Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

HUBUNGAN MERK GARAM DAN PERILAKU PENYIMPANAN GARAM DENGAN KANDUNGAN YODIUM GARAM RUMAH TANGGA Novia Agustina; Arya Ulilalbab
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i1.13616

Abstract

Garam beryodium diperlukan untuk mencegah penyakit gondok. Kandungan yodium yang terdapat pada garam bisa bertahan apabila dilakukan penyimpanan yang tepat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan merek garam dan perilaku penyimpanan garam dengan kandungan yodium garam di Desa Bareng Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan  cross sectional. Populasinya adalah ibu rumah tangga (IRT) berjumlah 3.468 orang. Sampel sebanyak 51 orang IRT yang dipilih dengan metode purposive sampling. Instrument pengumpulan data menggunakan check list dan  reagen YMR, dianalisis dengan uji Chi Square (chi-kuadrat) (?= 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa garam yang digunakan oleh IRT paling banyak adalah merek AP (31%). Cara menyimpan garam sebagian besar masih salah (90%). Sebanyak 55% sampel garam tidak mengandung yodium. Tidak ada hubungan antara merek garam dengan kandungan yodium garam (p-value= 0,344). Terdapat hubungan antara cara menyimpan garam dengan kadar yodium (p-value= 0,014) pada garam. Diharapkan masyarakat melakukan penyimpanan garam pada wadah yang tertutup rapat, jangan terpapar cahaya, jauhkan dari tempat panas dan hindari dari kondisi yang lembab. Hal ini bertujuan supaya yodium garam tidak  hilang, sehingga kebutuhan iodium masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
DAYA TERIMA COOKIES ALMOND (Prunus amygdalus) SUBSTITUSI TEPUNG KULIT ARI KEDELAI (Glycine max) untuk MP ASI Khofifatus Sa’adah; Junica Happy Dwi Ananda Budi Anggara; Kikiamyani Kikiamyani; Lovia Ayu Nenda Rizqy Putri; Agung Nugraha; Ika Fitria Rahmawati; Arya Ulilalbab
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.14419

Abstract

Kulit ari kedelai dapat digunakan dalam bahan campuran pada olahan pangan yang tinggi kandungan serat dan protein. kulit ari kedelai masih sedikit dimanfaatkan oleh masyarakat. Dalam penelitian ini memiliki manfaat untuk mengetahui daya terima cookies yang berasal dari tepung kulit ari kedelai. Uji mutu hedonik pada 4 parameter yaitu warna, aroma, tekstur dan rasa. Produk cookies terdapat dua perbandingan berbeda antara bahan tepung terigu dan tepung kulit ari yaitu untuk produk 1 (100% : 0%), produk 2 (75% : 25%), dan produk 3 (50% : 50%). Panelis dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Tingkat daya terima terhadap produk 1, produk 2 dan produk 3 berturut- turut untuk parameter warna adalah 87%, 58%, dan 79%; aroma 90%, 62%, dan 87%; tekstur 71%, 71%, dan 85%; rasa 85%, 40%, dan 81%. Berdasarkan hasil uji friedman rank, ada perbedaan antara warna, aroma, tekstur, dan rasa pada ketiga produk dengan nilai sig <0,05 sehingga perlu dilakukan uji lanjut dengan Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Parameter warna, aroma dan rasa yang terbaik yaitu pada perlakuan 1, sedangkan parameter tekstur yang terbaik pada perlakuan 3. Berdasarkan dari uji organoleptik, urutan tingkat kepentingan menurut panelis yaitu parameter rasa, aroma, warna, dan tekstur. Pada penelitian selanjutnya perlu dilakukan reformulasi cookies kulit ari kedelai perlakuan 3 untuk mendapatkan semua parameter dengan nilai terbaik, terutama perbaikan dalam hal warna, aroma dan rasa.
The effect of giving moringa tempeh flour on hemoglobin levels and body weight of Wistar Rats Cucuk Suprihartini; Arya Ulilalbab; Frenky Arif Budiman
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2023): Juni
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v4i2.1184

