Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pengaruh Proporsi Tepung Talas dan Tepung Tempe Terhadap Kadar Air dan Daya Terima Flakes Eka Wahyuningsih; Rizka Mar’atus Sholichah; Arya Ulilalbab; Mirthasari Palupi
Media Ilmiah Teknologi Pangan (Scientific Journal of Food Technology) Vol 4 No 2 (2017): Scientific Journal of Food Technology
Publisher : Master Program of Food Science and Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To reduce dependence on wheat flour were utilizing Indonesia local products. Taro tuber as a potential source of dietary fiber but protein quality is low. An alternative to improve protein quality is by the addition of tempeh flour. Flakes from taro flour and tempeh flour is expected to be an alternative food to ensure adequate intake of dietary fiber and protein. To analyze the effect of taro flour and tempeh flour addition on water content and organoleptic quality of flakes.The study of flakes using Complete Random Design, with two factor and each treatment combination was repeated 3 times. They were wheat flour:taro flour:tempeh flour (20%:65%:15%); (20%:50%:30%) and (20%:35%:45%). Statistical analyzed of water content used Anova One Ways and organoleptic test used Friedman test. Flakes with 20% wheat flour, 65% taro flour, and 15% tempeh flour have a lowest water content 4,2%, but was still bellow standart specified by SNI and had a significant effect (0,00 < ? 0,01) on water content. Taro and tempeh flour on flakes had significant effect on aroma (0,038 < ? 0,05), taste (0,00 < ? 0,05), and, texture (0,00 < ? 0,05) but had no effect on colour (0,07 < ? 0,05). Colour, aroma, taste and texture of flakes the most preferred on 20% wheat flour, 65% taro flour, and 15% tempeh flour. Best proportion of the organoleptic quality that is in the proportion of 20% wheat flour, taro flour 65% and 15% tempeh flour. It is advisable to pay attention to the proportion of the addition of taro flour and soybean flour in order to get the moisture content and good organoleptic quality.
Red Rosella Calyx Extract Prevent the Increase of Malondialdehyde of Wistar Rats Exposed to Cigarette Smoke ARYA ULILALBAB; BAMBANG WIRJATMADI; MERRYANA ADRIANI
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 13 No 2 (2015): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.991 KB)

Abstract

Saat ini, jumlah perokok di Indonesia masih tinggi. Asap rokok mengandung radikalbebas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pemberian ekstrak rosella merah terhadappencegahan kenaikan malondialdehid (MDA) serum tikus wistar yang dipapar asap rokok. Total sampel20 tikus jantan dan dibagi menjadi empat kelompok: kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan ekstrakkelopak rosella merah dosis 270 mg/bb dan ekstrak kelopak rosella merah dosis 540 mg/bb. Kontrolnegatif hanya diberi pakan standar. Kontrol positif diberi pakan standar + dipapar 2 rokok per hari.Kelompok perlakuan diberi pakan standar + ekstrak kelopak rosella merah di pagi hari dan setelah itudipapar 2 rokok. Penelitian ini dilakukan selama 28 hari. Di akhir penelitian, serum darah dianalisisuntuk menentukan nilai MDA. Hasil penelitian uji MDA serum dianalisis dengan One Way ANOVA dandiikuti oleh uji Tukey HSD pada level 5%. Pemberian ekstrak kelopak rosella merah dosis 270 mg/kgbb dan ekstrak kelopak rosella merah dosis 540 mg/bb dapat mencegah peningkatan MDA serum secarasignifikan pada tikus wistar yang dipapar asap rokok.
Pemberian Serbuk Kelopak Rosella Merah yang Diseduh Mampu Mencegah Penurunan HDL Pada Sprague dawley yang Dipapar Jelantah Arya Ulilalbab; Eni Maskanah
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 19 No 2 (2021): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v19i2.1158

