangka panjang dan sebagai alat verifikasi untuk penelitian berbasis penginderaan jauh atau pemodelan. Pengembangan indeks peringatan dini spesifik sangat krusial untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. Indeks harian seperti SWAP dan DFI yang mempertimbangkan kondisi anteseden memiliki potensi besar untuk sistem peringatan dini *near-real-time*, sementara indeks seperti SPI, Z-Index, dan SPEI tetap relevan untuk analisis iklim jangka panjang. Integrasi dengan data geografis direkomendasikan untuk meningkatkan akurasi.
Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi di Sekolah: Model, Praktik, dan Tantangan dalam Membangun Sistem Pendidikan yang Tangguh Siregar, Imerilda Parlina; Prasetya, Johan Danu; Cahyadi, Tedy Agung; maharani, Yohana Noradika
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 5 (2025): In Progress
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i5.10394

Abstract

Kesiapsiagaan gempa bumi di sekolah merupakan aspek krusial dalam upaya pengurangan risiko bencana, khususnya di negara rawan gempa seperti Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pendekatan pendidikan kesiapsiagaan di sekolah dan merumuskan kerangka konseptual berbasis praktik terbaik. Kurangnya sintesis literatur yang menyeluruh mengenai model kesiapsiagaan adaptif dan partisipatif menunjukkan adanya kebutuhan untuk merumuskan pendekatan yang lebih komprehensif dan kontekstual. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review terhadap 35 dokumen ilmiah terakreditasi, dengan analisis isi secara naratif dan tematik. Temuan dari penelitian ini adalah bahwa simulasi, pembelajaran berbasis pengalaman, dan media digital seperti DigiQuake secara signifikan meningkatkan kesiapsiagaan siswa. Namun, pelatihan guru belum merata, keterlibatan komunitas terbatas, dan integrasi kurikulum kebencanaan belum optimal. Kebijakan SPAB juga dinilai belum berkelanjutan akibat lemahnya mekanisme evaluasi. Kontribusi utama kajian ini adalah penyusunan kerangka kesiapsiagaan sekolah yang mengintegrasikan prinsip LIPI–UNESCO/ISDR dan Four Pillars of Preparedness, sebagai model yang adaptif dan kontekstual. Temuan ini dapat menjadi
Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi di Sekolah: Model, Praktik, dan Tantangan dalam Membangun Sistem Pendidikan yang Tangguh Siregar, Imerilda Parlina; Prasetya, Johan Danu; Cahyadi, Tedy Agung; maharani, Yohana Noradika
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 5 (2025): In Progress
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i5.10394

Abstract

Kesiapsiagaan gempa bumi di sekolah merupakan aspek krusial dalam upaya pengurangan risiko bencana, khususnya di negara rawan gempa seperti Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pendekatan pendidikan kesiapsiagaan di sekolah dan merumuskan kerangka konseptual berbasis praktik terbaik. Kurangnya sintesis literatur yang menyeluruh mengenai model kesiapsiagaan adaptif dan partisipatif menunjukkan adanya kebutuhan untuk merumuskan pendekatan yang lebih komprehensif dan kontekstual. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review terhadap 35 dokumen ilmiah terakreditasi, dengan analisis isi secara naratif dan tematik. Temuan dari penelitian ini adalah bahwa simulasi, pembelajaran berbasis pengalaman, dan media digital seperti DigiQuake secara signifikan meningkatkan kesiapsiagaan siswa. Namun, pelatihan guru belum merata, keterlibatan komunitas terbatas, dan integrasi kurikulum kebencanaan belum optimal. Kebijakan SPAB juga dinilai belum berkelanjutan akibat lemahnya mekanisme evaluasi. Kontribusi utama kajian ini adalah penyusunan kerangka kesiapsiagaan sekolah yang mengintegrasikan prinsip LIPI–UNESCO/ISDR dan Four Pillars of Preparedness, sebagai model yang adaptif dan kontekstual. Temuan ini dapat menjadi
Impact of Housing Quality on Acute Respiratory Infections in Flood-Prone Urban Settlements: A Mixed-Methods Study in Dukuh Kupang, Surabaya, Indonesia Warasanti, Endang Susanti; Budi Nugroho, Arif Rianto; Maharani, Yohana Noradika; Purwanta, Jawa
Sanus Medical Journal Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/sanus.v7i1.20426