Abstract

Background: Tempeh is a fermented product that has earned the nickname "the miracle food" because of its nutritional content, especially amino acids and fatty acids, which are good for health. Moringa leaves, which are also called "the miracle leaves," have complete nutritional content, especially iron, and vitamin C. Vitamin C plays a significant role in the absorption and metabolism of ironObjectives: Was to increase absorption of iron, which can increase hemoglobin blood and body weight  of ratsMethods: There were 4 groups, each consisting of 6 rats. The rats were kept in animal laboratories at room temperature (25–27°C) for 21 days. This research was conducted from 7 to 27 October 2020 in the Pharmacology Laboratory of Medicine, Faculty of Medicine Universitas Muhammadiyah Malang. This study used a Completely Randomized Design, used 24 Rattus norvegicus with treatment conditioned with anemia. The four groups were divided into control anemia rats, control non-anemia rats, anemia rats that consumed tempeh, and anemia rats that consumed tempeh with moringa leaves of 4%. The rats body weight was weighed daily and the blood Hb was taken at the end of the treatment. Statistical test used One-way Analysis of Variance (α = 0,01).Results: The results of statistical tests with ANOVA show not significant influence. The results of the hemoglobin and body weight rats had no significant effect.Conclusion: The value was not significant between groups in the hemoglobin assessment, but the treatment group that was given moringa leaves tempeh was higher than the anemia control group and the pure tempeh group.
ORGANOLEPTIK DAN DAYA TERIMA WHEY KEFIR KUNYIT ASAM Wieke Riswanda Syafitri; Celvine Ayu Reviana; Khusnul Nur Hidayah; Marella Firsta Joansyah; Mishael Raissa Putra; Arya Ulilalbab
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15016

Abstract

Pangan fungsional memiliki zat-zat gizi esensial bagi tubuh dan dapat melindungi tubuh dari beberapa gangguan penyakit. Whey kefir mengandung protein, laktosa (gula susu) dan mineral serta dapat menjadi minuman isotonik karena sesuai dengan cairan pada tubuh manusia dan menangkal berbagai macam penyakit. Kunyit asam mengandung senyawa bioaktif seperti asam organik, polifenolik, dan flavonoid sehingga berperan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana warna, aroma, tekstur dan rasa pada whey kefir dengan penambahan kunyit asam. Jenis penelitian ini menggunakan 3 perlakuan dengan rasio whey kefir: kunyit asam 100:0 (P1), 80:20 (P2), 60:40 (P3). Rata-rata pada tiap parameter yang paling baik yaitu untuk semua terdapat pada P3, dengan rincian parameter warna (3,01), aroma (3,09), tekstur (3,05), dan rasa (2,63) dimana semua kelompok tersebut memiliki p value 0,00 (<? = 0,05). Berdasarkan daya terima panelis, persentase kesukaan tertinggi dari masing-masing parameter semua terdapat pada P3, dengan rincian parameter warna 73%, aroma 76%, tektur 85% dan rasa 55%. Penilaian tersebut berdasarkan form uji organoleptik 1 (sangat suka), 2 (tidak suka), 3 (netral), 4 (suka) dan 5 (sangat suka). Untuk penelitian selanjutnya, dapat dianalisis kandungan antioksidan dan modifikasi formula whey kefir kunyit asam agar tingkat kesukaan rasa pada P3 bisa lebih baik.
Mencegah Kenaikan LDL Serum Sprague dawley yang Dipapar Minyak Jelantah dengan Perlakuan Pemberian Seduhan Kelopak Rosella Merah Arya Ulilalbab; Eni Maskanah
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v8i1.156

