Claim Missing Document
Check
Articles

PRODUKSI MATERIAL MAGNESIUM OKSIDA MENGGUNAKAN PROSES ELEKTROLISIS DENGAN JEMBATAN GARAM VERTIKAL DAN VARIASI JUMLAH ELEKTRODA Muhammad Fathur Rohman Basir Nasution; Sulistyo Sulistyo; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 13, No 1 (2025): VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Magnesium oksida (MgO) merupakan material dengan berbagai aplikasi industri, seperti katalis, refraktori, dan adsorben. Salah satu sumber utama magnesium adalah limbah bittern, yang kaya akan ion magnesium, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Metode produksi MgO konvensional sering kali memerlukan energi tinggi dan bahan kimia tambahan, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi magnesium oksida (MgO) dari limbah bittern melalui proses elektrolisis menggunakan jembatan garam vertikal dengan variasi jumlah elektroda. Proses elektrolisis dilakukan dengan variasi arus listrik dan jumlah elektroda untuk mengoptimalkan pembentukan endapan magnesium hidroksida (Mg(OH)2), yang kemudian dikalsinasi menjadi MgO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jumlah elektroda berpengaruh signifikan terhadap efisiensi elektrolisis dan rendemen Mg(OH)2 yang diperoleh. Karakterisasi menggunakan XRF menunjukkan bahwa MgO yang dihasilkan memiliki tingkat kemurnian tinggi. Dengan demikian, metode elektrolisis dengan jembatan garam vertikal dapat menjadi alternatif yang efisien dalam produksi MgO dari limbah bittern, sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya yang lebih berkelanjutan.
ANALISA KEHANDALAN PADA PIPING INTAKE DI PERUSAHAAN PENYEDIAAN AIR MINUM DENGAN PENDEKATAN RELIABILITY BLOCK DIAGRAM DAN REMAINING LIFE TIME Faza Aghnat Samsul; Gunawan Dwi Haryadi; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah Satu perusahaan air minum di Kota Cilacap merupakan perusahan yang   melayani kebutuhan air minum di Kota Cilacap. Dalam dunia industri pengolahan air sangat banyak sekali terjadinya proses korosi yang disebabkan oleh fenomena alam dan faktor lingkungan sehingga menyebabkan timbulnya korosi, oleh karena itu, dibutuhkan peneltian terhadap assessment Piping intake. Pada penelitian ini akan dilakukan assessment terhadap kondisi visual, sisa umur pakai piping intake mengetahui jenis korosi, dan analisis laju korosi yang terjadi di piping intake serta mengetahui relibiality dari komponen piping intake dengan menggunakan pendekatan relibiality block diagram. Pengambilan data yang digunakan adalah ketebalan piping intake yang telah beroperasi selama 2 tahun dengan mengambil 12 titik yang sudah ditentukan dengan alat ultrasonic thickness measurement. Hasil dari analisis pengurangan ketebalan awal dan actual didapatkannya nilai laju korosi sebesar 0,485 mm/tahun dan sisa umur pakai 10 tahun. Kehandalan komponen yang paling kritis yaitu elbow No 1 45˚ dengan nilai kehandalan 89,5%
PERANCANGAN TUNGKU PELEBURAN ZINC PADA PROSES HOT-DIP GALVANIZING Fikri Rinaldi; Yusuf Umardani; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 4 (2024): VOLUME 12, NOMOR 4, OKTOBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja dan besi cor adalah salah satu dari beberapa jenis material yang banyak digunakan di industri manufaktur, otomotif, dan konstruksi. Sifatnya yang kuat yang mampu menahan beban yang besar yang ditumpukan padanya. Sayangnya, material ini dapat terserang korosi dengan mudahnya dalam aplikasi pemakaiannya. Salah satu metode pencegahan korosi pada baja adalah menggunakan teknik pelapisan hot-dip galvanizing, yakni mencelupkan baja ke dalam cairan zinc yang disertai reaksi kimia antara zinc dan baja pada permukaannya. Dalam paraktik hot-dip galvanizing ini, salah satu komponen penting yang digunakan adalah tungku peleburan atau ketel atau wadah zinc cairnya. Penelitian ini bertujuan merancang tungku peleburan zinc yang dilengkapi dengan burner sebagai sumber panasnya. Perancangan didasarkan pada perhitungan kalor yang dibutuhkan beserta matriks pemilihan untuk menentukan bentuk tungku dan burner. Berdasarkan konsep desain bentuk cawang dan jenis burner, dipilih konsep 2 dengan cawang berbentuk kotak, yang selanjutnya akan menjadi dasar perancangan bentuk dan ukuran tungku. Kemudian pada burner dipilih konsep 3, dengan panas keluar dari burner secara horizontal menggunakan nosel. Berdasarkan pengujian analisis efisiensi peleburan, didapatkan nilai efisiensi peleburan zinc sebesar 15,6 %.
