Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Keanekaragaman Makrozoobentos di Sungai Buaya Pulau Bunyu, Kalimantan Utara Bambang Kurniadi; Lalu Panji Imam Agamawan; Basran Basran; Indra Mahyudi
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 2 No 1 (2021): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.615 KB) | DOI: 10.31573/manfish.v1i03.266

Abstract

Sungai Buaya merupakan salah satu sungai di Pulau Bunyu yang di sekitarnya terdapat aktivitas pemukiman, pertanian, dan perikanan (penampungan dan pengolahan hasil tangkapan ikan) serta sebagai tempat sandaran kapal nelayan dan transportasi laut. Aktivitas tersebut akan menghasilkan bahan pencemar yang berbeda dan masuk ke sungai baik secara langsung maupun tidak langsung. Bahan pencemar yang masuk ke sungai akan mempengaruhi kualitas air dan menyebabkan terjadinya penurunan kualitas air apabila terjadi secara terus menerus tanpa kontrol terhadap sumber bahan pencemar. Salah organisme yang terpengaruh oleh penurunan kualitas air adalah makrozoobentos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman makrozobentos di Sungai Buaya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2013. Pengambilan sampel sedimen dan makrozoobentos menggunakan Eckman Grab. Sampel sedimen diambil sebanyak ± 500 gram dan dimasukan ke dalam kantong plastik. Sedangkan sampel makrozoobentos dipisahkan dari sedimen menggunakan saringan ukuran mata saring 0,5 mm. Sampel yang tersaring diawetkan dengan formalin 5%. Analisis struktur komunitas makrozoobentos dilakukan dengan menentukan komposisi (kepadatan), keanekaragaman (H’), keseragaman (E), dominansi (C). Struktur komunitas makrozoobentos memperlihatkan nilai indeks keanekaragaman yang rendah. Nilai indeks keseragaman tergolong tinggi dan indeks dominansi tergolong rendah. Tidak ada dominansi spesies di perairan Sungai Buaya. Makrozoobentos yang ditemukan selama penelitian terdiri dari 4 kelas yaitu Bivalva (1 jenis), Gastropoda (13 jenis), Crustacea (1 jenis), dan Polichaeta (2 jenis).
Pola Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Ikan Kepar (Belontia hasselti) di Sungai Ambangah Kalimantan Barat Widadi Padmarsari Soetignya; Mardan Adijaya; Bambang Kurniadi; Marsiana Rida
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 13 No. 2 (2023): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v13i2.42167

Abstract

The Malay Combtail fish (Belontia hasselti) is one of the dominant fish species in the Ambangah River that has the potential to be cultivated. This study aimed to determine the growth patterns and condition factor of the Malay Combtail fish (Belontia hasselti) in the Ambangah River, West Kalimantan. Fish samples were taken from May to August 2020 monthly. Parameters measured include total length, weight, sex ratio, and water quality. The results showed that the sex ratio between males and females was balanced (1:1.15). The growth pattern is negative allometric, and the population condition factor of the Malay Combtail fish for males, females, and a combination of both are more than one, which means good, and the magnitude is 1.77; 1.91 and 1.85. The water environmental factors namely temperature, brightness, and dissolved oxygen were still suitable for fish life, while the waters pH was in accordance with its natural condition (peat waters).
MANAJEMEN KUALITAS AIR PADA PEMBESARAN IKAN DI DESA SAMBORA KECAMATAN TOHO KABUPATEN MEMPAWAH Bambang Kurniadi; Sri Rahayu; Achmad Mulyadi Sirodjul Munir
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v5i3.3605

