Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENINGKATAN KOMPETENSI RISET PASAR DAN STRATEGI PEMASARAN BAGI PELAKU USAHA KECIL KOMUNITAS RUMAH HASANAH BANDUNG Anita Silvianita; Nurafni Rubiyanti; Raden Amalina Dewi Kumalasari
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 1 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v6i1.7804

Abstract

Rumah Hasanah merupakan komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rumah tangga melalui usaha kecil. Namun di dalam pelaksanaannya, masih ditemukan banyak kendala diantaranya yang terkait dengan pemasaran produk serta strateginya. Oleh karena itu, komunitas ini dibekali workshop mengenai riset pasar dan strategi pemasaran. Peserta tidak hanya diberikan materi berupa teori, namun juga ada sesi dimana peserta berdiskusi secara kelompok. Selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta mengikuti dengan antusias sehingga dapat disimpulkan bahwa materi ini bermanfaat bagi peserta. Selain itu, pada akhir sesi peserta berharap bahwa kegiatan ini berkelanjutan pada kesempatan yang akan datang.
Penguatan Komunikasi Asertif Sebagai Fondasi Keberlanjutan Usaha UMKM Berbasis Keluarga R. Amalina Dewi Kumalasari; Nurafni Rubiyanti; Anita Silvianita; Nida Muthi Annisa; Karima Astari; Sri Widaningsih; Litasari Suwarsono; Mahir Pradana
PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): PRAXIS April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/018bga74

Abstract

Sebagian besar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia dikelola dalam konteks usaha berbasis keluarga, sehingga kualitas komunikasi antar anggota keluarga menjadi faktor penting dalam keberlangsungan usaha. Komunikasi yang tidak efektif sering memicu konflik internal, ketegangan emosional, dan hambatan koordinasi kerja yang berdampak pada kinerja usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas komunikasi asertif dalam keluarga sebagai fondasi bagi keberlanjutan UMKM berbasis keluarga. Kegiatan dilaksanakan pada Komunitas Rumah Hasanah Bandung dengan melibatkan 20 peserta yang terdiri atas perempuan dan anggota keluarga yang terlibat langsung dalam pengelolaan usaha rumahan. Metode pelaksanaan meliputi psikoedukasi mengenai gaya komunikasi (pasif, agresif, dan asertif), latihan komunikasi asertif melalui teknik I-statement dan active listening, serta diskusi reflektif berbasis kasus usaha keluarga. Evaluasi dilakukan menggunakan pre–post-test berbasis skala Likert untuk mengukur pemahaman dan kemampuan peserta dalam menerapkan komunikasi asertif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, dengan rata-rata skor meningkat dari sekitar 7 pada pre-test menjadi sekitar 13 pada post-test, atau naik sekitar 85,7%. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan komunikasi asertif dalam keluarga berperan penting dalam menciptakan hubungan kerja yang lebih harmonis dan mendukung keberlanjutan UMKM berbasis keluarga.
Pelatihan Desain Kemasan Dan Branding Produk Di Desa Lebakmuncang, Ciwidey Kumalasari, R. Amalina Dewi; Rubiyanti, Nurafni; Nurhasanah, Yulia; Pambudi, Terbit Setya; Putri, Sheila Andita
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 5 No. 2 (2025): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v5i2.10359

Abstract

Kemasan memiliki peran penting dalam produk makanan, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), karena berpengaruh terhadap keamanan pangan, daya tarik produk, dan persepsi konsumen. Namun, masih banyak UMKM yang menggunakan kemasan konvensional tanpa mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan dan kesesuaian bahan dengan karakter produk makanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM di Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, dalam memilih bahan kemasan ramah lingkungan serta memahami karakteristik dan fungsi berbagai jenis bahan kemasan untuk produk makanan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, dan evaluasi melalui survei kepuasan peserta. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta yang merupakan pelaku UMKM dan masyarakat setempat. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan peserta yang sangat baik, dengan rata-rata persetujuan mencapai 92%, yang mencerminkan bahwa materi yang diberikan dinilai relevan, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi pengembangan usaha peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong penggunaan kemasan yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing produk makanan UMKM secara berkelanjutan.
The Effect of Improvisational Behavior on Sales Performance, Mediated by Product Knowledge, Adaptive Selling Behavior, and Challenge Orientation Fajar Soefany; Putu Nina Madiawati; R. Amalina Dewi Kumalasari; Rd. Nurafni Rubiyanti; Arry Widodo
Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 4 No. 4 (2026): Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/enrichment.v4i4.706