ANALISA PENGARUH VARIASI PENGELASAN FRICTION STIR WELDING PADA MATERIAL AA5083 Ilyasa Dimas Faza; Gunawan Dwi Haryadi; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 13, No 1 (2025): VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Friction Stir Welding (FSW) merupakan metode pengelasan fase padat yang banyak digunakan untuk Aluminium 5083, yang memiliki ketahanan korosi tinggi tetapi sulit dilas secara konvensional. Penelitian ini menganalisis pengaruh kecepatan putaran alat (1100, 1400, dan 1800 rpm) serta sudut kemiringan (1° dan 3°) terhadap struktur mikro dan sifat mekanik hasil lasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter optimal adalah 1400 rpm dengan sudut 1°, menghasilkan pencampuran material lebih homogen, struktur mikro lebih halus, dan sifat mekanik lebih baik. Peningkatan kecepatan putaran memperhalus butir di zona las akibat rekristalisasi dinamis, sementara sisi retreating menunjukkan kekerasan lebih tinggi dibandingkan advancing side. Kombinasi parameter yang tepat berperan penting dalam meningkatkan kualitas las Aluminium 5083 dengan metode FSW.
PENGARUH VARIASI KEKASARAN PERMUKAAN GRAY CAST IRON PADA HASIL PELAPISAN HOT DIP GALVANIZING TERHADAP KETEBALAN LAPISAN DAN LAJU KOROSI Muhammad Ashwin Asyhari; Yusuf Umardani; Agus Suprihanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara tropis dengan tingkat kelembaban yang tinggi dan curah hujan yang cukup besar mengakibatkan banyak benda logam mengalami karat dan korosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh material logam gray cast iron yang telah dilapisi coating dengan metode hot dip galvanizing terhadap hasil tampilan, mikrografi, tebal lapisan, dan laju korosi pada situasi ekstrem. Perlakuan spesimen dilakukan dengan variasi kekasaran permukaan menggunakan amplas grid 100, 400, 800, dan 2000. Proses hot dip galvanizing menggunakan zinc ingot Nyrstar 99% dengan prosedur sesuai ASTM A123. Pengamatan Visual dilaksanakan untuk mengetahui tampilan terbaik dan cacat yang dihasilkan dari hasil hot dip galvanizing. Pengujian Mikrografi dilaksanakan sesuai dengan ASTM E3-11 untuk mengetahui zinc layer yang menempel pada spesimen. Pengujian tebal lapisan zinc (Zn) pada spesimen hasil hot dip galavanizing dilakukan menggunakan alat Coating Thickness Gauge UNI-T UT343D. Pengujian laju korosi dilaksanakan sesuai dengan prosedur ASTM B117 Salt Spray Test dengan peningkatan kadar larutan NaCl sebesar 8% menggunakan metode weight loss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai kekasaran pada permukaan spesimen, maka semakin besar ketebalan lapisan coating yang terbentuk. Namun, hal ini akan berbanding terbalik dengan laju korosi, di mana semakin rendah nilai laju korosi pada spesimen hasil hot dip galvanizing tersebut. Ketebalan pelapisan tertinggi diperoleh pada spesimen dengan variasi amplas grid 100 sebesar 45,38 μm, dengan laju korosi terendah sebesar 24,52 mpy. Sebaliknya, ketebalan pelapisan terendah diperoleh pada spesimen dengan variasi amplas grid 2000 sebesar 17,37 μm, dengan laju korosi tertinggi sebesar 169,97 mpy. Hasil penelitian ini bermanfaat untuk pengembangan material logam cast iron dalam dunia industri maupun konstruksi yang terpapar kondisi ekstrem dengan kadar asam yang tinggi.
