Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisa Revisi Desain pada Kinerja Pelaksanaan Konstruksi: Studi Kasus Gedung Kantor Pajak Pratama Natar Arneta Pratiwi Adipaty; Ika Kustiani; Lusmeilia Afriani; Chatarina Niken Dwsbu; Kristianto Usman
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1246

Abstract

Abstrak   Pada Proyek Pembangunan Gedung Kantor Pelayanan Pajak Pratama – Natar, ditemukan masalah seperti gambar yang tidak dapat dilaksanakan, perubahan rencana kerja, dan perubahan scope pekerjaan. Tujuan penelitian adalah menganalisa faktor utama yang mempengaruhi perubahan desain dalam durasi pelaksanaan. Metode yang digunakan dengan melakukan penyebaran kuesioner sebagai data utama dan wawancara sebagai data pendukung, yang kemudian dianalisis menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian dari perubahan desain pada proyek konstruksi, yang disebabkan oleh ketidaksesuaian antara rencana dan kondisi lapangan, mungkin berdampak signifikan terhadap durasi proyek. Perubahan ini dipicu oleh penyesuaian kondisi lapangan dan permintaan dari pihak pemilik proyek, seperti penambahan pos jaga serta instalasi air conditioner di area yang tidak direncanakan sebelumnya. Kesenjangan ini menyebabkan keterlambatan proyek, yang seharusnya telah mencapai 97% pada minggu ke-39, namun realisasinya hanya 63%. Faktor-faktor seperti penyesuaian lapangan dan permintaan pemilik proyek, termasuk penambahan fasilitas tak terduga, berkontribusi dominan terhadap keterlambatan dan peningkatan biaya kemudian dari 13 faktor yang dianalisis, faktor dominan yang mempengaruhi perubahan desain yaitu kesalahan estimasi biaya (prioritas 0,098%), ketidaktersediaan standar material (prioritas 0,085%), dan penundaan pekerjaan (prioritas 0,084%). Kesimpulan adalah bahwa perubahan desain dalam proyek konstruksi paling dominan dipengaruhi oleh faktor Kesalahan Estimasi Biaya dan Ketidaksesuaian Desain dengan Kondisi Lapangan, berdasarkan bobot prioritas tertinggi hasil metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Kedua faktor ini berasal dari aspek perencanaan, yang terbukti lebih berpengaruh terhadap durasi proyek dibandingkan faktor pelaksanaan.   Kata kunci: manajemen perubahan, durasi pelaksanaan, AHP, faktor perencanaan, faktor konstruksi.   Abstract   The construction of the Pratama Tax Office Building in Natar encountered several issues, including unimplementable drawings, changes in work plans, and alterations in the project scope. This study aims to analyze the dominant factors influencing design changes that affect project duration. The research employed a questionnaire as the primary data collection method and interviews as supporting data, analyzed using the Analytical Hierarchy Process (AHP). The results indicate that design changes, triggered by discrepancies between the planning documents and actual site conditions, significantly impacted the project's timeline. These changes were largely driven by field adjustments and client requests, such as additional guard posts and unexpected air conditioning installations. The gap between plan and execution caused a delay, where the project was expected to reach 97% completion by week 39 but only achieved 63%. From the 13 factors analyzed, the most influential on design changes were cost estimation errors (priority 0.098%), unavailability of standard materials (0.085%), and work delays (0.084%). The study concludes that design changes in construction projects are predominantly influenced by planning-related factors, particularly cost estimation errors and inconsistencies between design and site conditions. These planning factors have a greater impact on project duration than those arising during execution.   Keywords: change management, project duration, AHP, planning factors, Construction factors.
Analisis Kelayakan Ekonomi Teknik Investasi Pembangunan Terminal Khusus dalam Mendukung Distribusi Tambang Batu Basalt Windy Putri Diwantari; Ahmad Herison; Kristianto Usman; Ahmad Zakaria; Dyah Indriana Kusumastuti
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1290