Abstract

Lipid metabolism disorder is caused by waste cooking oil that is one of the source of exogenous free radicals. Publics know the utilization of red rosella calyx is used as a brew that contains antioxidants. Purpose of this research is to find out the effect of giving brewed red rosella calyx to rat lipid metabolism caused by waste cooking oil on High-density Lipoprotein (HDL) value. This research used 24 male rats which were selected by random sampling and divided into 4 groups: positive control (2 ml kg/BW waste cooking oil given), negative control (without treatment), treatment 1 (2 ml/kg BW waste cooking oil given and giving of 540 mg/kg BW brewed red rosella calyx), and treatment 2 (2 ml/kg BW waste cooking oil given and giving of 810 mg/kg BW brewed red rosella calyx). One-way Analysis of Variance (α = 0.01) and Tukey honestly significant difference test showed that HDL p-value = 0.00. All groups have a significant effect on HDL. The best value is giving of 810 mg/kg BW dose of brewed red rosella calyx (HDL of 57.47 mg/dl). Giving of brewed red rosella calyx dose of 540 mg/kg BW (EC50 = 407.52 bpj) and red rosella calyx dose 810 mg/kg BW (EC50 = 247.82 bpj) can prevent HDL decrease. Red rosella calyx can improve the lipid profile of waste cooking oil treated to Sprague Dawley rats (especially for HDL on this research).
ZAT BESI TEMPE KEDELAI DAUN KELOR, KADAR AIR DAN DAYA TERIMA ORGANOLEPTIK KERIPIK TEMPE DAUN KELOR Cucuk Suprihartini; Arya Ulilalbab; Frenky Arif Budiman; Farol Umara Lidya Puspitasari
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya adalah meningkatkan konsumsi pangan sumber zat besi adalah pemanfaatan bahan lokal sumer zat besi salah satunya kelor. Keripik tempe daun kelor adalah produk olahan makanan yang diolah dari bahan dasar kedelai, tepung tapioka , tepung daun kelor dan juga ragi tempe  untuk diolah dengan fermentasi untuk menjadi tempe dan dilakukan penggorengan untuk menjadi keripik tempe daun kelor. Perlakuan  penambahan tepung daun kelor dalam proses pembuatan tempe  sebanyak 0%, 2,5% dan 5%. Penelitian dilakukan pada bulan Januari – Pebruari  2020. Analisis kadar zat besi tepung tempe daun kelor dilakukan di laboratorium FMIPA Universitas Brawijaya, analisis kadar air dan daya terima di Laboratorium Teknologi Pangan dan di Laboratorium Kimia Akademi Gizi Karya Husada Kediri. Uji kadar Fe menggunakan metode AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry) dan kadar air mnggunakan metode thermogravimetri. Daya terima organoleptik dilakukan dengan uji kesukaan atau hedonik scale . Uji organoleptik dilakukan analisis uji statistik friedman rank dengan α = 0,05 dan uji kadar air dilakukan uji One Way Anova dengan α = 0,01 menggunakan SPSS 16.0. Jika H0 ditolak maka akan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil analisis kadar Fe didapatkan rata-rata tempe tanpa kelor sebesar1,91 mg/kg, penambahan kelor 2,5% sebesar 3,23 mg/kg, dan penambahan kelor 5% sebesar 3,93 mg/kg. Hasil analisis kadar air  didapatkan rata-rata tempe tanpa kelor sebesar1,9 %, penambahan kelor 2,5% sebesar 2,8%, dan penambahan kelor 5% sebesar 3,2%.     Uji organoleptik menunjukkan adanya pengaruh penambahan tepung daun kelor terhadap warna dengan nilai sig (0,00) , aroma (0,01) dan rasa (0,02) pada keripik tempe daun kelor, namun tidak berpengaruh terhadap tekstur (sig, 0,89). Disarankan penelitian selanjutnya bisa dengan menambahkan bahan pangan lain yang mempunyai karakteristik aroma yang menyegarkan seperti daun jeruk sehingga dapat meningkatkan cita rasa keripik tempe kelor
PENGARUH PENAMBAHAN TAPE UBI UNGU DAN JAMUR KUPING TERHADAP DAYA TERIMA, OVERRUN DAN TITIK LELEH ES KRIM Miftachul Nur Jannah; Rizka Mar’atus Sholichah; Arya Ulilalbab; Mirthasari Palupi

Publisher : Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Yudharta, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.892 KB) | DOI: 10.35891/tp.v7i2.508