Abstract

Penyakit jantung koroner Latar Belakang: Kualitas hunian merupakan faktor penting yang memengaruhi kesehatan pernapasan, khususnya di wilayah perkotaan rawan banjir. Di Kelurahan Dukuh Kupang, Surabaya, ventilasi buruk, kelembaban tinggi, dan kepadatan hunian diduga meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Untuk mendukung intervensi kesehatan perkotaan, penelitian ini menganalisis hubungan antara kualitas hunian dan insiden ISPA.Metode: Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods, menggabungkan survei rumah tangga pada 80 responden dari 8 Rukun Warga dengan wawancara informan kunci. Faktor-faktor seperti jenis lantai, jenis dinding, luas ventilasi, kelembaban udara, suhu ruangan, dan kepadatan hunian menunjukkan kualitas hunian. Gejala dan tingkat keparahan ISPA diidentifikasi melalui kuesioner dan catatan medis. Analisis regresi logistik digunakan untuk menguji hubungan statistik.Hasil: Sebanyak 62% rumah memiliki ventilasi tidak memadai, 55% memiliki kelembaban tinggi, dan 48,8% memiliki kepadatan hunian tinggi. Kejadian ISPA mencapai 71,3%, dengan gejala batuk (90,0%) dan demam (82,5%) paling sering dilaporkan. Ventilasi buruk berhubungan signifikan dengan ISPA (OR = 4,02; 95% CI: 1,78–9,08; p < 0,01).Kesimpulan: Risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) meningkat secara signifikan di daerah perkotaan yang rentan banjir. Studi ini menekankan pentingnya meningkatkan kondisi fisik perumahan, terutama ventilasi dan lingkungan dalam ruangan, sebagai strategi kritis dalam intervensi kesehatan masyarakat untuk mengurangi risiko ISPA di daerah-daerah rentan tersebut.   Background: In urban areas that are susceptible to flooding, the condition of housing is a critical determinant of respiratory health. In Dukuh Kupang, Surabaya, poor ventilation, high humidity, and overcrowding are suspected to elevate Acute Respiratory Infection (ARI) risk. This study investigated the correlation between the incidence of ARI and the condition of housing in order to inform urban health interventions.Methods: A mixed-methods approach was applied, combining a household survey of 80 residents from 8 neighbourhood units with key informant interviews. Housing indicators included floor type, wall type, ventilation area, humidity, temperature, and occupancy density. ARI symptoms and severity were assessed through questionnaires and clinical records. Logistic regression tested statistical associations. Results: A high occupancy density of 48.8%, 55% of houses had excessive humidity, and over 62% of houses lacked adequate ventilation.  The incidence of acute respiratory infections (ARIs) was 71.3%, with fever (82.5%) and cough (90.0%) being the most prevalent.  ARI was significantly correlated with inadequate ventilation (OR = 4.02, 95% CI: 1.78–9.08, p < 0.01).Conclusion: Urban areas that are susceptible to inundation experience a substantial increase in the incidence of acute respiratory infections (ARIs). This study emphasizes the importance of improving physical housing conditions, particularly ventilation and indoor environments, as a critical strategy in public health interventions to reduce the risk of ARI in these vulnerable areas.
Implementasi Sistem Manajemen Hot Work ke dalam Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Wenny Kartika; Yohana Noradika Maharani; Johan Danu Prasetya; Tedy Agung Cahyadi; Widyawanto Prastistho
JURAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 3 No. 1 (2024): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v3i1.2715

Abstract

The Occupational Safety and Health Management System (SMK3) is part of the company's management system in general which aims to control risks associated with work activities in order to create a safe, efficient and productive work environment. PP RI Number 50 of 2012 issued regulations regarding the Implementation of the Occupational Safety and Health Regulatory System, and Article 5 of the Law requires every company to implement SPK3 in their company, especially for companies that employ a minimum of 100 (one hundred) workers/laborers or have a high level of potential hazard. Hot work Permit System is a system of written permission to do work that generates heat sources. This study aims to determine the implementation of SMK3 with hot work system management as fire and explosion prevention at PT. XYZ, Indramayu. It is recommended for companies to strengthen the application of safety culture by implementing a hot work permit system, organizing training for welding workers, and conducting socialization regarding standard operating procedures (SOP) in work behavior for all workers.
ANALISIS KERENTANAN TERHADAP BAHAYA GEMPABUMI DAN TSUNAMI DENGAN METODE SELF ORGANIZING MAP DI KABUPATEN BANTUL Maharani, Ph.D, Yohana Noradika; Rizkianto, Yody; Ikhsan, Ikhsan
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Mineral Energi dan Lingkungan Volume 7 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v7i2.10724

Abstract

Kabupaten Bantul merupakan salah satu wilayah di Yogyakarta yang memiliki potensi bencana gempabumi dan tsunami cukup tinggi, karena wilayahnya dilintasi patahan aktif (Sesar Opak) dan juga berdekatan dengan zona subduksi yang merupakan zona tumbukan lempeng Indo Australia dan lempeng Eurasia yang dapat membangkitkan tsunami. Sebagai salah satu tujuan pariwisata favorit di Yogyakarta, peningkatan kepadatan penduduk dan lahan terbangun baru juga semakin tinggi. Kondisi tersebut sebagian besar didominasi oleh permukiman, perdagangan, jasa dan pariwisata. Meningkatnya aktivitas di Kabupaten Bantul tentunya membuat kawasan tersebut memiliki tingkat kerentanan yang tinggi akibat pemanfaatan lingkungan yang tidak terkendali dan tidak diatur. Percepatan pertumbuhan tanpa manajemen risiko dan aset yang semakin menua merupakan pendorong utama meningkatnya jumlah korban, kerusakan bangunan, dan kemiskinan akibat bencana. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan dan variabel dominan yang menyebabkan rentan ditinjau dari aspek sosial, ekonomi dan kepadatan bangunan dengan menggunakan 13 variabel kerentanan dan dianalisis dengan metode “Self-Organizing Maps (SOM)” untuk mengelompokkan (cluster) wilayah penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa daerah yang memiliki kerentanan tertinggi terdapat di cluster 2 dan 3 yaitu Kecamatan Bantul, Kasihan, Imogiri, Banguntapan dan Sewon, dengan variabel dominan yang berpengaruh yaitu disabilitas 12,73 % dan fasilitas rumah ibadah 9.24%. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai dukungan praktis kepada praktisi, para pemangku kepentingan dan pengambil keputusan dalam upaya mitigasi dan perencanaan kontinjensi dimasa yang akan datang.
Knowledge Transfer for Institution and Human Resources Empowerment to Develop Ecotourism in Pasir Mendit, Jangkaran Village, Temon District, Kulon Progo Regency Rahatmawati, Istiana; Prasetya, Johan Danu; Maharani, Ph.D, Yohana Noradika; Happitasyari, Stevanie
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Mineral Energi dan Lingkungan, Volume 8, No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v8i1.13095