PROSES HOT DIP GALVANIZING PADA GRAY CAST IRON DENGAN PENGARUH WAKTU PENCELUPAN TERHADAP LAJU KOROSI DAN PREDIKSI SISA UMUR Almirajan Ghani Salam; Yusuf Umardani; Agus Suprihanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya alam yang sering digunakan pada dunia industri hingga pembangunan infrastruktur adalah pasir besi. Salah satu hasil peleburan pasir besi yang digunakan untuk penjepit kabel pada tiang listrik adalah besi cor kelabu. Logam dengan unsur penyusun Fe tidak akan lepas dari masalah korosi sehingga terjadi penurunan kualitas material yang dapat memperpendek umur penggunaan material tersebut. Hal ini menyebabkan perlunya tindakan yang dapat mengatasi masalah korosi berupa coating. Hot dip galvanizing menjadi salah satu cara coating yang ekonomis untuk mengatasi masalah korosi. Proses hot dip galvanizing melibatkan pencelupan logam ke dalam zinc cair pada suhu sekitar 450ºC. Tujuan penelitian ini fokus pada analisis pengaruh waktu pencelupan dengan variasi waktu pencelupan 1 menit, 3 menit, 5 menit, dan 7 menit terhadap ketebalan coating, laju korosi, dan sisa umurnya. Standar yang digunakan dalam pengujian ini adalah ASTM B487-85 untuk pengukuran ketebalan coating, ASTM B117-11 untuk pengujian laju korosi dengan metode kehilangan berat, dan API 570 untuk prediksi sisa umur. Hasil pengujian didapatkan nilai rata-rata ketebalan coating berurutan sebesar 100,03 µm; 116,59 µm; 148,53 µm; dan 228,09 µm. Sedangkan nilai rata-rata laju korosi berurutan sebesar 75,3939 mpy; 53,1495 mpy; 37,9401 mpy; dan 22,5967 mpy. Prediksi sisa umur berurutan sebesar 2 hari, 8 hari, 23 hari, dan 90 hari.
Co-Authors Adi Kurniawan Yusim Adi Nugroho Adi Nugroho Adityo Ristyanto Agrie F Mizan Agus Suprihanto Agus Suprihanto Agus Suprihanto Agus Tri Hardjuno Agy Randhiko Alfitra Bin’arya Putratama Almirajan Ghani Salam Amadeus Bagas Maruli Jarwanto Andhika Krismaintya Putera Andrea Tri Wibowo Arie Rifky Irawan Azhar Azzyumardi Pasha Bagus Yogo Saputro Basyith, Mohammad Rizqi Abdul Bayu Sasmita Bernard, Jovian Bona Frans Willy Simamora Bramy Sultan Hakim Catur Pramono Damar Nurwahyu Bima Daniel Sijabat Deivandra Ginanjar Bhakti Deni Erlangga Didik Ariwibowo Djoeli Satrijo Dwi Basuki Wibowo Dwi Basuki Wibowo Eko Julianto Sasono Faza Aghnat Samsul Febri Firmansyah Fikri Rinaldi Gilbert Fedrick Purba Glenn Natanael Samudera Grandy Yustisio Rizaldi Ginting Gunawan Dwi Haryadi Hartono Hartono Herriza, Rigo Muhammad Huda Fathu Rohman Ian Aditama Putra Ian Wiharja Ilyasa Dimas Faza Juan Pratama Anandika Khairul Ayat Khoiri Rozi Khoiri Rozi Korna Ariesta Kusumaharja, Rezka Dwima Lie, Calvin Luthfi Bayhaqi Muhammad M Faldy Syafar M Rafly Rafiqi Malik Sanjaya Matheus Agung Putra Yoga Mhd. Brian Awiruddin Misbah Bukhori Mohammad Nur Kholis Majid Mohammad Rizqi Abdul Basyith Mohd Ridwan Muchammad Muchammad Muhamad Aldyan Krisna Oktavia Muhammad Ainus Sholikhin Muhammad Ashwin Asyhari Muhammad Fajrur Rochmat Muhammad Fakhri Aji Pratomo Muhammad Farras Farshal Muhammad Fathur Rohman Basir Nasution Muhammad Iqbal Natasia Nikita Rezekina Cibro Nofa Karsa Mustadzanah Norman Iskandar Ojo Kurdi Parven, Parven Paryanto Prasetia, Zakaria Frani Pratomo, Muhammad Fakhri Aji Putra, Diva Tsamara Rafikhul Fatah Raka Sukma Bramantya Ronald Sabtendra Rusnaldy Rusnaldy Saputra, Anggar Aji Sarwoko Sarwoko Satriyo Adhi Nugroho Seno Darmanto Seno Darmanto Seno Darmanto Shofwan Bahar Sri Nugroho Sri Nugroho Sri Nugroho Sriyana Sriyana Sulistyo Sulistyo Sulistyo Sulistyo Sutan to Taufiqurrahman Taufiqurrahman Ulya Ramdhani Fikri Yuniarto Yuniarto, Yuniarto Yurianto Yurianto