Abstract

Ubi jalar ungu mengandung karbohidrat tinggi yang tergolong Low glycemix Index sehingga dapat dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan tape. Inovasi penganekaragaman produk es krim dapat mengoptimalkan manfaat ubi ungu dan jamur kuping untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh proporsi penambahan tape ubi ungu dan jamur kuping terhadap daya terima, overrun dan titik leleh es krim. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen serta menggunakan desain penelitian RAL (Rancanagan Acak Lengkap) dengan 3 perlakuan dan 3 replikasi. Dengan perlakuan tape ubi ungu (50%, 40%, 30%), jamur kuping (30%, 40%, 50%) dan susu skim (20%) pada setiap perlakuan. Untuk mengetahui pengaruh penambahan tape ubi ungu dan jamur kuping dianalisa menggunakan SPSS 17 dengan a 0,05. Untuk daya terima menggunakan uji friedman rank, a 0,01 untuk uji overrun dan titik leleh menggunkan uji One Way Anova, jika ada perbedaan kemudian dilanjut dengan uji Duncan. Hasil uji friedman rank terhadap parameter warna, aroma, dan rasa tidak berpengaruh signifikan, sedangkan untuk parameter tekstur berpengaruh secara signifikan. Hasil uji One Way Anova menunjukan ada pengaruh yang signifikan terhadap overrun dan titik leleh. Disarankan memperhatikan proporsi tape ubi ungu dan jamur kuping agar didapatkan daya terima yang baik, overrun dan titik leleh sesuai dengan standar.  
Optimasi Formula Wedang Uwuh Berbasis Rosella Merah sebagai Minuman Fungsional Tri Dewanti Widyaningsih; Muhammad Fawzul Alif Nugroho; Arya Ulilalbab
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 1 (2022): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i1.2022.53-62

Abstract

Latar Belakang: Kebiasaan mengkonsumsi herbal dan rempah-rempah tinggi antioksidan dalam sediaan jamu tradisional telah dilakukan secara luas, tetapi tidak semua masyarakat menyukai jamu tradisional. Salah satu alternatif untuk meningkatkan konsumsi minuman fungsional tinggi antioksidan yaitu dengan melakukan formulasi aneka herbal dengan komposisi rosella, secang, kayu manis dan cengkeh. Pemilihan bahan tersebut selain sebagai upaya diversifikasi, juga diharapkan dapat bersinergi meningkatkan karakteristik sensori. Tujuan: Mendapatkan formula optimal wedang uwuh berbasis rosella merah sebagai minuman fungsional.Metode: Optimasi formula wedang uwuh berbasis rosella menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM) dengan variabel bebas yaitu serbuk kelopak rosella merah, serbuk secang, serbuk kayu manis, dan serbuk cengkeh. Respon yang digunakan yaitu aktivitas antioksidan metode DPPH, total fenol dan total flavonoid. Formula optimal selanjutnya diuji dengan ketiga parameter tersebut menggunakan spektrofotometer.Hasil: Formula optimal yang diperoleh berdasarkan analisis RSM yaitu serbuk kelopak rosella merah 1,891 gr, serbuk kayu secang 1,34, serbuk kayu manis 0,206 dan serbuk cengkeh 0,063 dengan nilai desirability 1. Aktivitas antioksidan formula tersebut setelah dilakukan verifikasi yaitu 37,007 ± 0,0466 mg TE/g, total fenol 40,9542 ± 0,0634 mg GAE/g dan total flavonoid 19,842 ± 0,488 mg QE/g.   Kesimpulan: Tidak adanya perbedaan yang signifikan antara nilai prediksi dan verifikasi terhadap ketiga respon sehingga formulasi yang disarankan oleh optimasi mixture design pada design expert baik untuk diterapkan.
Pengaruh Formulasi Tepung Kacang Hijau Dan Tepung Wortel Terhadap Kadar Air Dan Daya Terima Cookies Diana Loveitasari; Arya Ulilalbab; Cucuk Suprihartini; Rizka Mar’atus Sholichah
Media Ilmiah Teknologi Pangan (Scientific Journal of Food Technology) Vol 8 No 2 (2021): Scientific Journal of Food Technology (September)
Publisher : Master Program of Food Science and Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Carrot and mung bean cookies was the kind of food that made from rice flour, carrot flour, mung bean flour, powdered milk, egg, butter, maizena, and sugar. This kind of product were made from carrot and mung bean that converted into powdered by adding formulation P1 that approximately 16.55% of mung bean powder’s, and 15% carrot flour, continued with formulation P2 that consist of 11.55% of mung bean powder, and 20% of carrot flours. This research regarded as experimental research. This research is to discover the effect of the formulation of mung bean flour and carrot flour towards cookies’s water content and acceptability. This research was conducted on February 2019 at food technology and chemical laboratory Akademi Gizi Karya Husada Kediri. This research was done by using hedonic scale test to acceptability and thermografimetri test to discover water content. Acceptability were done by using friedman statistical analysis test and the result is sig. = 0,05, in addition the water content were using One way anova with sig. = 0,01 using SPSS 16.0. If H0 were rejected so it will be continued with Duncan’s test. The result shown that there were significance improvement towards the colour (sig. 0.00), smell (0.01), and taste (0.02) in the cookies due the adding of Mung bean flour and carrot flour. However, it did not influence the water content (0.35), and the texture (sig, 0.89). The best cookies were made from colour absorption and smell which is control, on the other hand the texture and the taste from formulation 2. The lowest water content were located on control product (3.5%). This research has not been conducted to discover the expiration date test. The following researches are encouraged to discover the expiration date test, and the product innovation by adding natural ingredients towards the cookies.
Pengaruh Penambahan Daun Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Daya Terima Sempol Ayam Nelia Jose Ximenes; Arya Ulilalbab; Cucuk Suprihartini; Enggar Anggraeni
Media Ilmiah Teknologi Pangan (Scientific Journal of Food Technology) Vol 8 No 2 (2021): Scientific Journal of Food Technology (September)
Publisher : Master Program of Food Science and Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moringa Oleifera contains vitamin A 4 times greater than carrot, vitamin C 7 times greater than orange, calcium 4 times greater than milk, protein 2 times greater than milk also, so does the potassium content of moringa leaves 3 times more than banana. In fact, the use of Moringa leaves in this time is not maximized. Based on the potentiality that is contained in Moringa leaves, it is necessary to do more innovation to process moringa leaves, one of them is by making it health food such as sempol. Sempol is one of the street foods from Malang. Sempol is a food that is made of mashed chicken which is skewered like satay and fried with stir egg. The purpose of this study is to know the effect of addition moringa oleifera toward accepatability of sempol. This research was conducted in food technology laboratory of Nutrient Academy Karya Husada Kediri on June using experimental method with complete randomize design with 3 treatments and 3 times replications namely P1 (moringa leaves 0%), P2 (moringa leaves 5 %), and P3 (moringa leaves 10 %). Statistical analysis of organoleptic test about acceptability of colour, texture, and taste uses Friedman Rank test. It is obtained that sempol which gets addition moringa leaves P2 (moringan leaves 5%) can accept organoleptically. But it is needed to do research about early processing stage to eliminate the unpleasant aroma of moringa leaves.
Gambaran Perilaku Jajan pada Siswa Kelas IV-V di SDN Ngadirejo 3 Kota Kediri Arya Ulilalbab; Cucuk Suprihartini
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 1 No. 1 (2018): Vol 1, No 1, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v1i1.1

