Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Breast Care Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Postpartum : Studi Intervensi Thurfah, Putri Aziizah; Utami, Tin
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.686

Abstract

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) terbukti meningkatkan kesehatan neonatal, namun sering terkendala produksi Air Susu Ibu (ASI) tidak adekuat sehingga ASI terbendung. Bendungan ASI dapat menyebabkan komplikasi seperti engorgement dan mastitis, sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologi yaitu perawatan payudara dan pijat payudara (Breast Care). Tujuan penelitian ini yaitu menguji efektivitas intervensi breast care terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu postpartum. Metode yang digunakan yaitu studi kasus intervensi (case-multiple) pada tiga ibu postpartum yang di rawat di ruang Flamboyan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Intervensi yang dilakukan yaitu Breast Care pada ibu postpartum yang mengalami masalah keperawatan utama menyusui tidak efektif. Intervensi dilakukan selama tiga hari pada tanggal 13-15 Januari 2026, dengan pelaksanaan intervensi dua sesi per hari, durasi setiap sesi 10-15 menit. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi asuhan keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa masalah menyusui yang sebelumnya tidak efektif telah berhasil diatasi. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan suplai ASI, ibu tampak lebih rileks dengan data subjektif dan objektif yang menunjukkan keluhan payudara keras dan bengkak membaik. Kesimpulan penelitian ini yaitu Breast care efektif meningkatkan produksi ASI, sehingga direkomendasikan untuk mendukung IMD dan mengurangi risiko postpartum. Meskipun pada Ny. W ASI yang keluar tidak selancar Ny. K dan Ny.D yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti Ny.D dirawat gabung dengan bayinya sedangkan pada Ny.W dan Ny. K dirawat terpisah dengan bayinya karena dibutuhkan perawatan intensif.
Gambaran Pengetahuan Pasien Prolanis tentang Kesehatan Tuberkulosis Santosa, Bogi; Wirakhmi, Ikit Netra; Utami, Tin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7949

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang umumnya menyerang paru-paru dan dapat menular melalui percikan dahak (droplet) dari penderita dengan BTA positif. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok lansia yang memiliki daya tahan tubuh yang menurun sehingga lebih rentan terhadap infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien prolanis mengenai penyakit tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Patikraja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 78 lansia yang mengikuti program prolanis. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner yang berisi pertanyaan terkait pengetahuan lansia tentang tuberkulosis paru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup. Berdasarkan karakteristik usia, responden terbanyak berada pada rentang usia 60–74 tahun dengan jumlah 34 orang (43,6%). Berdasarkan tingkat pendidikan, mayoritas responden berpendidikan dasar sebanyak 36 orang (46,2%), sedangkan berdasarkan pekerjaan, sebagian besar responden tidak bekerja yaitu sebanyak 37 orang (47,4%). Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar lansia memiliki pengetahuan yang cukup, masih diperlukan upaya peningkatan edukasi kesehatan agar pemahaman terkait tuberkulosis menjadi lebih baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah lansia yang mengikuti program prolanis di wilayah kerja Puskesmas Patikraja umumnya memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang tuberkulosis, namun tetap diperlukan intervensi edukatif yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan pencegahan penyakit tersebut.