Abstract

The research aims to develop Wana Tirta Pasir Mendit ecotourism, Jangkaran Village, Temon District, Kulon Progo Regency. Knowledge transfer has been used in developing institutions and human resources empowerment. Digital marketing can be used to promote Wana Tirta Pasir Mendit ecotourism through the creation of a website, social media content, and optimization of Google Maps. Therefore, the involvement of local youth in the development of the Wana Tirta Pasir Mendit ecotourism project can contribute to the improvement of human resources capacity and attract tourists through youth empowerment, capacity development, introduction to local culture, and the development of tourism products. To increase the capacity of human resources and draw tourists to Wana Tirta Pasir Mendit ecotourism through digital promotion, local youth involvement in the project's development is crucial. To measure the effectiveness of knowledge transfer in empowering institutions and human resources, several methods had been used, including competency evaluation, and performance assessment. The study found that knowledge transfer is effective in empowering institutions and human resources of Wana Tirta Pasir Mendit ecotourism.
Co-Authors Adhi Wibowo Agung Yulianto Nugroho Agus Bambang Irawan Agus Triyono Anissa Windarti Ardhianto Septiadhi Arif Rianto Budi Nugroho Arif Rianto Budi Nugroho Arif Rianto Budi Nugroho Arif Rianto Budi Nugroho Arif Rianto Budi Nugroho Arif Rianto Budi Nugroho Arif Rianto Budi Nugroho Ayu Kresno Ekarsti Bambang Dwijo Pranowo Bambang Setyo Utomo Bambang Sunardi Bambang Sunardi Benny Antony Kaban Benny Antony Kaban Cahyadi, Tedy Agung Devi Wardoyo Dyah Nunki Yalesrie Effantra Effendi Eko Murdiyanto Eko Teguh Paripurno Eko Teguh Paripurno Eko Teguh Paripurno Eko Teguh Paripurno Eko Teguh Paripurno Eko Teguh Paripurno Elizabhet Ortarita Minto Ariwati Endang Susanti Warasanti Eni Muryani Eni Muryani Eny Muryani Ficky Adi Kurniawan Ficky Adi Kurniawan Ficky Adi Kurniawan Ficky Adi Kurniawan Fitriani Fitriani Gandar Mahojwala Gunawan, Heru Hadi Purwanto Happitasyari, Stevanie Herry Riswandi Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Istiana Rahatmawati, Istiana Jaka Purwanta Jaka Purwanta Jaka Purwanta Jakiatin Nisa Jakiatin Nisa Johan Danu Prasatya Johan Danu Prasetya Johan Danu Prasetya Johan Danu Prasetya Johan Danu Prasetya Koesuma, Sorja Kusumayudha, Sari Bahagiarti Marganiswati, Yudha Tintana Muhamad Syaifudin Nugroho, Arif Rianto Nugroho, Arif Rianto Budi Nugroho, Arif Riyanto Budi Nurshodik, Luthfi Qurrotu' Aini Prasetya, Johan Danu Prastistho, Widyawanto Puji Lestari PUJI LESTARI Purbudi Wahyuni Purbudi Wahyuni Purwanta, Jaka Purwanta, Jawa Rahmawati Fitrianingtyas RR. Susilastuti Dwi Nugrahajati Sabrina Umi Khabibah Siregar, Imerilda Parlina Siswahyudianto Stephanus Maria Eduat Suharsono Suharsono Susiani Endarwati Susilastuti Dwi Nugraha Jati Susilastuti Susilastuti Tanti Prasetya Prima Dewi Tedy Agung Cahyadi Tissia Ayu Algary Tissia Ayu Algary Trisnowati, Yuni Dwi Uli Ulfa Utomo, Bambang Setya Wenny Kartika Widyawanto Prastistho WIJAYANTO WIJAYANTO Wijayanto Wijayanto Windarti, Anissa Wintoro, Binjali Yody Rizkianto Yohanes Ary Prayoga Yulis Bigandata Yuniarta Vuspita