Abstract

Kesehatan dan gizi anak tidak terlepas dari konsumsi jajanan siswa di sekolah. Masih ada faktor yang belum menjadiprioritas siswa diantaranya higienitas diri, mutu gizi dan aspek keamanan makanan. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan perilaku jajan siswa SD. Metode penelitian berupa deskriptif. Sampel penelitian yaitu siswa kelas IV- V SDN Ngadirejo 3 Kota Kediri. Jumlah sampel sebanyak 40 siswa. Data diperoleh dengan bantuan kuisioner. Datadianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Sebanyak 85% siswa membeli jajanan di kantin dan terkadang membeli diluar pagar. Jajanan yang paling disukai yaitu pentol, es teh dan makaroni telur. Mayoritas siswa (72,5%) memilihjajanan karena rasanya enak. Sebanyak 50% siswa menyukai makanan yang berwarna coklat, 27,5% siswa yang lainmenyukai warna merah. Sebanyak 87,5% siswa menyukai sedangkan 12,5% siswa tidak menyukai minuman sachetaneka rasa. Dalam hal higienitas diri, sebanyak 42,5% siswa selalu mencuci tangan, 30% sering, dan 27,5% siswajarang mencuci tangan sebelum makan. Setelah mengetahui perilaku jajan siswa kelas IV-V di SDN Ngadirejo 3 KotaKediri, maka selanjutnya perlu dilakukan edukasi gizi dan kesehatan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkanpengetahuan dan perilaku siswa dalam mengelola uang saku, cara milih serta mengkonsumsi jajanan sehat.
Pelatihan pembuatan minuman kefir susu kambing pada karang taruna “pemuda kreatif” di Desa Bayu Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi Arya Ulilalbab; Oktovina Rizky Indrasari; Khoirul Fikri Sofi
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 4, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.539 KB) | DOI: 10.30867/pade.v4i2.964