Abstract

Pemanasan minyak secara berulang dapat menyebabkan terbentuknya stress oksidatif yang dapat memodulasi peroksidasi lipid dan kadar lipoprotein sehingga terjadi peningkatan LDL, total kolesterol, asam lemak bebas dan trigliserida. Minyak jelantah mengandung asam lemak trans yang dapat menyebabkan peningkatan low density lipoprotein (LDL) dan menurunkan high density lipoprotein (HDL). Untuk mencegah gangguan metabolisme tersebut diperlukan asupan cukup antioksidan yang bisa didapatkan dari rosella merah. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis pengaruh seduhan serbuk kelopak rosella merah pada tikus Sprague dawley yang disonde minyak jelantah dengan parameter nilai LDL. Penelitian ini menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap). Jumlah sampel pada penelitian ini terdiri atas 24 tikus Sprague dawley jantan, diambil acak, dibagi menjadi 4 kelompok, diantaranya yaitu kontrol negative (kelompok normal), kelompok kontrol positif, perlakuan 1 (pemberian seduhan kelopak rosella merah 540 mg/kgBB per hari dan pemberian minyak jelantah sebanyak 2 ml/kgBB per hari), dan perlakuan 2 (pemberian seduhan kelopak rosella merah 810 mg/kgBB per hari dan pemberian minyak jelantah sebanyak 2 ml/kgBB per hari). Hasil analisa one way anova (α = 0,01) dengan menerapkan uji lanjut Tukey HSD nilai LDL = 0.00, hal ini menunjukkan bahwa semua perlakuan memberikan pengaruh secara signifikan terhadap LDL. Pada uji lanjut terdapat perbedaan nilai LDL. Pemberian 540 mg/kgBB dan 810 mg/kgBB per hari seduhan kelopak rosella merah pada tikus Sprague dawley mampu mencegah kenaikan LDL. Nilai terbaik pada perlakuan pemberian 810 mg/kgBB per hari, dengan nilai LDL 41,03 mg/dl. Seduhan serbuk kelopak rosella merah dapat mencegah kenaikan LDL Sprague dawley yang diberi minyak jelantah.
Pengaruh Penambahan Wortel Terhadap Kandungan Vitamin A dan Daya Terima Nugget Ikan Gabus (Channa striata) Dina Eka Wulandari; Arya Ulilalbab
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v2i2.1794

Abstract

One of the public health problems is vitamin A and protein-energy deficiency. To overcome this problem, innovation is needed to make products made from local ingredients as a source of protein intake and beta-carotene as an ingredient in vitamin A formation. This study aims to analyze the effect of adding carrots on vitamin A content according to DKBM and the acceptability of cork fish nuggets. This study used is a Completely Randomized Design (CRD) with 2 treatments and 1 control involving 90 panelists in an organoleptic test. The results of the study on the content of energy, protein, and vitamin A according to DKBM show that the content of vitamin A in nuggets with the addition of carrots is higher than in nuggets without the addition of carrots. Friedman sig. test α = 0.05, showing that no effect in terms of color (α = 0.855) and texture (α = 0.057). There is an effect in terms of aroma (α = 0.005) and taste (α = 0.008). The result of the acceptability test on cork fish nugget from 82% color parameters and 90% texture is on the P1 product (without the addition of carrots), for the most preferred aroma parameter is P2 (10% carrots) with a percentage of 91.1% and for the parameter of taste, the most preferred taste is P3 (20% carrot) with a percentage of 92.2%. It is necessary to develop nugget products with the formulation of ingredients that can improve nugget texture.
Penyuluhan Keamanan Pangan pada Ibu Rumah Tangga di RT 05 RW 06 Kelurahan Bandar Kidul Kota Kediri Eka Desy Karismawati; Galuh Sitatorik; Nelli Nafidatul Isfanah; Anggraeta Ayu Fernanda; Arya Ulilalbab; Sony Andika Saputra
Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat. Vol. 2 No. 3 (2024): August : Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/natural.v2i3.723

Abstract

Two important factors in preventing foodborne illness are food hygiene and sanitation. These efforts can reduce the risk of bacterial contamination of food. Some examples of hazardous materials in food are plastics, metals, borax, formalin, insecticides, and banned food additives such as benzoic acid, ascorbic acid, lactic acid, and citric acid. The objective of this outreach is to increase knowledge about food safety and how to manage it. The method of counseling to the general public includes coordination with the head of the RT, providing materials, giving pre- and post-tests, and evaluating activities carried out at the RT head's house on June 1, 2024 at 16.00-17.30. The results of this activity were an increase in pre and post-test scores on questions regarding storage temperature and the main purpose of food storage, from 50 to 70 and 95 to 100. The conclusion of this counseling is that there is an increase in housewives' knowledge about food safety on a household scale. Suggestions for further counseling are to increase the number of targets so that more housewives understand the importance of household-scale food safety.
Penyuluhan higiene, sanitasi dan keselamatan kerja di laboratorium pengolahan pangan Rokhima, Ainur; Fadhiila, Indah Tentamia Hanaa; Apriliawan, Pinky; Zurinah, Silva; Ulilalbab, Arya; Swandono, Hari Untarto
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 7, No 1 (2025): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v7i1.2436

