Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : APTEKINDO

KAJIAN MODEL-MODEL PENILAIAN KINERJA GURU -, Wagiran
Prosiding APTEKINDO Tahun 2010
Publisher : FTK Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran model-model penilaian kinerja guruuntuk dapat dirumuskan satu model yang efektifPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menganalisis sumber-sumber pustakaterkait dengan penilaian kinerja guru. Dilihat dari analisis datanya penelitian ini menggunakan duaanalisis utama yaitu analisis meta untuk mengkaji hasil-hasil penelitian serta analisis isi untukmengkaji pustaka-pustaka terkait dengan penilaian kinerja guru. Penelitian ini dilakukan terhadaphasil-hasil penelitian, buku-buku pustaka, dokumen-dokumen maupun informasi-informasi yangterdapat dalam internet. Data yang terkumpul dalam penelittian ini dianalisis secara kualitatif denganmemperhatikan tujuan penelitianHasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) Pada dasarnya terdapat persamaan kriteria yangdigunakan berbagai institusi dalam penilaian kinerja. Kriteria-kriteria tersebut meliputi aspekpembelajaran (perencanaan, pelaksanaan, manajemen kelas, lingkungan belajar dan asesmen),komunikasi dan pengembangan profesionalisme, (b) Dilihat dari cara penialian kinerja, padadasarnya hampir semua negara menggunakan paduan dari berbagai metode seperti pengamatan,dokumentasi maupun isian dan test, (c) Pemaknaan terhadap hasil penilaian kinerja guru (scoring)juga menunjukkan variasi yang beragam, namun demikian apabila dicermati pada dasarnya semuanegara menggunakan empat kriteria yang meliputi kategori: istimewa, tinggi, butuh pengembangandan tidak memuaskan(tidak lulus).Kata kunci: penilaian, model, kinerja guru
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEJURUAN BERBASIS POTENSI DAERAH DAN SUMBERDAYA ALAM DALAM MENDUKUNG CONTINUING VOCATIONAL EDUCATION -, Wagiran
Prosiding APTEKINDO Tahun 2010
Publisher : FTK Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan reproporsi SMA-SMK dari 70: 30 menjadi 70:30 merupakan salahsatu upayapemerintah dalam hal ini Kementrian Pendidikan Nasional dalam mengatasi permasalahanpengangguran melalui pemberdayaan SMK. Namun demikian aspek yang harus dicermatiadalah reproporsi tersebut bukan hanya pada aspek jumlah, namun yang lebih penting adalahaspek relevansi. Dalam konteks otonomi daerah, setiap daerah dituntut untuk mampumenentukan berapa jumlah SMK yang harus didirikan di tempatnya serta bidang apasaja yangharus dibuka. Pengembangan SMK berbasis potensi daerah penting dilakukan gunamewujudkan pendidikan yang mampu memanfaatkan dan mengoptimalkan potensi daerah,meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan diversifikasi lapangan kerja bagi lulusan.Kata Kunci: reproporsi, SMA, SMK, otonomi daerah
KAJIAN MODEL-MODEL PENILAIAN KINERJA GURU Wagiran -
Prosiding APTEKINDO Tahun 2010
Publisher : FTK Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran model-model penilaian kinerja guruuntuk dapat dirumuskan satu model yang efektifPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menganalisis sumber-sumber pustakaterkait dengan penilaian kinerja guru. Dilihat dari analisis datanya penelitian ini menggunakan duaanalisis utama yaitu analisis meta untuk mengkaji hasil-hasil penelitian serta analisis isi untukmengkaji pustaka-pustaka terkait dengan penilaian kinerja guru. Penelitian ini dilakukan terhadaphasil-hasil penelitian, buku-buku pustaka, dokumen-dokumen maupun informasi-informasi yangterdapat dalam internet. Data yang terkumpul dalam penelittian ini dianalisis secara kualitatif denganmemperhatikan tujuan penelitianHasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) Pada dasarnya terdapat persamaan kriteria yangdigunakan berbagai institusi dalam penilaian kinerja. Kriteria-kriteria tersebut meliputi aspekpembelajaran (perencanaan, pelaksanaan, manajemen kelas, lingkungan belajar dan asesmen),komunikasi dan pengembangan profesionalisme, (b) Dilihat dari cara penialian kinerja, padadasarnya hampir semua negara menggunakan paduan dari berbagai metode seperti pengamatan,dokumentasi maupun isian dan test, (c) Pemaknaan terhadap hasil penilaian kinerja guru (scoring)juga menunjukkan variasi yang beragam, namun demikian apabila dicermati pada dasarnya semuanegara menggunakan empat kriteria yang meliputi kategori: istimewa, tinggi, butuh pengembangandan tidak memuaskan(tidak lulus).Kata kunci: penilaian, model, kinerja guru
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEJURUAN BERBASIS POTENSI DAERAH DAN SUMBERDAYA ALAM DALAM MENDUKUNG CONTINUING VOCATIONAL EDUCATION Wagiran -
Prosiding APTEKINDO Tahun 2010
Publisher : FTK Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan reproporsi SMA-SMK dari 70: 30 menjadi 70:30 merupakan salahsatu upayapemerintah dalam hal ini Kementrian Pendidikan Nasional dalam mengatasi permasalahanpengangguran melalui pemberdayaan SMK. Namun demikian aspek yang harus dicermatiadalah reproporsi tersebut bukan hanya pada aspek jumlah, namun yang lebih penting adalahaspek relevansi. Dalam konteks otonomi daerah, setiap daerah dituntut untuk mampumenentukan berapa jumlah SMK yang harus didirikan di tempatnya serta bidang apasaja yangharus dibuka. Pengembangan SMK berbasis potensi daerah penting dilakukan gunamewujudkan pendidikan yang mampu memanfaatkan dan mengoptimalkan potensi daerah,meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan diversifikasi lapangan kerja bagi lulusan.Kata Kunci: reproporsi, SMA, SMK, otonomi daerah