Abstract

The increasing competition in the premium decorative paint industry requires salespeople to possess adaptive capabilities beyond technical knowledge to achieve sustainable sales performance. In dynamic market environments, improvisational behavior becomes an important capability that enables salespeople to respond creatively to unexpected customer demands and complex selling situations. This study aims to examine the effect of improvisational behavior on sales performance by investigating the mediating roles of product knowledge, adaptive selling behavior, and challenge orientation among salespeople of PT Cat X in the Sumatera Region. A quantitative explanatory research design was employed using a cross-sectional survey approach. The study involved 57 salespeople selected through a census sampling technique. Data were collected using a five-point Likert scale questionnaire and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4.0. The results indicate that improvisational behavior significantly influences product knowledge, adaptive selling behavior, and challenge orientation. However, product knowledge and adaptive selling behavior do not have significant direct effects on sales performance. Conversely, challenge orientation significantly affects sales performance and serves as a significant mediator in the relationship between improvisational behavior and sales performance. The structural model explains 67.5% of the variance in sales performance. These findings highlight that motivational transformation through challenge orientation is a key mechanism linking improvisational capability to salesperson effectiveness. Therefore, organizations should prioritize challenge-oriented development programs to enhance sales performance in competitive markets.
Chatbot Adoption in Indonesian Banking: Exploring the Roles of Trust and Corporate Reputation R. Amalina Dewi Kumalasari; R. Nurafni Rubiyanti; Aldi Akbar; Asep Miftahuddin
JSHP : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Balikpapan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jshp.v10i1.2800

Abstract

The advancement of artificial intelligence (AI) has significantly transformed the financial services sector, particularly in banking. One of the most widely adopted applications is the chatbot, which enables banks to deliver faster, more efficient, and responsive customer service through automated interactions. Despite its growing implementation, public acceptance of chatbot technology remains varied. Users tend to evaluate these systems not only based on how useful or easy they are to use, but also on how much they trust the system and the organization behind it. This study explores the factors that drive users’ behavioral intention to use banking chatbots by modifying the Technology Acceptance Model (TAM) to incorporate trust in the chatbot system and corporate reputation. The model incorporates perceived ease of use, perceived usefulness, trust in chatbot, and corporate reputation. Data were gathered through an online survey involving 111 respondents who had prior experience using banking chatbot services. Using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), reveal that perceived ease of use significantly predicts perceived usefulness, while corporate reputation strongly influences trust. Furthermore, both perceived usefulness and trust are found to be significant predictors of behavioral intention to use banking chatbots. Trust also exerts a notable effect on perceived usefulness. These findings suggest that fostering user trust and managing institutional reputation are critical in promoting the sustainable adoption of AI-driven financial technologies. Banks are encouraged to focus not only on improving the technical features of chatbot systems but also on strengthening their credibility and transparency to enhance user confidence and perceived utility
Manajemen Emosi dan Mindfulness sebagai Strategi Peningkatan Ketahanan Psikologis Pelaku UMKM R. Amalina Dewi Kumalasari; Astri Firdasannah; Anita Silvianita; Nurafni Rubiyanti; Rahmi Habibah
Lamahu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Vol 5, No 2: August 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ljpmt.v5i2.38914

Abstract

MSME actors face business pressures, customer demands, limited resources, and dual-role responsibilities that can trigger stress and reduce the quality of decision-making. This community service program aimed to strengthen participants’ understanding and basic skills in emotional management and mindfulness as capacities that support psychological resilience. The program involved members of the Rumah Hasanah Bandung Community and employed an experiential learning approach through interactive lectures, discussions, guided practice, reflection, and role play. The training covered emotional concepts, emotion regulation techniques, mindfulness, wise mind, and what skills and how skills. Program effectiveness was evaluated using identical pre-test and post-test questionnaires, supported by structured observations and participant reflections. The results showed that the mean score increased from 2.80 to 4.32, representing a 54.3% improvement, with the greatest gains observed in participants’ understanding of how skills, what skills, and the distinction between wise mind and emotional mind. These findings indicate that the program successfully enhanced participants’ initial capacity to manage emotional challenges encountered in business activities. Continued mentoring and follow-up evaluation are recommended to encourage the consistent application of these skills and to assess their contribution to strengthening the psychological resilience of MSME actors.