Abstract

Abstrak   Ketidakefisienan distribusi hasil tambang batu basalt melalui jalur darat mendorong pembangunan Terminal Khusus PT. Optima Nusa Tujuh guna mengoptimalkan distribusi melalui jalur laut. Penelitian bertujuan untuk menentukan skenario investasi paling optimal berdasarkan kelayakan finansial dan kontribusinya terhadap efisiensi distribusi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan teknik kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk mengevaluasi aspek non-finansial, sedangkan analisis kuantitatif menilai kelayakan finansial berdasarkan parameter NPV, IRR, PI, BCR, BEP, dan PBP. Hasil evaluasi terhadap kelima skenario investasi menunjukkan bahwa seluruh skenario layak dilaksanakan dengan nilai NPV positif. Namun, hanya skenario moderat hingga optimis yang memenuhi seluruh kriteria kelayakan. Skenario 5 (optimis 20%) memberikan hasil paling optimal, dengan NPV sebesar Rp65.396.124.689,67, IRR sebesar 34,21%, dan periode pengembalian investasi tercepat selama 3 tahun 2 bulan 4 hari. Kesimpulannya, pendistribusian hasil tambang melalui terminal khusus jalur laut dinilai layak dan memberikan dampak positif secara finansial karena memberikan keuntungan jangka panjang dan efisiensi distribusi terbaik.   Kata kunci: studi kelayakan, terminal khusus, distribusi  basalt, NPV, IRR   Abstract   The inefficiency of basalt distribution via land transportation has prompted the development of a dedicated terminal by PT. Optima Nusa Tujuh to enhance maritime distribution. This study aims to determine the most optimal investment scenario based on financial feasibility and its impact on distribution efficiency. A descriptive method is employed, incorporating both qualitative and quantitative approaches. Qualitative analysis explores non-financial factors influencing project viability, while quantitative analysis evaluates financial feasibility using NPV, IRR, PI, BCR, BEP, and PBP. Analysis of five investment scenarios reveals that all are financially feasible with positive NPV values; however, only moderate to optimistic scenarios fulfill all feasibility criteria. Scenario 5 (20% optimistic) emerges as the most optimal, yielding the highest NPV of IDR 65,396,124,689.67, IRR of 34,21%, and the shortest payback period of 3 years, 2 months, and 4 days. In conclusion, maritime distribution via dedicated terminal is feasible and financially advantageous, ensuring long-term gains and efficient logistics.   Keywords: feasibility study, dedicated terminal, basalt distribution, NPV, IRR
Analisis Penyebab Kecelakaan Di Perlintasan Sebidang Tanpa Portal Menggunakan Bow Tie Analysis Amir Mahmud Mallikussholeh; Kristianto Usman; Ika Kustiani; Aleksander Purba
Jurnal Bangunan, Konstruksi & Desain Vol 4 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jbkd.4.1.9-22.2026

Abstract

Kecelakaan lalu lintas pada perlintasan sebidang tanpa portal masih sering terjadi dan berpotensi menimbulkan dampak fatal akibat konflik antara kereta api dan pengguna jalan. Kondisi ini diperparah oleh rendahnya kepatuhan pengguna jalan serta keterbatasan fasilitas keselamatan di perlintasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor dominan penyebab kecelakaan di perlintasan sebidang tanpa portal menggunakan metode Bow Tie Analysis. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan untuk mengamati perilaku pengguna jalan dan kondisi infrastruktur, serta kuesioner expert opinion yang melibatkan instansi terkait. Data frekuensi kejadian dianalisis menggunakan distribusi Poisson untuk memperoleh probabilitas terjadinya setiap faktor risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor manusia merupakan penyebab dominan kecelakaan, dengan probabilitas tertinggi pada variabel berhenti terlalu dekat dengan kereta api sebesar 0,95 dan beraktivitas di area rel kereta api sebesar 0,82. Faktor lain yang turut berkontribusi meliputi tidak melihat kiri–kanan saat melintas, membawa muatan berlebih, serta kondisi kendaraan dan infrastruktur perlintasan. Hasil analisis ini memberikan implikasi penting bagi peningkatan keselamatan perlintasan sebidang tanpa portal melalui penguatan fasilitas keselamatan dan peningkatan kesadaran pengguna jalan.
Analisa Revisi Desain pada Kinerja Pelaksanaan Konstruksi: Studi Kasus Gedung Kantor Pajak Pratama Natar Arneta Pratiwi Adipaty; Ika Kustiani; Lusmeilia Afriani; Chatarina Niken Dwsbu; Kristianto Usman
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1246