Abstract

Pembudidaya ikan memanfaatkan lahan kosong, bekas sawah dan air irigasi dari perbukitan di Desa Sambora. Pengelolaan lahan masih terbatas pengetahuan umum yang dikelola tanpa memperhatikan parameter kesuburan lahan. Air dari irigasi digunakan secara langsung pada kolam pembesaran tanpa memperhatikan parameter kualitas air. Permasalahan yang sering terjadi dalam pemeliharaan pembesaran ikan adalah kualitas air yang buruk. Kualitas air yang buruk dapat mengakibatkan ikan stres, mudah terserang penyakit, pertumbuhan lambat dan tidak merata, dan kematian ikan. Solusi yang akan dilaksanakan adalah dengan mengadakan pelatihan manajemen kualitas air. Pelatihan manajemen kualitas air terdiri dari monitoring kualitas air, pemelihara dan penggunaan alat dan bahan kualitas air, dan pengelolaan kualitas air. Peserta menyadari pentingnya manajemen kualitas air pada kegiatan budidaya pembesaran ikan. Peserta terdiri dari 15 orang yang telah mempunyai usaha pembesaran ikan dan belum mempunyai usaha budidaya ikan tapi memiliki lahan kosong. Kendala yang dihadapi peserta adalah penyakit pada ikan. Penyakit ikan disebabkan oleh kualitas air yang buruk. Monitoring kualitas air perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan menurunya kualitas air. Alat digital pengukuran kualitas air diberikan kepada peserta pelatihan. Peserta mendapatkan pelatihan penggunaan alat dan cara merawat alat tersebut. Perawatan alat diperlukan agar kualitas air yang diukut akurat.
SOSIALISASI ZONASI KKPD RANDAYAN DAN JENIS-JENIS IKAN DILINDUNGI DI PULAU LEMUKUTAN, KALIMANTAN BARAT Widadi Padmarsari; Sri Rahayu; Fitra Wira Hadinata; Bambang Kurniadi
PKM Linggau: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal PKM Linggau (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/pkml.v3i2.482

Abstract

Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Pulau Randayan terletak di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang. Kawasan terdiri dari beberapa pulau diantaranya Pulau Randayan, Lemukutan, Kabung, Penata Besar, Penata Kecil, Semesak , Baru dan Pulau Seluas. Sejauh ini, sebagian besar masyarakat telah memanfaatkan potensi perairan di wilayah KKPD untuk kegiatan penangkapan ikan dan wisata. Tren berwisata di KKPD Randayan juga semakin diminati masyarakat luas, potensi tersebut mendorong masyarakat untuk turut serta mengambil peran sebagai pelaku wisata seperti sebagai pengelola home stay, tour guide, kapal wisata, rumah makan, dan sebagai penyedia jasa paket wisata. Hal ini jika tidak ada pemahaman yang benar dari masyarakat tentang zonasi KKP Randayan akan menimbulkan potensi penyalahgunaan peruntukan kawasan tersebut. Berdasarkan perkembangan pemanfaatan potensi KKPD Randayan tersebut maka ada 2 permasalahan yaitu masih terbatasnya pemahaman pengetahuan dan wawasan dari masyarakat tentang jenis-jenis ikan yang dilindungi dan zonasi KKPD Randayan. Mitra kegiatan dalam PKM ini adalah masyarakat Desa Pulau Lemukutan terutama nelayan dan pelaku pariwisata. Terkait dengan permasalahan yang dihadapi mitra, maka solusinya adalah sosialisasi tentang jeni-jenis ikan dilindung dan zonasi KKPD Randayan. Target luaran dari kegiatan PKM ini adalah mitra meningkat pengetahuan dan wawasannya tentang jenis-jenis ikan dilindungi dan zonasi KKPD Randayan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan terdiri dari 3 tahap yaitu tahap satu adalah orientasi dan koordinasi, tahap kedua adalah pelaksanaan sosialisasi dan tahap ketiga adalah monitoring dan evaluasi. Hasil pelaksanaan PKM adalah semua peserta sosialisasi bertambah pengetahuannya tentang keberadaan dari zonasi KKPD Randayan dan jenis-jenis ikan yang dilindungi berdasarkan undang-undang yang ada.
Komunikasi Krisis dalam Kampanye Politik: Studi Kasus Respons Kandidat Terhadap Isu Negatif Asep Gumilar Hidayat; Bambang Kurniadi
Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting Vol. 5 No. 3 (2025): Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/dawatuna.v5i3.7614

Abstract

In political campaigns, crisis communication plays a crucial role in shaping a candidate’s image when facing negative issues. Candidates often encounter political attacks that can damage their reputation and affect electability. This study aims to analyze crisis communication strategies used by candidates in responding to negative issues during campaigns. Using a qualitative approach, this research examines various communication techniques applied to manage public perception and mitigate the negative impact of emerging issues.The findings indicate that effective crisis communication strategies involve transparency, message consistency, and the use of social media as a clarification tool. Candidates who can control the narrative and respond quickly tend to maintain voter support better than those who avoid or provide defensive responses. This study concludes that proper crisis communication can serve as a strategic tool in maintaining a candidate’s credibility and gaining public trust.