Abstract

Health, occupational safety, and hygiene and sanitation are important aspects related to food service. This aspect affects the quality of food and the safety of students so that the food can be consumed safely. Efforts made to emphasize hygiene, sanitation and work safety include education in the form of counseling. This counseling aims to determine the effectiveness of lecture and discussion methods in enhancing information related to health and safety at work, hygiene, and sanitation among food handlers. Efforts to emphasize occupational safety, hygiene, and sanitation include education through outreach conducted at Vocational Senior High School Subulus Salam, Pagu sub-district, Kediri District on July 30 from 9:00 to 11:00 AM. This counseling uses the pretest-posttest method with a sample of twenty-five food handlers. The questionnaire is used in the process of collecting pre-test and post-test results to educate students about hygiene and sanitation in the Food Processing Laboratory at Vocational Senior High School Subulus Salam. The results of the pre-test showed that the average score obtained by the students was 74.7. Meanwhile, in the post-test, the average score of the students increased to 80.1. The conclusion of this outreach shows that students' scores on pre- and post-tests regarding hygiene, sanitation, and workplace safety in the laboratory increased. It is hoped that with the knowledge gained, participants will be able to understand and apply hygiene, sanitation, and occupational safety in the laboratory.
Acceptability of Grasshopper Nugget Flour as a High-Protein Functional Food Santi, Sherly Maureta; Rusdiyana, Mitha Faula; Sari, Ria Novita; Putri, Riska Nabela Andini; Ulilalbab, Arya; Utami, Nuzul Dwi; Triatmaja, Nining Tyas
Health Dynamics Vol 2, No 4 (2025): April 2025
Publisher : Knowledge Dynamics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hd20402

Abstract

Background: Nugget products enhanced with locust flour are being explored as a novel source of functional food due to their high protein content, which plays a vital role in maintaining human health. Locusts, commonly consumed in parts of Africa and Asia, offer a promising alternative protein source. This study investigated the consumer acceptability of nuggets formulated with grasshopper flour as a nutrient-dense, functional food option. Methods: A Completely Randomized Design (CRD) was employed, and data were analyzed using the Friedman Test to assess differences among treatments. If significant differences (p < 0.05) were found, further analysis was performed with the Wilcoxon Test through SPSS version 20. Organoleptic evaluation was carried out by 30 semi-trained panelists. The nugget formulations tested were: P1 (100% tapioca flour, 0% grasshopper flour), P2 (95% tapioca flour, 5% grasshopper flour), and P3 (85% tapioca flour, 15% grasshopper flour). Results: Findings indicated that P1 (without grasshopper flour) received the highest scores in terms of color and aroma. For texture, both P1 and P2 (5% grasshopper flour) were equally preferred. In terms of taste, P1 remained the most favored. Conclusion: Overall, nuggets without any addition of grasshopper flour (P1) achieved the highest level of acceptability across all sensory attributes.
PENYULUHAN RISIKO KONTAMINASI SILANG DI RT 08 RW 02 KELURAHAN BANDAR LOR KOTA KEDIRI Ulilalbab, Arya; Juniarda, Friska; Aura Chayana, Mayscavara; Suci Magfira, Meutia; Ni’matus Sofa, Ulin; Dwi Utami, Nuzul; Triatmaja, Nining
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/2bwta520