Abstract

Abstrak   Pada Proyek Pembangunan Gedung Kantor Pelayanan Pajak Pratama – Natar, ditemukan masalah seperti gambar yang tidak dapat dilaksanakan, perubahan rencana kerja, dan perubahan scope pekerjaan. Tujuan penelitian adalah menganalisa faktor utama yang mempengaruhi perubahan desain dalam durasi pelaksanaan. Metode yang digunakan dengan melakukan penyebaran kuesioner sebagai data utama dan wawancara sebagai data pendukung, yang kemudian dianalisis menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian dari perubahan desain pada proyek konstruksi, yang disebabkan oleh ketidaksesuaian antara rencana dan kondisi lapangan, mungkin berdampak signifikan terhadap durasi proyek. Perubahan ini dipicu oleh penyesuaian kondisi lapangan dan permintaan dari pihak pemilik proyek, seperti penambahan pos jaga serta instalasi air conditioner di area yang tidak direncanakan sebelumnya. Kesenjangan ini menyebabkan keterlambatan proyek, yang seharusnya telah mencapai 97% pada minggu ke-39, namun realisasinya hanya 63%. Faktor-faktor seperti penyesuaian lapangan dan permintaan pemilik proyek, termasuk penambahan fasilitas tak terduga, berkontribusi dominan terhadap keterlambatan dan peningkatan biaya kemudian dari 13 faktor yang dianalisis, faktor dominan yang mempengaruhi perubahan desain yaitu kesalahan estimasi biaya (prioritas 0,098%), ketidaktersediaan standar material (prioritas 0,085%), dan penundaan pekerjaan (prioritas 0,084%). Kesimpulan adalah bahwa perubahan desain dalam proyek konstruksi paling dominan dipengaruhi oleh faktor Kesalahan Estimasi Biaya dan Ketidaksesuaian Desain dengan Kondisi Lapangan, berdasarkan bobot prioritas tertinggi hasil metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Kedua faktor ini berasal dari aspek perencanaan, yang terbukti lebih berpengaruh terhadap durasi proyek dibandingkan faktor pelaksanaan.   Kata kunci: manajemen perubahan, durasi pelaksanaan, AHP, faktor perencanaan, faktor konstruksi.   Abstract   The construction of the Pratama Tax Office Building in Natar encountered several issues, including unimplementable drawings, changes in work plans, and alterations in the project scope. This study aims to analyze the dominant factors influencing design changes that affect project duration. The research employed a questionnaire as the primary data collection method and interviews as supporting data, analyzed using the Analytical Hierarchy Process (AHP). The results indicate that design changes, triggered by discrepancies between the planning documents and actual site conditions, significantly impacted the project's timeline. These changes were largely driven by field adjustments and client requests, such as additional guard posts and unexpected air conditioning installations. The gap between plan and execution caused a delay, where the project was expected to reach 97% completion by week 39 but only achieved 63%. From the 13 factors analyzed, the most influential on design changes were cost estimation errors (priority 0.098%), unavailability of standard materials (0.085%), and work delays (0.084%). The study concludes that design changes in construction projects are predominantly influenced by planning-related factors, particularly cost estimation errors and inconsistencies between design and site conditions. These planning factors have a greater impact on project duration than those arising during execution.   Keywords: change management, project duration, AHP, planning factors, Construction factors.
Analisis Kelayakan Ekonomi Teknik Investasi Pembangunan Terminal Khusus dalam Mendukung Distribusi Tambang Batu Basalt Windy Putri Diwantari; Ahmad Herison; Kristianto Usman; Ahmad Zakaria; Dyah Indriana Kusumastuti
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1290

Abstract

Abstrak   Ketidakefisienan distribusi hasil tambang batu basalt melalui jalur darat mendorong pembangunan Terminal Khusus PT. Optima Nusa Tujuh guna mengoptimalkan distribusi melalui jalur laut. Penelitian bertujuan untuk menentukan skenario investasi paling optimal berdasarkan kelayakan finansial dan kontribusinya terhadap efisiensi distribusi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan teknik kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk mengevaluasi aspek non-finansial, sedangkan analisis kuantitatif menilai kelayakan finansial berdasarkan parameter NPV, IRR, PI, BCR, BEP, dan PBP. Hasil evaluasi terhadap kelima skenario investasi menunjukkan bahwa seluruh skenario layak dilaksanakan dengan nilai NPV positif. Namun, hanya skenario moderat hingga optimis yang memenuhi seluruh kriteria kelayakan. Skenario 5 (optimis 20%) memberikan hasil paling optimal, dengan NPV sebesar Rp65.396.124.689,67, IRR sebesar 34,21%, dan periode pengembalian investasi tercepat selama 3 tahun 2 bulan 4 hari. Kesimpulannya, pendistribusian hasil tambang melalui terminal khusus jalur laut dinilai layak dan memberikan dampak positif secara finansial karena memberikan keuntungan jangka panjang dan efisiensi distribusi terbaik.   Kata kunci: studi kelayakan, terminal khusus, distribusi  basalt, NPV, IRR   Abstract   The inefficiency of basalt distribution via land transportation has prompted the development of a dedicated terminal by PT. Optima Nusa Tujuh to enhance maritime distribution. This study aims to determine the most optimal investment scenario based on financial feasibility and its impact on distribution efficiency. A descriptive method is employed, incorporating both qualitative and quantitative approaches. Qualitative analysis explores non-financial factors influencing project viability, while quantitative analysis evaluates financial feasibility using NPV, IRR, PI, BCR, BEP, and PBP. Analysis of five investment scenarios reveals that all are financially feasible with positive NPV values; however, only moderate to optimistic scenarios fulfill all feasibility criteria. Scenario 5 (20% optimistic) emerges as the most optimal, yielding the highest NPV of IDR 65,396,124,689.67, IRR of 34,21%, and the shortest payback period of 3 years, 2 months, and 4 days. In conclusion, maritime distribution via dedicated terminal is feasible and financially advantageous, ensuring long-term gains and efficient logistics.   Keywords: feasibility study, dedicated terminal, basalt distribution, NPV, IRR