Abstract

Potensi sumber daya agrokompleks di desa bayu cukup melimpah, salah satunya yaitu susu kambing. Selama ini susu kambing di daerah tersebut hanya dijual mentah dan olahan sederhana, sehingga nilai gizi dan ekonominya belum meningkat. Tujuan dari pengabdian masyarakat yaitu memberikan ketrampilan proses pembuatan susu kefir kepada pemuda desa bayu serta meningkatkan nilai jual produk dari segi kesehatan dan ekonomi. Metode yang digunakan berupa praktek langsung dan pemantauan melalui WhatsApp pasca pelatihan. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2022 di rumah ketua karang taruna “Pemuda Kreatif” dengan melibatkan 15 peserta. Hasil dari pelatihan ini yaitu peserta pelatihan mampu melakukan proses pembuatan minuman kefir susu kambing dan mampu memisahkan antara whey dan curd. Dapat disimpulkan bahwa pemberian ceramah dan pelatihan langsung efektif dalam memberikan ketrampilan proses pengolahan pembuatan minuman kefir. Perlu dilakukan pengembangan dan inovasi berbagai olahan berbahan dasar minuman kefir susu kambing dan selanjutnya dilakukan uji sensori untuk mengetahui daya terima produk tersebut.
Co-Authors Agung Nugraha Almahabbah, Fakihuddin Anggraeta Ayu Fernanda Anggraini, Dyah Ayu Putri Anshori, Zahwa Annisa Anugerah Dani Priyanto Apriliawan, Pinky Arnawa, Gini Driya Assyaukani, Luthfi Aura Chayana, Mayscavara Bambang Wiratmadi Bambang Wirjadmadi BAMBANG WIRJATMADI Celvine Ayu Reviana Cucuk, Cucuk Suprihartini Delisa Tri Pradyana Diana Loveitasari Dina Eka Wulandari Dwi Utami, Nuzul Eka Desy Karismawati Eka Wahyuningsih Endah Retnani Wismaningsih, Endah Retnani Enggar Anggraeni Enggar Anggraeni Enggar Anggraeni, Enggar Enggar, Enggar Anggraeni Eni Maskanah Eni Maskanah Eni Maskanah Eni Maskanah Fadella, Risty Fadhiila, Indah Tentamia Hanaa Farol Umara Lidya Puspitasari Fernanda, Aprilia Fitria Nur’Aini Indahsari Frenky Arif Budiman Galuh Sitatorik Hafiz Iqbal Maulana Hagarini, Pasha Aurischa Hari Untarto Swandono Ika Fitria Rahmawati Indah Susilowati Inggrid Ika Oktaviani Juniarda, Friska Junica Happy Dwi Ananda Budi Anggara Khofifatus Sa’adah Khoir, Ana Miftahul Khoirul Fikri Sofi Khusnul Nur Hidayah Kikiamyani Kikiamyani Kurniawati, Nurul Istiqomah Lovia Ayu Nenda Rizqy Putri Manik, Meintansari Marella Firsta Joansyah Merryana Adriani Miftachul Nur Jannah Mirthasari Palupi Mirthasari Palupi Mishael Raissa Putra Muhammad Fawzul Alif Nugroho Mukminati, Ana Zahratul Naimah, Siska Yulva Nelia Jose Ximenes Nelli Nafidatul Isfanah Nining Tyas Triatmaja Nisa', Ariqah Hidayatun Ni’matus Sofa, Ulin Novia Agustina Oktaviani, Inggrid Ika Oktovina Rizky Indrasari Pawarti, Rona Prabowo, Nyono Dedi Pradyana, Delisa Tri Prawesty, Fera Putri, Elvanda Helzalia Putri, Riska Nabela Andini Ratna Frenty Nurkhalim Ria Novita Sari Rizka Mar’atus Sholichah Rizka Mar’atus Sholichah Rokhima, Ainur Rosari, Gaizka Cahyani Widhi Rusdiyana, Mitha Faula Santi, Sherly Maureta Sativa, Oriza Aya Selvia, Ita Sony Andika Saputra Suci Magfira, Meutia Teti Estiasih Tri Dewanti Widyaningsih Triatmaja, Nining Utami, Nuzul Dwi Wieke Riswanda Syafitri Zahroh, Ummu Zella, Zella Widaronia Zuliana, Ni’matu Zurinah, Silva