Abstract

Keamanan pangan merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan manusia. Salah satu bahaya utama   adalah kontaminasi silang, yang dapat terjadi kapan saja selama pengolahan makanan. Penyuluhan kontaminasi silang sangat penting untuk meningkatkan kesadaran akan praktik kebersihan pribadi. Tujuan dari penyuluhan ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas penyuluhan dalam peningkatan pengetahuan dan perilaku keluarga terkait keamanan pangan. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan di RT.08 RW.02 Kelurahan Bandar Lor pada hari Jum,at 21 Juni 2024 pukul 15.30 – 17.00 WIB dengan metode pemberian materi dalam bentuk power point, ceramah, diskusi serta menggunakan leaflet dan LCD-Proyektor sebagai media penyuluhan. Hasil penyuluhan mendapatkan pre test 84,60% dan pos test 87,68% dengan peningkatan sebanyak 3,08%. Penyuluhan keamanan pangan rumah tangga efektif dalam meningkatkan kesadaran dan praktik kebersihan pribadi, namun perlu terus ditingkatkan untuk mencapai standar keamanan pangan yang optimal. Saran untuk penyuluhan selanjutnya adalah melibatkan lebih banyak responden dan memperluas cakupan penyuluhan keamanan pangan di masyarakat.
Co-Authors Agung Nugraha Almahabbah, Fakihuddin Anggraeta Ayu Fernanda Anggraini, Dyah Ayu Putri Anshori, Zahwa Annisa Anugerah Dani Priyanto Apriliawan, Pinky Arnawa, Gini Driya Assyaukani, Luthfi Aura Chayana, Mayscavara Bambang Wiratmadi Bambang Wirjadmadi BAMBANG WIRJATMADI Celvine Ayu Reviana Cucuk, Cucuk Suprihartini Delisa Tri Pradyana Diana Loveitasari Dina Eka Wulandari Dwi Utami, Nuzul Eka Desy Karismawati Eka Wahyuningsih Endah Retnani Wismaningsih, Endah Retnani Enggar Anggraeni Enggar Anggraeni Enggar Anggraeni, Enggar Enggar, Enggar Anggraeni Eni Maskanah Eni Maskanah Eni Maskanah Eni Maskanah Fadella, Risty Fadhiila, Indah Tentamia Hanaa Farol Umara Lidya Puspitasari Fernanda, Aprilia Fitria Nur’Aini Indahsari Frenky Arif Budiman Galuh Sitatorik Hafiz Iqbal Maulana Hagarini, Pasha Aurischa Hari Untarto Swandono Ika Fitria Rahmawati Indah Susilowati Inggrid Ika Oktaviani Juniarda, Friska Junica Happy Dwi Ananda Budi Anggara Khofifatus Sa’adah Khoir, Ana Miftahul Khoirul Fikri Sofi Khusnul Nur Hidayah Kikiamyani Kikiamyani Kurniawati, Nurul Istiqomah Lovia Ayu Nenda Rizqy Putri Manik, Meintansari Marella Firsta Joansyah Merryana Adriani Miftachul Nur Jannah Mirthasari Palupi Mirthasari Palupi Mishael Raissa Putra Muhammad Fawzul Alif Nugroho Mukminati, Ana Zahratul Naimah, Siska Yulva Nelia Jose Ximenes Nelli Nafidatul Isfanah Nining Tyas Triatmaja Nisa', Ariqah Hidayatun Ni’matus Sofa, Ulin Novia Agustina Oktaviani, Inggrid Ika Oktovina Rizky Indrasari Pawarti, Rona Prabowo, Nyono Dedi Pradyana, Delisa Tri Prawesty, Fera Putri, Elvanda Helzalia Putri, Riska Nabela Andini Ratna Frenty Nurkhalim Ria Novita Sari Rizka Mar’atus Sholichah Rizka Mar’atus Sholichah Rokhima, Ainur Rosari, Gaizka Cahyani Widhi Rusdiyana, Mitha Faula Santi, Sherly Maureta Sativa, Oriza Aya Selvia, Ita Sony Andika Saputra Suci Magfira, Meutia Teti Estiasih Tri Dewanti Widyaningsih Triatmaja, Nining Utami, Nuzul Dwi Wieke Riswanda Syafitri Zahroh, Ummu Zella, Zella Widaronia Zuliana, Ni’matu Zurinah, Silva